
Happy Reading Everyone 💜
Mei merebahkan tubuh nya di atas kasur big size nya sambil menatap ke langit - langit kamar nya, "Apa tunangan ini bakal berlanjut? Atau bakal berhenti di tengah jalan?" gumam nya.
"Tapi kelihatan nya Deja memang terpaksa sama tunangan ini".
"Harusnya aku sadar mana mungkin seorang Deja suka sama cewek kaya aku" Mei mengacak rambut pendek nya.
"Mei kamu terlalu berharap dengan orang yang sama sekali gak mengharapkan Kamu" ujar nya dengan suara berat khas milik nya.
~
Keesokan hari nya Mei memilih berangkat sekolah dengan supir pribadi nya, "Nanti gak usah di jemput ya Pak, Mei soalnya Mei mau latihan biola" ujar Mei.
"Baik Non" supir itu melesat jauh meninggalkan sekolah Mei.
Mei berjalan melewati parkiran Ia sempat menoleh ke arah kanan di sana ada Deja dan teman - teman nya yang saling bercanda satu sama lain namun Mei hanya memilih diam tanpa berani menyapa takut jika Deja akan marah pada diri nya.
"Mei!" teriak Adriano yang sedang duduk di atas motor nya, Mei menoleh pada Adriano yang berada di sisi kanan nya, "Kok lo jalan aja sih? Sini gabung sama kita" ujar Adriano.
Mei menggeleng pelan di hadapan teman - teman nya, mata hitam Mei menangkap seseorang yang meminjamkan sapu tangan pada nya, "Aku duluan ke kelas" Mei membungkukan badan nya.
Teman - teman Deja ikut membalas bungkukan badan Mei, "Lihat tuh! Karena takut sama lo dia lebih milih ke kelas" ucap Adriani sambil menyenggol Deja.
Deja memilih diam dan memejamkan mata nya, "Lo gak boleh gitu lah sama Mei Ja, dia itu cewek dan lo cowok emang lo gak malu kasar sama dia" Rega menatap wajah Deja dengan serius.
Elgra menghela nafas nya dengan frustasi, "Suatu saat lo bakalan jatuh ke pelukan Mei dan lo bakal nyesel sama apa yang lo perbuat sekarang! Pegang omongan gue" Elgra beranjak dari duduk nya dan memilih dan untuk ke kelas di susul oleh Saga dari belakang.
Ketika jam istirahat Deja dan teman - teman nya memilih untuk makan di kantin mereka duduk di sebelah kanan dan tepat di sebelah kiri mereka duduk orang - orang yang membully Mei kemarin lalu.
"Gue denger si Mei sialan itu baru tunangan".
"Serius lo? Sama siapa dan sejak kapan? Hebat juga ya si cupu".
"Baru kemaren kalo gak salah sama si Deja anak yang punya Garuda ".
"Haaa? Kok bisa Deja mau ya".
Deja yang mendengarkan hal itu meremas sendok makan yang Ia pegang. Deja membanting sendok itu ke lantai dan menatap sinis pada cewek - cewek yang baru saja membicarakan diri nya.
Deja beranjak dari duduk nya, "Sialan lo Mei" desis nya tajam, teman - teman Deja tak terkecuali Saga juga ikut menatap sinis pada cewek - cewek itu.
__ADS_1
Deja melangkahkan kaki nya dengan cepat ke kelas Mei sambil menahan amarah Deja semakin mempercepat langkah nya, "Dimana Mei?" Deja bertanya pada orang - orang yang berada di dalam kelas.
"Kalo gak salah ke toilet" mendengar itu Deja membalikan tubuh nya dan segera menuju toilet dari arah belakang teman - teman Deja mengikuti diri nya.
"Deja!" seru Rega namun Deja tidak memperdulikan teman -teman nya lagi.
Deja segera menuju toilet dan memeriksa setiap pintu yang ada, Ia membuka pintu toilet dengan kuat hingga Ia menemukan orang yang Ia cari yang sedang berdiri di depan wastafel.
Mei yang melihat Deja dari cermin yang ada di hadapan nya segera membalikan badan nya, "D - deja kamu kenapa - ".
Deja mencekik leher Mei dengan kuat, "K - kamu kenapa D - deja?" Mei terbata - bata karena menahan cekikan dari Deja.
"Maksud lo apa bilang sama semua orang kalo kita tunangan! Lo mau pamer?!".
Mei menggeleng kesakitan, "L- lepas Deja s - sakit" Mei memukul tangan Deja agar Ia mau melepaskan cengkraman nya.
"D - deja sakit" rintih Mei dengan isakan tangis nya.
Dari arah luar Melisa masuk untuk menyusul Mei dan teman - teman Deja juga ikut masuk ke dalam toilet. Mata Melisa terbelalak hebat saat melihat Deja yang tengah mencekik Mei.
"Brengsek lo!" Melisa segera melepaskan tangan Deja dari leher Mei.
"Deja!" teriak Elgra.
Deja yang tengah di pegangi oleh Elgra dan Adriano hanya menatap sinis pada Mei yang masih terbatuk, "Jawab Brengsek!" Melisa membogem wajah Deja dengan kuat.
"Mel sabar Mel dia adek lo Mel" Rega menahan Melisa agar tak lepas kendali, Saga yang berada di hadapan Mei hanya menatap datar pada Mei.
"Arghhh.... Kok bisa sih gue punya sepupu Iblis kaya lo Deja!" erang Melisa.
"Maksud lo apa cekik leher Mei? Lo mau bikin dia mati?! Iya?! Jawab gue Brengsek!" Melisa menampar kuat wajah Deja.
"Gue rasa di sini ada kesalahpahaman Mel, tadi waktu kita di kantin ada yang ngomongin masalah tunangan Deja sama Mei" Elgra menjelakan pada Melisa.
Melisa mengerutkan dahi nya, "Lo marah karena itu? Itu fakta kenapa lo harus marah dan itu bukan Mei yang sebarin info nya".
"Berita tentang lo udah tunangan sama Mei itu memang menyebar sendiri dan juga udah masuk grup Garuda jadi lo gak usah nuduh Mei" bentak Melisa.
Deja hanya diam dan melepaskan diri nya dari Elgra dan Adriano, Deja pergi meninggalkan mereka di toilet.
"Bubar!" bentak Melisa, Mei masih berpegangan pada wastafel toilet.
__ADS_1
"Ada yang sakit Mei?' tanya Melisa.
Mei menggelengkan kepala nya, "Kita ke kelas ya" ajak Melisa.
"Duluan aja Mel gue mau cuci muka dulu" wajah Mei memang terlihat pucat dan Melisa memilih keluar toilet.
Mei menghidupkan keran wastafel dan membasuh wajah nya dengan air, dari arah luar tiga orang cewek berdiri sambil tersenyum jahat pada Mei.
Mereka masuk dan mendekati Mei, "Mentang - mentang udah jadi tunangan Deja lo belagu sekarang" salah seorang dari mereka memainkan rambut Mei.
Mei menunduk ketakutan, "Gara - gara lo kita di sinisin sama Deja" seseorang memukul wajah Mei.
Mei menahan rada sakit nya, "Lo pikir lo bakal beruntung karena jadi tunangan Deja!".
"Ngaca dulu lo!" seseorang menyiramkan air dari sebuah ember dan membuat baju Mei basah kuyup.
Mei berusaha melarikan diri dari mereka namun tertahan dari mereka, " Mau kemana lo! " Mei di tarik dari belakang dan telapak tangan kanan nya di pijak.
"Argghhhh... S - sakit" teriak Mei.
"Teriak yang kenceng! Biar Deja bisa selamatin lo" kembali mereka memukul wajah Mei dan membuka paksa seragam Mei.
Seorang laki - laki berbadan jangkung masuk ke dalam toilet, "Behenti Brengsek!" Ia mendesis tajam.
Mereka termasuk Mei menoleh pada laki - laki itu, " S - saga?".
"Cewek gak tahu malu! Pergi lo!" bentak Saga dan mereka pergi meninggalkan Mei.
Mei yang tergeletak di lantai hanya bisa menahan isak tangis nya, Saga merendahkan diri nya dan mengangkat Mei dengan gaya bryadal style.
"K - kamu - ".
"Lebih baik lo diem!" ujar Saga dengan suara berat nya, Saga megendong gadis yang basah kuyup itu ke UKS, semua anak Garuda melihat adegan Saga dan Mei termasuk Deja dan yang lain nya.
" Lah itu Saga sama siapa?" tanya Adriano.
"Mei?" ucap Elgra.
Melisa yang berada di depan perpusatakaan pun ikut menyaksikan, "Mei" lirih Melisa sambil menatap datar pada mereka yang menjadi pusat perhatian Garuda.
Cinta segitiga akan terbentuk guy's
__ADS_1
LIKE , VOTE and COMMENT'S 💚💛💜
Fllw Ig : mandadwisetyorini, Tq 😊