RADEJA

RADEJA
Chapter 26 : Deja's Birthday


__ADS_3

Selamat Membaca 💚


Mereka semua tengah berkumpul di Cafe milik keluarga Elgra, sebuah Cafe bernuansa elegant and elite di jadikan tempat untuk merayakan ulang tahun Deja.


Kue tart berwarna putih dengan bertuliskan nama Radeja terletak di tengah meja Cafe. Di sebelah nya terdapat meja yang berisi kado yang di bawa oleh teman - teman Deja.


Perayaan ulangtahun Deja hanya dihadiri orang - orang terdekat nya saja. Sahabat, sepupu dan tunangan sekaligus si pendatang baru, namun hanya Mei dan Saga yang belum datang.


"Mei belum datang Ja?" tanya Adriano yang sedang mengambil segelas cocktail.


Deja melirik arloji yang berada di tangan kanan nya, "Mungkin sebentar lagi" jawab Deja acuh.


"Mungkin kena macet" sambung Rega yang tengah bermain billyard bersama Elgra.


Natalie yang duduk di sebelah Deja merasa terganggu dengan nama Mei tapi Natalie berusaha tetap menjaga image.


Pintu Cafe terbuka menandakan ada seseorang yang datang. Mei membuka pintu Cafe dengan lengan kiri nya, tangan sebelah kanan nya sedang membawa sesuatu.


"Maaf terlambat" ujar Mei sambil melepaskan slingbag nya.


"Santai aja Mei disini gak ada batasan waktu nya kok" sahut Rega yang tengah memegang stik billyard nya.


"Lo berangkat sama siapa Mei?" tanya Melisa yang tengah memakan steak.


"Sendiri Mel" tangan Mei mengeluarkan isi dari dalam totebag yang Ia bawa tadi.


"Aku buat ini untuk kamu Ja" Mei menyerahkan sebuah cupcake.


Deja melirik sekilas ke Mei lalu netra nya berganti ke sebuah cupcake yang di berikan oleh Mei padanya. Deja hanya memandangi cupcake coklat itu. Teman - teman Deja melirik satu sama lain mereka tahu mengapa Deja hanya melihat cupcake buatan Mei.


"Coba dulu Ja" Mei semakin mendekatkan cupcake buatan nya pada Deja, namun Deja hanya memandangi cupcake itu.


"Kamu gak suka makanan manis ya Ja? Aku kasih gula nya sedikit kok Ja".


Deja kembali melirik ke Mei yang masih berdiri di samping nya, "Apa kamu gak tahu kalau Deja alergi tepung terigu?".


Mei menatap lekat pada Deja, bahkan Ia baru tahu jika Deja alergi tepung terigu, "Tapi Mama Yasmine bilang kamu suka kue atau roti".


"Mama Yasmine selalu buat pakai tepung gandum" balas Natalie sambil menatap lekat pada Mei.


"Itu bukan kesalahan Mei! Lagian Deja juga gak pernah bilang sama Mei kalau dia alergi jadi kalau dia salah dan gak tahu wajar!" Melisa tak mau kalah dengan musuh nya itu.


"Harus nya Mei bisa tanya sama Deja ataupun yang lain nya" balas Natalie.


"Kalo Deja gak mau ngomong gimana Mei bisa tahu? Jangan cari kesalahan Mei!" sarkas Melisa.


Natalie memutar mata nya pada Melisa, "Kamu benci banget sama aku ya Mel?".

__ADS_1


Melisa tersenyum smirk pada Natalie, "Baru tahu kalo gue benci sama lo! Bahkan dari lo pacaran sama Deja gue suka sama lo!" bentak Melisa.


"Cukup! Lo berdua kalo mau bertengkar diluar!" bentak Deja pada mereka berdua.


Mei hanya menundukan kepala nya sadar jika itu adalah hal yang salah Ia lakukan walaupun Ia baru mengetahui nya.


"Maaf Ja aku gak tahu" Mei menundukan kepala nya.


"Duduk!" ujar Deja, merasa jika ucapan itu di tujukan pada nya Mei memilih duduk di sebelah kiri Deja.


Mei mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna dengan balutan pita berwarna putih, "Aku gak tahu kamu suka atau gak tapi aku harap kamu suka" Mei mendekatkan kotak hadiah nya pada Deja.


"Aku minta sama kamu pakai hadiah itu di saat waktu dan orang yang tepat".


Deja mengambil kotak hitam itu dan memasukan nya pada jas hitam nya, "Kita mulai acara nya atau tunggu Saga dulu" tanya Adriano.


"Saga masih di jalan sebentar lagi mungkin sampai" sahut Rega.


"Gimana Ja? Lanjut gak nih?" tanya Adriano.


"Lanjut" jawab Deja dengan tenang.


Deja berdiri dari duduk nya, "Selamat malam semua nya, terima kasih buat kalian yang udah sempatin datang ke acara ulang tahun gue. Buat sahabat - sahabat gue Elgra, Saga, Adriano, Rega dan tadi Javid udah kabarin gue dia gak bisa datang karena ada urusan".


"Buat sepupu gue melisa, terima kasih udah datang dan udah jadi kakak sepupu gue yang selalu ada untuk gue" Deja melirik Melisa yang duduk di sebelah Elgra.


Mei berusaha ikut tersenyum di depan mereka walaupun ada sedikit rasa sedih di dasar hati nya.


"Dan untuk Mei Han terima kasih lo udah jadi tunangan yang baik untuk gue" Deja mengenggam tangan Mei.


Teman - teman Deja hanya bisa melihat pemandangan itu dengan sahutan satu sama lain, "Potong kue nya Ja" Natalie memberikan sebuah pisau pada Deja.


Deja memotong kue tart putih itu dengan perlahan dan mengambil sepotong kue. Deja meletakan nya pada sebuah piring kecil dan inilah dimana Deja harus mendahulukan Mei atau Natalie.


Deja melirik ke arah Mei dan Natalie namun Deja membalikan tubuh nya ke hadapan Natalie, "Spesial untuk wanita pertama".


Mei terkejut dengan ucapan Deja Ia pikir diri nya lah yang akan mendapatkan suapan pertama itu namun apa lah daya Mei tetaplah Mei.


"Deja!" bentak Elgra dan lain nya.


Deja memilih acuh dan tetap menyuapi kue itu pada Natalie, " Thank you Ja " ucap Natalie.


"Dan untuk wanita kedua, Mei Han" Deja menyuapkan kue itu pada Mei.


"M - makasih Ja" Mei mengunyah kue itu sambil menahan mata nya yang mulai sembab.


"Ada sesuatu yang mau aku kasih ke kamu Ja" ujar Natalie dengan senyuman nya.

__ADS_1


"Sesuatu?" ulang Deja, Melisa yang duduk di seberang mereka merasa kesal.


Natalie mendekatkan diri nya pada Deja, Mei yang duduk di sebelah Deja hanya menatap aneh pada Natalie.


Natalie mencium bibir Deja di depan mata Mei, tentu saja Mei terkejut dengan hal itu bahkan mereka juga ikut terkejut. Mei mengerutkan dahi nya namun dari arah belakang sebuah telapak tangan seseorang menutupi mata nya agar tidak melihat adegan mesra itu.


Natalie melepaskan ciuman nya dari bibir Deja, " My first kiss is for you Ja " ujar Natalie. Deja masih diam seakan masih bingung dengan apa yang terjadi.


"Anggap hal itu gak pernah terjadi Mei" bisik seseorang dari belakang telinga Mei.


Plak


Sebuah tamparan mendarat di pipi Natalie, "Lo gila ya! Dasar gak tahu malu!" bentak Melisa pada Natalie yang masih memegangi pipi nya. Deja yang duduk di sebelah Natalie hanya diam perhatian nya terfokus pada Saga yang menutup mata Mei.


Perlahan Saga menurunka telapak tangan Ny dari hadapan Mei, saat Deja melihat wajah Mei mata Mei sudah sembab karena air mata nya.


"M - mei - ".


Mei menyeka aie mata nya walau masih terisak, "A - aku gapapa" Mei membalikan badan nya, Ia merasa kepala nya terasa berat saat ini, karena tidak fokus Mei menabrak sebuah meja Cafe.


"Mei!" teriak Deja.


Saga menahan Deja agar tidak mengikuti Mei, "Setelah apa yang lo lakuin lo mau kejar dia?!" sinis Saga.


Deje menatap tajam pada Saga, "Jangan ikut campur masalah gue!" sarkas Deja.


Deja mendorong tubuh Saga agar menjauh dari nya, "Mei tunggu!".


Mei melepaskan high heels nya karena merasa kesusahan untuk berlari, "Mei tunggu!" Deja berlari mengejar Mei.


Mei semakin mempercepat lari nya namun Deja cukup cepat menahan Mei, "Jangan pergi Mei!" tahan Deja.


Deja mendekap tubuh Mei dari belakang, tangan kanan Deja membalikan tubuh Mei untuk ke hadapan nya, "Itu bukan mau gue Mei" ujar Deja.


Mei menggeleng kepala nya seakan tak percaya, "Mei tolong percaya sama gue" ujar Deja.


Deja menyeka air mata Mei, "A - apa yang harus di percaya? Kalau hati kamu ada dia" Mei menujuk dada bidang Deja.


"Mei itu bukan mau gue" suara Deja mulai melemah.


Mei melepaskan pelukan nya dari Deja, "Aku mau pulang! Gak ada hal yang bisa aku percaya di dunia ini".


"Bahkan kamu sebagai tunangan aku lakuin hal paling kejam di depan aku" Mei membalikan tubuh nya dan meninggalkan Deja sambil berjalan tak beraturan.


Suasana di Cafe semakin runyam dan panasa akibat kemarahan Melisa pada Natalie, "Lo udah gak ada harga diri ya!".


Natalie hanya memalingkan wajah nya pada Saga yang duduk di sebelah nya. Melisa mengambil sebuah gelas berisi minuman, " *****!" pekik Melisa.

__ADS_1


SILAHKAN LUAPKAN AMARAH KALIAN!!!


__ADS_2