RADEJA

RADEJA
Chapter 38 : The Last Night


__ADS_3

Cherry Discotheque - 19.00 pm


Malam ini adalah malam terakhir mereka di Singapura, mereka sepakat untuk menghabiskan malam mereka di salah satu club malam elite di Singapura.


Mei terlihat melamun di sebuah kursi bar, Ia menatap kosong pada segelas cocktail yang ada di hadapan nya. Pikiran nya benar - benar terganggu dengan ucapan Deja. Semalaman Mei terus berfikir apa Deja benar - benar serius dengan ucapan nya.


" Do you want to add more " tanya seorang bartender.


"No thank's ".


Mei membalikan badan nya membelakangi bartender itu. Mini dress berwarna merah menyala sangat pas Ia kenakan malam ini, dengan sedikit bagian dada terbuka membuat aura misterius keluar malam ini.


Mei mengedarkan pandangan nya pada sisi kanan, Mei melihat Deja yang tengah mengobrol dengan teman - teman nya. Mei hanya menatap sendu pada Deja yang tengah asik mengobrol.


" Does he's your boyfriend ? ".


Mei terkejut dengan pertanyaan bartender club yang tengah meracik minuman. Mei tersenyum kecil, " No, he's my fiance ".


Bartender itu menganggukan kepala nya pada Mei, " If he's your fiance why he's prefer his friend's ?".


Mei menatap kosong pada bartender yang tengah duduk di hadapan nya , " Maybe he's more confident with his friend's".


" Thank's for the cocktail, i like it " Mei meletakan beberapa uang dolar di atas meja bar.


Bartender itu mengeluarkan ponsel nya dan menelfon seseorang sambil bersembunyi , " I have spoken to her looks like she still has doubts about her lover ".


" And I have put it in the drink ".


" Good job! ".


Natalie mematikan panggilan nya dengan bartender suruhan nya, "Lihat Mei apa yang bisa lo lakuin kali ini".


~


Mei memilih duduk di tepi kolam berenang. Ia duduk termenung sambil bertopang dagu. Mei memejamkan mata nya sesaat, ada rasa takut pada diri nya, takut jika suatu saat Deja akan kembali berlaku kasar pada nya.


"Positive thinking Mei" Mei menepuk kedua pipi nya dengan kuat.


Mei membuka mata nya, Ia mendengar suara langkah kaki dari arah belakang. Mei cepat menoleh ke arah belakang.


"S - saga?" Mei terlihat kikuk di hadapan Saga yang tengah membawa segelas minuman.


Saga mengalihkan wajah nya dari Mei, sadar akan hal itu Mei memilih untuk pergi meninggalkan Saga.


"Mau kemana?" tanya Mei sambil memegangi kedua lengan nya.


"Bukan urusan lo!" Saga tetap memilih meninggalkan Mei.


"K - kenapa akhir - akhir ini kamu selalu menghindar dari aku?".

__ADS_1


Saga menghentikan langkah nya, Ia menarik nafas nya lebih dalam. Saga membalikan badan nya, mata nya menyorot tajam pada Mei yang berdiri di hadapan nya.


"Gue udah gak mau punya urusan sama lo lagi!" tegas Saga.


Mendengar ucapan Saga ada rasa sedikit kecewa pada Mei, Ia sadar Ia hanyalah pendatang baru dalam hidup Saga mungkin Ia berfikir jika dirinya sudah berteman baik dengan Saga namun kenyataan itu tidak lah cukup untuk sebatas pertemenan antara diri nya dan Saga.


"K - kenapa?" Mei perlu tahu apa alasan Saga mengatakan hal itu pada diri nya.


Saga mengerutkan dahi nya dan menyipitkan mata nya pada Mei, "Kenapa? Kenapa lo bilang?".


"Apa lo gak sadar selama ini?!".


"S - sadar ?" Mei menggelengkan kepala nya karena pasal nya Ia memang tidak mengerti akan maksud Saga.


"Sejak lo hadir dalam kehidupan Deja lo banyak rubah segala hal".


"Hubungan persahabatan gue sama dia semakin renggang karena lo" Saga menunjuk Mei dengan jari tengah nya.


"Dan lo rebut Deja dari Natalie" tambah Saga.


"Pasti lo gak sadar sama hal yang lo lakuin selama ini? Lo rebut kebahagiaan Natalie dari Deja!" Saga semakin meninggikan suara nya pada Mei.


Mei hanya diam menatap kosong pada Saga. Ia kembali berfikir apa yang dikatakan Saga adalah sebuah kebeneran yang tidak Ia sadari. Air mata Mei menetes perlaha dari mata sipit nya.


"A - aku gak ".


"Gue gak sangka sama lo Mei! Lo mau lakuin hal itu" kekeh Saga.


Mei menghapus air mata nya secara perlahan, "A - aku kira kamu teman aku Ga" ucap Mei sambil tersedu.


Saga memejamkan mata nya, "Teman? Gue gak pernah anggap lo teman! Gak usah mimpi" bantah Saga.


Saga membalikan badan nya dan mendekati Mei, Saga menatap tajam pada Mei seakan ingin membunuh Mei.


"Dan jangan pernah deketin gue lagi! Gue muak sama kemunafikan lo" desis Saga.


Mei menutup mulut nya seakan tak percaya dengan Saga yang Ia lihat saat ini. Sangat berbanding terbalik dengan Saga yang Ia kenal sebelum nya.


"Aku gak pernah rebut Deja dari Natalie. Aku cuma pertahanin apa yang memang jadi punya aku" balas Mei.


"Dan ternyata kamu lebih kasar daripada Deja" Mei menyipitkan mata nya pada Saga.


"Ternyata aku salah nilai kamu" ucapan Mei kali ini benar - benar berhasil menusuk hati Saga.


Mei memilih pergi meninggalkan Saga di tepi kolam. Saga hanya diam memperhatikan Mei yang semakin menghilang dari pandangan nya. Ini bukanlah keinginan Saga, Ia pikir hal ini bisa membuat segala nya lebih jelas.


" Maaf Mei gue gak bermaksud buat sakitin hati lo, gue cuma mau gue buat lo semakin terbebani dengan perasaan gue ".


~

__ADS_1


Deja berjalan menyusuri setiap lorong club yang sesak akan orang - orang. Deja mengedarkan pandangan nya untuk mencari keberadaan Mei. Deja melipat ujung kemeja nya Ia merasa semakin panas berada di dekat keramaian.


Mata Deja menyipit pada Natalie yang tengah melambai pada diri nya, namun Deja memilih mengacuhkan nya. Deja berjalan lurus ke depan untuk tetap mencari Mei.


"Finish her right now " Natalie memerintahkan anak buah nya lewat ponsel nya.


Mei memilih menenangkan diri nya dengan duduk di sebuah kursi di dekat kolam berenang. Mei mulai merasakan pusing pada kepala nya, panas pada sekujur tubuh nya. Mei mulai sempoyongan karena merasakan pusing pada kepala nya.


Dari arah belakang dua orang perempuan menepuk pundak Mei, mencekik leher Mei hingga membuat Mei sulit bernafas. Tangan mereka mulai menjambak rambut Mei.


"S - siapa? S - sakit" rintih Mei.


"Aakhhh s - sakit" terdengar suara tawa yang menggelegar karena mendengar rintihan Mei.


"L - lepas! S - sakit" rintih Mei.


"Kita lempar dia ke kolam" ujar mereka.


Dengan paksa mereka menarik Mei dengan cara menyeret Mei. Mereka melemparkan Mei ke dalam kolam berenang. Mereka tertawa puas dan meninggalkan Mei yang tengah tenggelam di dalam kolam berenang.


"T - tolong" Mei mengangkat tangan nya ke atas untuk meminta pertolongan. Mei memang tidak bisa berenang karena itulah nyawa nya tengah terancam.


"T - tolong" teriak Mei sekali lagi, namun tetap saja nihil.


Hingga di menit - menit menegangkan Mei mulai kelelahan dan sulit bernafas. Mei mulai tumbang hingga berangsur tenggelam semakin dalam ke dasar kolam.


Seseorang melompat ke dalam kolam berenang untuk menyelamatkan Mei.


"Mei?" Ia memukul pipi Mei dengan kuat


"Mei?!" erang nya dengan kesal karena tak kunjung mendapat respon dari Mei.


Mei membuka mata nya dan melihat siapa yang menolong nya, " D - deja?" lirih Mei.


"Iya ini gue!".


Mei memeluk Deja dengan erat dan meangis dalam pelukan Deja, " Are you okay ?" tanya Deja.


Mei menggeleng pelan di dada Deja, " A - aku mau pulang" Mei semakin mendekap erat tubuh Deja.


"Ayo kita ke hotel".


"Jangan takut Mei gue sama lo sekarang" Deja menggendong Mei yang tengah basah kuyup.


Saga bersembunyi di sebalik dinding sambil menghela nafas nya, "Lo mau apa Ga? Lo udah bentak dia, marahin dia dan sekarang lo mau selamatin dia?".


"Dasar pengecut "


#Deja💚Mei atau #Saga💚Mei

__ADS_1


Yuk di vote hehe, terima kasih 💚


__ADS_2