
Selamat Membaca Semua 💚
" I want this necklace, please " pramuniaga itu mengeluarkan sebuah kalung berwarna silver dari dalam etalase. Laki - laki itu melihat dan menelaah setiap detail nya, " Just only this ? " pramuniaga itu kembali mengangguk.
Laki - laki itu terdiam sesaat dan berpikir hingga kurang lebih lima menit Ia telah memutuskan nya, " Can i get it one? like this but the name is different ".
" Yes sir but we need three hour's to make it the name of necklace. Can you wait sir? ".
" It's not problem, i will go home this my id card. If you finished make the necklace call this contact".
Pramuniaga itu menerima kartu pengenal yang telah di berikan laki - laki itu , " *And the name sir?".
'" Radeja, make in mandarin script* ".
" Okey sir ".
Deja mengangguk pelan dan meninggalkan toko berlian itu. Deja merogoh saku celana nya dan mengeluarkan ponsel nya.
Radeja
"Besok gue pulang lo jemput gue di bandara ya".
Mei
"Maaf Ja aku gak bisa jemput aku harus latihan lusa hari H".
Deja yang membaca pesan singkat dari Mei hanya tersenyum, "Kenapa gue sedikit kecewa ya" Deja kembali menghela nafas nya.
Radeja
"Yaudah gapapa biar gur di jemput sama supir aja, lo jaga kesehatan ya".
Sudah tiga hari Deja dan Papa nya pergi ke Singapura untuk melaksanakan perjalanan bisnis, Arsen sengaja mengajak Deja agar bisa mengajari Deja dari awal karena hakikatnya Deja lah yang akan meneruskan Atman Corp.
"Gimana hubungan kamu sama Mei?" Arsen duduk di sebelah Deja yang tengah melipat kemeja navy nya.
"Kaya biasa Pa lancar" Deja melepaskan jam tangan nya.
Arsen mengangguki jawaban Deja, "Papa dengar dari Melisa kamu udah mulai baik sama Mei, apa benar?".
Deja tersenyum smirk saat mendengar pertanyaan Papa nya, "Udah seharusnya kan pria melindungi wanita" Deja menoleh pada Papa nya.
"Kamu udah mulai sayang sama Mei?".
Deja menggeleng pelan, "Belum, Deja cuma pura - pura baik di depan dia".
"Setelah Deja pikir apa yang Deja lakuin ke Mei itu salah maka nya Deja berubah sikap sama Mei".
"Dengan kamu pura - pura baik sama Mei itu semakin memperburuk keadaan Deja, apa reaksi Mei kalo tahu kamu itu gak tulus?!" Arsen menahan lengan Deja.
Deja menatap datar pada Arsen, "Ini lebih baik Pa daripada tidak sama sekali" Deje menghempaskan tangan Arsen dan berdiri pergi.
"Terus apa guna nya kamu beli kalung untuk Mei?".
Deja berhenti dan membalikan tubuh nya, Deja tersenyum aneh pada Papa nya, " This is just little present, there's nothing ".
Deja kembali melanjutkan jalan nya dan meninggalkan Arsen, "Kenapa dia punya sifat seperti ini" Arsen menghela frustasi.
3 Jam Kemudian
" Are you finished ? ".
__ADS_1
" Yes sir, i believe your wife is so very happy".
Deja tersenyum, " This not to my wife, just friend ".
Pramuniaga itu menunduk, " Sorry sir i don't know ".
" It's not problem ".
Deja mengambil kotak berisi kalung berlian itu dan memilih keluar meninggalkan toko berlian itu.
Soekarno - Hatta International Airport.
Deja dan Arsen mendorong koper milik mereka, bak pinang di belah dua mereka terlihat seperti kakak adik. Arsen awet muda dan selalu menjaga penampilan membuat nya menjadi seorang Hot Daddy.
Deja berjalan lurus mata elang itu tertutup kacamata hitam yang tertahan di hidung mancung nya. Deja menoleh pada sisi kanan melihat supir nya berdiri sambil membawa kertas bertuliskan, Mr Arsen and Radeja.
"Tolong masukin ke bagasi ya pak" titah Arsen.
"Baik Tuan" supir itu memasukan koper milik Arsen dan Deja. Arsen dan Deja masuk ke dalam mobil, "Apa kamu gak kangen sama Mei?".
Deja yang tengah bersandar dan memejamkan mata nya itu hanya menggeleng, "Papa serius Deja!" .
Deja membuka mata nya dan berdecak, "Papa pikir aku bercanda? Aku serius gak kangen sama dia!" ketus Deja.
"Kalo sampai Mama mu tahu bisa marah besar dia" ujar Arsen.
"Ya Mama jangan sampai tahu" Deja menjawab asal pada Papa nya.
"Jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari" ujar Arsen, Deja hanya menganggukan kepala nya.
~
Kini Deja sudah sampi di rumah mewah nya tanpa menyalami Yasmine sang Mama, Deja lebih memilih merebahkan diri nya pada kasur kesayangan nya. Deja mengeluarkan ponsel nya.
Radeja
Mei
"Aku di rumah baru selesai latihan".
Radeja
"Sebentar lagi gue ke rumah lo".
Deja beranjak dari rebahan nya dan masuk ke dalam kamar mandi nya untuk bersih - bersih setelah selesai mandi dan berpakaian Deja langsung turun ke bawah.
"Mau kemana Ja?" Yasmine terlihat sedang sibuk di dapur.
"Mau ke rumah Mei mau kasih ini" Deja menunjukan kotak hitam pada Mama nya.
Yasmine tersenyum puas pada Deja, "Yaudah hati - hati ya Ja salam buat Mama Karina" Deja mengangguki perintah Yasmine. Deja mengambil kunci motor dan jaket denim nya untuk menuju garasi rumah nya.
~
Deja berhenti di depan gerbang rumah Mei satpam yang berjaga langsung membuka gerbang dari rumah mewah itu, "Selamat sore Tuan".
"Sore Pak, Mei ada?" .
"Ada Tuan silahkan masuk" Deja menghidupkan motor nya dan segera masuk ke halam rumah tunangan nya itu.
Deja mengetuk pintu itu dengan ragu - ragu, "Assalamualaikum".
__ADS_1
"Walaikumsallam" Karina membuka pintu rumah nya.
"Kamu udah pulang Ja?" tanya Karina.
"Iya Ma Deja baru sampai tadi".
"Ayo masuk kamu pasti masih capek kan" Karina mempersilahkan Deja untuk masuk.
"Mei ada Ma?".
"Ada Ja langsung aja ke kamar nya" .
Deja segera naik ke lantai dua kediaman Han itu dan mengetuk pintu kamar Mei, "Mei ini gue Deja".
"Iya sebentar" jawab Mei.
Mei membuka pintu kamar nya dan melihat Deja yang berdiri datar di depan kamar nya, "Masuk Ja".
Deja masuk ke dalam kamar Mei terlihat dari dekorasi kamar Mei jika Mei adalah seorang yang sederhana.
"Ada apa? Tumben kesini?".
"Apa perlu alasan datang kerumah tunangan?" Deja tersenyum pada Mei.
Mei menatap datar pada Deja"Gimana perjalan bisnis kamu lancar?".
"Lancar di singapura juga enak".
"Kapan - kapan kita ke sana " ujar Deja.
"Buat apa kesana?".
"Travelling kan bisa" jawab Deja.
Mei megangguk pelan, "Gue punya hadiah buat lo".
Mei mengerutkan dahi nya, "Aku gak ulang tahun buat apa?".
Deja berdecak kesal pada Mei sungguh Mei menguji batas kesabaran nya, "Apa kasih hadiah harus tunggu ulang tahun dulu?" Deja menoleh pada Mei.
"Aku rasa gitu" jawab Mei datar.
Deja mengeluarkan sebuh kotak berwarna hitam dan menyerahkan nya pada Mei, "Ini buat lo gue gak tahu lo suka atau gak".
Mei menerima kotak hitam pemberian Deja dan segera membuka nya, Mei mengerjapkan mata nya beberapa kali, "Ini kalung untuk aku?".
Deja mengangguk, "Sini gue pakein" Deja mengambil kalung itu dari dalam kotak. Deja menyampingkan rambut hitam Mei dan segera memasangkan kalung itu ke leher putih Mei, sesaat Deja terdiam mata nya terus memperhatikan leher putih mulus milik Mei. Deja masih diam dan terus melihat leher Mei, bibir Deja terada gatal seakan ingin menggigit leher Mei.
"Udah Ja?".
"Ja?".
"Deja udah atau belum?".
Deja berdehem kecil di belakang leher Mei, "Udah kok".
"Gue keluar di sini panas " Deja segera meninggalkan kamar Mei.
" AC nya hidup tapi panas?"
Ternyata Deja gak tulus sama Mei 😭
__ADS_1
Kenapa kamu polos banget Mei:((
LIKE, VOTE and COMMENT'S💚💛💜