
Selamat Membaca Semua 💚
Mei berlari masuk ke dalam rumahnya setelah pulang sekolah melewati Karina yang sedang berkebun di halam depan rumah nya membuat Karina bingung kepada anak tunggal nya itu.
Mei merebahkan diri nya di atas kasur sambil menutup mata dengan kedua lengan nya, "Haha... " Mei terkekeh ringan.
"Aku kira kamu beneran berubah Ja ternyata semua nya sandiwara" kembali Mei terkekeh.
Rasa nya benar - benar mengejutkan di saat dirinya mengira jika Deja telah berubah namun kebahagiaan itu tidak bertahan lama sampai pada akhirnya seorang perempuan cantik berkata jika dirinya adalah kekasih Deja.
Ting
Sebuah notifikasi pesan masuk ke dalam ponsel Mei yang berada di sebelah nya. Mei membuka lockscreen ponsel nya.
Elgra
"Bisa keluar sebentar gak Mei? Ada yang mau kita omongin sama lo".
Mei sudah paham apa yang di maksud oleh Elgra kembali Mei terkekeh, "Sebercanda ini hidup Tuhan".
Elgra
"Kalo lo emang mau datang lo datang ke Cafe Crystal ya Mei".
Mei membaca pesan yang dikirimkan Elgra. Mei melempar asal ponsel nya dan segera beranjak dari tidur nya. Mei berdiri di depan cermin rias nya, "Apa yang sebenernya terjadi? Kenapa semua nya jadi rumit?" lirih Mei.
~
Crystal Cafe
Mei keluar dari mobil, tangan nya terus memegangi sling bag nya. Mei mengenakan kemeja tissue merah maroon dengan rok pendek hitam. Mei menghela nafas nya dengan perlahan dan memilih masuk ke dalam Cafe.
Mei melihat ke sisi kanan dan kiri untuk mencari keberadaan Elgra, "Mei di sini!" teriak Elgra.
Mei menoleh ke sisi kanan tepat dimana Elgra duduk, tidak lebih tepat nya mereka duduk karena di sana ada Saga, Rega, Adriano dan Javid. Mei berjalan ke meja Elgra.
"Duduk dulu Mei" ujar Adriano.
Mei duduk di hadapan Elgra, Mei meletakan sling bag nya di meja, "Mau minum apa Mei?" tanya Javid.
"Sebenernya ada apa?" Mei menatap datar pasa mereka seakan paham apa yang di ucapkan Mei, Elgra memilih untuk tetap tenang.
"Kita bicarakan ini baik - baik ya Mei".
"Lo pasti kaget sama omongan nya Natalie kan?" tanya Elgra.
Mei memilih diam tanpa mau menjawab pertanyaan Elgra seharusnya Elgra tahu apa jawaban Mei.
"Sebenernya Nate bukan pacar Deja" jelas Elgra.
"Lebih tepat nya Mantan Deja" tambah Rega.
"M - mantan?" ulang Mei.
__ADS_1
Flashback
Deja dan Nate adalah sepasang kekasih sejak dari sekolah menengah pertama, mereka berdua bukanlah dua orang yang baru saling mengenal melainkan dua sahabat kecil.
Deja sendiri adalah anak laki - laki yang dingin dan ketus sangat sulit untuk di dekati oleh siapapun termasuk Nate pada awal nya, namun seiring berjalan nya waktu Nate mampu meluluhkan hati Deja yang dingin dan beku seperti es.
"Nate... " lirih Deja.
"Iya Deja?" Natalie menoleh pada Deja yang duduk di samping nya.
"Dulu aku gak sedekat ini sama kamu. Kamu selalu berusah untuk dekat sama aku Nate, dan aku rasa aku suka sama kamu Nate".
Natalie tersenyum pada Deja, "Sebelum kamu suka sama aku, Aku lebih dulu suka sama kamu Ja".
Deja membalas senyuman Nate, "Kalau gitu apa kita bersama Nate?".
Nate kembali tersenyum dan mengangguki jawaban Deja, "Kita bisa jadi sepasang kekasih" dan mulai detik itu mereka berdua resmi berpacaran.
Di tahun pertama semua berjalan dengan baik dan semesti nya, pulang sekolah bersama, belajar bersama, hingga kencan yang manis, namun hingga di tahun ketiga Nate sudah di sibuk kan dengan karir model nya. Perempuan blasteran Indonesia - Jerman itu memang perempuan cantik dengan rambut hitam nya, mata yang sedikit coklat dan tubuh yang indah.
Ketika mereka akan selesai di pendidikan sekolah menengah pertama Nate mendapatkan dua pilihan menetap di Jakarta sebagai seorang siswi SMA atau melanjutkan karir model nya di Jerman.
"Ja kita harus bicara" Nate menarik tangan Deja untuk mengikuti nya.
"Bicara apa Nate?" Deja terlihat sedikit bingung pada wajah Nate yang mulai gelisah.
"Aku harus ke Jerman untuk melanjutkan karir Model ku Ja".
Deja terkejut dengan jawaban Nate, "J - jerman? Apa harus ke Jerman?".
"Terus gimana sama hubungan kita Nate? Kita udah tiga tahun!" Deja mulai naik emosi karena mendengar alasan Nate.
"Aku harus relain hubungan kita untuk karir ku Ja" Nate mengenggam tangan Deja.
"Nate..." mata Deja sudah berkaca - kaca berbanding terbalik dengan Deja yang biasa nya kini Deja terlihat sangat rapuh.
"Aku harus pergi sekarang Ja pesawat ku berangkat sebentar lagi".
Deja semakin terkejut, "Apa ini gak terlalu cepat Nate?" Deja menahan Nate agar tidak pergi.
"Aku mohon sama kamu jaga diri baik - baik di sini" Nate mulai melepaskan tangan nya dari Deja namun Deja kembali menahan Nate.
Dari arah belakang Elgra dan lain nya mencoba melepaskan Deja dari Nate, "Ja lo jangan kaya gini Ja" ujar Elgra.
"Nate... " lirih Deja sambil menahan air mata nya agar tidak jatuh.
"Deja lo jangan gini" Adriano menahan badan Deja.
"Nate..."
"Natalie!"
"Natalie!" teriak Deja sekeras mungkin, Deja berlutut sambil melihat kepergian Nate yang akan meninggalkan nya di sini sendirian.
__ADS_1
Tahun pertama tanpa Natalie, Deja merasa kesulitan sebab Deja selalu bersama dengan Natalie kapan dan dimana pun hingga di tahun kedua Deja mulai bisa mandiri tanpa Natalie daj berusah melupakan Natalie walaupun Ia masih mencintai Natalie.
Flashback Off.
Mei menatap datar pada teman - teman Deja tidak ada yang hal yang ingin Ia katakan saat ini. Mei memejamkan mata nya sesaat karena masih merasa bingung dan kaget dengan apa yang terjadi.
"Itulah alasan kenapa Nate tinggalin Deja waktu itu" ujar Saga.
"Dan gue mau jujur kalau Deja masih berharap sama Nate" sambung Elgra.
"Gue tahu perasaan lo Mei pasti lo kaget, marah dan kecewa" tambah Adriano yang di ikuti anggukan oleh Javid.
"Tapi gue harap lo ngerti sama keadaan nya sekarang" ujar Rega.
Mei mengangkat mata nya ke arah Rega, "Ngerti sama keadaan?".
"Apa maksud nya? Harus nya disini aku yang di mengerti bukan Natalie" sarkas Mei untuk kali ini Mei tidak mau kalah dengan apa yang terjadi dan Ia harus memperjuangkan apa yang telah menjadi milik nya.
Elgra tidak ingin melawan perkataan Mei menurutnya benar jika Mei bereaksi seperti itu, "Gue tahu perasaan lo Mei" ujar Elgra.
"Kalo kamu memang tahu kamu mau berpihak sama siapa? Aku atau Natalie?".
Sontak pertanyaan Mei membuat terkejut satu sama lain, "Kita gak bisa berpihak sama siapa pun Mei, ini semua kembali sama Deja" jawab Rega.
"Dan apa lo pikir kita harus ikut andil sama masalah lo" sarkas Saga.
Mei menatap datar pada Saga, "Oh akhirnya aku tahu maksud kalian".
Dari arah luar pintu Cafe terlihat Deja dan Natalie berlari masuk ke dalam, "Mei!" teriak Deja.
Mei menoleh pada seseorang yang memanggil nya, "Mei denger dulu Mei" Deja menahan Mei agar tidak pergi begitupun Nate.
Wajah Mei terlihat sangan frustasi dan kecewa, "Kamu mau apa?!".
"Mei tunggu - ".
"Harus nya aku gak terima perjodohan sialan ini! Di sini aku malah jadi korban cinta segitiga" kekeh Mei.
"Kenapa?".
"Kenapa cuma aku yang tersakit di sini? Memang dunia gak berpihak pada si lemah" Mei menatap sinis pada Deja dan Natalie segera tangan Mei menarik sling bag nya.
"Mei tunggu" Natalie menahan tangan Mei namun Mei menghempas Natalie sehingga terjatuh.
"Nate" segera Deja mendekati Natalie yang terjatuh begitupun yang lain nya.
"Lo gak usah kasar sama Nate!" bentak Deja pada Mei.
Mei yang berdiri di depan Deja hanya menatap sinis pada Deja, "Bukan aku yang kasar pacar kamu yang terlalu sandiwara!" Mei meninggalkan Cafe, Saga yang masih duduk hanya mampu melihat Mei yang pergi dengan perasaan marah dan kecewa.
Akhirnya Mei berani lawan Deja 😂
Lagian siapa yang mau berbagi hati :v
__ADS_1
LIKE , VOTE and COMMENT'S 💚💛💜