
Raymond dan Karina bersamaan dengan seluruh orangtua yang datang pada acara rapat langsung bergegas keluar dari Aula sekolah.
Mei menghampiri kedua orangtua nya sambil mendekap Raymond, "Rapat apa Pa? Kok lama?".
Raymond melonggarkan dasi hitam nya, "Rapat untuk acara liburan kalian".
"Liburan?".
"Kemana Pa?" Mei memutar mata nya pada Raymond.
"Ke Singapura" Karina membelai rambut Mei dengan perlahan.
"Papa!" Deja berlari kecil ke arah Raymon dan Karina. Deja tersenyum kecil pada Mei dan Mei juga ikut membalas senyuman Deja. Akhir - akhir ini hubungan mereka berdua memang semakin membaik.
"Papa kamu mana Ja?".
"Papa di sana Pa. Papa udah mau pulang?" Deja bergantian menyalami tangan Raymond dan Karina.
"Papa buru - buru Ja jadi Papa gak bisa lama - lama di sini".
Deja menganggukan kepala nya, "Kalo Papa mau ketemu sama Papa Deja ayo Deja anterin".
"Gak usah Ja biar Papa sama Mama aja yang cari Papa kamu" Raymond dan Karina meninggalkan Deja dan Mei.
"Lo ikut liburan kan?" Deja melirik pada Mei yang tengah bersandar pada tiang koridor.
"Hmm gak tahu juga" Mei mengangkat bahu nya acuh.
Deja membalikan badan nya pada Mei, "Percuma Papa lo bayar akomodosi untuk liburan tapi lo gak ikut" Deja memegang kedua bahu Mei.
Mei melepaskan tangan Deja dari bahu nya, "Iya aku ikut" segera Mei membalikan badan nya dan meninggalkan Deja.
"Nah gitu nanti di sana gue bakal ajak lo jalan Mei" teriak Deja sambil tersenyum pada Mei.
Mei tersenyum bahagia kala mendengar ucapan Deja tanpa sepengetahuan nya. Ada perasaan bahagia pada diri nya, hubungan nya semakin membaik dan Papa nya mulai bisa menerima keberadaan Deja.
"Andai gue lebih cepat kenal sama lo Mei apa lo bisa jadi milik gue Mei" Saga bersandar di sebalik dinding kelas sambil memejamkan mata nya, rasa nya hati nya benar - benar sudah jatuh hati pada Mei.
Soekarno - Hatta Internasional Airport.
Seluruh murid sudah berkumpul di Bandar Soekarno - Hatta, beberapa dari mereka ada yang tengah duduk, bercanda bahkan sempat mencari makan terlebih dahulu.
Mei dan Melisa duduk di sebuah kursi tunggu. Mei menyilangkan kedua kaki nya sambil menopang dagu nya dengan tangan kanan nya. Mei mengenakan black turtleneck dan maroon overall.
__ADS_1
"Gue denger Papa lo yang tanggung biaya Akomodasi ya Mei?" Melisa mengambil sebuah big burger dari dalam ransel hitam nya.
Mei mengangguk pelan pada Melisa, mata Mei sedikit menyipit pada Melisa , "Lo sakit Mei?".
Mei menggelengkan kepala nya pada Melisa namun Melisa malah mengerutkan dahi nya pada Mei, "Lo kenapa - ".
Mata Mei dan Melisa tertuju pada kelima orang yang tengah berjalan ke arah mereka. Mereka mampu menarik perhatian seluruh orang yang ada di Bandara siapa lagi jika bukan Wolf.
Ada perasaan aneh pada diri Mei rasa bahagia ketika melihat Deja yang berjalan ke arah nya dan perasaan gugup ketika Deja tersenyum ke arah nya. Mei mengalihkan wajah nya dari hadapan mereka untuk menutupi rasa gugup nya.
"Udah lama?" Deja meletakan koper nya di sebelah Mei.
Wajah Mei bersemu merah, "B - belum lama juga" Mei merogoh tas ransel nya untuk mengambil air minum nya.
Deja menahan lengan Mei, "Muka Lo kenapa merah? Lo sakit?".
Saga menggertakan gigi nya saat mata nya melihat pemandangan itu. Saga memilih duduk di hadapan mereka.
"Gue tahu lo cemburu" Elgra merangkul bahu Saga sambil tersenyum.
"Apaan sih! Sok tahu" dengus Saga dengan kesal.
Elgra terkekeh ringan di sebelah Saga, "Gue tahu lo suka sama Mei tapi lo harus ingat Ga Mei tunangan Deja" Elgra menepuk bahu Saga dan kembali berdiri.
Natalie melepaskan kaca mata nya, "Aku boleh gabung?".
Mereka semua kecuali Mei dan Melisa mengangguk pelan. Melisa membereskan makanan nya dan memilih pindah tempat duduk ke sebelah Saga.
"Makasih ya Mel" Natalie tersenyum pada Melisa.
Melisa tersenyum licik pada Natalie, "Gue kasihan aja sama lo pasti capek kan jalan pake heels".
"Gue takut aja lo tiba - tiba kena varises di atas pesawat, kan gak lucu kita balik ke Jakarta karena lo" kekeh Melisa.
Mereka semua tertawa kecil mendengar jawaban pedas dari Melisa, dan Natalie sebisa mungkin tetap tersenyum di hadapan teman - teman nya.
"Oh iya Ja kamu mau coba kemana dulu? Apa mau coba Merlion Park atau Chinatown? " Natalie mendekatkan diri nya pada Deja.
Mei hanya tersenyum lucu pada Natalie, "Aku sama Deja udah punya janji. Kita berdua mau abisin malam di Marina by sands ".
Natalie membulatkan mata nya pada Mei, diri nya terkejut sekaligus bingung karena ucapan berani dari Mei, " Oh k - kamu udah punya janji sama dia" Natalie menunjuk pada Mei.
Deja tersenyum dan merangkul Mei, "Iya kita berdua mau berduaan di hotel" kembali Deja tersenyum pada Mei. Mereka semua menaikan alis mata nya satu sama lain, berbeda dari yang lain nya Saga memilih pergi menjauh dari mereka semua.
__ADS_1
Changi Internasional Airport - Singapore.
Deja turun dari pesawat bersama dengan Mei, kaca mata hitam bertengger gagah di hidung mancung nya tangan Deja terus mengenggam tangan Mei.
"Langsung ke hotel kan?".
Mei mengangguk pelan sambil berjalan di samping Deja. Melisa tersenyum kecil di belakang Deja dan Mei.
"Gue kira sepupu lo gak luluh sama sahabat lo ternyata sahabat lo bisa buat orang lain cemburu juga" ujar Elgra yang mengiringi langkah Melisa.
"Gue yakin Deja bakal beruntung dapatin Mei" balas Melisa yang mempercepat langkah nya untuk menyamai mereka.
Marina by sands - 18.30 pm
Mei merogoh saku baju nya untuk mengambil kunci kamar hotel. Ia membuka pintu kamar itu dan memilih langsung masuk ke dalam kamar untuk beristirahat, setiap kamar hanya di isi satu orang.
Mei merebahkan diri nya dan menatap langit - langit hotel, wajah nya bersemu merah kala mengingat ucapan nya tadi.
"Mana mungkin aku berduaan sama Deja" Mei menghela nafas nya dengan panjang.
Mei bangkit dari tidur nya untuk menuju ke kamar Melisa, ketika baru akan membuka pintu Mei menoleh ke sebelah kanan tepat di depan kamar bertuliskan 504.
"Hai Ga..." Saga menatap tajam dan segera membanting pintu kamar hotel.
Mei terkejut dengan bantingan pintu Saga. Mei terdiam sesaat, Ia bingung mengapa Saga bersikap seperti itu pada nya, namun Mei memilih kembali masuk ke dalam kamar nya.
Tok Tok Tok
Mei membalikan badan nya dan berjalan untuk membukakan pintu kamar nya.
"Iya sebentar" ujar Mei sambil membukakan pintu. Mata Mei menatap datar pada seseorang yang tengah berdiri di hadapan nya.
"Malam ini aku tidur di sini".
Deja memilih masuk ke dalam kamar hotel itu dengan santai, Mei menggelengkan kepala nya.
"M - maksud kamu? Mana bisa kamu tidur sama aku di sini".
Deja menarik tangan Mei agar tidur di sebelah nya. Deja menindih badan Mei sambil membenarkan anak rambut yang terselip di telinga Mei.
" I can do what i want " Deja mencium pipi Mei.
Maaf karena baru bisa Up, Author juga kurang inspirasi hehe.
__ADS_1
Dan ini episode terakhir sebelum Author ujian Jumat besok, setelah selesai ujian semua akan berjalan normal lagi kok. Terima kasih untuk semua nya mohon doa dan dukungan nya😇💚