
Selamat Membaca 💚
Hari ini Mei pulang lebih awal karena tiba - tiba saja ada rapat mendadak yang di adalan oleh Kepala sekolah dan para staff guru, tentu nya hal itu sebuah kebahagiaan bagi sebagian murid tapi tidak bagi Mei.
Hari ini Deja juga tidak masuk sekolah kabar itu Ia dapatkan dari Melisa. Deja pergi ke Singapura untuk urusan bisnis maklum sejak pemindahan jabatan CEO pada nya Deja sudah mulai turun ke dunia bisnis.
Begitu pun Natalie hari ini Ia juga tidak masuk kabar yang Mei dengar bahwasan nya Natalie sedang mengurus project model nya di luar negri untuk lebih jelas nya Mei juga tidak tahu Natalie pergi kemana.
Ting
Radeja
"Gue baru sampai, gue gak akan lama di sini lusa gue balik. Maaf karena gak ada kabarin lo sebelum nya".
Mei menutup locksreen ponsel nya namun kembali sebuah notifikasi pesan masuk ke dalam ponsel nya.
Radeja
"Gue tahu lo masih marah sama gue. Jaga diri lo baik - baik dan satu lagi jangan mau deket - deket sama Saga".
Deja terus menatap layar ponsel nya menunggu balasan pesan dari Mei namun tetap saja Mei hanya membaca pesan nya tanpa mau membalas nya.
" Excuse me Mr Radeja, we have to go to the company immediately ".
Deja menghela nafas nya seakan frustasi tangan kekar nya memasukan ponsel itu ke sebalik jas hitam nya.
Mei menatap kosong pada isi pesan dari Deja segera Mei menggelengkan kepala nya seakan tak mau mendengar ucapan Deja, dari arah belakang suara klakson motor membuyarkan lamunan nya.
"Lo mau gue tabrak?" Saga mengangkat kaca helm fullface nya sambil tersenyum.
Mei mengalihkan pandangan nya serta menggeserkan badan nya agar Saga bisa lewat.
"Mei!" teriak seseorang dari arah berlawanan, Mei membalikan badan nya untuk melihat siapa yang memanggil nya.
"Papa?" ujar Mei dengan raut wajah yang sedikit bingung.
Arsen tersenyum dan menyentuh pundak Mei, "Udah pulang kan?".
Mei mengangguk pelan pada Arsen, "Kebetulan ada Saga kamu ikut Om sekarang ya Ga" ujar Arsen.
"Ikut kemana Om?" tanya Saga.
"Nanti Om jelasin, Mei ikut Papa naik mobil ya" Arsen segera menarik tangan Mei ke dalam mobil nya, Saga mengikuti kemana mobil Arsen pergi.
~
__ADS_1
Mereka tiba di sebuah Restaurant kini Mei duduk di sebelah Saga sedangkan Arsen berada di hadapan mereka.
"Kalian pasti kaget Papa aja ke sini" ujar Arsen yang tersenyum pada Mei dan Saga.
"Papa mau minta tolong sama kalian berdua" sambung Arsen.
"Minta tolong? Tolong apa ya Pa?" tanya Mei sambil melepaskan tas ransel nya.
"Kalian tahu kalau Deja sedang pergi ke Singapura untuk mengurus perusahaan Papa di sana".
Mei mengangguki ucapan Arsen sedangkan Saga hanya menatap datar pada Arsen, "Jadi kita harus tolong apa Om?".
"Lusa akan ada client dari Amerika dan Om gak bisa urus masalah itu".
Mei semakin bingung dengan ucapan Arsen hingga Mei mengerutkan dahi nya, "Maksud Papa gimana? Mei gak ngerti".
"Papa mohon sama kalian untuk bantu Papa di kantor kalian hanya perlu melakukan presentasi dan membahas beberapa hal tentang saham perusahaan" ujar Arsen.
"T - tapi Pa ".
"Mei bahkan gak pernah ikut ke kantor Papa Mei sendiri. Mei gak bisa Pa" suara Mei mulai melemah, Saga yang duduk di sebelah Mei hanya menatap datar pada nya.
"Alasan Papa ajak Saga ikut sama kita karena Papa mau Saga yang ngajarin Mei tentang perusahaan" tambah Arsen.
"Dan bukan hal sulit bagi Saga untuk ajarin Mei kan?" Arsen melirik ke arah Saga yang tengah menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
Arsen mengeluarkan sebuah Mab berwarna merah yang berisikan berkas - berkas yang di butuhkan oleh Mei dan Saga.
"Ini bisa jadi bahan belajar untuk kalian" Arsen menyodorkan Mab berwarna merah itu.
"Dan Papa berharap Mei bisa selesaikan tugas ini dengan baik".
"Dan Saga Om minta tolong kamu temani Mei lusa besok untuk presentasi, bantu Mei kalau ada kesulitan" tambah Arsen.
Saga mengangguki permintaan Arsen, "Papa gak bisa lama - lama sama kalian ada hal yang harus Papa urus".
"Kalian fokus belajar ya" Arsen menarik tas kerja nya dan meninggalkan mereka berdua di dalam Restaurant.
Saga mengambil sebuah laporan keuangan dari dalam Mab, "Gue mulai langsung" ujar Saga sambil membalik beberapa berkas.
"T - tunggu dulu" Mei menahan gerakan Saga.
"Kenapa?" Saga menatap datar pada Mei yang masih terlihat bingung.
"Kamu yakin bisa ajarin aku?" Mei menyipitkan mata nya pada Saga.
__ADS_1
Saga berdecak kesal pada Mei, "Lo ragu sama kemampuan gue?" Mei mengangguki pertanyaan Saga yang di lontarkan pada nya.
Saga memutar mata nya agar tepat berhadapan pada Mei, "Bahkan di umur 10 tahun gue udah ikut rapat saham di perusahaan sedangkan lo umur 10 tahun lagi belajar nada biola My heart will go on " ketus Saga.
Mei mengerucutkan bibir nya, "Buruan belajar urusan gue bukan cuma lo aja!" Saga meletakan beberapa laporan keuangan di hadapan Mei.
"Kalo lo mau presentasi keuangan di depan client lebih baik lo pahami isi materi nya karena ada beberapa client yang terganggu dengan bahan yang di pegang pemateri" ujar Saga.
Mei mengangguk mengerti atas ucapan Saga, mulai dari membaca, membandingkan dan menelaah setiap isi laporan keuangan yang asa di hadapan nya Mei berusaha untuk memahami nya.
"Kalau ini gimana? Aku gak ngerti" Mei menunjuk sebuah data laporan.
"Ini gampang lo tinggal bandingin aja data satu sama data dua nanti lo bisa buat kesimpulan nya" Saga menunjuk pada sebuah diagram batang.
"Lo paham gak?" tanya Saga.
"Iya paham" jawab Mei yang masih membaca isi data laporan yang Ia pegang.
Mei meletak kan laporan itu di atas meja, "Emang gak susah belajar tentang perusahaan Ga?".
"Lo mau tahu banget?" mata Saga masih fokus pada laporan yang Ia pegang.
Mei mengangguk cepat pada Saga, "Kalau pun gue bisa tolak gue bakal tolak belajar hal kaya gini" jawab Saga.
"Gue sebenernya gak mau urusin perusahaan, uang atau pun saham. Bagi gue semua itu masalah yang ada dalam hidup gue" tambah Saga.
"Tapi gue juga gak bisa egois. Perusahaan yang di bangun sama Kakek gue di rintis dari bawah jadi kalo bukan gue yang ngurus siapa lagi?" Saga masih fokus pada bacaan nya.
"Jadi kamu mau apa?" tanya Mei.
"Mau apa yang gimana?" Saga berbalik tanya pada Mei.
"Impian kamu? Apa?" Mei mengambil sebuah laporan yang ada di hadapan nya.
Saga masih diam dan tetap membaca lembaran laporan itu, "Jadi laki - laki yang bertanggung jawab" jawab Saga.
Mei berdecak kesal bukan itu jawaban yang Ia mau dari Saga, "Terus perempuan beruntung mana yang bisa dapatin hati kamu?" Mei membalikan wajah nya pada Saga, namun saat baru membalikan wajah nya Saga sudah terlebih dahulu menatap wajah Mei sehingga kini wajah mereka berdua saling berdekatan dan berhadapan.
"Mungkin lo" jawab Saga yang menatap mata hitam milik Mei.
Saga semakin maju maju dan gencar 😂
Kalian tim mana nih? mei x Deja atau Mei x Saga?
Author mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha segala ucapan Author yang kurang berkenan mohon di maafkan, selamat makan daging ya semua 😂
__ADS_1