
Selamat Membaca Semua 💚
Pagi ini Deja sudah berada di rumah Mei tentu saja hal itu membuat Mei bingung untuk apa Deja datang ke rumah nya.
"Ada urusan apa?" mata Mei menatap datar pada Deja yang terlihat kesal.
"Ikut gue ke rumah" Deja menarik paksa tangan Mei.
"T - tunggu dulu!".
"Maksud nya apa?!" pekik Mei dengan raut wajah yang bingung.
"Lo gak usah banyak tanya di sana semua nya bakal jelas! Orangtua lo juga dalam perjalanan ke rumah gue".
Deja menarik paksa Mei agar masuk ke dalam mobil black rover range milik nya. Deja membanting pintu mobil nya dengan kuat.
~
Deja dan Mei keluar dari mobil ada perasaan aneh dan janggal dari Mei. Deja hanya diam tanpa mau menjawab apa pun dari segala pertanyaan yang di lontarkan Mei sepanjang perjalanan tadi.
Mereka berdua masuk ke dalam kediaman Atmanegara, di sana kedua orangtua Mei sudah tiba dan saling duduk berhadapan dengan orangtua Deja.
"Kalian silahkan duduk" Arsen mempersilahkan Deja dan Mei duduk. Deja duduk di sebelah Yasmine, begitu pula Mei yang duduk di sebelah Karina.
"Mei pasti bingung karena Papa panggil Mei ke sini" suara Arsen terdengar sangat tenang dan lembut.
"Dan maaf juga untuk Tuan dan Nyonya Han sudah menganggu waktu Anda".
"Kami tidak merasa terganggu dan hari ini adalah kepulangan kami" jawab Raymond.
Arsen mengangguki ucapan calon besan nya itu, Arsen melirik ke Deja dan Mei, "Ada hal yang harus kita selesai kan".
Deja dan Mei mengangkat kedua mata nya pada Arsen, "Papa juga Papa Mei begitupun untuk Deja".
"Apapun yang terjadi dengan Mei juga menjadi tanggung jawab Papa".
Mei semakin bingung dengan jawaban Arsen, "Maksud Anda bagaimana Tuan Arsen?" balas Raymond.
"Kemarin saya dan istri saya melihat Yasmine dengan seseorang".
Jantung Mei berdetak kuat setelah mendengar ucapan Arsen, "Dan seseorang itu adalah Saga sahabat Deja anak kami".
"Maksud Anda laki - laki yang pernah bersama saya datang ke sini?".
"Benar Tuan Han" jawab Arsen.
"Jadi kami hanya mau mengklarifikasi antara Deja, Mei dan Saga".
Deja menatap sinis pada Mei, "Apa hubungan kamu dengan Saga, Mei?" tanya Arsen.
__ADS_1
"Mei cuma temenin Saga ke makam Mama nya kemarin Pa, Mei juga gak ada hubungan apapun sama Deja" jawab Mei.
"Jadi lo pulang berdua sama si Brengsek itu?!" sungut Deja.
"Deja jaga ucapan kamu! Saga itu keluarga kita juga" bentak Arsen.
Deja melirik Arsen kemudian berganti silih pada Mei, "Harus nya lo bisa jaga privasi dimanapun dan kapanpun! Bikin malu aja lo!" bentak Deja.
"Kamu jangan berlaku kasar sama anak saya Deja!".
Nyali Deja mulai menciut kaget karena bentakan dari Papa Raymond, "Jangan karena kamu tunangan anak saya kamu bentak Mei!" sarkas Raymond.
"Pa udah Pa" lerai Karina.
Mei masih menunduk karena ucapan kasar Deja, "Jawab pertanyaan gue!" bentak Deja.
Mei mengangkat kedua mata nya, "Jaga privasi kamu bilang?".
"Apa kamu jaga privasi kamu sama Natalie?".
"Bahkan kamu secara terang - terangan lindungin dia, pulang dan pergi sekolah sama dia".
"Dan lebih hina nya lagi kamu tampar aku karena Natalie".
"Jadi disini aku yang salah? Iya aku yang salah?!".
"Kamu yang salah! Arrrghhhhh... " Mei berteriak sekeras mungkin di depan kedua orangtua itu.
"Mei selalu salah! Mei selalu di anggap sebelah mata! Mei benci sama semua nya!" Mei menggebrak meja ruang tamu itu dan langsung pergi keluar rumah mewah itu.
Tentu saja hal itu membuat mereka terkejut apalagi Deja sampai membulatkan mata nya. Ia tidak menyangka jika Mei akan bertindak di luar nalar menurut nya.
Deja langsung mengejar Mei yang berlari ke arah luar, "Deja hati - hati" ujar Yasmine.
"Siapa Natalie?" Raymond menatap sinis dan tajam pada Arsen.
Arsen menghela nafas nya dengan panjang, "Saya akan menjelaskan nya pada Anda Tuan Han".
Sementara itu Mei masih berlari meninggalkan rumah mewah itu, "Mei tunggu!" teriak Deja.
Mei semakin mempercepat lari nya untuk menjauh dari Deja, "Mei tunggu!" teriak Deja sekali lagi.
Mei semakin laju berlari namun tangan Deja mampu mencekal lengan Mei, "Berhenti gue bilang!" bentak Deja.
Mei membalikan tubuh nya pada Deja, "Lo gila ya! Teriak di rumah gue!".
"Lo pikir lo siapa? Kaya anak kecil lo!".
Mei mengerutkan dahi nya, Ia pikir Deja mengejar nya untuk memintaa maaf padanya tetapi sebalik nya Deja malah tambah memarahi nya.
__ADS_1
"Makin hari lo makin ngelunjak lo ya!".
"Lo gila atau sakau?!".
Plakkkk
Mei menampar pipi Deja dengan kuat sampai meninggalkan bekas tamparan yang memerah pada pipi Deja, "Kamu jangan pernah bilang aku gila!".
"Ini semua salah kamu! Harus nya kamu yang bisa intropeksi diri!".
"Jangan salahin orang lain. Dunia gak berputar tentang kamu".
"Kenapa? Kenapa aku cinta sama orang yang hatinya untuk orang lain" ujar Mei.
Deja menatap datar dan sendu pada Mei, "M - mei - " Deja menahan lengan Mei.
"Jangan pegang aku!" Mei melepaskan tangan Deja dari lengan nya.
"Kalau sekiranya kamu gak bisa buat aku bahagia".
"Tolong jangan sakitin aku Ja" air mata Mei turun dari mata sipit nya.
"Kalau pun bisa bicara air mata ku mungkin bosan karena kamu selalu jadi alasan untuk air mata ku jatuh" wajah Mei berubah menjadi sendu.
Mei membalikan badan nya dan berjalan lurus ke depan. Mei melepaskan high heels nya dan membawa dengan kedua tangan nya. Deja hanya menatap punggung Mei yang semakin jauh dari penglihatan nya. Deja juga memilih berbalik badan dan meninggalkan Mei.
Dari arah berlawanan Saga melihat seseorang perempuan dengan dress mini white yang tengah berjalan sendirian di tepi jalan. Saga seakan mengenal dengan seseorang itu dan menambah kecepatan motor nya.
Saga berhenti tepat di sebelah seseorang itu yyang mulai duduk di tepi jalan. Saga mengangkat kaca helm fullface nya, "Mei?" ujar Saga.
Mei mengangkat kedua mata nya untuk melihat siapa yang berdiri di depan nya saat ini, "S - saga?" bibir Mei bergetar kuat.
"Lo kenapa - " melihat Mei yang menangis sambil bertopang dengan kedua lutut nya membuat hati Saga terluka.
Saga menarik Mei ke dalam pelukan nya, Saga mendekap tubuh Mei dengan erat, "Gue mohon jangan nangis lagi" lirih Saga.
Mei semakin menangis kuat dalam pelukan Saga, tangan Mei mencengkram kuat kemeja putih Saga.
"Mei..." lirih Saga.
"Ada apa?" sambung Saga.
"D - deja Ga..." jawab Mei dengan suara lirih nya.
Mendengar nama Deja, Saga semakin memeluk Mei dengan kuat, "Jangan takut gue ada di sini" Saga mengelus rambut Mei dengan lembut.
"Brengsek lo Ja! "
Saga semakin di depan guy's 😂 Jadi Mei lebih cocok sama siapa? Deja atau Saga nih wkwk
__ADS_1
LIKE , VOTE and COMMENT'S 💚💛💜