
Selamat Membaca 💜
Mei telah selesai berlatih biola, tidak lebih tepat nya Mei hanya berlatih tangga nada dengan mentor nya karena kondisi tangan nya belum pulih semula Mei hanya bisa menghafal nada tangga.
Mei keluar dari bangunan berwarna coklat itu, mata nya menatap lurus pada jalanan sepi yang ada di depan nya, Mei memerintahkan supir nya untuk menjemput kedua orangtua nya di Bandara karena hari ini Raymond dan Karina pulang dari perjalan bisnis nya.
"Apa pesen Taxi aja ya?" Mei mengeluarkan ponsel nya dari saku rok nya.
Di seberang jalan sekumpulan lelaki dengan motor sport layaknga Deja dan teman - teman nya tengah mengamati pergerakan Mei sambil berbisik satu sama lain, "Lo udah chat si Brengsek itu?!".
"Udah Bos gue juga udah share location sama dia".
"Bagus, gue mau lihat ekspresi dia pas tahu tunangan nya kita ganggu".
Mei terus mengecek ponsel nya, "Ga ada yang kosong ya? Full semua?.
Sekitar empat laki - laki menghampiri Mei sambil melirik ke kanan dan kiri keadaan sekitar tempat kursus Mei memang sepi, Mei menoleh pada mereka dengan wajah datar, hingga ke empat laki - laki itu semakin mendekati Mei.
Mei memundurkan badan nya, "A - ada apa ya?".
Salah seorang dari mereka tersenyum simpul, "Jadi lo tunangan nya si Deja? Ternyata lo cantik juga" tangan laki - laki itu dengan lancangnya membelai wajah Mei.
"J - jangan sentuh aku!" Mei menggertakan gigi nya karena takut dan marah.
"Kok bisa si Deja dapatin cewek sepolos lo?" kekeh laki - laki itu.
Mei hanya diam dan berjalan ke belakang nya, "Kenapa? Lo takut? Iya? Ini balasan buat cowok lo yang udah jadi sok jagoan sama gue!" laki - laki itu menudingkan jari telunjuk nya ke Mei.
Mei kager bercampur bingung, "Jangan ganggu aku" lirih Mei.
"Gak mungkin dong kita lepasin lo gitu aja, apa salahnya main sebentar" kembali laki - laki itu membelai wajah Mei.
Dua dari mereka menarik tangan Mei dan merapatkan nya ke dinding, "J - jangan kurang ajar!" erang Mei.
Mereka hanya tertawa keras menanggapi gertakan Mei, "Deja kok belum datang juga? Apa jangan - jangan lo gak di anggap sama Deja?" kekeh nya.
"Bisa jadi lo bukan tunangan nya ya! Sialan!" maki mereka.
Salah seorang dari mereka memaksa melepaskan baju Mei, "Jangan!" Mei memukul dada laki - laki itu dengan tenaga yang tersisa, tangan nya yang masih terluka juga ikut berusaha melepaskan diri.
"Jangan!" sebuah robekan terdengar dari tarikan baju Mei, di bagian dada Mei terdapat robekan yang cukup lebar.
"Deja!" teriak Mei dengan kuat, dari arah belakang seorang laki - laki jangkung membogem mereka semua dengan pukulan nya, Mei yang saat itu memejamkan mata nya mencoba membuka mata nya.
"S - saga?" lirih Mei.
"Maksud lo apa Brengsek? Lo mau jadi jagoan kaya si Deja?!".
Saga menarik tangan lawan nya dan memutarkan ke belakang, "Kalo memang lo ada masalah sama Deja jangan ganggu dia! Dia gak ada hubungan nya sama Deja" sinis Saga.
__ADS_1
"M - maksud lo apa Brengsek!".
"Dia sama sekali gak ada hubungan nya sama Deja!" Saga melemparkan laki - laki itu ke jalan.
Saga mendekati Mei yang bersandar pada sebuah dinding dengan cepat Saga melepaskan mantel nya dan memakaikan nya pada Mei, "Gue anter lo pulang" Saga megendong Mei dengan brydal style.
Saga berjalan cepat sambil membawa Mei namun saat akan berjalan ke depan Saga bertemu dengan Deja dan lain nya, Mei masih dalam keadaan menangis di dada Saga.
Deja menatap sinis pada Saga, "Kenapa lo di sini?!".
"Kenapa bukan lo yang ada di sini? Kalo gue gak ada di sini tunangan lo udah mati sekarang!" bentak Saga, Mei mengeluarkan kepala nya dari dada Saga, "D - deja?" lirih Mei.
Deja hanya menatap sinis pada Mei dan Saga, "Emang ya lo itu cuman bisa nyusahin gue!" bentak Deja.
"Bukan dia yang nyusahin lo tapi lo sendiri! Gara - gara lo punya masalah sama mereka Mei jadi korban nya. Coba lo ubah cara pandang lo jangan salahin dia terus" Saga membalikan badan nya dan menuju ke dalam mobil nya.
"Itu si Saga kenapa bisa gitu?" Adriano menoleh pada teman - teman nya.
"Apa yang di bilang sama Saga bener Ja lo jangan salahin Mei terus tanpa lo sadari ini semua kesalahan lo" ucap Rega.
"Kalo aja gak ada Saga mungkin Mei udah sekarat sekarang! Dan coba aja lo susul Mei dari tadi gak bakal lo telat gini" sinis Elgra.
Deja berdecak kesal, "Lo semua kenapa salahin gue?!" teman - teman Deja hanya bisa menghela nafas.
Sementara itu Saga telah mengantarkan Mei pulang ke rumah, Saga keluar dan membukakan pintu untuk Mei, "Makasih Ga", di depan rumah mewah itu Raymond dan Karina sudah menunggu.
Mei berjalan menghampiri kedua orangtua nya, " Nǐ cóng nǎlǐ lái? Wèishéme gāng huí jiā?" (Kamu darimana saja Mei? Kenapa baru pulang?) tanya Raymond.
Raymond mengalihkan pandangan nya pada Saga, "Maaf Om saya teman Mei, bukan saya pelaku nya Om" jelas Saga.
Raymond menyipitkan mata nya pada Saga seolah tak percaya, "Papa dia bener temen Mei dia yang tolongin Mei".
"Jelaskan apa yang sebenernya terjadi?! Kenapa anak saya bisa seperti ini?!" bentak Raymond.
"Anak Om hampir di lecehkan sama musuh nya Deja Om, tapi untung aja saya datang duluan" Saga melirik ke Mei.
"Musuh Deja?" Raymond sedikit bingung dan terkejut.
"Iya bener Om musuh Deja".
"Jadi dia gak ada tolongin anak saya? Jelas dia adalah tunangan anak saya tapi dia biarkan anak saya pergi ke tempat kursus nya sendirian!".
" Tā mā de " (Sialan) dengus Raymond.
"Bawa Mei masuk ke dalam! Kamu ikut saya ke rumah Deja!" titah Raymond.
"Papa!" teriak Mei.
"Ayo masuk Mei jangan buat Papa marah lagi" Karina menuntun Mei untuk masuk.
__ADS_1
~
Kini Raymond dan Saga telah tiba di kediaman Deja, seorang pembantu lari tergesa - gesa ke dalam rumah itu, "Permisi Tuan dan Nyonya di luar ada Tuan Han".
Arsen dan Yasmine yang tengah bersantai langsung berdiri, "Persilahkan mereka masuk" titah Arsen.
Raymond dan Saga masuk ke dalam rumah mewah itu, "Selamat malam Tuan Han" sapa Arsen.
"Loh Saga kamu disini juga?".
Saga hanya mengangguk pelan namun Arsen dan Yasmine mengerutkan dahi ada hubungan apa antara Raymond dan Saga?
Raymond hanya menatap datar pada Arsen tanpa mau menjawab sapaan Arsen, "Dimana Deja?!" suara Raymond terdengar berat.
"Deja? Dia seperti nya di kamar, biar saya panggilkan" Yasmine permisi untuk memanggil Deja.
"Ada keperluan apa Tuan Han sampai malam begini Anda kerumah saya?" tanya Arsen.
"Apa saja yang dilakukan Deja?".
"M - maksud Anda?" Arsen mengerutkan dahi nya.
Yasmine dan Deja turun bersama dari tangga, "Apa yang kamu lakukan dengan anak saya?!" bentak Raymond.
Deja membelalakan mata nya, "Kenapa kamu melibatkan Mei dalam masalah kamu?! Dan kenapa kamu tidak menjaga Mei?!".
"Gara - gara permusuhan kamu Mei jadi korban. Kalau saja kamu dia tidak datang mungkin anak saya sudah dalam peti kremasi malam ini!" Raymond menggebrak meja.
Mereka yang berada di ruang tamu itu sangat terkejut, "Ada apa Deja?! Jelasin sama Papa!" bentak Arsen.
Deja menghela nafas nya, "Deja memang ada masalah sama geng lain, dan Deja gak tahu kalo Mei sasaran mereka".
"Tapi lo sengaja datang terlambat karena lo gak mau lindungin Mei" desis Saga.
Arsen dan Yasmine semakin terkejut, "Deja!" bentak Arsen.
Raymond berdiri dari duduk nya, "Saya kecewa dengan kamu Deja! Saya hanya mau kamu bisa melindungi Mei, kamu tahu kalau banyak yang menganggu Mei!".
"Dan bahkan saat Mei di bully oleh teman - teman nya kamu diam saja dan bahkan kamu ikut melukai dia!".
"Kamu belum menjadi orangtua Deja, kamu tidak akan paham bagaimana rasa nya melihat anak satu - satu nya terluka!".
Raymond meluapkan semua amarah nya, "Saya permisi!" Raymond berjalan keluar di ikuti oleh Saga.
Arsen memejamkan mata nya, "Apa yang kamu lakukan Deja!" Arsen menampar Deja dengan kuat, Deja hanya diam.
"Papa sama Mama kecewa sama kamu!" Arsen dan Yasmine meninggalkan Deja di ruang tamu.
Papa Raymond kecewa guy's ya jelas lah orangtua mana yang ga kecewa😭😭😭
__ADS_1
Please LIKE , VOTE and COMMENT'S💚💛💜
Fllw Ig : mandadwisetyorini 😊