
Mei turun dari mobil yang mengantarnya sekolah pagi ini. Sudah seminggu Mei absen karena alasan kesehatan nya. Raut wajah Mei tidak berekpresi sama sekali, jika biasanya Ia akan mengucapkan salam dengan supirnya kali ini Ia memilih langsung turun.
Mei memasukan kedua tangan nya ke dalam saku mantelnya. Rasanya Ia tidak ingin berurusan dengan siapapun hari ini, termasuk Deja.
" Mei ? " sapa Melisa.
Mei hanya tersenyum sendu pada Melisa dan langsung memilih masuk ke dalam kelas. Melisa mengerjapkan mata nya karena kebingungan. Tidak biasanya Mei akan bersikap dingin seperti ini.
" Lo kenapa Mei ? " tanya Melisa, namun hanya sebuah gelengan kepala yang Melisa dapatkan dari Mei.
"M - mei lo - " Mei memilih berdiri dan menuju keluar kelas. Melisa hanya menatap punggung Mei yang mulai menghilangkan dari pandangan nya.
Mei berjalan ke arah perpustakaan dan segera masuk ke dalam. Ketika sedang berjalan ke arah rak buku Mei bertemu dengan Saga yang juga tengah mengambil buku dari salah satu rak.
Mei menatap sekilas pada Saga dan langsung mengambil buku yang Ia cari. Saga yang geram akan tatapan Mei langsung menarik paksa tangan Mei.
" Ada masalah apa lo? " desis Saga sambil mencengkram lengan Mei.
Bibir Mei bergetar karena bingung dan ketakutan. Mei berusaha melepaskan diri nya dari Saga, namun Saga tetaplah Saga yang akan tetap mencari tahu ada apa dengan Mei.
" Jawab Mei Han! " bentak Saga hingga membuat seluruh orang yang berada di perpustakaan menatap dirinya.
Jantung Mei berdetak kuat, " Lepasin tangan kamu ".
Saga menggertakan gigi nya, " Mei Han! " kembali Saga tersulut emosi akan reaksi Mei. Saga kembali mencengkram kuat lengan Mei, setitik cairan bening keluar dari bola mata Mei. Saga berangsur melepaskan cengkraman tangannya dari Mei.
" Aku mohon sama kamu jangan pernah temuin aku lagi. Aku udah gak mau berurusan sama kamu ataupun sama Deja " lirih Mei.
Saga mengedarkan pandangan nya dari Mei, mata nya memerah dan air mata nya mulai keluar dari bola mata nya. Untuk kedua kali nya Saga menangis setelah kepergian Mama nya ke surga, kini Ia menangis untuk perempuan yang Ia cintai.
" Gue gak punya alasan untuk tinggalin lo ataupun jauhin lo Mei " Saga mengepal kedua tangan nya untuk menahan sesak di dadanya.
" Gue sayang sama lo Mei " kalimat yang keluar dari mulut Saga berhasil membuat Mei terdiam.
" Dari awal gue ketemu sama lo gue sayang sama lo. Gue juga udah janji sama diri gue Mei, kalau memang Deja gak bisa jaga gue yang bakal jaga lo Mei " dan tepat di hadapan Mei seorang Haris Sagara menangis saat mencurahkan isi hatinya.
__ADS_1
Mei mundur beberapa langkah karena kaget mendengar pengakuan Saga. Mei menutup mulutnya tak percaya, " S - saga ... ".
" Gue gak mau kehilangan orang yang gue sayang Mei. Gue gak mau kehilangan lo kaya Mama gue Mei " suara Saga mulai melemah dan serak.
" Kasih gue kesempatan untuk jaga lo Mei, gue mohon " Saga memegang kedua tangan Mei dan ingin memeluk Mei.
" Brengsek! " sebuah pukulan mendarat di wajah Saga. Kedua mata tajam yang menjadi pelaku pemukulan wajah Saga menatap sadis pada diri nya.
" Bener dugaan gue lo memang ada perasaan sama Mei! " mata Deja menatap sadis bak ingin membunuh Saga.
"Kalau iya kenapa? Bukan nya lo sendiri yang gak mau sama Mei? " kekeh Saga sambil mengusap darah yang ada di sudut bibirnya.
Deja menggertakan rahangnya, " Jadi dengan gue kaya gitu sama Mei lo berhak suka sama dia?! ".
Saga menyipitkan mata nya pada Deja, " Karena dia pantas bahagia sama gue " kini posisi Saga berada di atas Deja untuk memukul Deja.
Mei memerosotkan diri nya ke bawah. Mei tidak sanggup untuk melihat perkelahian mereka, " B - berhenti " lirih Mei tak sanggup.
Saga dan Deja menoleh pada Mei yang ketakutan. Saga menatap kosong pada Mei dan juga Deja yang menatap sendu pada Mei.
" Deja! Saga! Lo berdua gila ya! " Elgra segera memisahkan Deja dan Saga.
" M - mei jangan takut ya " Deja hendak menyentuh pipi Mei dengan tangan yang penuh luka dan darah.
Elgra menahan tangan Deja agar tidak menyentuh Mei, " Kasih Mei waktu Ja ".
Deja menatap kosong pada Mei. Deja merutuki segala perbuatannya kepada Mei. Deja merosot ke bawah sambil menutup kedua matanya dengan lengan.
Elgra segera membawa Mei keluar agar menjauh dari Deja dan Saga. Adriano merangkul Deja dan Saga. Adriano terisak di pelukan kedua sahabatnya.
" Maafin gue " Deja menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
" Karena gue semuanya berantakan, karena gue semuanya jadi terbebani " lirih Deja.
"Gak Ja! Ini bukan salah lo " lerai Rega.
__ADS_1
Saga yang sedari tadi mengedarkan pandangannya ikut menangis karena ucapan Deja. Adriano menangis sesenggukan, " G - gue gak mau liat lo berdua berantem ".
" Maaf gue gak bisa jaga persahabatan kita " Deja mengusap kasar punggung Adriano.
" Gue mohon sama lo berdua berhenti sakiti diri kalian, apa lo berdua gak sama janji kita dulu? ".
Deja terdiam dan mengingat kembali masa kecil mereka dimana mereka berjanji akan selalu bersama. Rega menatap datar pada Saga, " Dan lo Ga berhenti sakiti diri lo. Mei punya Deja, Ga di luar sana ada perempuan yang berhak dapat cinta dari lo Ga " Rega mengusap bahu Saga.
Saga hanya menghela nafasnya, " Gue beneran sayang sama dia Re " mata Saga mampu menjawab ucapan Rega.
Deja menatap sadis pada Saga, " Berhenti ganggu tunangan gue, Ga! Apapun keadaannya sekarang Mei punya gue! ".
Saga paham apa maksud Deja, benar apa kata Deja dan Rega Ia tak berhak mencintai Mei lagi saat ini, dirinya adalah pendatang baru di kehidupan Mei.
Deja berdiri dan berjalan keluar untuk menyusul Mei. Deja menghapus air mata nya dan berusaha kuat. Deja masuk ke dalam kelas dan mencari Mei namun tidak di temuinya Mei di dalam kelas.
" Mel, Mei dimana? " tanya Deja pada Melisa.
" Mei pulang sama supirnya " mendengar itu Deja langsung keluar dari kelas dan mengejar Mei.
Deja segera naik ke atas motornya dan mengejar Mei. Deja melihat mobil milik Mei yang baru keluar dari gang sekolah.
" Mei! " teriak Deja.
" Mei berhenti! " teriak Deja sekali lagi.
Mobil milik Mei berhenti dan Mei turun dari mobil dan segera menemui Deja. Wajah Mei yang sudah berantakan segera memeluk Deja.
Deja terkejut akan reaksi Mei, " M - mei " lirih Deja.
" Jangan nangis Mei " Deja memeluk Mei lebih erat.
" Aku sayang kamu Ja tapi hati aku sakit Ja " Mei menangis di dalam pelukan Deja.
" Maaf Mei aku janji gak akan sakiti kamu lagi Mei " balas Deja.
__ADS_1
Mei hanya diam dalam tangisnya, sungguh Mei tidak bisa membohongi perasaanya saat ini. Deja memeluk Mei dengan erat dan mengecup puncak kepala Mei.
Hai Reader's yang masih setia sama Radeja terima kasih untuk kalian yang masih setia sama Deja dan Mei. Maaf banget karena baru bisa Up setelah Hiatus lebih dari sebulan. Author sibuk kuliah dan sempet sakit karena kelelahan, semoga kalian suka sama part ini yaa 💚 Thank You