RADEJA

RADEJA
Chapter 30 : Everyone's Anger


__ADS_3

Selamat Membaca💚


Arsen dan Yasmine tengah berhadapan dengan Deja. Arsen menyipitkan mata nya pada Deja, "Gimana kamu jelaskan semua ini Deja?" suara Arsen terdengar berat dan marah.


Arsen dan Yasmine baru mengetahui masalah Infotaiment yang menyebar luaskan hubungan Deja dan Natalie saat di Singapura, tentu saja Arsen dan Yasmine perlu tahu akan hal itu sebab akan menyangkut pertunangan Deja dan Mei.


"Mama gak ngerti kenapa kamu selalu kecewain Mei? Ada apa sebenernya Deja?" Yasmine mengusap bahu Deja.


Deja masih memilih diam dan tidak tahu harus mulai dari mana, "Jawab Papa Deja!" Arsen menggebrak meja dengan tangan kanan nya.


"Kalau sampai Papa nya Mei tahu kamu mau jawab apa?! Jangan selalu mempersulit keadaan Deja!" bentak Arsen.


Deja menghela nafas nya, "Apa Papa bakal percaya sama Deja?" Deja mengangkat kedua mata nya pada Arsen.


"Masalah Papa percaya atau gak itu bukan urusan kamu! Jelaskan sekarang juga!" kembali suara Arsen meninggi.


"Deja gak tahu kalo Natalie juga ada pemotretan di Singapura, tiba - tiba Natalie tahu alamat Hotel Deja dari Elgra. Natalie ajak Deja jalan malam itu dan paparazi tahu kalo kita berdua lagi jalan" jelas Deja.


Arsen mengusap wajah nya kasar, "Kamu jadi laki - laki gak tegas! Sekali Natalie ajak kamu pergi kamu nurut sama dia tapi tunangan kamu sendir?" Arsen menahan ucapan nya.


Deja menatap mata Arsen, "Kamu tinggalin di tepi jalan. Kamu sebenernya kenapa Deja? Jangan bodoh karena si Natalie" Arsen memilih duduk di sofa karena lelah memarahi anak nya.


"Papa kamu memang hampir sama kaya kamu Deja tapi Papa mu gak pernah mainin perempuan, gak mau kasar sama perempuan tapi kenapa hal buruk kaya gini turun sama kamu Deja" suara Yasmine mulai melemah.


"Ma - ".


Dari arah luar pintu, Raymond datang dengan wajah marah nya serta membawa beberapa ajudan nya, Arsen beserta anak istri nya berdiri karena kaget.


"Ada apa Tuan Han?" tanya Arsen.


Raymond hanya melirik ke arah Arsen dan Yasmine arah mata Raymond berubah posisi pada Deja.


Bughh


Sebuah bogeman kuat tepat mengenai bibir Deja. Mata dan wajah Raymond seketika berubah menjadi begitu amarah, "Itu balasan untuk orang yang sudah menyakiti anak saya!" sarkas Raymond.


Arsen dan Yasmine begitu terkejut dan kaget, "Tunggu sebentar Tuan Han. Sebenernya ada apa? Kita bisa bicarakan ini secara baik - baik" ujar Arsen.


Raymond menatap sinis pada Arsen, "Keluarga saya selalu berusaha untuk menjaga perasaan keluarga Anda".


"Tapi kenapa anak Anda selalu membuat masalah pada anak saya!" bentak Raymond.


"Jelaskan pada saya apa hubungan kamu dengan wanita yang ada di berita?".

__ADS_1


Deja mengangkat kedua mata nya pada Raymond, "Pa itu semua bukan rencana Deja" jawab Deja.


"Kamu terlalu sering mengecewakan anak saya! Mulai dari kamu yang meninggalkan anak saya di pinggir jalan, Menampar anak saya demi wanita itu, ketahuan jalan berdua dengan wanita yang sama!".


"Dan lebih parah nya lagi kamu berani melecehkan anak saya Deja!".


Bughh


Kembali Raymond menghajar Deja dengan tangan kanan nya. Deja terhempas hingga terjatuh ke sofa ruang tamu nya, "Maksud Anda bagaimana Tuan Han?" Arsen cukup terkejut dengan ucapan Raymond.


Raymond memlih diam tanpa mau menjawab pertanyaan Arsen, "Jawab Papa Deja! Apa maksudnya semua ini! Arsen ikut tersulut emosi.


Deja masih meringis kesakitan menahan memar di bibir nya, "Deja cium Mei" Deja masih menunduk menahan rasa sakit nya.


Plakkk


Arsen menampar wajah Deja dengan kuat, sontak Yasmine histeris saat mengetahui suami nya menampar Deja, "Mas udah mas jangan tampar Deja mas" lerai Yasmine.


"Saya mohon Tuan Han jangan hajar Deja lagi" Yasmine menangis tersedu di samping Arsen.


"Saya gak butuh pecundang seperti kamu! Kalau dari awal saya tahu kamu itu laki - laki Brengsek saya gak sudi punya calon menantu seperti kamu!" bentak Raymond.


"Maafin Deja Pa" Deje menahan lengan Raymond namun Raymond menghempaskan nya.


Deja meringis kesakitan, "Iya Pa Deja bakal minta maaf sama Mei tapi Papa tolong maafin Deja Pa" kembali Deja menahan lengan Raymond.


"Untuk saat ini Papa gak bisa maafin kamu Deja! Hati Papa masih sakit karena ulah kamu sama Mei" Raymond melepas tangan Deja dan memilih pergi.


Arsen mengusap wajah nya frustasi, "Sekarang kamu mau apa Deja?" Yasmine memegangi bahu Arsen.


Deja mengusap bibir nya yang masih terus berdarah, "Deja mau perbaiki semua nya Pa".


"Perbaiki? Apa yang mau kamu perbaiki? Semua semakin kacau karena perbuatan kamu Deja! Lihat Papa Raymond sampai marah karena kamu" ujar Arsen.


"Mas kasih Deja kesempatan bisa saja semua nya baik seperti semula" ujar Yasmine.


Seorang pembantu berlari kecil mendekati Deja, "Maaf Tuan diluar ada yang mencari Tuan".


"Siapa?" Deja masih terus mengusap bibir nya yang berdarah.


"Nona Natalie Tuan".


Arsen menoleh pada Deja sambil menatap sinis, "Selesaikan masalah kamu dengan Natalie dan kalau bisa ini masalah terakhir kamu dengan Natalie" Arsen menarik Yasmine agar ikut pergi dengan nya.

__ADS_1


Deja berdecak kesal sambil berjalan ke arah luar. Di sana Ia bisa melihat jika Natalie tengah duduk di teras rumah Deja.


"Ada apa?" suara dan wajah Deja sangat tidak baik begitu pula suasana hati nya.


Natalie menoleh pada Deja, "Aku khawatir sama kamu Ja kamu tahu sendiri berita akan hubungan kita udah tersebar".


"Mau lo apa?" sarkas Deja.


Natalie mengerutkan dahi nya pada Deja, "Kamu kenapa Ja?" spontan Natalie menyentuh bibir Deja yang masih berdarah, namun dengan cepat Deja mengelak.


"Gak usah pegang - pegang gue!" sarkas Deja.


Natalie mengepal kedua tangan nya, "Kamu kenapa sih?! Kasar banget sama aku!" bentak Natalie.


Deja menatap tajam pada Natalie, "Kalo lo cuma mau omongin ini mending pulang!" usir Deja.


"Kamu kenapa sih Ja? Kok berubah gini! Kamu udah gak sayang sama aku?" Natalie menahan tangan Deja.


Deja membalikan badan nya, "Kapan aku gak sayang sama kamu? Bahkan kamu tinggalin aku demi ke Jerman aku tetap tunggu kamu".


"Aku sampai lupa kalo aku udah tunangan sama Mei karena kedatangan kamu. Aku sayang sama kamu tapi kamu gak pernah tulus sama aku" ujar Deja.


"D - Deja" lirih Natalie.


"Alasan kamu balik ke Indonesia karena perusahaan Papa kamu bangkrut kan? Dan kamu sengaja balikan sama aku".


"Dan lebih kejam nya lagi kamu itu mantan Saga! Kalau aja Saga gak cerita sama aku mungkin aku gak tahu tipu muslihat kamu".


Natalie hanya diam saat mendengar ucapan Deja dan apa yang dikatakan oleh Deja semua nya benar, "Deja gak gitu" Natalie merengek pada Deja.


"Lepas! Karena lo udah buat semua nya kacau" Deje menghempaskan tangan Natalie dari diri nya.


"Aku udah gak bisa sama kamu lagi Nate! Aku bakal pertahanan tunangan aku apapun keadaan nya" ujar Deja tegas.


"Tolong Ja jangan gini" tangis Natalie pecah pada Deja.


"Gak ada lagi yang bisa di pertahankan antar kita Nate" ujar Deja.


Natalie mengangkat kedua mata nya dan menggelengkan kepala nya seolah tak percaya, "Brengsek!" Natalie menampar wajah Deja dan segera berlari ke luar rumah Deja.


Deja memegangi pipi nya yang panas lengkap sudah tamparan hari ini dari Papa nya sendiri, Papa Raymond dan Natalie.


Akhirnya Deja sadar uwuuuu😭

__ADS_1


__ADS_2