
Selamat Membaca 🌻
Mereka berdua tengah berada di sebuah Cafe elite di Jakarta. Saga melepaskan jaket denim hitam nya dan meletakan nya di kursi yang Ia duduki.
Natalie meletakan sling bag nya di atas meja, "Ada perlu apa Ga?" Natalie tanpa ba bi bu langsung to the point pada Saga.
"Kenapa lo balik ke sini?".
Natalie memutar mata nya pada Saga, "Aku udah bilang sama kamu dan lain nya aku - ".
"Kenapa lo balik ke sini?" lagi pertanyaan itu yang keluar dari mulut Saga.
Natalie mulai gugup dengan pertanyaan Saga, "M - maksud kamu?".
"Lo tahu maksud gue Nate" balas Saga.
Natalie semakin gelisah dengan jawaban Saga, "Tujuan lo balik ke Jakarta bukan karena Deja" tuding Saga.
"Gue bukan orang baru di kehidupan lo begitu pun lo di hidup gue".
Saga menatap datar pada Natalie yang semakin gelisah dengan ucapan Saga, " Sebelum jadian sama Deja gue udah paham sama lo".
"Jangan ungkit masa lalu kita Saga!" suara Natalie mulai meninggi.
Saga tersenyum licik pada Natalie, "Alasan lo tinggalin gue dulu sama dengan alasan lo tinggalin Deja kan?" tanya Saga.
Natalie memalingkan wajah nya dari hadapan Saga, namun Saga kembali tersenyum licik pada mantan kekasih nya itu, "Dulu kita memang masih SMP - ".
"Tapi gue tahu alasan lo tinggalin gue dan lebih pilih Deja".
Natalie menyipitkan mata nya pada Saga, "Lo gila harta nya Deja kan?".
"Cukup!" Natalie menggebrak meja dengan kuat dan menyebabkan getaran kuat pada meja yang ada di hadapan nya.
"Benar dugaan gue" Saga kembali tersenyum bak devil pada Natalie.
"Kamu tahu aku lakuin hal ini karena Papa Ga" suara dan bibir Natalie mulai bergetar ketakutan.
"Apa kamu masih dendam sama aku Ga?" Natalie mengangkat kedua mata nya pada Saga.
"Apa lo pikir gue masih suka sama lo?" Saga menatap datar pada Natalie.
"Terus apa tujuan kamu lakuin ini ke aku Ga?!" bentak Natalie.
"Gak ada tujuan apa pun, gue cuma mau tahu alasan lo tinggalin gue".
"Dan hasil nya lo ngaku sendiri sama gue".
"Apa pun yang terjadi sama gue dan lo waktu itu gue udah gak peduli".
"Gue juga gak akan bilang sama Deja kalo lo mantan gue, tapi satu hal yang harus lo ingat!" Natalie menatap serius pada Saga.
"Cepat atau lambat Deja bakal tahu siapa lo dan gue di masa lalu".
"Dan satu lagi siapa orang yang lo cinta sebenernya?" Saga kembali menatap datar pada Natalie.
Natalie hanya diam dan menatap mata hitam milik Saga, "Lo aja gak tahu siapa orang yang lo suka" Saga terkekeh.
Saga menarik jaket denim nya dan hendak pergi meninggalkan Natalie, "Haris Sagara" jawab Natalie.
__ADS_1
Saga berhenti saat mendengar nama nya di sebut oleh Natalie, "Kalau aku bilang aku masih cinta sama kamu?".
Saga merubah raur wajah nya pada Natalie, " 5 tahun belakangan ini gue memang kepikiran lo tapi sekarang udah gak Nate".
"Gue udah suka sama orang lain" Saga kembali melanjutkan langkah nya dan meninggalkan Natalie sendirian di dalam Cafe.
~
Mei membuka locksreen ponsel nya sebuah notifikasi pesan masuk ke dalam ponsel nya.
Mama
" Papa sama Mama ada urusan mendadak dan harus pergi ke Bandung sekarang juga, Pak Adi juga ikut. Mama udah bilang sama Deja buat jemput kamu ya".
Mei mematikan ponsel nya dan menghela nafas nya, mana mungkin Deja mau menjemputnya setelah apa yang terjadi kemarin tentu saja membuat Deja marah pikir nya.
Ting
Radeja
"Gue ada urusan tunggu aja di sana dan jangan pergi kemanapun sebelum ada gue di sana".
Mei sedikit terkejut dengan isi pesan dari Deja, Ia pikir Deja tidak mau menjemput nya dan kini hal yang harus di lakukan oleh Mei hanya menunggu kedatangan Deja.
~
Kini Deja dalam perjalanan menjemput Natalie di sebuah Cafe, baru saja Natalie mengajak nya untuk jalan bersama. Natalie yang berdiri di depan Cafe langsung menghampiri Deja, "Maaf ya tiba - tiba aku ajak kamu keluar".
Deja tersenyum pada Natalie, "Aku pacar kamu Nate bukan hal buruk kalau kamu tiba - tiba ajak aku jalan" Deja memakaikan helm pada Natalie.
"Kamu mau jalan kemana?" tanya Deja.
"Apapun mau kamu dan kemana pun itu aku bakal turutin" Deja menghidupkan motor sport merah nya.
Kini dua orang yang tengah kasmaran itu membelah jalanan ibu kota sore ini, tanpa berpikir panjang Deja lebih memilih membiarkan Mei untuk menunggu nya yang tengah bahagia berdua bersama Natalie.
Merek berdua sampai di tamah hiburan, mereka mulai menaiki kuda putar, roller coaster, rumah hantu dan lain nya di sela sela kebahagiaan itu Deja selalu mengambio gambar Natalie dengan kamera yang Ia bawa.
Mereka berdua duduk di sebuah kursi panjang dan menikmati permen kapas berwarna biru laut, Deja bukan tipe laki - laki yang menyukai makanan manis namun karena suapan itu dari Natalie tentu saja Deja tidak bisa menolak nya.
Hingga senja berganti malam yang indah dengan di temani bulan sabit, "Aku mau naik ferish wheel Ja" pinta Natalie.
Deja menganguki permintaan Natalie ini bukanlah hal sulit bagi nya, mereka berdua masuk ke dalam salah satu ferish wheel, ketika sampai di atas Natalie merubah tempat duduk nya di sebelah Deja.
Cup
Natalie mencium pipi kanan Deja dengan cepat tentu saja hal itu membuat Deja kaget dan sedikit bingung.
" Ich liebe dich Deja " (Aku mencintai mu Deja) Natalie memeluk Deja dengan erat.
Deja terdiam sudah lama Ia tidak di peluk oleh seseorang setelah putus dari Natalie. Sebuah pesan masuk ke ponsel Deja.
12 panggilan tak terjawab
35 pesan masuk
Deja membelalakan mata nya Ia lupa jika harus menjemput Mei di tempat kursus nya karena terlalu lama dengan Natalie.
Mei
__ADS_1
"Kamu kemana Ja? Aku dari tadi tunggu kamu, ini udah malam aku sendirian di sini".
Begitu lah isi pesan terakhir yang di kirimkan oleh Mei, "Nate kita pulang sekarang ya" ajak Deja.
Mei meringkuhkan kedua badan nya yang bertopang pada lutut kaki yang Ia rapatkan sesekali Mei terus melirik ke arah kanan daj kiri untuk menunggu kedatangan Deja.
"Mau sampai kapan lo di situ terus?" seseorang berjalan mendekati Mei.
Mei melihat sepasang sepatu kulit hitam yang berdiri di depan Mei, "Saga?".
"Lo mau tunggu Deja sampai kapan?".
"Sampai Deja ke sini" jawab Mei.
Saga memutar mata nya malas, "Benar kata orang, kalo seseorang udah terlalu cinta bodoh nya gak ketolongan!" sinis Saga.
Mei memutar mata nya dengan malas, "Kamu kenapa di sini?".
"Lo pikir yang kursus di sini cuma lo aja?" tanya Saga.
"Deja sekarang lagi jalan sama Natalie" ucap Saga.
Mei menoleh pada Saga, "Deja bilang dia ada urusan" Mei tak mau kalah dengan Saga.
Saga mengeluarkan ponsel nya dan menunjukan sebuah foto mesra antara Deja dan Natalie yang tengah memakan permen kapas, mata Mei membulat tak percaya.
Mei mengeluarkan ponsel nya guna melihat foto yang di upload oleh Deja namun nihil Mei tidak menemukan foto mesra itu.
"Lo gak bakal bisa lihat karena akun lo udah di privasi sama deja" jawab Saga.
Privasi? Kata itu membuat Mei terkejut jadi selama ini Deja tidak mau terbuka dengan diri nya, deru suara motor sport berhenti di depan Mei dan Saga.
" Sorry telat" Deje berusaha bersikap biasa saja di depan Mei.
"Gue baru antar Mama dari arisan nya" ujar Deja.
Mei menatap datar pada Deja, "Kamu bohong sama aku?".
Deja mengerutkan dahi nya, "Bohong apa maksud lo" Deja menatap sinis pada Saga.
"Kamu abis jalan sama Natalie?".
Deja terkejut dengan pertanyaan Mei, "Lo gak usah nuduh gue!" bentak Deja.
Saga mengeluarkan ponsel nya dan menunjukan foto mesra milik Deja dan Natalie pada Deja. Deja menggertak kesal, "Sialan!".
Mei berlalu berjalan di samping Deja namun langkah nya terhenti, "Mama Yasmine selalu pakai parfum bunga Lavender".
"Dan ini wangi Melati" Mei menatap datar pada Deja.
"Kamu buat aku nunggu sampai malam di sini dan lebih pilih jalan sama Natalie?".
"Harus nya kamu bisa berpikir lebih rasional lagi Ja" Mei berlalu meninggalkan Deja dan langsung naik ke atas motor sport Saga.
Ada yang retak tapi bukan kaca 😂
Buat kalian yang selalu minta Author Up 2 eps maaf ya Author belum bisa karena Author sibuk belajar dan Author adalah tipe orang yang slow type.
LIKE , VOTE and COMMENT'S 💚💛💜
__ADS_1