
Selamat Membaca 💚
Mei turun dari mobil nya sambil sedikit merapikan rok sekolah nya, "Nanti Mei gak usah di jemput ya Pak".
"Mei mau mampir ke toko buku sebentar".
"Tapi Non kalau nanti saya di tanya Tuan bagaimana Non?".
Mei mendekatkan diri nya pasa sang supir, " Bilang aja kalo Mei memang ke toko buku Pak" ujar Mei.
"Baik Non" Pak Adi menganggukkan kepala nya sebagai tanda mengerti.
Mei berjalan menuju koridor sekolah, "Mei tunggu!".
Mei membalik kan badan nya ke arah belakang, "Saga?" ujar Mei.
Saga segera turun dari motor sport nya dan berlari kecil menuju Mei berdiri saat ini. Saga merogoh sesuatu dari dalam saku celana nya, "Ini buat lo" Saga menyerahkan sebuah gantungan kunci berbentuk orang.
Mei mendelikan mata nya, "Buat aku?" tanya Mei.
"Iya buat lo, ini cuma hadiah kecil karena kerja keras lo kemarin" Saga memegangi belakang kepala nya agar tidak canggung.
Mei tersenyum manis pada Saga, "Makasih ya Ga" Mei melihat lebih detail pada gantungan kunci itu.
"Kaya aku ya?" Mei kembali memperhatikan gantungan kunci itu.
"Sengaja gue pilihin itu buat lo karena memang mirip lo" balas Saga.
"Aku suka kok, sekali lagi makasih ya Ga" Mei tersenyum manis seperti anak kecil yang mendapatkan permen. Tanpa Mei sadari Saga juga ikut tersenyum karena melihat senyuman Mei, "Andai lo tahu perasaan gue Mei, gue pasti beruntung punya cewe kaya lo".
"Saga? Kok ngelamun?" Mei mengibaskan tangan nya di depan wajah Saga.
Saga gugup dan kaget karena Mei berada di dekat nya, "Ahhh gue gapapa, gue duluan" Saga berlari kecil meninggalkan Mei.
Mei mengangkat kedua bahu nya, segera gantungan kunci pemberian Saga Ia gantungkan pada tas ransel nya. Mei berjalan menyusuri koridor kelas nya.
💚
"Kantin yuk Mei" ajak Melisa, Mei menganggukkan kepala nya pada Melisa.
Dari arah luar Deja dan teman - teman nya kecuali Saga masuk ke dalam kelas Mei, "Ikut gue!" Deja menarik paksa tangan Mei.
Mei membelalakan mata nya, "A - apa maksud nya Ja? S - sakit Ja" rintih Mei.
Deja tetap acuh pada Mei dan tetap menarik tangan Mei dengan paksa, "Kamu mau ajak aku kemana?" Mei tetap mengikuti langkah kaki Deja.
__ADS_1
Deja tetap diam dan memilih masuk pada ruang penyimpanan barang - barang sekolah lama yang sempit. Deja menghempaskan tangan Mei dengan kasar.
Mei menabrak dinding belakang, "Ssshhttt arghhh" ringis Mei.
"Udah berapa kali gue bilang sama lo!".
"Jangan mau dekat sama Saga! Kenapa lo masih tetap dekat sama Saga!".
Mei menatap aneh pada Deja, "Aku gak mau berantem sama kamu cuma karena Saga ataupun Natalie" balas Mei.
"Peduli apa kamu sama apa yang aku lakuin" Mei menatap sinis pada Deja.
Hati Deja terasa sakit karena ucapan Mei, "Gue tunangan lo apa kata orang kalo lo selalu sama Saga!" bentak Saga.
"Aku juga tunangan kamu apa kata orang kalo kamu masih berhubungan sama Natalie?".
"Jangankan orang lain bahkan media asing tahu hubungan kamu sama Natalie!" kali ini Mei tak mau kalah sarkas dari Deja.
Deja mengepal kedua tangan nya, "Asal lo tahu berita itu gak sengaja di ambil sama paparazi".
"Sejak kejadian ulang tahun itu gue gak pernah saling kabar - kabaran sama Nate".
Mei mengerutkan dahi nya, "Kenapa kalian bisa jalan berdua di Singapura? Bahkan Natalie juga ada di Singapura?" tanya Mei.
"Tujuan gue ke Singapura memang karena kerjaan gak lebih. Nate tahu alamat hotel gue karena dia tanya sama Elgra".
"Tiba - tiba dia datang ke hotel gue dan ajak gue jalan, awal nya gue gak mau tapi karena Nate maksa maka nya gue mau Mei" Deja memelas pada Mei.
Mei melepaskan tangan Deja dari bahu nya, "Aku gak percaya sama omongan kamu!".
"Toh apa untungnya kamu jelasin ini semua sama aku? Bukan nya Nate itu satu - satu nya orang yang berharga buat kamu?".
"Harus nya kamu senang kalau semua orang tahu kamu sama Natalie kembali bukan?" ujar Mei, Deja menatap tak percaya pada Mei.
"Mei..." lirih Deja dengan wajah frustasi nya.
"Apapun yang kamu lakukan bukan urusan aku kan? Bukan nya itu yang selalu kamu bilang sama aku?" gertak Mei.
"Mei! Gue mau lo percaya sama gue kali ini. Itu semua bukan gue yang mulai tapi Nate" lirih Deja.
"Aku udah gak peduli" Mei melepaskan diri nya dari Deja, namun baru akan berjalan Deja menarik lengan Mei dan menghimpit badan Mei ke dinding belakang.
Deja mencium bibir Mei dengan cepat tentu saja hal itu membuat Mei terkejut, Deja menekan kepala Mei agar semakin membalas ciuman nya namun Mei berusaha melepaskan diri dari Deja.
"Hmmmpphhh" erang Mei.
__ADS_1
Deja semakin memperdalam ciuman nya pada Mei namun Mei segera menggigit bibir bawah Deja.
Nafas Mei masih tersengal - senggal Ia kesulitan bernafas. Deja mendekatkan wajah nya pada Mei, "Maaf gue hilang kendali sama lo Mei" lirih Deja sambil mengusap darah segar di bibir nya.
Deja mendekatkan wajah nya pada leher Mei, seakan ingin menggigit leher Mei "Mei kali ini aja - ".
"Brengsek!" Mei menampar pipi Deja dengan kuat.
"Aku gak sangka kamu sebejat ini!" mata Mei mulai berkaca - kaca seakan ingin menangis.
Mei berlari ke arah pintu luar ketika tangan Mei sudah memegang kenop pintu dan hendak keluar, Saga berdiri di sebalik pintu ruangan itu.
"Mei lo kenapa - ?" mata Saga langsung tertuju pada Deja yang memegangi bibir nya yang berdarah.
"Lo berdua abis ngapain?" tanya Saga pada kedua orang yang memilih untuk diam.
Mei memilih langsung pergi tanpa menjawab pertanyaan Saga. Deja menatap datar pada Saga, "Kenapa setiap urusan Mei lo mau tahu?".
"Kenapa Mei nangis? Jawab Brengsek?!" Saga mencengkram kerah seragam Deja.
"Lo suka sama Mei? Apa lo udah lupa sama ucapan lo waktu itu?" Deja tersenyum licik pada Saga.
"Jadi lo mau saingan sama sahabat lo sendiri demi Mei? Iya? Jawab Brengsek?!" Deja melepaskan cengkraman dari Saga.
"Itu urusan gue bukan lo!" Saga menatap tajam pada Deja.
"Kalo lo emang gak bisa jaga Mei! Jangan pernah ganggu dia apalagi sakitin Mei!" dengus Saga tajam.
"Peduli apa lo sama Mei? Lo emang gak tahu malu ya tunangan sahabat lo sendiri mau lo ambil juga? kekeh Deja.
"Tunangan? Sejak kapan lo akui Mei sebagai tunangan lo? Lo lebih gak tahu malu jelas - jelas lo udah punya tunangan tapi masih bisa balikan sama Natalie" Saga tersenyum licik pada Saga.
Deja mulai panik dan gugup, "Lo gak usah bawa - bawa Natalie? Lo suka sama Natalie?" tanya Deja.
Saga lebih memilih membalikan badan nya untuk meninggalkan Deja, "Jawab pertanyaan gue Ga! Lo juga suka sama Natalie?".
Saga menghentikan langkah nya dan membalikan badan nya, "Asal lo tahu sebelum lo jadian sama Natalie gue udah lebih dulu pacaran sama dia!" Saga tersenyum puas pada Deja.
Deja mengerutkan dahi nya sambil mengepal kedua tangan nya hingga buku - buku tangan nya memutih, "Brengsek! Pengkhianat!" sarkas Deja.
Saga membalikan badan nya pada Deja, "Bukan gue yang berkhianat tapi memang keadaan yang berjalan kaya gitu".
"Gue udah bilang sama lo bahkan Mei juga, hidup gak berputar tentang lo Ja" Saga berjalan meninggalkan Deja yang tengah menahan amarah.
LIKE , VOTE and COMMENT'S💛💚💙
__ADS_1