RADEJA

RADEJA
Chapter 5 : First Day


__ADS_3

Selamat membaca semua 💜


Deja sudah rapi dengan seragam sekolah nya tak lupa Ia melingkarkan sebuah jam tangan ternama buatan dari Swiss, dia selalu mengenakan jam tangan dimana pun dan kapan pun.


Deja keluar dari kamar nya dan menuju meja makan, "Sarapan dulu Ja" Yasmine sudah menyiapkan sepiring nasi goreng dan segelas susu putih hangat.


Deja menarik kursi di sebelah Papa nya, "Kamu jangan lupa jemput Mei" ujar Arsen yang sedang fokus dengan laptop yang ada di hadapan nya.


Deja mengangguki perintah Arsen, "Deja berangkat dulu" Deja langsung pergi dengan hanya meminum segelas susu putih milik nya.


Ia naik ke atas motor sport berwarna merah itu dan memakai helm fullface nya, sebuah senyum smirk terbersit di sudut bibir nya bak seorang Devil yang telah menemukan mangsa nya. Kurang lebih 15 menit Deja sampai di rumah Mei di depan gerbang rumah mewah itu sudah ada mereka yang menunggu Deja.


Deja mematikan motor nya dan melepas helm fullface milik nya, "Pagi Pa Ma" Deja menyalami tangan orangtua Mei.


"Pagi Deja" balas mereka serempak, tampak Mei berdiri di samping Raymond sambil memegangi ransel berwarna merah maroon itu.


"Papa gak bisa lama - lama Papa mohon jaga Mei ya" Raymond menepuk bahu Deja.


"Iya Pa" jawab Deja dengan tersenyum sedikit.


"Kalau gitu kami permisi duluan ya. Kamu baik - baik di rumah ya Mei, dan Mama percaya sama kamu Deja" Karina memeluk Mei dan berganti ke Deja.


"Hati - hati ya Pa Ma" Mei memeluk kedua orangtua nya dengan erat tampak dari mata Deja jika Mei sangat manja kepada orangtua nya, hingga Raymond dan Karina sudah pergi di situ tinggalah mereka berdua.


Mei masih melihat kepergian orangtua nya, "Buruan naik!" bentak Deja, Mei langsung tebuyar dari lamunan nya.


"I - iya Ja" Mei menunduk takut sambil naik ke atas motor Deja refleks tangan Mei memegang pinggang Deja.


"Lo gak usah pegang - pegang gue! Jangan lo kira kita udah tunangan lo bebas milikin gue!" Deja menepis tangan Mei dengan kasar.


"M - maaf Deja" lirih Mei sunggu Ia sangat takut jika Deja memarahi nya.


Deja menghiraukan permintaan maaf Mei, tangan nya melepas gas motor nya dengan cepat dan tak beraturan. Di sepanjang perjalanan Mei memejamkan mata nya karena ketakutan Ia takut jika akan terjatuh dari atas motor jika Ia memegang bahu atau pinggang Deja Ia pasti akan marah.


"Deja pelan - pelan aku takut jatuh" Mei berbicara di sebelah telinga kanan Deja, mendengar suara Mei tepat di telinga nya Deja memperlambat kecepatan motor nya dan sedikit menepi ke jalan.


Deja mengangkat kaca helm fullface nya, "Turun lo!" ujar Deja.


Mei mendekatkan kembali diri nya dengan Deja, "T - turun?" tanya Mei.


"Iya buruan turun! Buruan!" bentak Deja.


Mei menuruti perintah Deja segera Ia turun dari motor sport milik Deja, "Baru hari pertama lo udah banyak ngatur sama gue! Ingat ya gue gak bakalan pernah suka sama lo!" Deja menurunkan kaca helm fullace nya dan meninggalkan Mei di jalanan itu.


"Deja... " Mei berteriak sambil mengejar Deja namun nihil tidak mungkin seseorang yang berlari sanggup mengejar pengendara motor sport.


"Gimana ya? Sebentar lagi masuk" gumam Mei, Ia benar - benar bingung tidak ada angkot ataupun kendaraan yang lewat di depan nya, Mei memutuskan untuk berlari ke sekolah nya hingga sudah setengah jam Ia beralari ke sekolah pintu gerbang itu akan ditutup oleh satpam.


"Pak tunggu pak" seru Mei yang berada di luar pagar.


"Loh Mei kok kamu masih di luar?" tanya satpam itu.


"Pak biarin Mei masuk ya pak kali ini aja" Mei memohon pada satpam itu agar di beri izin masuk oleh nya, tanpa berpikir panjang satpam itu membuka kembali gerbang sekolah, "Masuk Mei sebelum guru BK datang" ujar satpam itu.


Mei masuk ke dalam area sekolah, "Makasih ya Pak" Mei menundukan badan nya pada satpam itu satpam itu ikut menunduk.

__ADS_1


Mei langsung berlari menyusuri koridor, "Pasti udah masuk semua" ujar Mei.


Dari arah belakang seorang guru laki - laki berkacamata mengikuti langkah Mei, "Mei Han!" seru guru itu.


Mei memberhentikan langkah nya dan membalikan tubuh nya, "Iya saya pak" jawab Mei.


"Kamu terlambat? Gak biasa - biasa nya kamu terlambat?.


Mei bingun harus menjawab apa Ia takut jika harus membawa nama Deja, "Saya kesiangan Pak".


Guru itu menggelengkan kepala nya, "Ikut saya ke lapangan sekarang juga!" seru guru itu.


Mei mengangguki perintah guru itu dan mengikuti nya dari belakang dan berhenti di sebuah lapangan upacara, "Hormat bendera sampai istirahat pertama" Guru itu langsung pergi meninggalkan Mei.


Mei melepaskan ransel nya dan meletakan nya di sebelah Ia berdiri tangan kanan nya terangkat 45 derajat untuk hormat bendera. Terik panas matahari yang baru naik meghantam kulit putih hingga membuat kulit nya memerah.


Di kelas Sains 2 dimana kelas itu adalah tempat Deja belajar semua mata tertuju ke arah luar karena memang jarang sekali anak - anak Garuda yang terlambat.


"Itu siapa yang hormat bendera?".


"Mana cewe lagi"


"Pasti panas banget"


Deja dan teman - teman nya ikut melihat ke arah luar, "Dari postur badan nya kaya nya itu Mei" ujar Adriano.


"Iya bener yang lo bilang gaya rambut nya itu si Mei" sambung Rega.


"Lah anak serajin Mei bisa telat?" Javid melirik ke arah teman - teman nya. Deja dan Saga yang duduk bersebelahan hanya diam tanpa mau bersuara sedikit pun.


Teman - teman nya menoleh pada Elgra, "Lah terus itu kenapa?" tanya Adriano.


"Oh iya Ja bukan nya lo di suruh Tante Karina buat jemput Mei terus - ".


"Gue tinggal dia di pinggir jalan" Deja memalingkan wajah nya dari arah luar.


Elgra mengerutkan dahi nya, "Apa lo bilang? Lo tinggalin dia? Makanya dia terlambat" tanya Elgra.


"Iya" jawab Deja singkat.


"Kok lo setega itu sih Ja? Dia tunangan lo Ja" ujar Rega.


"Gue udah bilang sama lo semua gue gak peduli sama dia" Deja kembali fokus dengan buku yang Ia pegang.


Teman - teman nya menatap tak percaya pada Deja namun Saga juga ikut melirik ke arah Deja dengan tatapan yang datar namun Deja tetap tidak peduli.


Setelah PBM selesai mereka di perbolehkan istirahat dan tentu saja hukuman yang di lakukan oleh Mei sudah selesai, Mei mengambil tas ransel nya dan mengambil sebuah sapu tangan dari dalam tas nya, "Panas banget" Mei menyapu keringat di wajah putih nya itu.


Melisa menyusul Mei ke tengah lapangan sambil membawa sebotol air mineral, "Gue bawain minum buat lo Mei" Melisa memberikan botol air mineral itu pada Mei.


Mei membuka penutup segel nya dan meneguk habis minuman nya tanpa sisa, "Lo kok bisa telat Mei?".


"Ahh iya Mel gue kesiangan" jawab Mei.


"Apa? Kesiangan? Gak biasa nya lo kesiangan" tanya Melisa.

__ADS_1


Mei tersenyum tipis pada Melisa, "Ke kelas yuk gue capek" ujar Mei.


Mereka berdua menuju ke kelas dan duduk sebentar di kursi masing - masing, "Ke kantin yuk Mei gue laper" ajak Melisa.


"Duluan aja Mel gue mau ke perpustakaan sebentar".


"Gue duluan ya" Melisa langsung berdiri dan meninggalkan Mei.


Mei mengeluarkan sebuah kotak bekal berisi sandwich kesukaan Deja, Mama Yasmine bilang jika Deja sangat menyukai sandwich sama seperti Papa Arsen.


Mei berjalan menuju kelas Deja sambil membawa kotak bekal yang akan Ia berikan pada Deja. Mei memberanikan diri nya untuk menemui Deja, "Permisi" sapa Mei.


Di dalam kelas ada teman - teman Deja yang sedang mengobrol satu sama lain, Deja dan seluruh teman - teman nya menoleh ke arah pintu.


"Eh si Mei" ujar Adriano.


"Masuk - masuk Mei" sila Rega.


Mei memberanikan diri nya untuk masuk namun Deja menatap tak suka pada Mei, "Ada apa Mei? Ada perlu sama Deja?" tanya Elgra.


Mei mengangguk pelan, "Deja aku bawain kamu bekal" Mei menyodorkan kotak bekal nya pada Deja.


Deja menatap tajam pada Mei, "Maksud lo apa bawain gue kaya gini?!" Deja melempar kotak makan itu ke lantai.


"Lo pikir gue gak bisa beli makan sendiri!" bentak Deja.


Mei menatap miris dan sedih pada kotak bekal nya hingga air mata nya turun, "A - aku cuma mau bawain makanan untuk kamu, kata Mama Yasmine kamu suka sandwich " Mei menahan isak nya.


"Ja lo jangan buang makanan buatan si Mei dia juga udah berusaha buat lo" ujar Rega.


"Kalo gak suka gak usah di buang kali Ja" Elgra mengambil kotak makan itu dan menyerahkan nya pada Mei.


"Ini Mei" ujar Elgra, Mei mengangguk pelan, "Makasih El" ucap Mei.


"Gue udah bilang berapa kali sama lo! Jangan lo kira lo tunangan gue lo bisa deket sama gue!" bentak Deja.


Saga yang duduk di belakang Deja hanya menyipitkan mata nya pada Deja dan Mei, "Maaf Deja... " Mei langsung pergi keluar dari kelas Deja.


Deja menghela nafas nya dengan kasar, "Sialan!" dengus nya.


Elgra tersenyum aneh pada Deja, "Parah banget lo Ja!" ketus Elgra.


Mei terus berlari ke arah belakang kelas Ia meringkuh di sebalik dinding kelas lama sambil memegangi kotak bekal nya, " Segitu benci nya kamu sama aku Ja" isak Mei.


Seseorang berjalan dari sebelah Mei dengan perlahan, cowok berbadan jangkung itu mengeluarkan sebuah sapu tangan berwarna putih dengan lambang huruf "S ", cowok itu menyodorkan sapu tangan nya pada Mei.


Mei hanya diam dan menatap datar pada cowok itu tangan Mei mengambil sapu tangan itu untuk Ia gunakan kemudian cowok itu pergi meninggalkan Mei.


"Tunggu! Sapu tangan kamu" seru Mei.


Cowok itu berhenti dan berkata, "Ambil aja itu untuk mu" kemudian melanjutkan langkah nya, Mei hanya melihat punggung cowok itu mulai samar - samar menghilang dari pandangan nya.


Siapakah cowok itu guy's? Mungkin kalian sudah tahu atau belum tahu? :v


LIKE , VOTE , and COMMENT'S 💚💛💜

__ADS_1


__ADS_2