RADEJA

RADEJA
Chapter 15 : Save you


__ADS_3

Selamat membaca semua 💚


Mei berdiri di balkon kamar nya, Mei bersandar pada pembatas balkon kamar nya sambil tersenyum, "Rasa nya benar - benar nyata" Mei terus mengulas senyum indah nya.


"Semoga kebahagiaan ini terus berlanjut, Tuhan" Mei menyatukan kedua tangan nya sambil memejamkan mata nya.


~


Mei keluar dari gerbang rumah mewah nya, Ia melirik ke kanan dan ke kiri seperti sedang menunggu seseorang, "Belum datang ya?" gumam Mei.


Dari arah kanan terdengar deru suara motor sport yang sangat Ia kenal. Deja menepikan motor nya di dekat Mei, "Udah nunggu lama?" Deja menyerahkan sebuah helm pada Mei.


"Baru keluar" Mei memakai helm pemberian Deja.


Deja tersenyum pada Mei, tangan Deja refleks melepas jaket denim nya dan memakaikan jaket nya pada Mei. Mata Mei membulat karena kaget dengan tindakan Deja, "K - kok aku yang pake?".


"Apa salah?" Deja menatap datar pada Mei.


"Ayo naik ntar terlambat" titah Deja segera Mei naik ke atas motor sport Deja. Mei berpegangan pada besi belakang motor Deja karena Ia masih ingat peraturan dari Deja jika Ia tidak boleh menyentuh Deja.


Deja tersenyum lucu pada Mei karena melihat Mei yang agak canggung dan bingung, "Pegangan" ujar Deja.


Mei hanya diam dan masih setia memegangi besi motor Deja dengan cepat tangan Deja menarik tangan Mei agar memegang pinggang nya refleks Mei terkejut, "Sekarang lo boleh pegangan sama gue".


Pipi Mei berubah menjadi merah merona karena menahan malu segera Deja menghidupkan mesin motor nya dan menuju sekolah. Di sepanjang perjalanan mereka hanya diam mungkin hanya Deja yang bertanya pada Mei.


Tak lama mereka sampai di sekolah tentu saja kedatangan mereka berdua menjadi sorotan bagi anak Garuda, karena pasal nya baru beberapa hari yang lalu jika Deja menyiram Mei dengan bubur dan sekarang mereka berdua telah berangkat ke sekolah bersama.


Deja melepaskan helm Mei, "Mulai sekarang lo jangan takut lagi sama mereka" ujar Deja.


"Gue bakal lindungin lo mulai sekarang" mendengar hal itu jantung Mei berdetak cepat tak karuan dan membuat bullshing pipi Mei.


"Aku duluan ya" Mei berlari meninggalkan Deja di parkiran, dari arah belakang anggota Wolf juga baru datang dan memakirkan motor mereka di sebelah Deja.


Elgra dan yang lain nya melepaskan helm milik mereka, "Itu tadi Mei kan Ja?" tanya Adriano.


Deja tersenyum pada sahabat nya, "Iya si Mei" Deja semakin mengulas senyum nya.


Rega mengerutkan dahi nya, "Lo kenapa? Bucin si Mei lo?" kekeh Rega.


"Bisa jadi Re" balas Deja tak mau kalah dengan yang lain nya.


Elgra tersenyum dan menepuk pelan bahu Deja, "Kemakan juga kan lo sama ucapan lo sendiri" ujar Elgra.


"Iya gue kemakan sama omongan gue El" Deja menundukan kepala nya.


"Untung si Bos belum jauh terlambat" sambung Javid yang melirik ke arah teman - teman nya.


Saga yang mendengar hal itu membanting helm nya dan segera meninggalkan mereka di parkiran dengan raut wajah yang kesal, "Lah itu Saga kenapa?" tanya Adriano.


"Akhir - akhir ini suasana hati Saga buruk banget" balas Rega.


"Mungkin lagi ada masalah sama orangtua nya" jawab Elgra, Deja yang paham akan situasi nya lebih memilih diam, Ia tidak mau mengubar masalah yang terjadi antara diri nya, Mei dan sahabat nya, Saga.


~

__ADS_1


Radeja


"Mau makan di kantin?".


Mei


"Duluan aja aku masih ada tugas"


Radeja


"Kalo mau makan bilang biar gue bawain:)"


Mei membalikan ponsel nya ke meja, mata nya terangkat ke atas jantung nya berdetak tak karuan. Melisa yang duduk di sebelah Mei memperhatikan tingakah Mei yang menurutnya aneh.


"Lo kenapa Mei?" tanya Melisa.


Bola mata Mei bergerak ke kanan dan kiri dengan cepat, "Ah gapapa Mel" suara Mei terdengar gugup.


"Lo yakin?" Melisa seakan tak percaya dengan jawaban Melisa.


"Bener Mel" Mei tersenyum kikuk.


Melisa meganggukan kepala nya, "Ke kantin yuk gue laper" Melisa menarik tangan Mei, mau tak mau Mei mengikuti Melisa dari belakang.


Mereka berdua berjalan melewati koridor sekolah, anak - anak Garuda yang berdiri di koridor tengah memperhatikan mereka berdua sambil berbisik satu sama lain.


"Cuek aja Mei gak usah dengerin sampah kaya mereka" Melisa membalikan badan nya dan menatap sinis pada mereka yang tengah membicarakan diri nya dan Mei.


"Mentang - mentang lo jadi sepupu nya Deja lo sok berkuasa di sini".


Melisa mendekati seseorang yang mengatakan nya dan mencengkram kerah seragam nya, "Lo kalo gak mau berurusan sama gue mending diem! *****! " Melisa melepaskan cengkraman nya.


"Ayo Mei" Melisa menarik tangan Mei.


Kini mereka berdua sudah sampai di kantin, ramai dan panas itulah yang menggambarkan suasana kantin saat ini.


"Lo mau apa Mei? Biar sekalian gue pesenin" tanya Melisa.


"Es teh manis aja Mel".


"Oke, lo cari tempat duduk ya" Melisa pergi meninggalkan Mei.


Dari arah belakang Mei ada sekumpulan anak - anak yang selalu membully Mei.


"Woi cupu" teriak mereka sambil terkekeh.


Mei menoleh pada mereka, "Masih ada muka lo di sini? Gak takut di siram bubur lagi sama tunangan lo?" kekeh nya.


Nyali Mei mulai menciut benar apa kata mereka bisa saja Deja kembali melakukan hal buruk itu, " Apa Deja bakal lakuin itu lagi ?" batin Mei.


"Cupu!".


"Mei cupu!".


"Lo gak dengerin kita ya!".

__ADS_1


"Sialan lo Mei!"


Salah seorang dari mereka hendak menyiram minuman pada Mei namun dari sisi kanan ada seseorang yang menarik dalam pelukan nya dengan cepat.


Byurrrr


Minuman itu tepat membasahi seragam Deja yang posisi nya saat ini tengah memeluk Mei, dan tentu saja hal itu menjadi tontona anak - anak Garuda.


"Yah kena Deja" ujar mereka.


Mei masih terdiam karena pelukan Deja jantung nya semakin tidak karuan, "Lo gapapa?" kalimat itu membuyarkan pikiran Mei.


Mei mengangkat kedua mata nya untuk menatap Deja, Mei menggelengkan kepala nya. Deja membalikan tubuh nya untuk berhadapan dengan para pelaku.


"Lo ada masalah apa sama Mei?" Deja menatap tajam pada mereka.


"L - lo udah akuin Mei sebagai milik lo?".


"Bukan urusan lo! Berhenti ganggu Mei dari sekarang!".


"T - tapi - ".


"Lo kalo masih mau sekolah di sini mending turutin peritah gue!" bentak Deja.


"Pergi lo!" usir Deja, merek memilih berlari untuk menjauhi Deja.


Sahabat Deja dan Melisa menatap dari jauh dengan senyuman puas, "Itu beneran Deja?" Adriano melirik Elgra.


"Bos kita udah berubah" ujar Javid.


Melisa tersenyum puas, "Sejak kapan dia berubah?".


"Gue rasa hati Deja udah mulai terbuka untuk Mei" jawab Elgra, Saga yang berdiri di sampinh Elgra hanya menatap datar pada kedua orang yang kini menjadi pusat perhatian.


Deja membersihkan seragam nya yang basah segera Mei menarik tangan Deja untuk mengikuti nya. Mereka berdua masuk ke dalam UKS, "Aku bersihin ya" Mei mengeluarkan sapu tangan pemberian Saga.


Deja menyipitkan mata nya saat melihat sapu tangan itu, "Itu sapa tangan lo?".


"Bukan ini punya Saga" Mei mulai membersihkan wajah Deja yang basah.


Deja berdecak kesal, "Habis ini lo buang sapu tangan nya" ujar Deja.


"Kenapa? Kan sapu tangan itu perlu" Mei masih fokus pada wajah Deja.


"Gue gak suka" Mei yang mendengar itu langsung mengangkat wajah nya untuk menatap Deja.


"Jangan banyak tanya" ketus Deja.


Mei kembali membersihkan wajah dan seragam Deja yang basah, Deja menggertakan rahang nya, " *Apa aja yang lo lakuin sama Mei, Brengsek!".


Author mencium bau - bau kecemburuan 😂


LIKE , VOTE and COMMENT'S 💚💛💜


Fllw Ig :mandadwisetyorini

__ADS_1


__ADS_2