
Selamat Membaca Semua 💚
Happy Sunday 🌻
Langkah kaki nya terdengar sangat tenang, rambut panjang hitam nya terurai dengan indah sebuah jam tangan mahal buatan brand ternama melingkar di pergelangan tangan kanan nya.
Gadis itu berjalan di samping seorang guru laki - laki, "Di sini kelas baru mu".
Gadis itu menundukan kepala nya seraya mengucapkan terima kasih. Gadis berambut hitam panjang itu melangkah masuk ke dalam kelas Sains dua.
"Permisi" suara nya terdengar sangat lembut dan indah.
Seluruh murid yang duduk di dalam kelas langsung menoleh pada pemilik suara itu termasuk Deja yang awal nya sibuk dengan buku catatan nya.
Deja mengangkat kedua tangan nya untuk melihat siapa yang datang, namun saat pemilik mata biru itu bertabrakan dengan manik mata coklat yang berada di hadapan nya pandangan Deja tertahan pada nya.
"Natalie?" lirih Deja.
"Apa kamu anak baru yang di bilang sama kepala sekolah?".
"Iya bu saya anak baru" jawab nya.
Ada rasa bahagia, kaget dan kecewa dalam pikiran Deja, bukan hanya Deja melainkan sahabat Deja ikut kaget dan saling bertanya satu sama lain. Saga mengerutkan dahi nya dan melirik tajam pada Deja yang duduk di sebelah nya, " Apa ini rencana lo Ja! ".
"Silahkan perkenalkan diri".
Gadis itu tersenyum lembut pada guru yang sedang mengajar di kelas baru nya itu, "Nama saya Natalie Sara. Saya siswa pindahan dari Jerman".
"Wih pindahan dari Jerman".
"Pantesan cantik banget".
"Pasti anak orang kaya lihat style nya".
"Baik Natalie silahkan duduk".
Natalie berjalan ke sebuah kursi kosong di belakang Adriano dan Javid. Mereka berdua tampak kikuk dengan Natalie, walaupun Natalie adalah sahabat kecil mereka namun mereka masih canggung akan kejadian dulu yang pernah terjadi antata Deja dan Natalie.
Deja menggertakan rahang gigi nya, suasana di dalam kelas seakan berubah menjadi panas yang berkelanjutan dengan datang nya masa lalu Deja membuat Deja mengingat segala memori yang pernah ada dengan diri nya.
"Ibu tinggal ke ruangan kepala sekolah kalian silahkan baca buku catatan".
Deja menghela nafas nya saat melihat Natalie tidak bisa di pungkiri Deja masih menyimpan perasaan pada Natalie. Elgra dan Rega berjalan ke tempat duduk Natalie di susul Drja dan Saga.
"Lo kapan balik ke Jakartan Nate?" Elgra menggigit bibir bawah nya.
"Baru tiga hari ini El" Natalie tersenyum pada Elgra.
"Gimana kabar lo Nate? Baik - baik aja kan selama di Jerman?" Adriano sedikit terkekeh ringan.
__ADS_1
"Baik kok" lagi Natalie tersenyum pada Adriano memang Natalie adalah tipe perempuan yang gampang tersenyum.
"Kamu apa kabar Ja?" Natalie menoleh pada Deja yang berdiri di samping Saga.
Deja menghela nafas nya dengan panjang dan kasar. Deja langsung menarik Natalie dalam pelukan nya, "Aku kangen Nate" lirih Deja, berbanding terbalik saat bersama Mei kali ini Deja terlihat benar - benar mencintai Natalie.
Hal itu tentu saja menarik perhatian seisi kelas mereka tahu jika Deja sudah bertunangan dengan Mei namun mengapa Deja terlihat begitu akrab dengan Natalie si anak baru.
Natalie mengusap punggung Deja dengan lembut, "Aku di sini Ja aku gak akan tinggalin kamu lagi".
Deja semakin mempererat pelukan nya pada Natalie, "Nate" lirih Deja.
Saga berdehem kecil, "Kenapa lo balik ke sini? Apa lo udah gak mau lagi jadi Model di Jerman?".
Natalie melepaskan pelukan nya dari Deja, "Aku udah putusin untuk tetap sama kalian".
"M - maksud lo Nate?" Rega menatap bingung pada Natalie.
"Aku bakal stay di Jakarta selama nya Re".
"Dan bakal balik sama kamu" Natalie mengenggam tangan Deja.
Deja dan seluruh teman - teman nya membelalakan mata mereka satu sama lain, "Maksud nya lo bakal balikan sama Deja gitu Nate?" kekeh Javid.
Natalie megangguki pertanyaan Javid, "Iya aku bakal ulang semua dari awal Jav".
"Ah kalo gitu semoga lo betah di Jakarta ya Nate" Adriano mengusap bahu kanan Nate.
~
Mei dan Melisa tengah menuju ke kelas Deja untuk mengajak istirahat ke kantin, "Jadi gimana Me kemarin si Deja datang gak?".
"Iya dia datang Mel" pipi Mei bersemu merah setiap kali menyebut nama Deja.
Melisa menggeleng kepala nya karena lucu melihat tingakah Mei yang polos namun Melisa berusaha paham jika Mei memanh benar - benar menyukai sepupu nya itu.
Mei dan Melisa masuk ke dalam kelas Deja, mata Mei tertuju pada wajah baru yang ada di kelas tunangan nya itu, walaupun Mei bukan tipe anak yang bisa mengenal seluruh anak Garuda tapi dia paham akan siapa - siapa saja wajah anak - anak Garuda.
Melisa menyipitkan mata nya pada sosok yang tengah bercanda pada Deja dan sahabat nya itu, "Deja!" teriak Melisa.
Deja memalingkan wajah nya pada Melisa namun wajah Deja berubah seketika saat melihat Mei yang ikut bersama Melisa.
Melisa semakin menyipitkan mata nya pada perempuan itu, "Natalie?" ucap Melisa.
Natalie menoleh pada Melisa, "Melisa?" jawab Natalie.
Melisa menggertakan gigi nya saat melihat Natalie, "L - lo kenapa di sini?".
Mei mengerutkan dahi nya saat melihat reaksi Melisa dan Natalie terlihat jika mereka telah mengenal satu sama lain.
__ADS_1
"Aku pindah ke sini Mel".
"Apa?! B - buat apa lo balik ke sini!" ketus Melisa, teman - teman Deja mulai gelisah dan panik karena kedatangan Mei.
"Aku bakal - ".
"Hai kamu teman nya Melisa ya? Teman nya Deja juga?".
Mei menatap bingung pada Natalie yang seolah ingin mengenal nya lebih dekat, " A - aku - ".
"Aku Natalie kamu bisa panggil aku Nate".
"Aku pacar Deja".
Deg, sebuah detakan kuat menghantam dada Mei seolah tersambar petir Mei terdiam kaku setelah mendengar jawaban Natalie. Tidak hanya Mei melainkan Deja dan Saga mereka berdua ikut terkejut namun tidak seterkejut Mei.
"El ini gimana?" bisik Adriano.
"Gue juga gak tahu" balas Elgra.
"Kamu gapapa?" Natalie menggerakan tangan nya di depan wajah Mei.
"Mei" lirih Melisa sambil memegangi lengan Mei yang mulai bergetar.
Deja menatap datar pada Mei Ia tidak tahu harus berbuat apa sekarang. Deja tidak tahu jika Natalie akan kembali ke sisi nya dan tentu saja hal ini akan berpengaruh pada hubungan nya dengan Mei.
" Are you okay? " tanya Natalie.
Mei menggelengkan kepala nya untuk lepas dari lamunan nya, "Oh kamu pacar nya Deja?" suara Mei terdengar berat dan terbata - bata.
"Iya aku memang gak tinggal di sini jadi mungkin kamu gak kenal sama kamu".
"Nama kamu siapa?".
"A - aku Mei" bibir Mei terbata - bata dan terasa kelu.
"Senang bisa kenalan sama kamu Mei".
"Senang juga bisa kenalan sama kamu" Mei menjabat tangan Natalie.
"Kamu cantik wajar bisa dapatin Deja" sebuah senyuman terukir di bibir Mei. Setetes cairan bening turun ke pipi putih Melisa. Deja memilih memalingkan wajah nya dari Mei dan Natalie.
"Mei" lirih Elgra dan Melisa serempak, segera Mei berlari meninggalkan kelas milik Deja.
Mohon maaf buat kalian yang kesal karena kedatangan perusak hubungan Deja dan Mei kalian siapin tisu ya karena setelah kedatang Nate semua bakal banyak air mata 😭
LIKE , VOTE and COMMENT'S 💚💛💜
Dan tolong ya apapun alur cerita nya tidak bisa di ganggu gugat karena ini semua buah pemikiran saya dan hak saya mau bagaimana jalan cerita nya.
__ADS_1