
Jam weker diatas nakas dalam kamar Alisia berbunyi, ring~ring~ring~ring~ring
Alisia pun bangun dari tempat tidurnya dengan malas, lalu dia mematikan jam weker yang telah mengganggu tidurnya.
Dan beranjak menuju kekamar mandi, setelah selesai mandi Alisia pun berisiap-siap untuk sarapan. Hari ini adalah hari pertama Alisia sekolah di SMA Dharma Bangsa.
Ketika baru sampai di tangga, Alisia kaget melihat sosok pria yang sedang duduk sarapan dimeja makan. Sontak dia pun lansung turun dan memeluk pria itu.
"Kakak, kapan kakak pulang?" tanya Alisia dengan manja.
Pria itu kaget karna ada seseorang yang memeluknya, tapi kemudian dia merasa senang karna ternyata itu adalah adik perempuannya.
Dia adalah kakak dari Alisia, namanya Irfan Rennald umur 25 thn, anak pertama dari Alex Rennald dan Anggika Putri. Dan Alisia adalah anak ke dua dari Alex dan Anggi, Alisia dan Irfan hanya dua bersaudara.
"Kamu ngapain sih dek? kangen ya sama kakak?" tanya Irfan dengan penuh percaya diri.
"Iya kak, Al kangen sama kakak." jawab Alisia.
Irfan pun membalas pelukan adik perempuannya itu, dia sangat menyangi Alisia.
"Kak, Mami sama Papi mana? kok mereka gak ikut sarapan. Oh iya, kapan kakak pulang kok gak ngabarin Al sih." tanya Alisia yang masih bergelayut manja di pelukan kakak nya.
Irfan cuman tersenyum mendengar pertanyaan adiknya itu.
"Mami sama Papi kan lagi ada di Australi Al, emangnya Mami nggak bilang sama kamu kalau mereka pergi buat perjalanan bisnis." jelas Irfan ke Alisia.
Alisia cuman menggeleng pelan, karna mami nya gak bilang waktu itu mau kemana.Biasanya kedua orang tuanya selalu kasih tau kalau mereka mau keluar kota atau keluar negeri, tapi tumben kali ini mereka nggak kasih tau.
"Gak ada tuh kak mami bilang mau ke Australi, waktu itu bilang nya cuman mau pergi bentar tapi gak bilang sih mau kemana."
"Mungkin aja mami sama papi lagi buru-buru dek, jadi mereka lupa pamit ke kamu."
Alisia cuman mengangguk mendengar penuturan kakaknya itu.
"Kakak lagi gak ada pekerjaan ya?" tanya Alisia, lalu melepas pelukannya dari Irfan.
"Kakak ambil cuti selama seminggu, buat nemenin kamu. Kan mami lagi gak dirumah." jelas Irfan sambil memegang kedua pipi Alisia dan memcubit nya gemas.
"Auuu, sakit tau kak." gumam Alisia lalu mengusap pipinya.
__ADS_1
"Gak biasanya kakak pulang cuman mau nemenin Al karna mami pergi, oh iya mami kapan pulang kak?"
"Mami cuman tiga hari kok di Australi, kalau papi sih kata nya seminggu lebih."
"Hmmm, kakak nanti antar Al kesekolah ya." pinta Alisia ke Irfan.
"Ok, itu urusan gampang. sekarang kamu sarapan dulu ya."
"Siap kapten." ucap Alisia sambil mengangkat tangan nya hormat.
Irfan mengusap kepala adik nya itu dengan gemas, tak lupa senyuman yang selalu terukir di wajah tampannya.
Di perjalanan menuju ke SMA Dharma Bangsa...
"Al, kamu nanti belajar yang bener ya. Prestasi kamu jangan sampai turun." nasihat Irfan.
"Pasti kak." jawab Alisia dengan mantap.
Sampai di sekolah, Alisia pun pamit ke Irfan dan lansung menuju ke gedung aula untuk ikut acara mos. Sejujurnya dia malas sekali untuk pergi, karna bagi nya acara seperti itu sangat membosankan dan hanya membuang waktu nya saja.
Alisia sedikit berlari melewati koridor, karna sebentar lagi acaranya akan dimulai. Walapun dia malas untuk ikut mos, tentunya dia tak mau jadi bahan tertawaan karena datang terlambat.
"Aaauuu, duh sakit banget." gumam Alisia lalu berdiri dari tempatnya.
"makanya kalau jalan pakek mata, jangan pakek hidung." kata orang yang ditabrak Alisia.
Sontak Alisia pun lansung menatap orang tersebut. Orang itu menatap Alisia dengan tatapan dingin dan tajam. Lalu orang itu pergi meninggalkan Alisia tanpa membantunya, Alisia cuman bisa bengong melihat kepergian nya.
Alisia pun bangkit dari duduknya, dan segera melangkah pergi ke gedung aula yang tak jauh dari tempat dia jatuh.
Alisia memandang sekeliling untuk mencari keberadaan 2 sahabatnya, yaitu Chaca Naraya dan Ikbal Ardian.
"Nih anak di mana sih duduk nya." gumam Alisia, sambil mengitari pandangan nya ke penjuru ruangan mencari keberadaan sahabat nya.
"Eh, Bal itu kan si Alisia." ucap Chaca dengan menepuk-nepuk bahu Ikbal.
"Mana?" tanya Ikbal mengedarkan pandangan nya.
" Itu yang lagi celingak-celinguk kaya ogeb." tunjuk Chaca ke seorang gadis yang terlihat seperti mencari keberadaan seseorang.
__ADS_1
" Lo yang ogeb, pasti tuh anak lagi nyari kita. Bukan nya di panggil malah lo katain." omel Ikbal ke Chaca.
" Woi Al sini?" panggil Ikbal.
Alisia yang sadar namanya dipanggil, lansung menoleh ke sumber suara.
"Akhirnya gue nemuin juga dua mhakluk ini." gumam Alisia.
Alisia pun lansung berjalan ke arah Chaca dan Ikbal, dan duduk di bangku kosong di samping Chaca.
"Kok lo baru datang sih Al?" tanya Chaca.
" Sengaja Malas gue datang ke acara kek beginian, Lo kan tahu gue nggak suka sama yang namanya Mos." ucap Alisia dengan kesal.
"Kalau malas ngapain lo malah dateng?" tanya Chaca lagi.
"Ini tuh gara-gara kak Irfan, kalian kan tau kalau ada dia gue gak bisa bolos." jawab Alisia.
"Ooh." balas Ikabal dan Chaca kompak.
"Lo kenapa lagi sih, dari tadi mulai dari dateng tuh muka kaya belum di strika aja." ucap Ikabal.
"Haish, udahlah gak usah di bahas. bikin gue bad mood aja." ucap Alisia lalu menekuk wajahnya.
"Yaudah kalau lo gak mau cerita gak papa, tapi kalau lo mau cerita gue siap kok jadi pendengar yang baik." ucap Ikbal lalu mengusap puncak kepala Alisia.
"Woi dunia bukan kalian berdua doank penghuni nya, ada mahkluk lain juga." kesal Chaca.
"Sewot amat sih lu Cha, udah minggir lo duduk di sini, biar gue di samping Al kalau lo merasa terganggu." jawab Ikbal.
"Kok lo malah ngegas sih." balas Chaca tak terima.
"Kan lo yang...." ucapan Ikbal terpotong karena suara dari Alisia.
"Kok kalian pada berantem sih, heran gue. gue yang lagi kesel malah kalian yang ribut." ucap Alisia tambah kesal karna ulah kekanakan sahabat nya.
Hai salam sayang dari aku zahra, jangan lupa fav kan ya gays novel ini kalau suka dan pas aku update kamu dapat notifnya. dan jangan jadi readers silent jadi please jangan lupa komen beb. oh iya jangan pelit donk sama aku, please pencet like dan jangan lupa vote.
**follow @alfaazahra\_2373**
__ADS_1