Rahasia Takdir Cinta

Rahasia Takdir Cinta
Balas Dendam


__ADS_3

Malam ini Alisia dan Irfan kakaknya sedang makan malam diluar, ketika sedang makan Alisia hampir tersedak oleh pertanyaan Irfan.


Bagaimana tidak tersedak Irfan menanyakan soal pria yang waktu itu ia bilang tampan, yang ternyata adalah guru sejarahnya.


"Dek, kapan kamu bakalan kenalin cowok itu ke kakak?"


" Cowok apaansih kak? Aku mana ada punya cowok." jawab Alisia dengan kesal.


"Yang waktu itu loh, yang kamu bilang tampan."


"Aduh kak, itu bukan cowok Al." ucap Alisia.


"Lalu siapa? kalau bukan cowok kamu Al." Irfan terus memancing Alisia agar dia mau jujur.


"Dia itu guru sejarah aku kak, sebelumnya waktu pertama masuk sekolah aku nggak sengaja nabrak dia." gumam Alisia.


"Oooh, gitu ya kakak kirain kamu udah panya pacar gitu." jawab Irfan dengan kecewa.


" Ya kali kak, nggak penting mah bagi aku pacaran kak."


Irfan cuman menatap Alisia sekilas lalu kembali memakan makanannya, dalam hati ia merasa ada sesuatu yang disembunyikan Alisia darinya. Entah apa itu dia tak berani bertanya, takut salah tanya dan Alisia akan marah.


Alisia menyadari bahwa kakaknya sedang memikirkan sesuatu tentangnya, Alisia cuman berkata dalam hati.


"Maafin Al ya kak, Al nggak bisa kasih tau kakak yang sebenarnya. Suatu saat seiring berjalannya waktu kakak akan tau sendiri, Atau mungkin kakak akan tau setelah Aku pergi meninggalkan kakak dan Dunia ini." gumam Alisia dengan sedih dalam hati nya.


Terpancar kesedihan yang mendalam diwajahnya, entahlah apa maksud dari ucapan Alisia bahwa suatu saat kakak nya akan tahu yang sebenarnya, Tahu tentang apa itu hanya dia dan tuhan lah yang tau.


Paginya...


Pagi ini Alisia dan dua sahabatnya telah berada didalam kelas karna lonceng masuk telah berbunyi, tiba-tiba Alif sang ketua kelas memberi tahu bahwa Bu Laura yang masuk mengajar jam pertama dikelas mereka tidak masuk.


Karna bu Laura sedang mengambil cuti dan cuman meninggalkan tugas untuk mereka, sontak semua anak-anak pun bersorak gembira.


Diwaktu itu terlintas dipikiran Alisia untuk balas dendam pada Rey guru sejarahnya, Karna jam ke dua yang masuk adalah dia.


Alisia pun mengambil kesempatan jam yang kosong tersebut untuk menyusun rencana pembalasan dendamnya.


"Woi Gue punya rencana ni, mumpung jam pertama lagi kosong. Gue punya kegiatan seru untuk kalian." ajak Alisia.


" Apaan tuh Al? " tanya Alif.


"Hmm, Gue mau ngerjain si guru sejarah dingin itu." Gumam Alisia dengan wajah semangat.


"Boleh tuh, gue juga gak suka liat dia main hukum seenak jidat nya." ucap if lagi.

__ADS_1


Sontak semua murid didalam kelas itu pun terdiam, ada rasa takut diwajah mereka untuk buat masalah dengan guru killer tersebut.


Salah-salah nilai mereka bisa jadi taruhannya, namun di sisi lain mereka juga tak berani menolak keinginan Alisia. Secara mereka tau Alisia adalah anak pemilik sekolah, Alisia yang menyadari kekhawatiran di wajah teman-teman nya pun berkata.


" Udah lu semua tenang aja, Kalau terjadi sesuatu biar gue yang tanggung jawab." ucap nya meyakinkan teman-teman nya itu.


"Lo yakin Al, kalau kita gak bakalan kena masalah gara-gara lo? " tanya Alif lagi memastikan.


" Iya, lo tenang aja gue yang bakalan tanggung jawab." gumam Alisia dengan nada meyakinkan.


" Yaudah, kami yakin dan percaya dengan lo Al." gumam salah satu siswa lainnya, yang diangguki setuju oleh murid lainnya.


"Yaudah, kalau gitu kalian semua bantu gue buat siapin barang-barang nya. dan kalian cuman tinggal ketawa doank nanti." Semua siswa mengangguk setuju.


Rencana pun dimulai Alisia menyuruh teman-temannya untuk mengisi Air dalam ember, kemudian membeli tepung untuk dimasukkan juga ke dalam ember.


Selanjutnya siswa laki-laki disuruh untuk meletakkan ke dua ember tersebut keatas pintu.


Setelah semua selesai pintu kelas pun ditutup sedikit, agar nanti ketika dibuka oleh Rey dia Ditimpa oleh ke dua ember yang berisi tepung dan air tersebut.


"Sekarang semuanya telah selesai, kita tinggal menunggu si kutub masuk." gumam Alisia dengan semangat.


Tak lama jam pelajaran pertama pun telah selesai, dilanjut dengan jam pelajaran ke dua.


Yang ditunggu pun akhirnya datang, semua siswa dalam kelas menunggu dengan hati berdebar.


" Ahahahahahahaahah hahaahah" gumam seluruh siswa, dalam hati Alisia pun berkata.


"Rasain lo, ini baru awal dari penderitaan lo. Masih akan ada kejutan yang lebih menarik lagi buat lo." Alisia tertawa senang, Rey kini tengah terdiam ditempatnya.


Dia menatap semua siswa yang kini sedang mentertawakan dirinya, kemudian Rey mengalihkan pandangan nya menatap Alisia dengan tatapan yang tak bisa diartikan.


Seakan dia tau bahwa itu semua adalah perbuatan Alisia, terbesit sedikit rasa takut dihati Alisia tapi dia menepis semua rasa takut tersebut. Tak lama kemudian Rey akhirnya meninggalkan kelas X IPS¹ tersebut tanpa berkata apapun.


Ketika tengah berjalan di koridor sekolah menuju ruangan kantor guru, Rey ditatap oleh beberapa siswa dan siswi dengan tatapan prihatin tapi ada juga yang menertawakan dirinya.


Rey tak ambil pusing dengan itu semua kini yang ada dalam pikirannya adalah mengemasi barang-barangnya untuk pulang.


Karna ia ingin segera membersihkan diri.Ketika telah sampai di ruangan kantor guru, Rey segara mengambil barang-barangnya dan menuju parkiran.


Untunglah waktu itu kantor dan parkiran sepi, karna semua guru dan siswa tengah sibuk dengan kegiatan belajar didalam kelas. Jadi tak banyak yang melihat kondisi Rey yang kotor oleh tepung dan Air.


Di tempat lain yaitu di ruangan kelas XIPS¹, semua siswa dan siswi sedang tertawa terbahak-bahak setelah rencana mereka berhasil.


Namun ada juga sebagian murid yang tak suka dengan apa yang dilakukan oleh Alisia, terutama sahabatnya Chaca.

__ADS_1


" Eh, kok Lo bisa setega itu sihc Al sama Pak Rey. Kan kasian dia jadi kotor." Gumam Chaca dengan nada tinggi.


Alisia yang tak terima dengan ucapan Chaca cuman menanggapi dengan tersenyum sinis sambil berkata.


" Kalau lo nggak suka yaudah, nggak usah dilihat. Lagian lo sendiri kan tau gimana sikap nya yang waktu itu ngehina gue." Ucap Alisia dengan nada yang tak kalah tingginya,


Chaca yang menyadari Alisia tengah marah padanya cuman menjawab perkataan Alisia dengan berkata.


" Yaudah, terserah lo deh Al mau ngelakuin apa. Tapi gue cuman mau bilang kalau lo itu udah keterlaluan." Ucap Chaca yang lansung pergi meninggalkan Alisia.


Alisia cuman diam ditempatnya sambil mencerna maksud ucapan Chaca tadi. Terbesit dihatinya rasa bersalah dan Alisia pun berkata dalam hatinya.


" Apa benar ya gue udah keterlaluan, Tapi kan itu semua juga salah pak Rey duluan kok."


Hati Alisia bertanya-tanya apakah benar dia telah keterlaluan dan berlebihan, tapi sayang sifat ego dan keras kepala nya telah membuat dia tak merasa bersalah atas perbuatan nya tersebut.


Di tempat lain..


Di depan rumah mewah yang besar Rey memakirkan mobil nya dihalaman rumah tersebut, ya memang rumah mewah tersebut adalah rumah milik nya.


Rey lansung menekan bel dan tak lama pintu rumah pun dibuka oleh seorang wanita paruh baya, yaitu bi Meli wanita yang telah lama bekerja dirumah kedua orang tua Rey sekaligus yang merawat Rey sejak kecil.


Sejak Rey memutuskan untuk hidup mandiri, bi Meli pun menawarkan dirinya untuk ikut dengan Rey dan orang tua Rey pun mengabulkannya.


Karna tak mudah mencari seoarang pembantu yang mengerti tentang Rey karna itulah ayah dan bundanya mengizinkan bi Meli untu ikut dengan Rey.


bi meli pun kaget melihat keadaan Rey yang kotor oleh tepung.


" Aden, Aden kenapa? " tanya bi Meli dengan raut wajah khawatir.


" Nggak papa kok bik, tadi ada Acara di sekolah.dan saya dikerjain sama murid saya." Ucap Rey dengan tersenyum kemudian lansung menuju kekamarnya dilantai atas.


bi Meli pun bersyukur karna tak terjadi apa-apa pada Rey.


Didalam kamarnya Rey kini telah mengenakan handuk dan menuju kamar mandinya untuk membersihkan diri. Ketika tengah berendam dalam bath up, Rey tiba-tiba kembali ingat akan kejadian di sekolah tadi. Entah kenapa dia merasa bahwa itu semua adalah perbuatan Alisia.


"Apa mungkin dia dendam karna waktu itu aku memaki nya, dan mengusir dia dari jam pelajaran ." gumam Rey sambil bertanya-tanya apa kesalahan yang telah ia perbuat, sehingga membuat Alisia menjadi marah dan kesal terhadapnya.


" Ah terserahlah apapun itu, aku nggak peduli. aku nggak merasa punya salah sama dia" gumam Rey sambil kembali merendam dirinya.


**Hai gays jumpa lagi sama aku, hehhehe kalian bosan ya? hmm, jangan bosan untuk ketemu aku 😥. jangan lupa Vote dan komen nya please jangan jadi readers silent gays. Oh iya like nya jangan lupa, makasih all love you 😘.


 


follow @alfaazahra\_2373**

__ADS_1


 


__ADS_2