Rahasia Takdir Cinta

Rahasia Takdir Cinta
Ternyata Dia Adalah...


__ADS_3

Pagi ini Alisia bangun kesiangan, dan dia terlambat datang kesekolah.


Alisia berangkat dengan membawa motor metiknya agar bisa ngebut, tapi dijalan dia nggak sengaja nabrak gerobak tukang sayur dan Alisia pun jatuh dari motornya.


Tampa memikirkan untuk bertanggung jawab, Alisia malah pergi meninggalkan tukang sayur yang kini sedang menyumpahi dirinya.


Pintu gerbang telah ditutup tak ada pilihan lain selain memanjat pagar, dan itulah yang kini tengah dilakukan oleh Alisia.


Motornya pun terpaksa diparkirkan di luar pekarangan sekolah, Dia bisa saja meminta satpam untuk membukakan pintu gerbang untuknya.


Tapi masalahnya dia akan di introgasi habis-habisan oleh guru piket, Malah mungkin akan diberi hukuman tak boleh masuk kelas sampai istirahat ke 2.


Karna hari ini guru yang piket adalah bu Laura, guru yang dikenal dengan disiplin tingkat dewa.


Alisia menyelundup masuk seperti orang maling yang takut tertangkap, akhirnya dia berhasil melewati koridor tampa ketahuan satpam dan guru.


Kini Alisia tengah berada di lorong yang tak jauh dari kelasnya, napasnya masih ngos-ngosan penampilan nya pun kini sudah berantakan dan keringat bercucuran.


Alisia berpikir siapa guru yang kini masuk mengajar dikelasnya, dia berharap semoga guru itu adalah guru yang baik dan pengertian.


Tapi saat dia melihat roster pelajaran mukanya sedikit kesal, karna guru yang kini tengah masuk adalah guru sejarah.


Guru yang rumornya dia dengar dari kakak kelasnya adalah guru yang disiplin dan tanpa toleransi saat menghukum muridnya, yah bisa dibilang seorang guru sejarah killer itulah sebutan yang pantas untuknya.


Alisia menghela napas mengumpulkan keberanian untuk masuk ke kelasnya.


Tok-Tok-Tok


"Permisi, maaf apakah saya boleh masuk?"


Ucap Alisia dengan nada sopan.


" Silahkan" kata suara itu dari dalam yang pasti nya itu adalah guru sejarah,dengan nada tegas dan penuh wibawa.


Alisia pun memberanikan diri untuk masuk, tapi wajah nya kaget bukan main saat melihat ternyata guru sejarah nya adalah pria yang kemaren sudah 2 kali dia tabrak.


Dan sialnya Alisia malah memaki dan marah ke guru nya itu.


"Mati gue, kalau tau dia itu monster yang orang-orang bilang gue gak bakalan cari masalah sama dia." ucap Alisia dalam hati.


"Kamu silahkan keluar, sampai jam pelajaran saya habis." Alisia pun kaget bahwa dia diusir dari kelas dan tidak boleh mengikuti pelajaran, dengan hati-hati Alisia pun berkata ke gurunya tersebut dengan wajah yang masih menunduk.


"Maaf pak, tolong izinin saya masuk mengkuti pelajaran bapak. Saya bisa menjelaskan kenapa saya terlambat.''


"Saya bilang kamu keluar, Apa kamu tuli?" usir guru tersebut ke Alisia.


Alisia pun lansung menatap tajam kearah gurunya tersebut.


"Tapi pak saya bisa jelasin." ucap Alisia.


" Kamu keluar sekarang dari kelas saya." usir suara itu lagi.


"Al." panggil Ikbal.


"Udah gue ga papa, nanti istirahat susul gue ke kantin." pamit Alisia ke Ikbal.

__ADS_1


Alisia pun lansung pergi meninggalkan ruangan kelas tersebut dengan kesal, lalu dia pun pergi berjalan kearah kantin.


Tak lama bel istirahat pun berbunyi, semua siswa berhamburan keluar kelas masing-masing. Kini Ikbal dan Chaca mencari dimana Alisia berada.


"Eh bal, itukan Alisia." gumam Chaca sambil menunjuk kearah gadis yang sedang duduk sendirian.


"Iya, yuk kita samperin." ucap Ikbal Sambil menarik tangan Chaca untuk pergi ke tempat Alisia berada.


"Hei Al, kusut amat tuh muka. belum di strika ya." Canda Ikbal ke Alisia, yang cuman mendapat tatapan tajam dari Alisia.


"Eh guru sejarah tadi tu siapa sih namanya?" tanya Alisia ke dua sahabatnya.


"Itu namanya pak Rey, hmm lebih cocok dipanggil kakak sih. Secara dia seumuran dengan kak Irfan Al." jawab Chaca.


"Nama panjangnya?" tanya Alisia lagi.


"Rey Swarn" jawab Ikbal cepat.


"Oh." ucap Alisia hanya ber oh ria saja.


"Emangnya, Lo mau ngapain Al tanya nama panjang pak Rey." tanya Ikbal heran ke Alisia.


" Ya nggak ngapa-ngapain kok, cuman mau kasih pelajaran aja ke guru sejarah itu." ucap Alisia dengan santai, lalu meminum minumaman nya.


jawaban Alisia berhasil membuat Chaca dan Ikabal melongo


"Jangan bilang Lo mau ngerjain pak Rey." tebak Chaca,yang cuman mendapat senyuman dari Alisia.


"100 buat lo Cha."


"yap, bener banget. " ucap Alisia.


"Oh, Lihat aja aku akan buat dia malu se malu-malu nya. dan gue kesal atas sikapnya yang telah maki-maki gue kemarin, dan mengusir gue dari kelas tadi pagi."


ucap Alisia dengan senyum penuh kemenangan.


"Al lo jangan apa-apain donk tuh guru ganteng kan kasian," ucap Chaca dengan wajah memelas.


"Siapa suruh dia cari masalah sama gue," jawab Alisia dengan sinis.


"Gue nggak habis pikir ama lo Al, gue cuman ngasih tau lo jangan keterlaluan ngasih pelajaran ke pak Rey. Nanti lo jatuh cinta lagi ke dia," ucap Ikbal dengan santai, yang berhasil membuat Alisia tersedak.


" Uhuukk-uhukkk, apa lobilang cinta??, mana mungkin gue bisa jatuh cinta ke orang kayak gitu." jawab Alisia dengan nada kesal.


"Nggak ada yang gak mungkin Al, cinta gak pandang bulu. Ntar lo dari benci jadi cinta lagi" goda Ikbal.


"Sejak kapan sih, Lo jadi bucin gini Bal?" ucap Alisia dengan marah.


"Gue nggak bucin kali, gue cuman ngomong fakta." jawab Ikbal membeka diri nya.


"Ah, terserah Lo mau ngomong apa gue nggak peduli." uucp Alisia pasrah.


Chaca dan Ikbal cuman geleng-geleng lihat tingakah sahabatnya itu, mereka berharap agar sifat Alisia yang suka buat masalah itu bisa berubah.


"Oh ya Al, pulang nanti gue nebeng mobil lo ya" tanya Chaca.

__ADS_1


"Emangnya Lo nggak bawa mobil Cha?" Alisia bertanya balik ke Chaca.


"Mobil gue lagi dibengkel, tadi diantar sama bokap." jelas Chaca.


" Oohh, Sorry banget gue gak bawa mobil. gue bawa motor soalnya mau ngebut tadi karna telat."( Alisia)


"Yah, trus gue gimana donk pulangnya." rengek Chaca.


"Lo Sama gue aja Cha." twar Ikbal.


" Noh Cha, ada pangeran no yang mau ngantar Lo. Pulang ama dia saja" saran Alsia ke chaca.


" Lo bakalan ngantar gue sampai rumah kan Bal?" pertanyaan Chaca sontak membuat Ikbal dan Alisia kaget.


"Emangnya gue mau bawa Lo kemana? kalau nggak ngantar pulang." tanya Ikbal


bingung.


"Ya kali, Lo mau bawa gue lari gitu." canda Chaca.


"Astaga Cha, apasih yang ada dalam otak lo. Nih gara-gara Lo kebanyakan nonton sinetron, makanya otak Lo jadi kayak gini." Oceh Alisia yang bingung dengan isi kepala sahabatnya.


Tak terasa waktu pun berlalu, Bel tanda pulang pun berbunyi..


" Al lo parkir motor lo dimana?" tanya Ikbal.


"Noh diluar pekarangan, soalnya gue takut ketahuan telat ama bu Laura."( Alisia)


" Trus gimana caranya Lo bisa lolos Al?" tanya Chaca curiga ke Alisia.


" Gue manjat pagar, trus nyelundup deh


masuk" ucap Alisia dengan santai.


"Udah gue tebak" gumam Chaca.


"Serius All, Oh ya tadi sih dijalan gue sempat nabrak tukang sayur." ucap Alisia dengan nada bersalah.


"trus lo tanggung jawab kan?" ini bukann Chaca tapi Ikbal.


" nggak gue pergi gitu aja tadi, kasian sih tukang sayurnya dia nggak jadi jualan sama gue. Udah gitu dia tadi nyumpahin gue lagi" jawab Alisia dengan suara penuh rasa sesal.


" yaudah lo doain aja Al, semoga abang


-abangnya maafin lo." ucao Chaca sambil memegang bahu sahabatnya itu.


Alisia memang terkenal suka buat masalah, tapi dia nggak akan buat masalah kalau bukan orang itu yang duluan cari masalah dengannya.


Justru Alisia kerap kali menyesal atas perbuatannya tersebut, Apalagi kalau sampai merugikan orang lain.


Inilah salah satu sisi lain dari Alisia, dia sebenarnya orang yang rapuh dan mudah sekali tersentuh oleh hal-hao kecik.


Tapi ntah kenapa dia nggak mau melihatkan perhatiannya itu ke orang lain, yah terkesan kayak sedikit gengsi.


**Hai semua maaf banget ya aku UP nya lama, jangan lupa tekan tombol like ya. please vote nya.

__ADS_1


follow @alfaazzahra\_2373**


__ADS_2