
Hari ini Alisia dan dua sahabatnya pergi ke salah satu mol yang ada di Jakarta, mereka bertiga jalan-jalan setelah lama tidak ngumpul selama liburan sekolah dan sibuk dengan kegiatan mos kemarin.
Ketika Alisia berjalan sambil bercanda
dengan sahabatnya, dia nggak sengaja nabrak orang. Alhasil belanjaannya pun jatuh dan dia mendapat cacian dari orang tersebut.
"Kamu, aku nggak habis pikir ya, kemarin nabrak di koridor sekolah dan sekarang di mol." kata suara itu dengan kesal dan dingin.
Alisia diam sambil menatap lekat ke arah pria tersebut, mengingat dimana dia pernah melihat dan mendengar suara pria yang kini berdiri dihadapannya.
Akhirnya Alisia ingat bahwa pria itu adalah orang yang kemarin maki-maki dia di koridor sekolah.
"Eh, Lo kan yang Kemaren maki-maki gue, ngatain gue jalan pakek idung dan gak pekek mata?"
Pria tersebut lantas menatap Alisia dengan malas dan tatapan tajam, kemudian tanpa berkata apa-apa dia lansung pergi meninggalkan Alisia yang sedang kesal. Alisia makin kesal dibuatnya karena pria tersebut sangat dingin dan angkuh.
" Al,Lo nggak papakan?" tanya Ikbal ke Alisia.
" Iya gue nggak papa kok, tapi kok bisa ya ada orang angkuh dan dingin kaya dia?" ucap Alisia sambil memungut barang belanjaannya.
"Ya adalah Al, namanya juga manusia. Yaudah lah Al, nggak usah ambil pusing sama orang kayak gitu, tapi dilihat-lihat dia ganteng banget lo." ucap Chaca sambil senyum-senyum yang sedang membantu Alisia memunguti barang belanjaan nya yang bercecer.
Alhasil Chaca dapat tatapan tajam dan jitakan dari Alisia.
" Ganteng dari mana coba, aata lo buta ya. cowok dingin dan angkuh kaya dia lo bilang ganteng Cha." tanya Alisia sambil menatap heran kearah Chaca.
__ADS_1
"Eh yang ada mata lo kali tu yang buta, Lo tanya sama anak kecil pun bakalan bilang kok kalau tuh orang ganteng." ucap Chaca tak mau kalah.
Alisia cuman menggelengkan kepela nya melihat tingkah sahabatnya itu,
setelah puas belanja dan jalan-jalan mereka pun pulang.
Malamnya di rumah Alisia...
Alisia merebahkan diri di kasur nya, sambil mengingat kejadian di Mol tadi. Dia masih berpikir siapa pria tersebut dan kenapa bisa ada orang seangkuh dan sedingin dia, Dalam hati Alisia pun bertekat untuk membalas perbuatan pria itu.
Setelah dipikir-pikir Alisia pun akhirnya mengakui bahwa memang pria itu memiliki wajah yang tampan.
" Diingat - ingat wajah pria tadi cukup tampan, tapi sayangnya ketampanannya itu ditutupi oleh sifat angkuh dan dingin nya." gumam Alisia sambil memeluk boneka beruangnya, tampa disadari ada orang yang mendengar ucapan nya barusan.
" Siapa tuh yang lagi kamu bilang tampan?" goda Irfan ke Alisia.
Irfan senang karena akhirnya ada juga pria yang bisa menyentuh dinding kokoh hati adik nya itu.
"Semoga dia pria yang baik, dan gak pernah nyakitin kamu dek." batin Irfan.
Secara Alisia adalah orang yang tidak mudah untuk jatuh cinta, selain itu dia juga tidak mau pacaran atau terlibat masalah perasaan dengan laki-laki.
Irfan bingung dengan adiknya itu,karna dari dulu kalau ada orang yang menyatakan perasaan pasti akan lansung ditolak oleh Alisia.
Dan teman laki-laki Alisia pun cuman Ikbal, Irfan juga bingung dan tidak tau kenapa adiknya itu selalu menolak laki-laki yang suka ke dia. satu dua kali sih itu biasa mungkin karna memang adiknya tak punya perasaan ke orang tersebut, tapi yang membuat Irfan merasa aneh adalah karna Alisia menolak semua cowok yang suka padanya.
__ADS_1
Ketika ditanya alasannya dia cuman bilang dia bukan tipe ku,aku nggak ada perasaan apapun ke dia, dan masih banyak alasan lainnya.
Tapi kali ini Irfan mendengar adiknya itu bicara tentang cowok, dan dia penasaran siapa pria yang telah berhasil membuat adik nya jadi ngomong sendiri.
"Eh dek, kamu kakak tanya kok diam aja sih" goda lrfan lagi ke Alisia.
"Eh kak, bu-bu bukan siapa-siapa kok." gumam Alisia dengan terbata-bata.
Irfan cuman senyum melihat tingakah adiknya tersebut.
" Yaudah, kalau kamu belum Mau cerita. Tapi cepat/lambat kamu harus kenalin orang itu kekakak, daripada kakak cari tahu sendiri." ucap Irfan sambil mengusap kepala Alisia penuh sayang.
Alisia cuman bisa diam bingung tak tahu harus bilang apa, dijelasin pun kakaknya itu tak akan percaya.
"Yaudah, kamu kakak tinggal dulu ya. Kakak mau kekamar dulu,ada kerjaan yang harus kakak selesaikan." pamit Irfan lalu beranjak pergi dari kamar Alisia.
Alisia cuman mengangguk dan tersenyum tipis kearah Irfan, dia sekarang bingung apa yang harus dilakukan untuk menjelaskan ke kakaknya.
"Ini semua gara-gara si balok es, gue selalu sial kalau udah berhubungan dengan hal-hal tentang dia." ucap Alisia dengan kesal.
gara-gara dia ngomong tentang cowok itu dia jadi nya sial.
Alisia mengacak-acak rambutnya karna bingung, dan taklama akhirnya dia pun tertidur lelap.
**Hai gays apa kabar? pasti sehat donk ya, ahahahah. jangan lupa vote dan komen. oh iya, like nya jangan lupa karna dukungan dari kalian itu sangat berarti buat aku.
__ADS_1
Follow @alfaazzahra\_2373**