Rahasia Takdir Cinta

Rahasia Takdir Cinta
Ngedate


__ADS_3

"Al, bangun nanti kamu telat." panggil Irfan.


Alisia mengumpulkan kesadaran nya yang masih berada di alam mimpi, lalu dia bangun dengan mata yang masih tertutup.


"Ini masih pagi banget kak, aku mau lanjut tidur." ucap Alisia kembali menjatuhkan dirinya ke tempat tidur.


Pintu kamar Alisia pun di bukak oleh seseorang.


"Lo mau bangun jam berapa Al, jam segini lo masih aja tidur." ucap seorang cowok.


Alisia yang mendengar suara yang tidak asing di telinga nya itu pun, sontak membuka matanya lebar-lebar. Dan dia berteriak saat melihat siapa orang yang berdiri didepan nya.


"Ahhkkk, ngapain lo di kamar gue." teriak Alisia.


"Jangan teriak-teriak donk Al, sakit kuping gue nih." ucapnya sambil menutup ke dua telinga.


"Ngapain lo ke rumah gue sepagi ini, udah gitu main masuk kamar orang aja lagi. Gimana kalau gue sedang mandi atau lainnya." omel Alisia.


"Gue mau jemput lo untuk berangkat sekolah bareng, yah gue anggap aja itu bonus dari tuhan kalau lo sedang mandi atau gak pakai." ucapan nya terpotong karena di lempar pakai bantal oleh Alisia.


"Keluar sana lo Jim, gajelas banget sumpah." usir Alisia.


Yang masuk ke kamar Alisia itu adalah Jimi, dia datang untuk mengajak Alisia berangkat bersama.


"Gue tunggu lo di bawah ya princess." ucap Jimi.


Alisia pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah selesai dengan ritual mandinya dia pun menyusul ke bawah untuk sarapan.


"Pagi ma, pa, pagi kak." sapa Alisia.


"Gue gak di sapa?" tanya Jimi.


"Nggak." jawab Alisia sambil memakan sarapan nya.


"Al, kamu tau nggak Jimi itu siapa?" tanya Anggi.


"Tau ma, dia kan manusia aneh." jawab Alisia.


"Kamu salah, benar dugaan mama kalau Jimi ini anaknya teman mama." jawab Anggi.


"Dia anak teman mama yang mana?" tanya Alisia.


"Jimi ini anaknya tante Lidya sayang." jawab Anggi.


"Serius ma, manusia ga jelas ini anaknya tante Lidya?" tanya Alisia tak percaya.


"Lo kenal sama mama gue Al?" tanya Jimi.


"Lebih dari kenal, gue gak nyangka anak yang sering dibanggain sama tante Lidya itu elo Jim." ucap Alisia.


"Emangnya mama gue sering cerita apa ke elo Al." tanya Jimi.


"Kepo lo." gumam Alisia.


"Al, ternyata salam papa ke Jimi gak kamu sampein." ucap Alex.


"Iya, dan kamu juga gak pernah ngajak Jimi untuk main kerumah." sambung Anggi.


"Itu Al lupa ma." jawab Alisia tak enak.


"Lo ngadu ya, sama mama papa gue." bisik Alisia ke Jimi yang duduk di sebelahnya.


"Nggak, mama papa lo tanya yaudah gue jawab apa adanya." jawab Jimi enteng.


"Ekhem, disini dilarang pacaran." gumam Irfan.


"Kita gak pacaran kok kak." ujar Jimi.


"Ye ada jomblo yang sirik, kalau kita pacaran emangnya kenapa. Makanya cari pacar donk kak biar gak sendiri terus, nanti keburu jamuran dan tambah gak laku lagi." ledek Alisia.


Irfan pun diam tak lagi menanggapi ledekan adiknya itu.


"Yok berangkat." ajak Alisia.


"Ma, pa, kak. Al berangkat dulu ya." pamit Alisia.


"Om, tante, kak. Saya juga pamit." ucap Jimi sopan.


Lalu Alisia pun berangkat dengan dibonceng pakai motor oleh Jimi, di perjalanan Jimi bertanya ke Alisia.


"Al, lo nanti pulangnya bareng gue ya." ucap Jimi.


Alisia pun teringat kalau hari ini dia harus pergi makan siang dengan Rey.


"Sorry gue gak bisa, soalnya gue udah ada janji." ucap Alisia tak enak.


"Ohh, yaudah gapapa. Padahal tadinya gue mau ajak lo main kerumah." ucap Jimi.


"Lain kali ya Jim gue akan jalan sama lo, sampein salam gue ke mama lo." ucap Alisia.


"Iya nanti gue sampein." ucap Jimi.


Lalu motor Jimi pun melaju hingga sampai di sekolah.

__ADS_1


"Gue duluan ya, thanks lo udah jemput gue." ucap Alisia.


"Ya Al, sama-sama." jawab Jimi.


Alisia pun berjalan menuju kelasnya dengan semangat.


"Kira-kira balok es mau ngajak gue makan dimana ya nanti." gumam Alisia.


Kring~~~~


Tak lama bel masuk pun berbunyi


"Al, kita jalan ke mol yuk nanti." ajak Chaca.


"Sorry gue udah ada janji." ucap Alisia.


"Oohh, yaudah deh gapapa." gumam Chaca.


Setelah cukup lama jam pelajaran pun selesai dan bel istirahat pun berbunyi.


Alisia dan ke dua sahabatnya sedang santai sambil menikmati makanan mereka, sampai salah seorang adik kelas membuat mereka menghentikan aktivitas nya.


"Kak, kak Jimi mintak kakak buat nemuin dia di Rooftop." ucap adik kelas.


"Oh, makasih ya." ucap Alisia sambil tersenyum.


"Guys, gue nemuin Jimi dulu ya." ucap Alisia.


Ikbal dan Chaca pun mengangguk bersamaan.


Alisia berjalan dengan santai menuju Rooftop, baru sampai dia melihat Jimi yang sudah menunggu nya sambil menyesap sebatang rokok.


"Ngapain lo nyuruh gue kesini, ada apa?" tanya Alisia.


"Gue cuman mau tanya soal yang kemarin." ucap Jimi.


"Apalagi soal kemarin?" tanya Alisia.


"Lo masih belum jawab alasan kenapa lo nolak gue." ujar Jimi.


"Jadi lo nyuruh gue kesini cuman untuk bahas itu, gue kan udah bilang percuma lo tau alsannya. Lo gak akan pernah ngerti Jim." gumam Alisia.


"Udah ah, gue males ketemu lo kalau cuman untuk bahasa itu doank. Udah ya gue sibuk, jangan ganggu gue dulu untuk sementara waktu." ucap Alisia.


Lalu tanpa berkata apapun lagi Alisia pergi meninggalkan Rooftop.


Beberapa jam kemudian bel pulang pun berbunyi, Alisia psrgi kekantor guru untuk menemui Rey.


"Pak, saya gak bawa mobil hari ini." ucap Alisia.


"Jadi kita satu mobil gitu?" tanya Alisia memastikan.


"Iya." jawab Rey singkat.


Alisia pun satu mobil dengan Rey, dalam mobil tak ada satupun yang membuka percakapan. Sampai di tempat tujuan Alisia lansung senang bukan main saat mengetahui Rey membawanya kemana.


Rey membawanya ke sebuah restoran yang dekat dengan ssbuah danau, pemandangan nya begitu indah dan menyenangkan.


"Kamu suka tempatnya?" tanya Rey.


"Iya, saya suka." jawab Alisia sambil melihat ke sekeliling nya.


"Kita duduk disana." tunjuk Alisia ks sebuah pondok yang berada ditepi danau.


"Kamu mau disitu?" tanya Rey.


"Iya." jawab Alisia.


Rey pun mengikuti kemauan Alisia dan duduk disana, sambil menunggu pesanan Alisia memainkan ponselnya.


"Kamu sudah punya pacar?" tanya Rey tiba-tiba.


Pertanyaan Rey itu membuat Alisia menghentikan aktivitas nya dan menatap Rey heran.


"Nggak, emang nya kenapa pak?" tanya Alisia bingung.


"Tidak apa-apa." jawab Rey dengan tersenyum penuh arti.


15 menit kemudian pesanan mereka pun datang, Alisia tak malu-malu lagi didepan Rey. Dia memesan begitu banyak makanan, Rey hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Alisia.


"Kamu yakin bisa menghabiskan nya?" tanya Rey.


"100% yakin." jawab Alisia.


Selama makan mereka berdua sibuk dengan makanan nya masing-masing, sampai Rey tiba-tiba membuka suara.


"Itu di bibir kamu ada nasi." ucap Rey sambil menunjuk bibirnya sendiri.


"Dimana?" Alisia pun mengelap mulutnya.


"Masih ada." ucap Rey.


"Dimana, masih belum hilang." ujar Alisia.

__ADS_1


"Belum." jawab Rey.


Lalu tiba-tiba Rey menghapus sisa makanan di bibir Alisia dengan ibu jarinya, Alisia yang diperlakukan manis seperti itu lansung terdiam.


"Udah hilang." jawab Rey.


Alisia masih menatap Rey dengan tatapan terpesona, wajahnya sudah merah sekarang.


"Kamu kenapa, kepedasan sampai wajahnya merah begitu." ucap Rey.


Alisia pun tersadar lalu menggelengkan kepalanya.


"Saya gak kepedasan kok." jawab Alisia dengan pipi yang tambah merah.


"Lalu itu pipi kenapa merah?" tanya Rey seolah seperti menggoda Alisia.


"Saya, saya kepanasan." elak Alisia dengan gelagapan.


Rey pun mengangguk.


"Pak, gimana kalau kita naik bebek." ajak Alisia.


"Bebek?" Rey mengernyitkan dahi nya bingung.


"Itu?" tunjuk Alisia ke subuah permainan air yang ada di danau.


"Kamu mau naik itu?" tanya Rey memastikan.


"Yaudah, setelah makan kita main itu." jawab Rey.


Rey menapati janjinya, setelah makan dia mengajak Alisia untuk menaiki permainan air tersebut.


"Saya capek pak ngayuhnya." keluh Alisia.


"Yaudah kita berhenti aja, biar yang saya yang ngayuh dan kamu istirahat." suruh Rey.


"Emangnya bapak nggak capek?" tanya Alisia.


"Nggak." jawab Rey.


Rey pun mengayuh bebek itu sendirian sampai ke tepi.


"Kamu mau pulang?" tanya Rey setelah mereka turun dari permainan.


"Iya, tapi kalau bapak capek kita istirahat aja dulu." ucap Alisia.


"Saya gapapa, ayo saya antar kamu pulang." ucap Rey.


Di perjalanan pulang menuju rumah Alisia, tiba-tiba telfon Rey bsrbunyi. Rey msngangkat telfon itu, lalu raut wajahnya berubah tidak rela.


"Kenapa pak?" tanya Alisia.


"Maaf saya tidak bisa mengantar kamu pulang, tiba-tiba ada urusan penting di kantor yang harus saya selsaikan." ucap Rey seperti tidak rela.


"Yaudah bapak pergi aja, saya bisa pulang sendiri naik taxi kok." ucap Alisia.


"Kamu gapapakan?" tanya Rey.


"Iya gapapa kok pak." jawab Alisia sambil tersenyum.


Rey menghentikan mobilnya di pinggir jalan, lalu dia mengikuti Alisia keluar dari mobil.


"Loh, bapak kok gak lansung pergi." tanya Alisia.


"Saya mau cariin taxi buat kamu, jam segini susah buat cari taxi." ucap Rey.


Sebuah taxi pun lewat, Rey lalu menghentikan nya dan membukakan pintu untuk Alisia. Setelah Alisia masuk Rey berjalan kesamping ketempat supir, Rey tampak bicara lalu memberikan beberapa lembar uang.


"Ayo jalan pak." ucap Alisia.


"Siap nona." lalu supir taxi pun melajukan mobilnya menuju kediaman Alisia.


Sampai dirumahnya Alisia pun berniat untuk membayar tapi ditolak oleh supirnya.


"Loh, kenapa ditolak." bingung Alisia.


"Tadi udah dibayar kok sama tuan yang ganteng tadi." ucap sang supir.


"Udah dibayarin sama balok es." batin Alisia.


"Kalau gitu makasih ya pak." ucap Alisia.


Alisia pun turun dari taxi dan berjalan masuk kerumahnya.


"Tadi gue lupa ucapin makasih lagi ke balok es, yaudah disekolah aja besok gue ngucapinnya." ucap Alisia.


*********


**Maaf para Readers ku tercinta, ada perubahan kebijakan ni. Untuk sementara waktu mungkin aku up nya agak jarang, dikarenakan aku lagi sibuk untuk mengahadapi tes masuk SMA. Dikarenakan SMA ku ini salah satu sekolah Favorit jadi tes nya banyak banget, aku mohon do'a nya ya pada kalian semua. Kalau kalian lupa dulu aku pernah janji bakalan UP gila-gilaan 30 chepter jika aku lulus, jadi aku mohon do'anya dari kalian semua agar aku lulus. Terimakasih.....


 


Salam Sayang dari Author 😊**

__ADS_1


 


__ADS_2