
Hari ini adalah hari ke dua Alisia dirawat di Rumah sakit, tinggal satu hari lagi maka dia boleh pulang. Dia benar-benar bosan, satu harian penuh dia harus istirahat di ranjang Rumah Sakit. Yang lebih menyebalkan nya lagi adalah dia tidak diperbolehkan memainkan handpone.
Alisia melihat layar tivi dengan malas, dia benar-benar merasa bosan hari ini. Tiba-tiba ada orang yang membuka pintu.
"Hai, gimana keadaan lo?" tanya Jimi.
"Sangat tidak baik, handpone gue disita gak boleh ngapa-ngapain dan harus istirahat. Benar-benar msnyebalkan." ucap Alisia kesal.
"Kalau gue boleh tau lo sakit apa sih Al, sampai harus di rawat kayak gini." tanya Jimi hati-hati.
"Gak sakit apa-apa, cuma kecapekan aja kok." bohong Alisia.
"Syukurlah kalau lo emang gak sakit apa-apa." ucap Jimi.
"Jim, gue boleh mintak tolong gak." tanya Alisia.
"Boleh, emang nya lo mau mintak tolong apa?" tanya Jimi.
"Lo ada nomor Siska gak." tanya Alisia.
"Ada, mau ngapain lo sama cewek kecentilan kayak dia." tanya Jimi.
"Kepo lo, gue pinjem handpone lo ya. Ada urusan penting." pinta Alisia.
"Tapi jangan bilang gue ya yang nelpon, nanti tuh cewek ke gran lagi." ucap Jimi.
"Iya lo tenang aja." ujar Alisia.
Alisia lalu mencari nomor Siska dan segera menghubungi nya.
''Halo, ada apa yak kak Jimi nelpon Siska." tanya nya dengan nada lembut.
"Ini gue, gak usah sok kecentilan deh lo sama Jimi." ucap Alisia.
"Eh ini lo Al, sorry gue lupa kalau lo deket sama kak Jimi." gumam Siska.
"Basi alesan lo, gue mau tau kemarin gimana" tanya Alisia.
"Lancar ajasih, sekarang gue kena batunya." ucap Siska.
"Kena batunya gimana?" tanya Alisia.
"Jadi waktu itu.. " Siska menceritakan semuanya pada Alisia.
Waktu jam pulang sekolah di SMA Dharma Bangsa...
Siska telah melakukan rencana yang Alisia suruh, dia sudah menempelkan gambar Rey dengan bibir terluka di mading sekolah. Tapi nasibnya sungguh sial, waktu diparkiran dia dibawa pergi oleh seorang perempuan dan pria berbadan kekar. Sepertinya pria itu adalah bodyguard.
Perempuan itu membawa Siska kesebuah gedung kantor dan membawanya masuk ke sebuah ruangan, lalu Siska di introgasi oleh perempuan itu.
"Kenapa kamu mengambil foto tuan Rey dan menyebarkan berita palsu tentangnya." tanya perempuan itu dengan nada tinggi.
"Gue gak ngerti dengan apa yang lo bilang, dan tuan Rey itu siapa?" tanya Siska bingung.
__ADS_1
"Ini, kamu pasti tau ini apakan." perempuan itu memberikan sebuah gambar pada Siska.
"Ini gambarnya pak Rey." ucap Siska.
"Kamu kan yang menempel gambar ini di mading sekolah, sehingga nama tuan Rey tercemar." ucap perempuan itu.
"Iya, tapi gue disuruh kok. Dan lo siapa sih galak amat jadi orang." ucap Siska kesal.
"Saya Sania, sekretaris nya tuan Rey." ucap perempuan itu dengan sombong.
"Cuman seorang guru sok pakai sekretaris." sindir Siska.
"Siapa bilang tuan Rey itu seorang guru, asal kamu tau ya tuan Rey itu CEO perusahaan besar." ucap Sania.
"Terserah deh, sekarang mau lo apa." ucap Siska mulai bosan dengan omongan Sania.
"Siapa yang nyuruh kamu melakukan ini semua." tanya Sania.
"Alisia yang nyuruh gue." jawab Siska santai.
"Siapa dia?" tanya Sania.
"Udah lo bilang aja ke pak Rey kalau yang nyuruh gue itu Alisia, pak Rey tau kok Alisia itu siapa." jelas Siska.
"Sekarang kamu boleh pergi." ucap Sania.
"Dari tadi kek." lalu Siska pun meninggalkan Sania di ruangan itu.
"Jadi gitu ceritanya Al, gue saranin lo berhenti aja deh cari masalah sama pak Rey. Soalnya dia bukan orang yang biasa." saran Siska.
"Bukan orang biasa gimana maksud lo?" tanya Alisia bingung.
"Perempuan yang bernama Sania itu bilang ke gue kalau pak Rey itu seorang CEO." jelas Siska.
"Oohh, tapi lo gak diapa-apain kan sama mereka." tanya Alisia.
"Gak kok Al, oh ya sisa bayaran nya gimana?" tagih Siska.
"Nanti gue bayar pas gue udah sekolah." jawab Alisia.
"Ok." ucap Siska.
Sambungan telfon pun terputus, Alisia mengembalikan handpone nya ke Jimi.
"Nih, thanks nanti pulsa lo gue ganti." Alisia memberikan handpone itu ke Jimi.
"Lama banget lo ngobrol nya sama Siska, ngomongin apa." tanya Jimi kepo.
"Gak usah kepo deh lo jadi orang." ucap Alisia.
"Lo besok jadi kan datang ke turnamen basket." tanya Jimi.
"Gue usahain." jawab Alisia.
__ADS_1
"Gue pulang dulu ya Al, soalnya bentar lagi gue mau latian." pamit Jimi.
"Hati-hati, thanks lo udah ngejenguk gue." ucap Alisia dengan tersenyum.
"Iya sama-sama, cepet sembuh ya Al." Jimi mengusap rambut Alisia lembut.
Setelah Jimi pergi Alisia sendiri lagi dirumah sakit, mamanya sedang pulang sebentar menjemput makanan untuk Alisia. Alisia tak begitu suka makanan rumah sakit.
"Kalau pak Rey itu seorang CEO kenapa dia malah ngajar jadi guru sejarah." gumam Alisia.
"Waktu gue kerumahnya ngantar dia pulang, aneh juga sih kenapa seorang guru biasa bisa punya rumah mewah. Ternyata dia seorang CEO perusahaan besar, tapi kenapa dia malah jadi guru sih secara kan dia punya perusahaan." gumam Alisia bingung.
"Lagi ngomongin siapa kamu sayang." tanya Anggi.
"Eh mama, Alisia kira siapa tadi. Bukan siapa-siapa kok ma." jawab Alisia.
"Yaudah sekarang kamu makan dulu ya, habis itu minum obat." ucap Anggi.
"Iyah ma." jawab Alisia.
"Mama heran deh Al, kamu kan kata Dokter cuman kecapekan. Tapi kenapa obatnya banyak banget yang harus kamu minum." ucap Anggi waktu memberikan Alisia obat.
"Vitamin mungkin ma supaya jangan drop lagi." ucap Alisia berbohong.
"Habis ini kamu istirahat ya, besok kamu baru bisa pulang sayang. Untuk beberapa hari kedepan kamu istirahat aja dulu dirumah gak usah sekolah." ucap Anggi.
"Iyah ma." jawab Alisia pasrah.
Di Kediaman Rey...
"Pak, saya sudah mengintrogasi gadis yang bernama Siska. Ternyata dia disuruh untuk melakukan ini semua sama seseorang." ucap Sania.
"Siapa yang menyuruh nya." tanya Rey dingin.
"Alisia pak, kata Siska bapak kenal dengan gadis yang bernama Alisia." jelas Sania.
"Yaudah kamu boleh pergi." ucap Rey.
"Kalau gitu saya permisi pak." pamit Sania.
"Alisia, sebenarnya apa yang membuat anak itu begitu benci dengan ku. Apa kesalahan yang aku lakukan sehingga membuatnya begitu marah." gumam Rey dengan bingung.
"Lebih baik aku tanyakan saja padanya kalau ada waktu yang pas, sebaiknya aku besok pagi menjenguk anak itu. Mungkin dengan cara itu dia tak akan marah lagi padaku." gumam Rey.
******
**Hai gimana ceritanya seru gak? menurut kalian gimana Rahasia Takdir Cinta nya Alisia dan Rey, akankah happy ending atau malah sad ending.
follow @alfaazzahra\_2373**
__ADS_1