
Besok nya di sekolah....
Alisia hari ini akan menemui Siska di gudang belakang sekolah, mereka akan membicarakan rencana mengenai Rey.
sebelum itu, saat jam istirahat di kantin sekolah....
"Al lo ngapain sih kemaren ke uks?" tanya Chaca kepo.
"Kepo amat sih." gumam Alisia.
"Ya gue emang kepo, gue tau lo kesana buat nemuin Siska kan." tebak Chaca.
"Iya, kenapa emang?" Alisia balik bertanya.
"Pasti ada sesuatu yang lo rencanain kan." tanya Ikbal.
"Bukan urusan lo." balas Alisia.
"Lo sahabat kita Al, masalah lo masalah kita juga." ucap Chaca.
"Udah lo berdua cukup jadi penonton." ucap Alisia lalu pergi dari kantin.
"Eh lo mau kemana?" teriak Chaca.
"Ada urusan bentar, nanti bilangin gue izin ya." gumam Alisia.
"Woi lo mau bolos, nanti jam nya buk Laura ogeb." ucap Ikbal.
Tapi sayang ucapan Ikbal tak di dengar oleh Alisia, dia sudah jauh.
Alisia berjalan menuju rooftop sekolah yang sepi, tempat ini biasa nya di pakai oleh anak-anak nakal untuk merokok.
sama seperti yang di lakukan Alisia saat ini, dia menyulut batang rokok nya dengan
pemantik api.
"Cewe kok ngerok." ucap seorang laki-laki yang kini berada di samping Alisia.
"Kaya lo nggak aja." balas Alisia santai.
"Gue mah cowo." ucap nya lagi.
"Ga ada beda nya tuh, mau cewe mau cowo." jawab Alisia.
"Heran gue, lo baru aja resmi kemarin jadi siswi disini. masih kelas X tapi udah ngelanggar banyak peraturan." gumam cowok itu.
Alisia mengalihkan pandangan nya dan menatap cowok itu dengan tajam.
"Suka-suka gue lah, kenapa lo yang repot sih." balas Alisia dengan suara tinggi.
"Santai donk, jadi cewe tuh yang lembut." ucap cowok itu lagi.
Tak ada balasan dari Alisia, dia malas menanggapi orang yang teralalu ikut campur denga urusannya. satu yang perlu kalian ketahui yaitu Alisa paling tak suka kalau ada orang yang ikut campur dengan urusan nya. Siapa pun itu.
"Ngomong-ngomong kita belum kenalan, kenalin nama gue Jimi." ucap cowo itu mengenal kan dirinya.
"Udah tau." ucap Alisia cepat.
''Tau dari mana?" tanya cowok itu.
"Jimi Ardian, siapa sih yang gak kenal dengan lo. Kapten basket SMA Dharma Bangsa yang terkenal karena ganteng dan playboy nya." ucap Alisia dengan nada merendahkan.
"Jangan bilang playboy donk cantik." godanya.
"Cih, gak bakalan terayu gue sama gombalan murahan lo." balas Alisia meremehkan.
Jimi tersenyum senang, menurut nya Alsia ini beda dari gadis lain nya. Baru pertama Jimi menemukan cewe yang gak histeris karna ketampanan yang dia miliki.
__ADS_1
"Baru pertama lo gue nemuin cewe yang cuek kaya lo, dan suka ngerendahin orang lain." ucap Jimi.
"Gue gak peduli mau pertama mau terakhir ga ada untung nya." balas Alisia.
"Gue pastiin lo bakalan jadi milik gue." ucap Jimi dalam hati, dengan senyum licik nya.
"Gue tau isi otak lo, lo mau bikin gue jatuh ke pelukan lo kan." tanya Alisia.
Pertanyaan Alisia barusan membuat senyuman di wajah Jimi pudar.
"Cewe yang unik dan hebat." gumam nya.
"Gak usah muji gue lo, udah basi." balas Alisia lalu menyesap kembali rokok nya yang tinggal setengah.
"Gr lo, oh iya nama lo siapa?" tanya Jimi lagi.
"Lo ga tau gue siapa?" tanya Alisia tak percaya.
Jimi mengangguk kan kepala nya, membenar kan ucapan Alisia barusan.
"Denger baik-baik, pasang kuping lo. Gue Alisia Rennald." ucap Alisia, kemudian berlalu pergi meninggalkan Jimi yang diam di tempat nya.
"Jadi lo?" tanya nya setelah sadar dari lamunan nya, namun dia tak menemukan Alisia lagi di samping nya.
Alisia berjalan santai di koridor, sampai ekor mata nya menangkap sosok yang cukup familiar di ingatan nya.
"Kutub." gumam nya.
Alisia melihat Rey yang sedang menelpon seseorang dengan serius, lalu Alisia melangkahkan kakinya ke tempat Rey berada.
Samar-samar dia mendengar Rey mengatakan.
"Ok saya akan segera ke sana, kamu siap kan pesawat untuk saya berangkat malam ini." ucap Rey ke orang yang ada di seberang.
"Mau kemana si kutub." gumam Alisia.
Lalu tanpa Alisia sadari, ternyata Rey menatap nya dari kejauhan.
"Eh, kapan bapak kesini." ucap Alisia kaget.
"makanya jangan bengong." nasihat Rey.
"Gak saya gak bengong kok pak." bantah Alisia.
"Terserah kamu saja." sambung Rey, lalu dia hendak melangkahkan kakinya untuk pergi. Namun dicegah oleh pertanyaan Alisia.
"Ngapain bapak disini?" tanya Alisia, tapi kemudian dia merutuki mulut nya yang kepo ini.
"Dasar mulut sialan, ngapain coba lo ngomong kaya gitu. Yang ada nanti si kutub gr lagi." ucap Alisia dalam hati.
"Seharus nya saya yang tanya kaya gitu ke kamu, kamu nagapain di sini." Rey balik bertanya.
"Loh, bapak gak liat apa saya disini karna lagi ngomong sama bapak." jawab Alisia.
"Maksud saya, kamu ngapain di sini emang nya gak masuk." ucap Rey mengulang pertanyaan nya.
"Ooh, ngomong donk pak dari tadi. Saya lagi malas masuk soal nya yang nagajar mak lampir." gumam Alisia.
"Saya udah ngomong dari tadi, kamu nya aja yang gak paham." jawab Rey.
"Saya paham kalau pertanyaan bapak gak berbelit." ucap Alisia membela diri.
Sungguh, Rey bingung untuk berkata apa. Kesabaran nya sangat di uji ketika bicara dengan gadis seperti Alisia.
Tolong ingatkan Rey agar tetap bersabar, karna dia masih membutuhkan pekerjaan untuk jadi guru di sekolah ini. Jangan sampai dia melakukan sesuatu yang bisa membuat dia kehilangan pekerjaan nya, dengan alasan telah menyakiti perasaan anak dari pemilik sekolah. Sungguh alasan yang konyol.
Tadinya Rey berniat ingin menghukum Alisia, tapi setelah tau Alisia adalah anak dari pemilik sekolah tempat dia bekerja. Rey pun mengurungkan niatnya itu, bagaimana pun dia masih tau diri.
__ADS_1
"Terserah kamu saja" balas Rey akhirnya, setelah berusaha menahan dirinya agar tak menghukum Alisia.
Rey kemudian berlalu pergi meninggalkan Alisia.
"Dasar aneh." gumam Alisia pada akhirnya.
Alisia melangakahkan kaki nya ke taman belakang sekolah, menunggu waktu pulang. Dia bisa saja masuk ke kelas dengan alasan "malas masuk'' tapi sungguh gadis ini sangat malas walau hanya bertatap muka dengan guru nya.
Bersukurlah dia karena guru nya tak pernah marah atas kelakuan nya, karena kekuasaan yang dia miliki. Tapi perlu kalain ketahui ada satu guru yang tak takut akan kekuasaan Alisia di sekolah ini. Ya bu Laura siapa lagi.
setelah cukup lama menunggu, akhir nya bel pulang pun berbunyi. Alisia segera melangkahkan kakinya ke kelas. Tapi sebelum itu dia menghubungi Siska terlebih dahulu.
To caper(Siska)
gue tunggu lo di gudang belakang.
**From caper\(Siska**\)
*Ok*.
Sampai di kelas Alisia melangakah masuk dan mengambil tas nya, ketika dia hendak pergi suara Chaca menghentikan langakah nya.
"Al, gue nebeng ya." pinta nya.
"Gak bisa, gue ada urusan. Sama Ikbal aja sana." tolak Alisia.
Kemudian Alisia pergi meninggalakan Chaca yang sedang kesal.
"Dasar manusia pelit." umpat Chaca.
Di gudang belakang sekolah...
" Udah lama ya?" tanya Alisia
"Nggak kok Al, sans aja." ucap Siska.
"Jadi apa yang bisa gue lakuin buat lo?" tanya Siska lansung.
"Gue suka orang kaya lo, gak berbelit-belit." puji Alisia.
"Bisa aja lo." balas Siska.
"Ok jadi gini, gue mau lo ngedeketin pak Rey. buat dia suka sama lo kemudian buang kaya sampah." ucap Alisia.
"Caranya?" tanya Siska.
"Lo caper aja depan dia, cari perhatian dia." jawab Alisia.
"Trus kalau nanti, ada gosip tentang gue yang pacaran sama pak Rey gimana." tanya Siska kahawatir.
Walaupun Siska suka caper, dia tetap tak akan mau masuk ke kandang singa.
"Apalagi, kalau tau sama guru gue bakalan di DO." gumam Siska lagi.
"Gak bakalan ada yang berani DO lo." ucao Alisia.
"Iya gue tau lo anak yang punya sekolah, tapi gue tetap takut." ucap Siska.
"Gue yang jamin." ucap Alisia meyakinkan.
Tak ada jawaban dari Siska, kemudian Alisia pun kembali berkata.
"Bayaran nya setelah lo berhasil bikin gosip yang jelek tentang Rey." ucap Alisia.
Kemudian Alisia berlalu pergi meninggalkan Siska yang masih bengong.
**maaf aku lama banget ilang nya, udah kaya hantu aja aku kan. aku lagi sibuk sama ujian nih gays, apa lagi bentar aku mau UN jadi mohon pengertiannya ya. Tapi aku akan usahain buat UP demi kalian.
__ADS_1
Love you All
Follow @alfaazahra\_2373**