Rahasia Takdir Cinta

Rahasia Takdir Cinta
Bioskop


__ADS_3

Alisia pikir Rey akan membiarkan nya pergi ke moll untuk nonton menggunakan mobil nya sendiri, tapi lagi-lagi Rey menyuruh Sania sekretaris nya untuk mengantar mobil Alisia terlebih dulu ke parkiran moll. Dan Alisia dia harus satu mobil lagi dengan pria itu, salah satu hal yang paling dia hindari dalam hidupnya.


"Kamu kenapa kelihatan tidak semangat gitu." tanya Rey.


"Karena saya satu mobil dengan bapak." gumam Alisia.


"Memang nya saya menakutkan sampai kamu tidak mau satu mobil dengan saya." tanya Rey heran.


"Bukan menakutkan tapi membosankan." ujar Alisia malas.


"Bosan??" bingung Rey.


"Kalau satu mobil sama bapak tuh pasti cuman diam dan gak ada sama sekali bicara, kalau pun bicara bisa diitung pakai jari." ujar Alisia.


"Bukan kah sekarang kita sedang bicara?" tanya Rey.


Alisia makin kesal dibuatnya.


"Maksud saya bukan sekarang, tapi sebelum nya dan di masa yang akan datang." ucap Alisia.


"Memangnya kamu ingin saya bicara tentang apa?" tanya Rey.


"Terserah apa aja, yang penting gak diem-dieman. Saya tuh ngerasa satu mobil sama patung kalau bapak cuman diam saja." omel Alisia.


"Yasudah kamu bicara, saya yang dengarkan." ucap Rey.


"Tapi bapak gak boleh cuman jadi pendengar, bapak harus jawab kalau saya tanya." ucap Alisia.


Rey pun mengangguk menuruti kemauan Alisia.


"Kamu mau bicara tentang apa?" tanya Rey.


"tentang bapak." jawab Alisia.


"Sebesar apa rasa cinta bapk untuk Mutia?"


Rey diam dan belum menjawabnya.


"Saya tidak mengerti cinta itu hal semacam apa." jawab Rey dingin.


"Kembali lagi sipat dinginnya, apa gue gak seharusnya nanya hal ini ya. Tapi gue penasaran banget sama kisah cinta balok es, apa hal yang membuat dia bisa menjadi dingin." ucap Alisia dalam hati.


"Apakah bapak masih belum bisa melupakan Mutia?" tanya Alisia.


"Saya sudah melupakan semua hal tentang ****** dan brengsek itu." jawab Rey tetap dingin.


"Brengsek, apa itu artinya ada orang lain yang terlibat. apa mungkin balok es diselingkuhi." tebak Alisia dalam hatinya.


"Balok es, eh maksudnya pak Rey. Apakah bapak diselingkuhi oleh Mutia." ucap Alisia.


"Saya sangat benci satu kata itu." jawab Rey tanpa ekspresi.


"Maksudnya bapak sangat membenci perselingkuhan." ujar Alisia.

__ADS_1


"Ya." jawab Rey singkat.


Alisia mengangguk mengerti.


"Apakah di lubuk hati bapak yang paling dalam, masihkah ada tempat untuk Mutia." tanya Alisia penasaran, dan dia berharap Rey menjawabnya ''Tidak''.


Namun harapannya tidak terkabul, Rey hanya diam saja dan fokus menyetir.


"Itu artinya sampai sekarang dia masih memiliki tempat yang paling penting di hati bapak, dan itu tandanya bapak belum bisa melupakan dia." ucap Alisia dengan nada sedih.


Tiba-tiba Rey manarik tangan kanan Alisia dan menggenggam nya erat.


"Kalau gitu kamu gantikan posisi dia di hati saya, buat saya melupakan dia dan hanya mengingat semua hal tentang kamu." ucap Rey dengan nada hangat.


Alisia menoleh ke arah Rey, dia melihat Rey tersenyum hangat kearahnya.


"Bisakah saya membuat bapak jatuh cinta dengan saya, sedangkan bapak masih belum bisa melupakan masa lalu bapak sendiri." gumam Alisia.


"Saya akan belajar melupakan masa lalu saya untuk kamu." ucap Rey.


"Lalu sekarang hubungan kita ini apa?" tanya Alisia.


Rey diam lagi dan tidak menjawab nya.


"Guru dan murid, atau mungkin Rey yang belum bisa melupakan masa lalunya dan Alisia adalah orang yang akan membuat Rey melupakan masa lalunya." ucap Alisia.


"Terserah kamu mau anggap hubungan ini apa." gumam Rey.


"Bagaimana kalau pacar, seperti nya itu lebih baik. Daripada saya merasa seperti simpanan bapak, mendingan saya merasa sebagai pacar bapak." ucap Alisia.


"Akan saya buat bapak menyatakan perasaan suka bapak pada saya, cepat atau lambat itu pasti terjadi." ucap Alisia yakin.


Tak lama mereka pun sampai di moll yang di tuju, Alisia keluar lebih dulu tapi tetap saja dia tinggal dibelakang karena langkah kakinya yang pendek.


"Pak tungguin saya." teriak Alisia sambil berlari menyusul Rey yang berada didepannya.


"Habis nonton kamu mau kemana?" tanya Rey.


"Saya mau ke timezone." ucap Alisia.


"Gimana kalau habis nonton kita makan dulu, kita kan belum makan siang sama sekali." saran Rey.


"Trus kenapa bapak tadi nanya pendapat saya, kalau ujungnya juga bapak yang memutuskan mau kemana." kesal Alisia.


Rey cuman bisa memberikan senyuman nya pada gadis itu, sampai di bioskop mereka pergi membeli tiket. Pada waktu pembelian tiket terjadi perdebatan antara Alisia dan Rey, yang membuat penjual tiket dan pengunjung yang mengantri melihat mereka dengan bingung.


"Pak, saya mau nonton film disney yang kisah cintanya romantis." pinta Alisia.


"Film disney yang mana?" tanya Rey.


Alisia menunjuk poster film disney yang memang sedang tayang dan banyak diminati di bioskop. Rey mengarahkan pandangannya pada poster yang Alisia tunjuk, dan Rey melihat poster itu dengan wajah datar.


"Film yang tidak menarik dan mebosankan, lebih baik kita nonton film action saja." tolak Rey.

__ADS_1


"Tidak mau, saya mau nonton itu. Itu film nya romantis banget, liat deh pengorbanan ceweknya itu begitu besar untuk sang cowok." ucap Alisia.


"Kamu tau darimana?" tanya Rey.


"Saya udah baca ceritanya dan nonton yang versi kartun." jawab Alisia.


"Kalau sudah tau isi ceritanya kenapa tetap mau nonton, percuma saja." ucap Rey.


"Ini tuh beda, kalau yang ini tokohnya manusia. Jadi lebih berasa kisah cintanya, nonton yang ini saja ya." ucap Alisia sambil memohon.


"Gak, cinta itu aneh dan gak pernah ada ujungnya. Terlalu rumit untuk memahi apa itu cinta, lebih baik nonton film pertarungan." ucap Rey tetap pada pendirian nya.


"Yaudah saya gak mau nonton, bapak nonton aja sendiri sana." ucap Alisia kesal.


"Nona, tuan. Tolong cepat soalnya orang lain yang mengantri dibelakang kalian juga ingin beli tiket." ucap penjual tiket mulai jengah melihat perdebatan antara Alisia dan Rey.


"Jadi kalian mau nonton yang mana." tanya penjual tiket.


"Disney."


"Action." jawab Rey dan Alisia bersamaan.


"Apa kalian mau nonton film pilihan masing-masing, dan berpisah." ucap penjual tiket.


Alisia dan Rey pun terdiam, keduanya lansung bungkam. Tak ada yang mau mengalah dan tetap mempertahankan pilihan nya masing-masing, tapi juga tidak mau berpisah.


"Lebih baik salah seorang dari kalian mengalah, saya sarankan tuan mengalah saja pada nona ini." saran penjual tiket.


Rey menatap penjual tiket tajam, seperti yang kalian tau. Rey masih membenci sesuatu hal yang berbau cinta, tapi dia tidak bisa mengelak kalau sebenarnya dia sudah mulai jatuh cinta dengan Alisia.


"Mengalah aja deh pak, saya jamin film nya gak ngebosenin." ucap Alisia.


"Kamu mau jamin pakai apa." ucap Rey dengan senyuman nya.


"Saya jamin pakai.. " Alisia berpikir harus pakai apa dia menjamin nya.


"Bagaimana dengan ciuman." bisik Rey ditelinga Alisia.


Pipi Alisia pun memerah karena mendengar nya.


"Gak, mau memanfaatkan saya. Jangan harap." tolak Alisia.


"Yakin menolak, saya akan setuju menonton film ini jika kamu jamin nya pakai ciuman." ucap Rey.


"Gak usah keras-keras bilangnya, udah tau ini ditempat umum juga. Saya setuju kalau bapak juga setuju dengan syarat saya." ucap Alisia.


"Kamu memiliki syarat apa?" tanya Rey.


"Kalau bapak suka sama film ini, maka bapak harus menceritakan semua masa lalu bapak tentang Mutia pada saya." ucap Alisia serius.


"Ok, saya setuju." jawab Rey.


*************

__ADS_1


Menurut kalian siapa nih yang bakalan menang, Alisia atau Rey?


Author mau tau, kalian dukung Alisia atau Rey kali ini?... ... ...


__ADS_2