
Alisia menarik tangan Rey menuju tempat duduk, beberapa menit lagi film nya akan segera di mulai.
"Jangan lupa kalau film nya gak menarik kita harus ciuman." ingat Rey.
"Udah tau." jawab Alisia.
Dalam hitungan mundur film nya pun diputar dan dimulai, banyak para penonton yang menghayati film nya. Ada yang fokus tingkat dewa, ada yang senyum sendiri. Tapi Rey tetap memasang wajah datarnya.
Alisia mulai berpikir apakah dia akan kalah, dan harus menyerah pada Rey.
"Gak, gue gak boleh kalah. Pasti ada adegan di flm ini yang buat balok es tersentuh dan luluh." gumam Alisia dalam hati.
Film nya sudah sampai di pertengahan, tapi tetap Rey tidak tersentuh sedikitpun.
"Cewenya terlalu sombong, dan sok jual mahal." gumam Rey.
"Ya namanya juga belum cinta, nanti deh bapak liat gimana ending nya." ucap Alisia.
Film pun terus diputar, dan sampai lah pada adegan yang ditunggu-tunggu. Dimana sang perempuan mendapat firasat kalau sang pangeran sedang dalam bahaya, dan umurnya tak lama lagi. Sang perempuan kembali ke kastil yang sunyi itu lagi, dan dia mendapat pangeran sudah tergeletak pingsan.
Mawar merah yang menjadi panentu hidupnya pangeran, kelopak nya telah jatuh semua. Perempuan itu menangis melihat pangeran yang tak berdaya, dia lalu mengucapkan kata yang begitu sakral. Yaitu, Aku Mencintai Mu. Keajaiban pun datang, pangeran yang buruk rupa itu berubah menjadi pangeran yang tampan.
"Film nya mirip kisah kita, bedanya bapak gak dikutuk jadi jelek. Dan bunga yang kita sukai juga sama yaitu mawar, tapi kalau kita sukanya mawar putih." ucap Alisia.
"Ada yang sama." ucap Rey.
"Apa?" tanya Alisia.
"Samanya adalah, saya yang terlebih dahulu menyukai kamu dan menarik perhatian kamu. Di fikm nya juga begitukan. Pria nya yang lebih dulu mengungkapkan perasaan nya." jelas Rey.
Ada rasa senang yang tak bisa dilukiskan di hati Alisia saat mendengar Rey menyukai nya lebih dulu.
Alisia begitu terpesona akan film nya, Sedangkan Rey melihat film itu dengan tatapan yang tak bisa diartikan. Tiba-tiba Rey menarik tubuh Alisia dan mencium kening nya lembut, Alisia yang kaget pun mendorong tubuh Rey menjauh darinya.
"Apakah saya kalah?" tanya Alisia.
"Kamu menang gadis kecil, sekarang pandangan saya tentang cinta sedikit terbuka." ucap Rey lembut.
"Kalau saya menang, terus kenapa bapak tetap mencium saya." gumam Alisia.
"Biar adil." jawab Rey santai.
"Dasar cowok, gak pernah mau ngalah." omel Alisia.
Rey membawa Alisia ke sebuah restoran yang letaknya tak jauh dari timezone.
"Kita makan disini?" tanya Alisia.
Rey tidak menjawab, tapi dia terus melangkah sampai menemukan meja yang kosong.
"Selamat datang tuan Swarn, tumben kali ini anda datang bersama nona yang cantik." ucap seorang pelayan.
"Kakak pelayan kok pakaian nya kayak boss." ucap Alisia.
"Saya memang boss dari resto ini gadis kecil." jawab pelayan pria manis itu.
"Nama saya Alisia, bukan gadis kecil." ucap Alisia.
__ADS_1
"Kamu imut banget sih, udah gitu cantik lagi. Pantas Rey tergila-gila sama kamu." ucapnya sambil hendak mencubit pipi Alisia.
Tapi Rey lansung menepis tangan nya, dan menatap tajam.
"Jangan sentuh." ucap Rey dingin.
"Galak amat sih, pasti susah ya dapetin hatinya cewek cantik ini." goda pelayan itu.
"Nama kakak siapa?" tanya Alisia.
"Panggil aja kak Aron." ucap pria itu.
"Kak saya laper, mau pesan." ucap Alisia.
"Kalian mau pesan apa?" tanya Aron.
"Steak." ucap Alisia.
"Minumannya?" tanya Aron sambil mencatat.
"Orange jus." ucap Alisia.
"Anda tuan Swarn." tanya Aron.
"Samakan saja dengan dia." ucap Rey.
"Kalau gitu saya buatin dulu ya, harap bersabar." ucap Aron sambil berjalan pergi.
"Karena saya yang menang, kalau gitu bapak harus menceritakan semua masa lalu bapak dengan Mutia." tuntut Alissia.
"Saya mau nya sekarang." pinta Alisia.
"Terlalu panjang kalau harus saya cerita kan sekarang." ucap Rey.
Alisia pun akhirnya diam dan menurut, tak lama pesanan mereka pun sampai diantar oleh seorang pelayan perempuan.
"Kak Aron mana?" tanya Alisia.
"Tuan Aron lagi ada urusan mendadak nona." jawab pelayan itu.
"Oohh." jawab Alisia.
Alisia sedikit kesusahan memotong daging steak nya, dia melihat Rey yang memotong dagingnya dengan mudah. Berharap semoga Rey peka dan membantu nya.
"Kamu makan punya saya, motong daging aja kamu gak bisa." ucap Rey.
Walaupun kesal karena dibilang begitu oleh Rey, Alisia tetap senang karena ternyata Rey perhatian.
Selesai makan mereka pun bermain di timezone, Rey melihat bahwa permainan ini sangatlah membosankan dan membuang waktu.
"Ayo pak kita coba permainan ini." tunjuk Alisia pada mesin pencapit boneka.
"Kamu main saja, saya temanin." ucap Rey tak tertarik sama sekali.
Alisia terus berusaha tapi saja gagal, sekarang koinnya hanya tinggal dua. Alisia melihat kearah Rey dengan tatapan murung.
"Kita pulang aja." ucap Alisia.
__ADS_1
Rey yang sadar perubahan pada Alisia, lansung menahanya.
"Biar saya yang main." ucap Rey.
Alisia pun memberikan dua koin yang tersisa pada Rey, Alisia tak yakin Rey bisa menang mendapatkan boneka yang dia mau.
"Kamu mau boneka yang mana?" tanya Rey.
"Yang itu." tunjuk Alisia pada boneka beruang berwarna putih bersih.
Rey pun mencoba untuk mendapatkan nya, kesempatan pertama gagal. Tapi pada kesempatan ke dua Rey berhasil mendapatkan nya, mereka pun jadi tontonan orang-orang.
Boneka beruang putih itu sekarang berada di pelukan Alisia.
"Wah, cowok ganteng itu hebat banget. Kayak nya dia sayang banget sama adik perempuan nya." ucap seorang pengunjung.
"Gadis kecil, boleh gak bonekanya buat kakak." ucap seorang perempuan berpakaian sexi.
"Gak boleh, kalau mau ambil sendiri." ucap Alisia.
"Kakak kasih lolipop deh, oh ya ngomong-ngomong kakak kamu ganteng banget. Boleh gak kamu kenalin dia ke kakak." rayu perempuan sexi itu.
Alisia yang kesal pun lansung menggenggam tangan Rey erat.
"Gue bukan adiknya, gue pacarnya." ucap Alisia sambil menarik Rey pergi.
Orang-orang yang ada disitu pun cuma melihat mereka berdua dengan takjub.
"Pasangan yang serasi, cowok nya ganteng dan cewek nya cantik. Udah gitu sama-sama keren dan kaya." ucap para pengunjung
takjub .
"Kamu kenapa?" tanya Rey.
"Susah ya jalan sama cowok ganteng, pasti selalu di godain." kesal Alisia.
"Susah juga jalan sama cewek cantik dan manis, pasti selalu banyak mata cowok yang liatin dan memuji." ucap Rey.
Alisia yang mendengarnya pun pipinya jadi merah, walaupun ini bukan kali pertamanya Rey mengatakan dia cantik. Diperjalanan Alisia menemukan tempat foto, lalu dia mengajak Rey untuk foto berdua.
"Kita foto yuk." ajak Alisia.
Rey pun menurut, tapi dia membuat Alisia kesal. Karena ketika foto Rey memasang wajah datar tanpa senyum.
"Senyum donk." ucap Alisia.
Rey pun menurut dan dia tersenyum tipis tapi sangat manis, mereka mengambil dua foto.
"Satu buat bapak, satu buat saya." ucap Alisia.
Alisia pun memberikan foto yang wajah Rey nya tidak tersenyum, sedangkan foto yang wajahnya tersenyum Alisia yang menyimpan nya.
Setelah itu mereka pun berjalan beriringan menuju parkiran, dan mereka berdua pun berpisah karena arah rumah mereka berbeda.
***********
Hai Readers semua, terimakasih untuk kalian yang sudah mau baca cerita ini. Dan terimakasih kalian sudah mau meninggalkan jejak dengan memberikan like dan komen, semoga kalian sehat selalu. Untuk pembaca baru saya ucapkan selamat datang, semoga kalian suka dengan ceritanya.
__ADS_1