Rahasia Takdir Cinta

Rahasia Takdir Cinta
Tentang Rey dan Cinta


__ADS_3

Jujur Alisia sangat bingung dengan perubuhan sikap Jimi, tapi yasudahlah. Mungkin dia sudah bosan berteman dengan Alisia karena tidak pernah di kasi kepastian, itu lah yang ada dipikirkan Alisia saat ini.


Rencana nya sehabis pulang sekolah dia akan main ke rumah Rey, berhubung kemarin Rey tidak datang jadi dia memutuskan untuk lansung kerumahnya saja mengucapkan terimakasih. Karena mungkin saja Rey juga tidak datang lagi untuk mengajar hari ini, itung-itung numpang makan di rumah Rey.


"Pagi semuanya." teriak Alisia.


"Berisik dek." ucap Irfan.


"Biarin." jawab Alisia.


"Kamu hari ini gak berangkat sama Jimi sayang." tanya Anggi.


"Nggak." jawab Alisia singkat.


"Ma, pa, kak, aku berangakat dulu ya." pamit Alisia.


"Kamu gak sarapan dulu Al?" tanya Alex.


"Nggak ah pa, aku sarapan disekolah aja nanti." ucap Alisia.


"Jangan lupa sarapan ya sayang." ingat Anggi.


"Iyah ma." jawab Alisia.


Sampai di sekolah Alisia lansung berjalan menuju kelas nya, dan dia melupakan sarapan nya.


Kring~~~~


Bel pulang pun berbunyi, Alisia lansung melajukan mobilnya menuju Rumah Rey.


Ting~Tung


Alisia menekan bel rumah itu, sampai sesosok perempuan paruh baya membukakan pintu.


"Eh, non Alisia. Ayo masuk non." suruh bi Meli.


"Non cari aden Rey ya." tebak bi Meli.


"Iya bik, pak Rey nya ada." tanya Alisia.


"Aden Rey nya pergi dari kemarin non, dan belum pulang sampai sekarang." ucap bi Meli.


"Belum pulang, emang nya dia pergi kemana." ucap Alisia kaget.


"Lagi sibuk ngurusin perusahaan kayak nya non, palingan aden nginap di apartemen nya. Karena apartemen nya dekat dari kantor." jawab bi Meli.


"Ooh, pantesan dua hari ini dia gak masuk ngajar." ucap Alisia.


"Non kangen ya sama aden." goda bi Meli.


"Nggak kok bik, saya cuman ada urusan aja sama dia." jawab Alisia dengan pipi yang sudah memerah.


"Bibik ke belakang dulu ya buatin minum buat non." ucap bik Meli.


"Nggak usah bik, bibik disini aja. Soalnya ada yang mau saya tanyakan soal pak Rey." cegah Alisia.


"Tentang apa non?" tanya bik Meli.


"Saya dari dulu penasaran banget bik, pak Rey ini kan CEO perusahaan besar. Tapi kenapa dia malah ngajar jadi guru sejarah." tanya Alisia begitu penasaran.

__ADS_1


"Itu karena aden belum bisa berdamai dengan masa lalu nya non, dia ngajar jadi guru sejarah itu sebenarnya untuk mengingat sejarah yang paling menyakitkan dalam hidupnya." ucap bik Meli.


"Sejarah tentang apa itu bik?" tanya Alisia.


"Sejarah masa terberat dan paling menyakitkan dalam hidupnya, yaitu ditinggalkan nona Mutia. Wanita yang paling aden Rey cintai, aden begitu banyak berkorban untuk wanita itu. Tapi ternyata wanita itu malah mengkhianati aden." jelas bik Meli dengan sedih.


"Dikhianati karena apa bik?" tanya Alisia lagi.


"Maaf untuk ini bibik gak bisa kasih tau non, lebih baik non tanyakan saja lansung ke


aden." ucap bik Meli.


"Makasih ya bik, sekarang saya udah tau sedikit tentang pak Rey." ujar Alisia dengan tersenyum tulus.


"Bibik boleh mintak tolong gak sama non Alisia." tanya bik Meli.


"Bibik mau mintak tolong apa?" tanya Alisia.


"Bibik mau minta tolong agar non Alisia bawa pulang kembali aden Rey yang dulu, aden Rey yang hangat, ramah, perhatian, baik, suka tersenyum. Bukannya aden Rey yang kayak sekarang, dingin, jarang tersenyum, jutek, cuek, dan bermuka datar." ucap bik Meli.


"Emangnya bibik yakin saya bisa kembali in pak Rey yang hangat dan mudah tersenyum kayak dulu." ujar Alisia.


"Bibik yakin, non Alisia adalah gadis yang baik. non pasti bisa ngerubah aden Rey kembali seperti dulu." gumam bik Meli.


"Tapi bik, yang bisa mengubah prilaku dan sikap seseorang hanya orang itu sendiri bik. Percuma juga Alisia berusaha kalau pak Rey nya aja gak bisa ngelupain masa lalau nya, usaha saya bakalan percuma dan sia-sia." ucap Alisia.


"Nggak ada yang percuma kalau ngelakuinnya pakai hati yang tulus non, setebal-tebal nya salju pasti perlahan akan mencair seiring berjalannya waktu dengan kehangatan." ucap bik Meli dengan tersenyum.


"Hati??" ucap Alisia sambil memegang dadanya.


"Perasaan cinta, kasih sayang yang tulus non." jawab bik Meli.


"Saya ngelakuinnya pakai cinta gitu bik untuk merubah pak Rey kembali kaya dulu." bingung Alisia.


"Jujur bik saya agak ****** soal cinta, saya aja gak tau perasaan saya gimana dan sukanya sama siapa." jujur Alisia.


"Gapapa non, seiring berjalannya waktu non pasti tau dihati non itu siapa. Siapa yang non cinta." ucap bik Meli.


"Sebenarnya aden Rey itu kalau bukan karena masa lalunya yang kelam, dia itu cowok idaman banget non." ucap bik Meli.


"Sebenarnya cinta itu seperti apa sih bik, dan gimana cara nentuin kita cinta nya sama siapa?" tanya Alisia.


"Cinta adalah sebuah rasa yang di anugerah oleh tuhan, ketika cinta itu datang menghampiri kita. Maka kita akan merasakan rasa berdebar yang luar biasa ketika berada didekat seseorang, pengen tau semua hal tentang orang itu, pengen melihat dia bahagia dan tertawa karena kita, Rasa rindu yang datang setiap waktu kalau tidak bertemu." jelas bik Meli.


Alisia mengangguk paham.


"Bik, ngomong-ngomong dia pulangaya masih lama ya?" tanya Alisia tak sabar.


Beberapa menit kemudian terdengar suara derap langakah kaki memasuki rumah, Alisia menolehkan pandangannya. Dan dia mendapati sosok yang dari tadi dia tunggu.


"Tuh orang nya udah pulang, bibik ke belakang dulu ya." ucap bik Meli.


"Pak Rey, saya udah jamuran dari tadi nungguin bapak tau nggak." sebal Alisia.


"Kapan kamu datang?" tanya Rey kaget melihat Alisia yang sudah berdiri di hadapannya.


"Udah dari tadi, habis pulang sekolah saya lansung kesini. Bapak udah dua hari gak masuk ngajar, saya mau bilang sesuatu." ucap Alisia.


"Kamu rindu sama saya?" goda Rey.

__ADS_1


"Gak lah, jangan gr deh. Saya cuman mau bilang makasih karena bapak udah ngajak saya makan siang, dan bayarin taxi saya." ucap Alisia sambil menahan rona merah diwajahnya.


"Oohh, cuman itu aja. Gak ada yang lain yang mau kamu bilang ke saya." tanya Rey.


Alisia menggeleng kan kepalanya cepat.


"Gadis kecil yang lucu." batin Rey sambil tersenyum tipis.


"Kamu temani saya makan yuk, kamu pasti juga belum makan kan." ujar Rey.


"Gak, makasih. Bapak makan aja sendiri, saya udah kenyang." tolak Alisia.


Kriuk~Kriuk~kriuk~~


Alisia tersenyum malu sama Rey, perutnya ini benar-benar gak bisa di bo'ongin.


"Kenyang cerita sama bik Meli karena nunggu saya terlalu lama kan." ucap Rey dengan tersenyum penuh kemenangan.


"Ayok makan, nanti kamu jatuh sakit lagi baru tau." ajak Rey sambil menarik tangan Alisia.


"Tumben kamu gak banyak makan nya." ucap Rey.


"Saya lagi progam diet." ucap Alisia.


"Bagian mana dari tubuh kamu yang besar, saya lihat badan kamu kecil dan cuma sebesar itu saja. Apakah ada bagian tubuh mu yang besar, sehingga perlu dikecilin." ucap Rey.


Alisia yang mendengar itu lansung melihat ke dadanya yang kecil, memang tidak masuk akal baginya makan sedikit dengan alasan diet. Karena ukuran tubuhnya yang kecil dan mungil.


"Kamu kenapa diam, benarkan apa yang saya katakan. Jadi lebih baik kamu makan banyak biar cepat tumbuh besar." ucap Rey.


Rey tidak menyadari bahwa karena ucapannya itu Alisia di buat kesal, selesai makan Alisia mengikuti Rey duduk di ruang tamu.


"Gadis kecil, saya mau ajak kamu nonton ke bioskop besok. Gimana kamu mau kan." ucap Rey.


"Berhenti panggil saya gadis kecil, saya ini udah besar." ucap Alisia kesal.


"Baiklah, tapi kamu mau ikut kan." tanya Rey.


"Cuman nonton di bioskop aja, apa ada orang lain yang ikut." ucap Alisia masih jual mahal.


Rey harus benar-benar bersabar menghadapi Alisia.


"Cuman kita berdua, setelah nonton terserah kamu mau kemana." ucap Rey.


"Kita perginya kapan?" tanya Alisia semangat.


"Habis pulang sekolah, gimana." tanya Rey.


"Ok, tapi saya bawa mobil sendiri ya kesekolah." ucap Alisia.


"Terserah kamu." jawab Rey.


Alisia pun main dirumah Rey sampai sore, Rey sibuk dengan berkas kantornya. Sedangkan Alisia mengganggu Rey dengan pertanyaan-pertanyaan yang tidak berbobot.


********


Akan aku usahain sebisa mungkin untuk tetap UP setiap hari ya. Author pengen tau donk menurut kalian pengertian cinta itu seperti apa??? berdasarkan pendapat kalian ya.


 

__ADS_1


Salam Rindu dari Author


 


__ADS_2