Rahasia Takdir Cinta

Rahasia Takdir Cinta
Senjata Makan Tuan


__ADS_3

Setelah Siska pergi meninggalkan Alisia diparkiran, tiba-tiba ada orang yang memanggil nya.


Sontak Alisia pun langsung menoleh ke arah suara tersebut.


"Non Alisia, tunggu sebentar non." uap suara tersebut.


"Ada apa pak? " tanya Alisia.


"Begini non, bapak mau minta tolong." kata orang tersebut yang tak lain adalah


pak Samuel satpam sekolah.


"Minta tolong apa ya pak?" tanya Alisia.


"Bapak mau minta tolong sama non Alisia, tolong antarkan pak Rey pulang pakai mobil non. Soalnya ban mobil pak rey kempes non keempat-empat nya, dan juga sekarang parkiran udah kosong dan cuma mobil non Alisia saja yang tinggal."


jelas pak Samuel panjang lebar, permintaan pak Samuel tersebut berhasil membuat Alisia membeku di tempat.


Alisia kaget bukan main, soalnya dia lah yang telahmembuat ban mobil Rey kempes. Tapi sialnya dia juga sekarang yang harus menggantar guru killer itu pulang, dalam hati Alisia pun mengumpat.


"Kenapa sih harus gue yang ngantar guru sialan itu, setiap gue ketemu dia pasti selalu sial." gumam Alisia kesal.


"Non Alisia, kenapa bengong? "Tanya pak Samuel kepada Alisia yang masih bengong.


"Eh, ng-ngak papa kok pak. "gumam Alisia gelagappan.

__ADS_1


"Jadi bisa kan non antar pak Rey pulang." tanya satpam itu lagi.


Dari belakang tubuh Alisia terdengar suara seseorang laki-laki.


"Udah pak nggak usah repot-repot, saya bisa pulang naik Taxi." Kata suara tersebut yang tak lain adalah Rey.


Alisia pun langsung menoleh kebelakang, dan dia pun langsung kaget melihat sosok Rey.


"Ehh nggak bisa gitu donk pak, nggak mungkin bapak pulang naik taxi. Lebih baik bapak pulang sama non Alisia aja,


non bisa kan ngantar pak Rey pulang." Tanya Pak Samuel kepada Alisia.


"I-iya saya bisa kok pak, bapak pulang sama saya aja." Gumam Alisia dengan sedikit kesal, karena dia tak menyangka bahwa dia akan satu mobil dengan guru dingin tersebut.


"Yaudah, kalau kamu nggak keberatan. Tapi saya yang menyetir. " kata Rey yang langsung di angguki oleh Alisia.


Tak ada percakapan yang terjadi antara Alisia dan Rey, Alisia sibuk dengan pikirannya yang sedang memikirkan kenapa ia harus satu mobil dengan guru tersebut.


Sedangkan Rey sibuk menyetir, entah kesambet setan atau apa Rey tiba-tiba bertanya ke Alisia.


"Apakah kamu masih dendam sama saya, karena saya mengusir kamu waktu itu dari kelas? "


"eng-nggak kok Pak, Saya nggak dendam kok sama bapak." Gumam Alisia dengan wajah menunduk. Padahal dalam hati dia sudah susah payah menahan kekesalan nya itu.


Ada sedikit rasa bersalah didalam hatinya, karena Ia telah mengerjai guru nya itu.

__ADS_1


Tapi bukan Alisia nama nya tak membalas perbuatan orang yang sudah cari masalah dengan nya.


Setelah itu tak ada lagi percakapan diantara


mereka berdua, hanya suara mesin mobil yang terdengar.


Tak lama mobil merekapun sampai didepan sebuah rumah mewah, Alisia memandang takjub ke rumah tersebut.


Rumah itu lebih pantas dikatakan istana, Setelah mobil berhenti dan terparkir Rey pun langsung keluar dari mobil Alisia.


"Terimakasih." Ucap Rey datar tanpa ekspresi.


Alisia pun tidak menjawab ucapan


terimakasih Rey dengan anggukan, lalu dia langsung pindah ke kursi kemudi dan langsung melesat pergi meninggalkan perkarangan rumah Rey.


Alisia tengah bertanya-tanya dalam pikirannya, bagaimana bisa seorang yang berprofesi sebagai guru biasa mempunyai rumah bak istana.


Menurut nya ada yang janggal, tapi dia tidak mau ambil pusing memikirkan hal tersebut.


Dia sudah sangat kesal dengan


mengantarkan Rey pulang dan itu pun akibat ulahnya yang telah mengempeskan ban mobil Rey.


**Aduh maaf ya aku nulis nya pendek, hmm sengaja hahahaahha. kayak nya aku ketawa mulu deh. maafin ya......

__ADS_1


jangan lupa vote dan komen. like nya donk.


follow @alfaazahra\_2373**


__ADS_2