
Alisia berjalan masuk ke rumahnya, baru saja gadis itu sampai didepan itu ia lansung di panggil oleh kakaknya.
"Alisia." panggil Irfan.
"Ya kak." jawab Alisia, lalu dia berjalan menuju kakaknya.
"Ada apa?" tanya Alisia setelah duduk di kursi samping Irfan.
"Dari mana kamu?" tanya Irfan.
"Ya dari sekolah la kak, dari mana lagi. Gajelas banget pertanyaan kakak tu, tadi ditelpon kan aku bilang aku lagi sekolah." jawab Alisia mulai kesal.
"Sekolahnya main-main sama cowok, keliaran entah kemana. Materi pelajaran yang diajarin berbohong." ucap Irfan dengan tatapan tajam.
"Apa sih yang kakak bilang, gak jelas." ucap Alisia, lalu dia hendak melangkah pergi menjauh dari Irfan.
"Mau kemana kamu, kakak belum selesai bicara." ucap Irfan dengan nada tinggi.
"Apalagi sih kak, kan udah Al bilang Al dari sekolah." jawab Alisia dengan nada kesal.
"Kakak tadi pergi kesekolah kamu, dan cari kamu dikelas. Teman kamu bilang, kamu gak masuk dari pagi." jelas Irfan dengan nada mualai lembut.
Alisia yang mendengar penjelasan Irfan lansung terdiam, ia tak berani lagi bicara. Ternyata kakaknya tau dia berbohong, Habislah dia karena melanggar peraturan dan telah banyak berbohong pada kakaknya.
"Kenapa diam, katanya tadi sekolah." tanya Irfan dengan wajah datar.
"Kamu tahu kesalahan kamu?" Irfan bertanya dengan nada dingin.
"Tau.'' jawab Alisia dengan suara kecil.
"Pergi kemana kamu tadi?" tanya Irfan.
"Sirquit." jawab Alisia singakat.
Alisia menjawabnya dengan jujur, karena bagaimanapun ia menutupi kebohongan yang dia lakukan Irfan akan tau. Tak mudah bagi Alisia untuk membodohi laki-laki pintar ini.
"Sirquit, ngaapin?" ucap Irfan kaget.
"Balapan lah." jawab Alisia dengan nada tak acuh.
__ADS_1
"Kakak bingung ya sama kamu Al, berapa banyak kesalahan yang kamu lakuin udah gak kehitung lagi. Kelakuan kamu gak mencerminkan anak perempuan." ucap Irfan tak habis pikir.
"Gak mencerminkan anak perempuan yaudah." jawab Alisia mulai berani.
"Alisia, siapa yang ngajarin kamu gak sopan kaya gitu." ucap Irfan dengan nada tinggi.
"Gaada yang ngajarin, belajar sendiri." jawab Alisia.
"Heran kakak sama kamu, kamu udah berubah. Mana Alisia yang dulu." tanya Irfan dengan nada sedikit rendah.
"Alisia yang dulu udah lama mati, sekarang Alisia yang baru." jawab Alisia dengan senyum kecut.
"Kamu kenapa Al?" tanya Irfan, lalu dia berjalan mendekat kearah Alisia.
"Gak kenapa-napa, aku cuman pengen nikmatin hidup dan ngelakuin hal yang belum pernah aku lakuin." ujar Alisia lalu menatap mata kakaknya.
"Kamu tahu kamu salah kan." ucap Irfan akhirnya.
"Iya tau." jawab Alisia datar.
"Kamu dihukum." ujar Irfan.
"Mobil kamu kakak sita, mulai sekarang kamu pergi sekolah diantar sama supir. Dan kamu gak boleh keluar rumah tanpa izin dari kakak."
jelas Irfan yang membuat mata Alisia terbelalak.
"Gak bisa gitu donk kak, itu kan mobilnya hadian dari papa." protes Alisia.
"Kamu pilih dihukum atau pilih kakak bilang semua kelakuan kamu ke mama sama papa." ucap Irfan.
''Ba*g*at, pilihan macam apa itu." gumam Alisia.
''Terserah kamu mau pilih yang mana." ujar Irfan.
"Dihukum." jawab Alisia.
Sebelum pergi ke kamarnya Alisia sempatkan untuk bertanya tentang mama papanya, walaupun dia sangat marah dan kesal saat ini.
"Mama sama papa mana, katanya pulang." tanya Alisia dengan nada tak bersahabat.
__ADS_1
"Tadi pulang sebentar, setelah itu mama sama papa pergi ke kantor untuk mencek kondisinya." jawab Irfan tanpa melihat ke Alisia, dia sekarang telah terfokus ke handponnya.
"Oooh, lagi cek kondisi anak keduanya. Anak kandungnya aja gak pernah dicek tuh kondisinya." gumam Alisia sambil berjalan.
Lalu Alisia berjalan menuju kamarnya, dan kemudian gadis itu membanting pintu kamar dengan keras. Bersyukurlah karena mama sama papanya tidak ada dirumah, orang tuanya waktu sampai ke Indo tadi hanya pulang kerumah sebentar. Kemudian mereka pergi ke perusahaan untuk mencek kondisi kantor yang ditinggal beberapa hari selama perjalanan bisnis.
Jika mama dan papanya tau kesalahan yang dia lakukan, hukumannya akan lebih parah dari ini. Terlebih lagi Alisia tak mau membuat mamanya menangis.
Irfan yang mendengar ucapan yang Alisia lontarkan cuman bisa terdiam, memang benar apa yang Alisia katakan. semenjak 2 tahun yang lalu mama papa mereka selalu sibuk, sibuk karena perusahaan mereka makin banyak cabang dan sudah menembus pasar Internasional.
Mama papa mereka tak lagi punya waktu untuk anaknya, terlebih Alisia yang masih berusia 15 tahun. Dan baru menduduki bangku kelas X beberapa minggu yang lalu.
Alisia terkadang suka sedih akan kesibukan orangtuanya, gadis itu ingin menceritakan kejadian yang dia alami setiap harinya. Jangankan untuk bercerita, untuk bertemu saja susah mama papanya sering keluar kota dan keluar negeri.
Mungkin ketika Alisia sudah harus pergi ketempat yang jauh, dan tak akan pernah bisa pulang barulah orangtuanya akan menagisinya. Tapi jika saat itu tiba, tangisan hanyalah tinggal air mata. Kenangan hanyalah tinggal ingatan. Dan yang terjadi pada akhirnya adalah penyesalan, maka semuanya sudah terlambat. Waktu tak lagi bisa diputar ke awal, untuk memperbaiki segalanya.
Kerena semuanya telah ditentukan oleh yang maha kuasa, jika sang maha kuasa sudah bertindak maka mahkluknya hanya bisa menerima apa yang telah ditentukan.
Mungkin saja takdir bisa berubah, tak ada yang tau akan rencana semesta. Yang harusnya pergi bisa saja bertahan, tapi tentunya harus ada pengorbanan.
Begitulah Alisia, jika takdir menginginkan dia pergi ke tempat yang jauh tapi semesta masih sayang padanya dan ingin membiarkan dia tetap tinggal maka Alisia tak akan jadi pergi.
Tapi untuk membatalkan rencana takdir tentulah harus ada yang mau berkorban, siapa yang mau berkorban untuk orang yang harusnya pergi tapi malah harus dia yang menggantikan posisi orang itu untuk pergi ketempat yang jauh jika masih menginginkan orang tersebut tetap tinggal. Tepatnya adalah bertukar takdir.
Jawabannya adalah, hanya semesta yang tau ada atau tidaknya orang yang mau berkorban demi orang lain sampai harus bertukar takdir.
Mungkin saja ada, tapi tak banyak. Biasanya orang yang rela menukar takdirnya demi kebahagiaan orang yang lain adalah karena **Cinta.
***
Hai beb, aku UP nih. Oh ya aku bakalan UP loh setiap hari jam 20.15 wib....
Jadi jangan lupa fav kan cerita ini, like nya dong. jangan dianggurin tembol jempolnya Ok. Sama komen jangan lupa.
Gays apa yang kalian suka dari cerita ini?
jawab di komen donk gays, nanti komennya akan aku balas.
follow @alfaazzahra\_2373**
__ADS_1