
Setelah diantar pulang oleh Doni tadi, sampai di kamar nya Alisia sama sekali tidak bisa tidur.
"Setelah 1 tahun lebih pindah ke London dan sekarang dia balik lagi, gue jadi bingung sama perasaan gue sendiri." gumam Alisia.
"Jujur tempat kak Doni di hati gue itu masih ada, tapi kenapa gue ragu sama dia. Apa karena gue udah jatuh cinta sama orang lain, tapi siapa." gumam Alisia lagi.
Beberapa menit kemudian akhirnya Alisia bisa tidur, paginya dia bangun dengan tak bersemangat.
"Pagi ma, pa, pagi kak." sapa Alisia.
"Gimana semalam Al, Jimi nya menang?" tanya Alex.
"Dia kalah pa." jawab Alisia.
"Biasanya kalau balapan Jimi itu selalu menang apa kalah dari yang kamu tau." tanya Alex.
"Al, kamu semalam pergi ke tempat balapan." tanya Irfan.
"Jimi kalau balapan dia selalu menang pa, kecuali balapan nya sama Alisia maka dia akan mengalah dan membiarkan Alisia yang menang. Tapi semalam lawannya itu cukup berat pa, dan lawannya itu hebat banget." jelas Alisia.
''Jimi jauh ya tertinggal di belakang sama lawannya." tanya Alex begitu semangat.
"Nggak pa, cuman tipis kok kalah nya." jawab Alisia.
"Al, kamu belum jawab pertanyaan kakak." ujar Irfan.
"Iya semalam Al pergi ke sirquit, dan Al pun udah sering balapan." jawab Alisia malas.
"Papa kok biarin aja sih adek keluar malam dan balapan." tanya Ifran.
"Adek kamu udah besar Fan, udah biarin aja dia menikmati masa SMA nya. Emangnya kamu mau dia lari tengah malam sampai loncat dari balkon karena gak di kasih izin, mending dia udah minta izin sama kita." jelas Alex.
"Terserah deh." jawab Irfan.
"Emang nya semalam siapa lawan nya Jimi Al, papa pengen kenalan donk sama teman kamu itu." ujar Alex.
"Dari yang papa tau selama ini teman Alisia yang paling jago balapan siapa?" tanya Alisia.
"Setau papa teman kamu yang paling jago balapan itu Doni, tapi gak mungkin dialah Al. Doni kan udah pindah ke London." ujar Alex.
"Memang kak Doni yang jadi lawan Jimi pa, Al aja kaget semalam waktu liat dia." ucap Alisia.
"Kamu serius Al Doni balik ke indo, kapan dia baliknya?" tanya Alex.
"Gatau pa dia gak cerita, dan hari ini dia balik lagi ke London." jawab Alisia.
"Terus hubungan kamu sama dia gimana sayang." tanya Anggi yang tiba-tiba buka suara.
"Yah baik-baik aja." jawab Alisia.
"Bukannya kalian pacaran?" tanya Anggi.
"Al gak pernah pacaran ma, Al sama kak Doni cuman temenan." ucap Alisia.
"Kalau sama Jimi gimana?" pancing Alex.
"Cuman temenan juga." jawab Alisia.
"Kayaknya kamu gak laku deh dek." sindir Irfan.
"Siapa bilang, udah tiga cowok tau yang nembak aku. Emangnya kakak udah tua tapi gak punya pacar, udah gitu belum nikah juga lagi. Ingat umur kak, keduluan sama aku nanti nikahnya." sindir Alisia.
"Uhuk-uhuk, jaga omongan kamu dek. Nanti kalau terkabul gimana." ucap Irfan yang tersedak.
"Bagus donk." jawab Alisia.
"Kamu beneran mau langkahin kakak untuk nikah duluan?" tanya Irfan.
"Takdir manusia gak ada yang tau." ujar Alisia.
"Kalau memang udah tiga cowok yang nembak kamu, kenapa gak kamu terima salah satu dari mereka. Memangnya siapa sih cowok yang nembak kamu itu." goda Alex.
"Ih papa kepo, Al malas aja pacaran." gumam Alisia.
"Yakin cuman malas, atau ada hal lain yang kamu sembunyikan." pancing Alex.
Seketika Alisia terdiam, tidak mungkin kan dia cerita soal penyakitnya. Dalam hatinya Alisia merasa bersalah karena telah berbohong ke pada keluarga nya.
"Emang nya siapa dek tiga cowok itu, jangan-jangan mereka cuman khayalan kamu lagi." ledek Irfan.
"Enak aja khayalan, mereka itu nyata tau." omel Alisia.
__ADS_1
"Sebutin donk namanya?" pinta Anggi.
Karena kesal dari tadi di goda terus oleh mama, papa, dan kakanya. Akhirnya Alisia pun membocorkan nya.
"Kak Doni, Jimi, sama Ikbal." jawab Alisia.
"Yaampun sayang, tiga cowok itu udah nembak kamu tapi kenapa ditolak." ucap Alex.
"Alisia berangkat dulu ya pa, ma, kak." pamit Alisia.
Jika dia masih berlama-lama di meja makan itu, maka akan semakin banyak rahasia nya yang akan terbongkar.
"Menurut papa kenapa Al menolak tiga cowok itu, padahal kan Doni sama Ikbal itu tampan, baik, perhatian, dan dari keluarga terpandang. Entah kalau Jimi, soalnya mama belum pernah ketemu." tanya Anggi.
"Irfan juga bingung ma, entah kenapa Irfan rasa Al nyembunyiin sesuatu dari kita." sambung Irfan.
"Mungkin Al udah punya cowok yang dia sukai, apapun alasannya kita harus tetap dukung Al." jawab Alex bijak.
Alisia menancap gas mobil nya, dia benar-benar bingung saat ini. Sampai di sekolah dia memarkirkan mobilnya, tiba-tiba dia teringat dengan Jimi.
"Bagaimana bisa gue lupain Jimi, jelas-jelas semalam gue pergi buat dukung dia. Tapi gue malah pulang dan pelukan sama kak Doni depan dia, pasti dia marah sama gue. Gue kenapa jadi sebodoh ini sih." gumam Alisia di sepanjang perjalanan.
"Mending nanti waktu istirahat gue cari dia deh, gue ceritain ke dia kalau Doni itu bukan siapa-siapa gue." gumam Alisia.
Sampai di kelas nya Alisia lansung duduk dan membaringkan kepalanya diatas meja, dia sungguh benar-benar bingung dengan perasaan nya saat ini. Memang dia masih menyukai Doni, akan tetapi dia merasa ragu dengan perasaannya ke Doni.
"Lo kenapa Al?" tanya Chaca yang baru datang.
"Gue lagi bingung, pusing banget nih gue." ucap Alisia.
"Lo sakit?" tanya Ikbal yang juga baru datang.
''Nggak ****, gue sehat kok. Cuman gue lagi bingung sama diri gue sendiri." gumam Alisia.
"Bingung kenapa lo, gak biasanya lo kayak gini." ujar Chaca.
"Lo tau gak gue ketemu siapa?" tanya Alisia.
"Mana kita tau lo ketemu siapa Al, emang nya lo ketemu sama siapa sih sampai galau dan kayak orang gila." tanya Chaca.
"Gue ketemu kak Doni." jawab Alisia pelan.
"Emang nya gue keliatan becanda apa, yah seirus lah. Kalau gak ketemu dia ngapain juga coba gue pusing kayak orang gila." ucap Alisia kesal.
"Lo masih suka sama Doni?" tanya Ikbal serius.
"Gue gak tau, gue bingung sama perasaan gue sendiri. Memang dihati gue masih ada dia, tapi gue ragu apa gue masih cinta atau nggak." ucap Alisia.
"Itu tandanya hati lo udah terbagi dua." ucap Chaca.
"Terbagi dua gimana, emang nya gue suka sama siapa sampai hati gue terbagi dua." bingung Alisia.
"Itu lo sendiri yang tau Al tentang perasaan lo gimana, mungkin lo udah jatuh cinta sama orang lain dan lo gak sadar. Kalau lo gak jatuh cinta sama orang lain gak mungkin lo ngerasa ragu sama kak Doni, secara kan lo suka sama kak Doni tapi masak iya lo ragu sama perasaan lo ke dia." jelas Chaca.
"Tapi gue jatuh cinta sama siapa ogeb." ucap Alisia.
"Ya gue gak tau, sekarang rasa lo itu ke orang tersebut masih abu-abu belum jelas. Perlahan nanti rasa itu akan jelas dengan sendirinya, dan hati lo seutuhnya akan mencintai orang itu bukan mencintai kak Doni lagi. Kalau kak Doni bisa ngeyakinin perasaan lo mungkin rasa cinta lo ke orang itu bisa lo lupain, karena lo sendiri aja belum tau lo sedang malai jatuh cinta sama siapa. Tapi kalau kak Doni gagal buat ngeyakinin lo dan dia datangnya terlambat, maka bisa dipastiin posisi kak Doni udah digantiin sama orang lain di hati lo Al." jelas Chaca panjang lebar.
Alisia mengedarkan semua ucapan Chaca, dia merasa yang Chaca ucapkan benar adanya.
"Memang nya sekarang kak Doni lagi dimana?" tanya Chaca.
"Dia udah balik lagi ke London, dan gak tau kapan lagi bakalan pulang." jawab Alisia.
"Kalau kak Doni ngilang lagi, maka kesempatan orang itu untuk membuat lo jatuh cinta semakin besar. Gue yakin pas kak Doni balik kesini lo udah lupain dia, dan lo udah sepenuhnya jatuh cinta sama orang itu." ucap Chaca.
"Lo sejak kapan hebat banget jadi pakar cinta?" tanya Ikbal.
"Iya yah Cha, kenapa gue tentang cinta segoblok ini sih." gumam Alisia.
"Ini karunia dari tuhan." ucap Chaca bangga.
Kring~
Bel masuk pun berbunyi
Alisia mengikuti semua pelajaran, sampai beberapa jam kemudian Bel keluar main pun berbunyi.
Kring~•••
Semua siswa siswi berhamburan keluar kelas menuju kantin.
__ADS_1
"Lo kantin gak Al?" Tanya Ikbal.
"Nggak, gue ada urusan. Kalian pergi aja." suruh Alisia.
Alisia berjalan menuju Rooftop untuk menemui Jimi, tapi di koridor dia bertemu dengan Rey.
"Kamu gak kekantin?" tanya Rey.
"Sejak kapan balok es peduli sama gue, sampai ke gak kekantin pun ditanyain." ucap Alisia dalam hati dengan bingung.
"Nggak pak, saya ada urusan." jawab Alisia.
"Kamu nanti bisa datang ke rumah saya?" tanya Rey.
"Ngapain pak?" tanya Alisia.
"Bik Meli nyuruh kamu datang ke rumah, kamu bisa kan." ucap Rey penuh harap.
"Iya pak, saya bisa. Nanti saya datang." jawab Alisia dengan tersenyum.
"Kalau gitu saya duluan." pamit Rey.
"Tumben balok es ngajak gue kerumah nya." gumam Alisia, tapi dalam hatinya dia sangat senang.
Sampai di Rooftop Alisia lansung menemui Jimi, untung nya Jimi ada di situ.
"Jim, gue pengen ngomong sesuatu sama lo." ucap Alisia.
"Ngomong aja Al." suruh Jimi sambil menyesap rokonya.
"Soal semalam gue minta maaf, lo pasti bingung kan waktu liat gue pelukan sama lawan lo." ucap Alisia.
"Gapapa kok Al, lo gak usah minta maaf lo gak salah. Kalau gue boleh tau dia siapa nya lo." ucap Jimi.
"Dia itu teman gue waktu SMP, lebih tepatnya dia itu kakak kelas gue. Dan waktu dia lulus dia itu pindah ke luar negeri dan ngilang tanpa kabar, 1 tahun lebih gue nunggu kabar dari dia tapi gue gak dapat kabar sama sekali." jelas Alisia.
Jimi mendengar kan semua nya dengan seksama, tanpa ingin tertinggal satu informasi pun.
"Terus semalam adalah pertama kalinya gue bertemu sama dia setelah 1 tahun lebih gak ketemu, jadi sorry gue rindu banget sama dia." ucap Alisia lagi.
"Lo suka sama dia?" tanya Jimi.
"Gue gak tau Jim, gue bingung sama perasaan gue sendiri." ucap Alisia.
"Apa sebelum nya lo pernah suka sama dia?" tanya Jimi.
Alisia mengangguk membenarkan.
"Apa karena dia lo nolak gue?" tanya Jimi.
"Bukan, gue nolak lo bukan karena gue suka sama dia Jim." ujar Alisia.
"Terus karena apa lo nolak gue Al?" tanya Jimi.
"Itu gue gak bisa kasih tau lo apa alasannya, suatu saat lo juga akan tau kalau gue udah pergi mungkin." jawab Alisia.
"Lagi-lagi lo bilang kayak gitu, lo mau pergi kemana sih Al. Apa karena lo gak cinta sama gue?" tanya Jimi.
"Gue jujur gue emang gak cinta sama lo Jim, tapi cinta bisa datang seiring waktu." ucap Alsia.
"Terus kalau gitu kenapa lo nolak gue." tanya Jimi.
"Lo ga perlu tau alasannya, kalau gue kasih tau pun lo gak akan pernah ngerti." ucap Alisia.
"Gimana gue bisa ngerri Al, lo aja gak mau kasih tau alasannya kenapa." ujar Jimi.
"Intinya gue minta maaf sama lo Jim." ucap Alisia lalu dia pergi meninggalkan Rooftop.
Jimi melihat kepergian Alisia dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Seberapa banyak sih Al rahasia lo yang gue gak tau, kenapa coba lo harus nyembunyiin rahasia lo dari gue." ucap Jimi.
************
**Kayaknya Alisia udah mulai jatuh cinta tuh sama seseorang, tapi siapa ya?
Apakah Jimi atau mungkin Rey.
Aduh si Doni malah pergi lagi ke luar negeri, kayaknya Alisia keburu diambil orang nanti nih. Kira-kira apa ya yang Jimi bakalan lakuin kalau dia tau tentang sakit yang Alisia derita?
follow @alfaazzahra\_2373**
__ADS_1