
Alisia masih tertidur dengan pulas dikamar milik Jimi, padahal hari sudah mennunjukkan pukul 10 malam. Dan sebentar lagi hari akan jam 11 malam, itu tandanya 1 jam lebih Alisia akan genap usianya 17 tahun malam ini.
Diruang tamu rumah Jimi, Lidya dan Jimi sedang berbicara duruang tamu mengenai Alisia.
"Mana Alisia?'' tanya Lidya yang tak melihat keberadaan gadis cantik itu saat dia baru saja pulang dari moll.
"Mama kenapa baru pulang jam segini sih, mama udah pergi dari tadi sore loh." Jimi balik bertanya ke mamanya itu.
"Mama pusing cari kado buat Alisia, oh ya ini mama belikan gaun buat dia pakai diacara ulangtahun nya nanti." ucap Lidya sambil menyodorkan paper bag berwarna biru muda ke tangan Jimi.
"Kalau nanti dia curiga sama gaun ini gimana, terus dia tau soal kejutan ulangtahun nya." tanya Jimi.
"Kamu bilang aja mama membelikan ini untuknya agar dia mengganti seragam nya itu, dan bilang juga kalau dia tidak mungkin dalam keadaan masih pakai seragam." ucap Lidya.
"Yaudah, kalau gitu Jimi kratas dulu bangunin dia." ucap Jimi yang sudah berdiri.
"Dia tidur dikamar kamu?" tanya Lidya kaget.
"Iya, memang nya kenapa ma?" tanya Jimi heran dengan ekspresi mamanya itu.
"Tidak, bagaimana kalau dia melihat foto itu." ucap Lidya.
"Ya biarkan saja kalau dia melihatnya." jawab Jimi tak peduli.
"Bagaimana kalau dia salah paham?" tanya Lidya.
"Dia tidak akan salah paham ma, lagian dia juga sudah punya seseorang dihatinya." ucap Jimi dalam hati.
"Dia tidak akan salah paham." jawab Jimi
"Yasudahlah kalau begitu, nanti kalau Alisia sudah selesai berganti pakaiannya kamu suruh dia kekamar mama ya." ucap Lidya.
"Untuk apa?" tanya Jimi.
"Sudah sana kamu cepat pergi, gak usah banyak tanya." suruh Lidya pada Jimi.
Jimi segera melangkahkan kakinya menuju kamarnya yang berada dilantai atas, lalu dia segera membangunkan Alisia.
"Al, ayo bangun. Gue antar lo pulang." ucap Jimi.
Alisia pun menggeliat dan dia mengerjapkan matanya, lalu perlahan mata indah itupun terbuka dengan sempurna.
"Sekarang jam berapa?" tanya Alisia dengan nada khas orang bangun tidur.
"Ini sudah jam 11.15!" jawab Jimi santai.
"Apa, sudah jam segini lo baru bangunin gue." teriak Alisia.
"Gak usah teriak juga kali, sana ganti pakaian kamu dulu." suruh Jimi sambil memberikan sebuah paper bag pada Alisia.
"Kenapa gue harus ganti baju?" tanya Alisia bingung.
"Lo emang nya bau pulang pakai seragam yang udah bau apek kaya gitu, udah sana cepat ganti." suruh Jimi setengah memaksa.
"Berisik lo." kesak Alisia yang berjalan menuju kamar mandi Jimi.
__ADS_1
Didalam kamar mandi....
Alisia bingung melihat sebuah dress diatas lutut berwarna buru muda yang begitu indah, dress itu sedikit terbuka dibagin dadanya. Dan dress itu memiliki lengan yang berada dibawah sehingga bahu Alisia saat memakainya akan terlihat. Selain itu dress tersebut pada bagian atasnya dilapisi manik-manik yang berkilau saat ditimpa cahaya, modelnya yang simpel membuat pemakainya akan terlihat anggun.
"Kenapa Jimi nyuruh gue pakai dress ini." bingung Alisia yang masih melihat dress tersebut.
"Al, lo udah selesai belum. Ganti baju aja lo lama banget, kalau lo gak keluar gue masuk nih." ancam Jimi setengah berteriak dari luar kamar mandi.
"Ini gue udah hampir selesai, jangan coba-coba untuk masuk lo ya. Awas aja kalau lo sampai masuk kesini." ucap Alisia yang berganti pakaian dengan cepat.
Dia lalu memasukkan seragamnya tadi kedalam paperbag tempat dress yang ia kenakan.
Alisia membuka pintu kamar mandi lalu segera berjalan keluar, Jimi menatapnya tak berkedip. Alisia terlihat semakin cantik dengan dress tersebut, dress itu terlihat pas ditubuh mungilnya. Warna biru muda dari dress itu terlihat menyatu dengan kulit yang berwarna putih bersih, ditambah dia terlihat anggun dengan rambut panjang bergelombang nya yang tergerai dengan indah.
"Ngapain lo ngelian gue kaya gitu." ucap Alisia pada Jimi.
"Gak, lo terlihat cantik aja malam ini." jawab Jimi jujur.
"Ohh, gue emang udah cantik dari dulu kali. Baru sadar lo, oh ya kenapa lo ngasih gue gaun ini." tanya Alisia dengan heran.
"Baru dipuji gitu aja udah bangga lo, cantikan juga Dia." ucap Jimi sambil melirik ke arah foto yang ada dimeja belajar nya.
"Dia siapa?" tanya Alisia.
"Bukan siapa-siapa." jawab Jimi dengan raut wajah sedih.
"Ohh, lo belum jawab pertanyaan gue. Kenapa gue disuruh pakai gaun ini." ucap Alisia mengulang pertanyaan nya.
"Itu mama yang beliin tadi, gak tau juga gue buat apa." bohong Jimi.
"Yaudah sekarang lo antar gue pulang." pinta Alisia.
"Ngapain?" tanya Alisia.
"Mana gue tau, udah sana buruan kebawah. Mama pasti udah nungguin lo." suruh Jimi.
"Terus lo sendiri." tanya Alisia.
"Gue mau disini dulu sebentar." ucap Jimi sambil mendudukkan dirinya di kursi meja belajar.
"Yaudah kalau gitu, nanti gue panggil lo lansung turun ya." ucap Alisia.
Jimi menganggukan kepalanya tanda mengerti, Alisia segera berjalan keluar dari kamar Jimi menuju kamar Lidya yang berada dilantai bawah. Alisia kemudian mengetuk pintu kamar tersebut.
"Masuk, gak dikunci kok." ucap Lidya dari dalam.
Ceklek, pintu kamar pun terbuka. Alisia melihat Lidya yang sedang duduk ditepi ranjang sambil memainkan handpone nya.
"Hai tante." sapa Alisia.
"Eh, kamu sayang." ucap Lidya sambil melihat kearah Alisia.
"Ayo sini, kamu cantik sekali pakai gaun itu." ucap Lidya.
Alisia pun berjalan mendekat kearah Lidya, lalu dia duduk disamping Lidya yang tersenyum kearahnya.
__ADS_1
"Tante makeup pin kamu dikit ya, biar tambah cantik." ucap Lidya.
Alisia pun hanya menurut walaupun dia sendiri juga bingung, Lidya memoleskan bedak tipis pada wajah cantik Alisia. Tak lupa dia juga memberikan sedikit lipstik berwarna pink pada bibir mungil gadis itu.
"Nah udah selesai, kamu cantiknya udah alami. Jadi pakai sedikit make up tipis aja aura kecantikannya sudah keluar." ucap Lidya memperhatikan wajah Alisia.
"Masa sih tante." ucap Alisia sambil tersenyum malu.
"Coba deh kamu lihat diri kamu didepan cermin." suruh Lidya.
Alisia pun melihat pantullan dirinya didepan sebuah cermin besar, dan benar saja adanya apa yang diucapkan Lidya. Dia terlihat seperti putri dongeng.
"Nah, sekarang tinggal tambah jepitan." ucap Lidya memasang jepit rambut berwarna gold dengan bentuk kupu-kupu pada rambut Alisia.
"Sempurna." ucap Lidya senang.
Tok-tok-tok
Dari luar terdengar suara orang mengetuk pintu.
"Al, lo udah selesai belum?" panggil Jimi dari luar pintu kamar.
"Tuh, Jimi udah panggil kamu. Ayok kita keluar." ajak Lidya sambil mengandeng tangan Alisia berjalan menuju pintu.
"Lama banget sih." ucap Jimi sedikit kesal.
"Sabar kenapa sih, nih liat bidadari depan kamu." ucap Lidya.
"Bidadari apa sih?" ucap Jimi yang lalu menoleh kearah mamanya itu.
Lagi-lagi Jimi tertegun melihat Alisia yang tambah terlihat semakin cantik.
"Csntikkan Jim." ucap Lidya menyadarkan Jimi dari lamunannya.
"Iya cantik." jawab Jimi.
"Yaudah yuk gue antar lo pulang." ucap Jimi sambil berjalan pergi.
"Tante, Al pulang dulu ya. Makasih buat semuanya, walaupun Alisia bingung kenapa tante dandani Alisia." ucap Alisia sambil tersenyum.
"Iya sayang sama-sama." ucap Lidya.
Alisia pun berjalan keluar dari rumah itu diantar oleh Lidya sampai depan pintu.
"Nantu kamu main lagi kesini ya." pesan Lidya.
"Iya tante." jawab Alisia lalu segera memasukj mobil Jimi.
Mobil itu pun melaju dengan kecepatan sedang dijalanan kota Jakarta yang tidak terlalu ramai.
##########
Hay readers semua nya, kebayang gak kalian sama kecantikan Alisia?
Author mau tanya donk, kalian membayangkan visual Alisia, Rey, dan Jimi itu seperti apa?
__ADS_1
Kalau gak ada yang jawab di komen, chepter selanjutnya author gak jadi UP.
Jangan lupa like nya....