
Dua minggu lagi adalah hari ulang tahunnya Alisia, dan menjelang hari ulang tahun nya itupun dia tetap menjauh dari Rey. Entah sampai kapan dia akan menjauh dari Rey.
Saat ini dia sedang ada di kantin bersama ketiga sahabatnya, siapa lagi kalau bukan Jimi, Ikbal, dan simanis Chaca tentunya.
"Al, dua minggu lagi kan ulangtahun lo, lo mau kado apa dari gue?" tanya Ikbal.
"Emangnya ulangtahun lo bentar lagi ya?" tanya Jimi yang memang tak tahu tanggal dan bulan kelahiran Alisia.
"Emang nya lo gak tau tanggal kelahiran gue?" tanya Alisia pada Jimi.
Jimi pun menggeleng kan kepalanya.
"Ah payah lo kak." ucap Chaca.
"Gue sih di kasih kado apa aja diterima, gak dikasih kado juga gakpapa. Asal kalian jangan kasih hati kalian aja buat gue." ucap Alisia bercanda.
"Iyadeh yang anak orang kaya, siapa juga yang mau kasih hati buat lo. Udah kapok gue ditolak sama lo Al." ucap Ikbal dengan nada pura-pura sedih.
"Uh kacian yang ditolak sama bidadari." canda Chaca.
Lalu tawa mereka berempat pun pecah, Alisia sendiri tidak memberi tahu tentang ulangtahunnya yang akan datang dua minggu lagi pada Rey. Dia sengaja merahasiakan nya agar Rey dan Irfan tidak bertemu.
"Oh iya Al, pak Rey gak lo kasih tau soal ulangtahun lo." ucap Chaca.
"Gak lah, yang ada bisa runyam kalau gue kasih tau dia. Gue gak mau dia tau kalau gue adik musuh nya dia." ucap Alisia.
"Cepat atau lambat dia bakalan tau Al." ucap Ikbal.
"Iya sih, tapi setidaknya sekarang gue masih bisa dekat dengannya." ucap Alisia.
"Perasaan selama ini lo masih menjauh deh dari pak Rey, kapan lo bakalan berhenti menjauh dari dia." ucap Chaca.
"Belum tau gue, mungkin nanti." ucap Alisia.
"Ya nantinya itu kapan?" tanya Chaca yang gemas melihat Alisia yang tetap bisa santai.
"Mana tau gue, udah do'ain aja semoga bisa cepat." ucap Alisia santai.
"Terserah lo aja deh." ucap Chaca akhirnya.
Dua minggu kemudian...
Malam nanti adalah hari ulangtahun Alisia,
__ADS_1
dan tentu saja hal itu pasti dirayakan. Dikarenakan ini adalah ulang tahunnya yang ke 17 tahun, atau biasa dikenal dengan istilah sweet 17. Tapi dia malah diajak oleh Jimi untuk berkunjung kerumahnya menemui tante Lidya sehabis pulang sekolah, dan Alisia tidak menolaknya.
Saat ini Alisia sudah berada didepan rumah Jimi, rumah yang sudah tidak asing lagi baginya. Karena dia pernah ikut mamanya dulu kesini untuk arisan.
"Ayo masuk!" ajak Jimi.
Alisia pun berjalan mengekori Jimi dari belakang.
"Ma, Jimi pulang." teriak Jimi.
Tak lama terlihat seorang perempuan paruh baya yang masih terlihat cantik berjalan menghampiri mereka.
"Kamu kalau pulang selalu saja teriak seperti itu." omel Lidya pada Jimi.
"Mama coba liat aku bawa siapa." ucap Jimi yang lalu bergeser agar Alisia yang berdiri dibelakang nya dapat dilihat oleh mamanya.
"Alisia." teriak Lidya heboh.
"Hai tante." sapa Alisia sedikit canggung.
"Gak usah teriak juga kali ma, meledak nih rasanya kuping Jimi." ucap Jimi.
Lidya yang begitu senang melihat kehadiran Alisia di rumahnya tak memperdulikan ucapan Jimi.
"Belum tante." jawab Alisia sambil tersenyum.
"Yasudah, kalau gitu kita makan dulu yuk. Jimi kamu ganti seragam kamu dulu sana." ucap Lidya tanpa menoleh ke Jimi.
"Nanti aja deh ma, Jimi juga mau makan." ucap Jimi tak menghiraukan perintah mamanya.
"Kamu gak boleh makan kalau gak ganti baju." ucap Lidya.
"Mama kok gitu sih, yauda deh Jimi ganti dulu ke atas." ucap Jimi mengalah.
Kini mereka bertiga sedang menikmati makan siang bersama, tak ada yang bicara selama acara makan tersebut.
"Oh iya Al, kamu main disini sampai malam ya. Nanti biar Jimi yang antar kamu pulang." ucap Lidya.
"Tapi tante.. " belum sempat Alisia melanjutkan ucapannya tapi sudah dipotong lebih dulu oleh Lidya.
"Tante udah minta izin kok sama mama kamu, dan mama kamu mengizinkannya." ucap Lidya.
Alisia terdiam, lalu dia sejenak berpikir. Kalau dia disini sampai nanti malam, lalu bagaimana dengan pesta ulangtahun nya. Dan mamanya kenapa coba pakai acara menizinkannya segala, apa mama nya itu lupa dengan hari kelahiran anaknya itu. Alisia ingin menolaknya, tapi dia tidak tega waktu melihat wajah Lidya yang begitu berharap agar dirinya setuju.
__ADS_1
Alisia menarik nafasnya pelan lalu menghembuskan nya.
"Yasudah tante, tapi sebelum tengah malam ya." ucap Alisia.
"Ok sayang." jawab Lidya sambil tersenyum penuh arti.
Lidya dan Jimi saling berpandangan, lalu ibu dan anak itu saling tersenyum penuh arti satu sama lain.
Kini Alisia sedang dudu sambil menonton tv, ditemani oleh Jimi. Sedangkan Lidya dia pergi berbelanja ke Moll, Alisia merasa bosan dan dia pun sedikit mengantuk. Padahal jam baru menunjukkan pukul tujuh malam.
"Kalau lo ngantuk tidur aja sana." suruh Jimi.
Alisia sudah bersiap untuk merebahkan tubuhnya di sofa tersebut, tapi Jimi melarangnya.
"Jangan tidur disitu, kalau mau tidur sana ke kamar." suruh Jimi.
"Dimana?" tanya Alisia yang sudah menguap.
"Dilantai atas, pintu kamaf yang bercat putih." ucap Jimi.
Alisia segera melangkahkan kakinya menuju kamar yang Jimi maksud, kakinya perlahan menaiki tangga hingga dia sampai didepan pintu kamar tersebut.
Saat dia membuka pintu kamar tersebut, dilihatnya kamar dengan dinding kamar itu bercat silver dan hitam.
"Sepertinya ini kamar Jimi." ucap Alisia yang lalu berjalan menuju tempat tidur.
Tapi dimeja belajar Jimi ada sesuatu yang menarik perhatian nya, sehingga ia mengurungkan niatnya untuk ke tempat tidur. Alisia menghampiri meja belajar tersebut, dilihatnya foto seorang perempuan yang sedang tersenyum manis. Alisia mengambil foto tersebut dan melihat nya dengan seksama, matanya yang tadi sedikit tertutup akibat kantuk yang menyerang nya seketika terbuka lebar.
Dilihatnya lagi foto itu dengan seksama, siapa tau dia hanya salah lihat. Tapi beberapa kali Alisia mengucek matanya dan menggeleng kan kepalanya agar ia sadar dari rasa kantuknya, karena mungkin saja dia sedang berhalusinasi atau salah lihat. Foto itu tetap saja sama.
"Ini gue gak salah lihat kan, kenapa perempuan ini mirip banget sama gue." ucap Alisia.
"Tapi ini bukan foto gue, gue gak pernah bergaya tomboy kayak gini." ucap Alisia kembali melihat foto itu.
Foto yang dilihat Alisia itu adalah foto seorang perempuan yang begitu mirip dengan nya, tapi bedanya penampilan perempuan itu sangat tomboy.
"Mungkin ini foto kekasih nya Jimi." ucap Alisia yang kembali meletakkan foto itu ketempatnya.
Alisia lalu bsrjalan menuju tempat tidur dan merebahkan tubuhnya disana, perlahan dia pun hanyut dibawa alam mimpinya.
######
Hayoo, kira-kira siapa perempuan yang mirip dengan Alisia itu??? jawab dikomen...
__ADS_1
Jangan lupa like nya....