Rayuan Sang Penggoda

Rayuan Sang Penggoda
Ketulusan yang Tidak Terlihat


__ADS_3

Karina mencoba menghubungi Farrel, tapi sayang sekali nomor lama kakak kelasnya itu sudah tidak aktif lagi.


Memikirkan hal ini, Karina pun berdecak bingung. "Kalau begini caranya, bagaimana aku bisa menemui Farrel," keluhnya.


Selagi Karina bisa mengingat, Farrel sangat jarang menetap di mansion keluarganya. Pemuda itu lebih suka menetap di penthouse-nya ataupun di resort, karena dengan begitu dia bebas membawa wanita sesuka hati.


Namun, untuk mencari di resort mana Farrel berada bukanlah sesuatu yang mudah, sebab resort milik keluarga Pramana sangat banyak, bisa dikatakan keluarga Pramana adalah penguasa bisnis resort dan perhotelan di Surabaya.


Karena tidak mengetahui di mana posisi Farrel secara pasti, Karina iseng melakukan scrolling media sosial, di sana dia menemukan beberapa photo Farrel yang di posting secara diam-diam oleh wanita pengagumnya.


"Ternyata dia di Royal Resort Pramana IV," gumam Karina.


Setelah yakin di mana Farrel berada sekarang, Karina langsung memutuskan untuk menuju ke sana.


Sebelum berangkat ia memberitahu kepada supir pribadinya terlebih dulu “Pak Bagus, jika tuan sudah pulang, katakan saya sedang keluar sebentar.”


Karina berpesan seperti ini untuk berjaga-jaga, siapa tahu Dimas kembali lagi ke rumah tanpa sepengetahuannya. Dia tidak ingin dituduh selingkuh lagi dengan alasan yang tidak jelas.


Karina memutuskan untuk naik angkutan umum. Hanya memerlukan waktu sekitar 15 menit dari rumah, ia pun sampai di sebuah resort yang benar-benar indah, dan memiliki luas hampir berhektar-hektar.


Karina langsung menuju lobby depan, dan menanyakan siapa yang ia cari kepada petugas resepsionis.


“Selamat siang, Mbak. Permisi saya mau bertemu tamu atas nama Farrel Pramana,” ungkap Karina.


Sontak dua wanita cantik yang bertugas menjadi resepsionis ini terkejut, mereka berbisik.


“Kenapa wanita ini ingin menemui Tuan Muda Farrel? Apakah dia adalah kekasihnya?”


“Bisa jadi, wanita ini begitu cantik dan sangat sopan.”


Mereka saling sahut.


Karina hanya tersenyum menunggu, dia tidak tahu apa yang menjadi objek bisik-bisik dua wanita itu.


“Selamat siang kembali, Mbak. Kalau boleh tahu, Mbak mencari Tuan Muda ada keperluan apa ya?” tanya salah satu wanita itu sambil tersenyum.


Hmm!


Karina bingung harus menjawab apa, tapi jika ia tidak menjelaskan, sudah pasti ia tidak akan mendapat akses untuk bertemu Farrel.


“Begini Mbak, saya mencarinya karena ada sesuatu yang penting dan tidak bisa saya jelaskan. Apakah Mbak bisa menghubunginya sebentar saja, bilang yang mencari Farrel adalah Karina Mustika.”


“Ohh begitu, baik Mbak.”


Salah satu wanita itu menghubungi langsung Farrel.

__ADS_1


“Selamat siang Tuan, maaf mengganggu waktu tenang Anda. Di sini ada seseorang yang ingin bertemu dengan Anda, namanya Karina Mustika.”


“...”


Wanita itu terdiam, ia mendengar perintah Farrel.


Ia terus mengangguk dan berkata di telpon, “Baik Tuan, Baik ....”


Setelah memutuskan panggilan dari Farrel.


Salah satu resepsionis itu kembali menelpon ke pusat resort, setelahnya dia tersenyum kepada Karina, “Mbak, mohon tunggu sebentar ya ....”


Karina mengangguk sembari membalas senyum hangat wanita muda itu.


Beberapa menit kemudian, ada 5 pelayan wanita yang menjemput Karina.


“Mbak, nanti mereka yang akan mengantar Mbak untuk menemui Tuan Muda,” jelas resepsionis itu sambil menunduk.


Setelah memastikan Karina dan para pelayan pribadi Farrel itu menuju ke dalam.


Mereka berdua kembali berbisik, “Benar kan yang aku bilang, sepertinya wanita itu adalah kekasih baru Tuan Muda. Buktinya ia mendapatkan pelayanan khusus.”


“Iya, waah aku juga mau menjadi kekasih Tuan Muda Farrel,” jawab temannya sembari menatap ke atas membayangkan wajah tampan Farrel.


Huussh!


Kini Karina sudah berada di sebuah ruangan mewah bergaya Eropa, tapi tatapan wanita malang ini tetap kosong, kemewahan yang ada di depan mata sama sekali menarik baginya.


Akhirnya Karina tiba di tempat Farrel berada, pemuda tampan ini tersenyum menyambut kedatangannya.


Farrel melambaikan tangan kepada lima pelayannya, mengisyaratkan agar mereka segera meninggalkan ruangan.


Farrel mendekati Karina dengan wajah berbinar. “Karin, ada apa mencariku?”


Plaaak!


Karina menampar pipi Farrel dengan sangat kuat. Hal ini menyebabkan lelaki itu terkejut.


“Kenapa kau menamparku, Karin? Apakah aku ada berbuat salah padamu?” tanya Farrel kebingungan.


Mata Karin memerah berkaca-kaca. “Farrel, aku tidak tahu apa maksudmu, tapi aku di sini mau menegaskan satu hal padamu. Jangan pernah ikut campur masalah rumah tanggaku dan Dimas!"


Setelah berkata, wanita ini menundukkan kepala. Dadanya terasa amat sakit dan sesak bila ingat perlakuan Dimas kepadanya.


Farrel mencoba memberikan sentuhan lembut di kepala Karina, tapi wanita ini menepis.

__ADS_1


“Tolong jangan sentuh aku,” air mata Karina mengalir.


“Tapi Karin, aku hanya ingin memberikan pelajaran kepada Dimas. Aku tidak ingin kau disaki- ....”


Ucapan Farrel terpotong.


“Iyaa, aku tahu ... tapi aku mohon kepadamu, jangan ikut campur. Aku tidak ingin Dimas mengira kita memiliki hubungan spesial.”


“Tapi ...” elak Farrel, ia tetap ingin melakukan apa yang harus diperjuangkannya untuk Karina.


Tangan Karina kini memegangi dada, ia menatap mata Farrel dengan tajam dan berkata dengan suara gemetar, “Kau tahu kan, Dimas adalah satu-satunya orang yang sangat aku cintai di dunia ini. Dari dulu aku tidak pernah memiliki cinta sama sekali, bahkan cinta keluarga pun aku tidak punya. Aku tidak pernah tahu siapa ibu kandungku, ayahku meninggal saat aku masih kecil, lalu ibu tiriku pernah ingin menjualku pada lelaki hidung belang. Sebelum akhirnya Dimas datang, dan ia memberi begitu banyak cinta untukku!”


'Walau kenyataannya sekarang dia telah banyak berubah, menjadi lelaki asing yang tidak aku kenal.' Yang terkahir ini hanya Karina utarakan dalam hati.


Mendengar hal tersebut, Farrel menatap dengan binar kesedihan. Matanya pun ikut berkaca-kaca.


‘Hanya saja kau tidak pernah melihat, Karin. Aku mencintaimu jauh lebih besar daripada Dimas sialan itu,’ ucap Farrel dalam hati.


Farrel tersenyum paksa. Ia mengganguk pelan, “Oke, aku memang salah. Maafkan aku Karin, maaf karena telah ikut campur dalam urusan rumah tanggamu dengan Dimas.”


Kekalahan Farrel, lelaki yang bisa dikatakan memiliki rupa nyaris sempurna ini, adalah tidak sanggup melihat Karina menagis.


Apa pun itu, jika Karina sudah berkata maka ia akan menuruti, asalkan bisa melihat Karina tersenyum.


“Aku berjanji tidak akan mencampuri urusan rumah tanggamu lagi, tapi berjanjilah kau akan datang menemuiku jika butuh bantuan. Aku akan selalu ada untukmu, Karina.”


Tatapan mereka saling bertemu, sorot mata Farrel tampak begitu tulus. Namun Karina tidak pernah menyadari hal itu, semua seakan tertutupi oleh image casanova yang dimiliki Farrel.


“Terima kasih atas perhatianmu, Farrel. Aku pamit dulu.” Karina segera meninggalkan ruangan besar tersebut.


Menurut Karina, Farrel hanyalah lelaki yang tidak pernah menggunakan perasaan ketika berhubungan dengan wanita. Yang dia inginkan hanyalah kesenangan.


Wanita cantik ini segera memutuskan untuk pulang.


Sesampainya di rumah, ia terkejut melihat mobil Dimas terparkir di garasi.


“Mas Dimas sudah pulang?” gumam Karina.


Ia berlari kecil, ingin segera bertemu Dimas dan kembali menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi antara dirinya dan Farrel.


Namun, ketika tiba di depan pintu kamar utama, ia melihat sepasang heel berwarna merah, yang seperti sengaja ditinggalkan di luar.


Gleek!


Karina menelan saliva, tubuhnya kembali melemas.

__ADS_1


Apakah ia harus melihat kejadian yang membuat dunianya hancur untuk kedua kali?


Bersambung.


__ADS_2