Rayuan Sang Penggoda

Rayuan Sang Penggoda
Keguguran


__ADS_3

Wajah Dimas begitu panik, keringatnya tidak henti-henti bercucuran keluar setelah melihat Karina tersungkur di bawah.


Dimas melihat banyak darah di area paha sang mantan istri.


Rencana licik karena obsesinya terhadap Karina gagal!


Pada awalnya, Dimas sempat ingin menolong wanita yang merintih kesakitan dan tidak bisa bangkit itu di tepi jalan. Namun, ketika ia ingin membuka pintu mobil dirinya melihat Farrel.


Karena tidak ingin ketahuan, dengan kecepatan maksimal ia menancapkan gas mobil pribadinya itu.


“Sial! Kenapa Farrel harus datang?!” teriaknya.


Sedangkan Farrel begitu terkejut dengan apa yang dialami Karina kini.


“Karin, kau kenapa?” tanya Farrel sangat cemas.


Secara bersamaan dengan kepergian Dimas, Farrel melihat mobil yang sedang melaju kencang di depan resortnya.


“Hey kau! Tunggu, jangan pergi!” teriak Farrel sampai urat lehernya hampir keluar.


Lelaki ini memperhatikan plat mobil mewah milik seseorang yang diyakini hendak mencelakai calon istrinya.


“1000 NO? Bukan kah itu milik ...” gumamnya yang tidak lagi menghiraukan mobil tersebut.


Dengan cepat, Farrel menggendong Karina ke dalam.


Ia meminta anak buahnya yang berjaga di depan gerbang untuk menelpon dokter spesialis keluarga Pramana.


“Aarrgghh!”


Karina hanya bisa mengerang kesakitan, darah semakin banyak keluar dari area sensitif wanita cantik ini.


“Tunggu yaa, Sayang. Bertahanlah sebentar lagi,” ucap Farrel gemetaran, karena ia tidak tega melihat Karina kesakitan seperti ini.

__ADS_1


Tetesan air mata Farrel mendarat di wajah Karina.


‘Ya Tuhan, aku sangat memohon kepadamu. Lindungilah wanita yang sangat kucintai ini, aku mohon dengarkan lah doaku ...’ Farrel membatin.


Tidak perlu menunggu lama, dokter spesialis keluarga Pramana datang bersama beberapa perawat.


Dengan mimik wajah cemas, Farrel bertanya kepada dokter itu, “Dok, apakah kita perlu membawa Karin ke rumah sakit?”


“Tidak perlu Tuan Muda, Nona Karin hanya mengalami kecelakan kecil. Dan ini bisa kami tangani di sini saja.”


Farrel mempersilahkan dokter dan beberapa tenaga medis untuk menangani Karina, sedangkan ia menunggu di luar kamar.


Lelaki ini masih tidak habis pikir, sejak tadi ia mondar-mandir memikirkan plat mobil yang ia lihat.


“Apa motif Dimas menyelakai mantan istrinya sendiri? Ia memang sudah tidak waras! Aku masih belum percaya ternyata Dimas memiliki sikap yang begitu buruk seperti ini!” gumamnya sembari menggeleng-gelengkan kepala pelan.


Farrel menghubungi orang kepercayaannya, “Daniel, tolong selidiki Dimas saat ini berada di mana? Apakah dia baru saja keluar menggunakan mobil berplat 1000 NO?”


Meskipun Farrel telah mengetahui bahwa yang mengendari itu adalah Dimas, tapi ia juga harus mencari bukti nyata.


Berbagai pertanyaan di pikiran Farrel, mengenai sahabatnya yang tega melakukan hal tersebut.


“Apa sebenarnya motif utama Dimas ingin mencelakakan Karin? Ini membuatku benar-benar pusing!”


Farrel tetap berpikir lurus akan Dimas, yang merupakan sahabat dari kecilnya itu.


Namun, tidak disangka seseorang yang ia kenal begitu baik dan peduli, memiliki sisi sangat buruk. Bahkan dengan akal sehat, Dimas ingin mencelakakan wanita yang pernah ia cintai.


Sungguh keterlaluan!


Greek!


Farrel melihat dokter keluar menemuinya.

__ADS_1


Mimik wajah dokter itu seperti sedih.


“Kenapa dok? Apakah ada hal yang tidak baik bagi Karin?” tanya Farrel sembari mengkerutkan dahinya.


“Kondisi Nona Karin, baik-baik saja Tuan tapi ...” dokter itu tidak bisa melanjutkan tutur katanya.


“Tapi? Tapi kenapa dok?” tanya Farrel sangat penasaran.


“Karena masih berusia sangat muda, anak yang Nona Karin kandung tidak dapat diselamatkan, Tuan Muda. Nona Karin mengalami keguguran,” jelas dokter itu.


Sontak hal ini membuat Farrel begitu syok, netra matanya yang indah membesar.


Jika Karina tahu, pastinya wanita itu akan frustasi.


Seorang anak yang telah ia nanti selama 3 tahun, kini harus berpulang sebelum sempat lahir ke dunia ini.


Sungguh miris apa yang terjadi kepada Karina.


Terlebih yang membunuh bayi di kandungannya adalah suaminya sendiri, ayah kandung dari bayi itu.


Tanpa berkata lagi, Farrel segera masuk ke dalam kamar. Ia ingin memastikan Karina akan baik-baik saja, meski bayinya telah menyatu dengan Tuhan kembali.


Karina begitu lemas, karena baru tersadar dari obat bius yang di suntikan dokter, pada saat proses pembersihan darah.


Lalu ia menoleh ke arah Farrel dan bertanya, “Sebenarnya apa yang terjadi?” Karina memegangi bagian sisi bawah perut yang terasa begitu perih.


Farrel masih menatap Karina dengan binar kesedihan, entah ia harus mengatakan apa kepada wanita yang baru saja kehilangan sang buah hati.


“Farrel kau kenapa? Sepertinya kau sedang bersedih?”


Lelaki ini mendekati Karina dengan jalan yang sempoyongan dan mata yang memendung linangan air mata.


Rasa sakit yang calon istrinya rasakan, bisa sangat jelas Farrel rasakan juga.

__ADS_1


Kemudian ia memeluk erat tubuh Karina dan berucap, “Maafkan aku Karin, maaf aku tidak bisa menjaga anak yang kau nanti-nanti selama ini!”


Bersambung.


__ADS_2