
Karina tidak menghentikan langkah suaminya.
Ia malah menatap nanar Dimas. Sekuat hati ia menahannya pasti lelaki tersebut tidak akan pernah mempedulikan Karina.
Wanita yang hidupnya tidak ada warna lagi duduk dengan pandangan kosong di ruang tamu.
Pikirannya begitu penat dan kacau. Rasa di dalam hatinya tidak ada, gairahnya runtuh untuk hidup bersama Dimas.
Karina menoleh ke arah kanan, di mana foto pernikahan mereka berdua terpasang.
“Mas! Aku akan membuatmu menyesal dengan apa yang kau perbuat kepadaku.”
Dada Karina sesak, ia mengambil vas bunga yang ada di atas meja dan melempar dengan kuat ke arah foto pernikahan mereka berdua.
Piaang!
Kaca foto besar yang di tempel di dinding pecah. Kehidupan rumah tangga Karina sudah runtuh, hancur berantakan seperti kaca yang retak itu.
Kedua tangannya berada di kepala. Jari-jari Karina masuk ke sela-sela rambut.
Kepalanya begitu berat dan rasanya mau pecah.
Aaaaaahhh!
Karina mengeluarkan teriakan menggelegar dan ia benar-benar stress menghadapi suaminya.
“Dia pasti berpikir aku bodoh, dan tidak akan berdaya melepaskannya. Aku akan membuat ia benar-benar menyesal!” jelasnya memperkuat diri.
Di dunia ini hal yang paling sulit dilakukan adalah melepaskan seseorang yang sangat dicintai.
Cinta Karina benar-benar tulus kepada Dimas.
“Sulit, Mas. Sulit! Kenapa kau melakukan ini kepadaku!” teriak Karina ketika membayangkan wajah suami yang tega mengkhianatinya.
“Dia telah melupakan hari pernikahannya dan kini ia juga pergi, padahal lagi dua hari adalah ulang tahunku!”
Karina hanya bisa menangis sendu di ruang tamu, mengingat Dimas melakukan hal itu kepadanya.
Sungguh dalam relung hati Karina begitu sulit untuk melepaskan Dimas.
Namun, harus ia lakukan karena ia mengetahui hal itu terbaik untuknya.
Di sisi lain, Farrel memperhatikan layar komputer di ruangan mewah yang terletak di resortnya itu.
Ia mengenakan kacamata, paras Farrel yang brandal dan dikenal sebagai palyboy tidak tampak lagi.
Farrel sudah menjadi lelaki dewasa yang bosan akan kesenangan duniawi. Kini di benaknya hanya menginginkan seseorang yang sangat ia cintai.
Ia ingin wanita seperti Karina yang tulus dan mengerti arti cinta sebenarnya.
Lelaki tampan yang memiliki tatapan tajam ini terus mengawasi Karina. Meskipun, hanya bisa melihat dari layar.
Dimas masih belum mengetahui terkait anak buah Farrel yang berhasil menyadap cctv kediamannya.
__ADS_1
Yang mengakses di bagian luar saja.
Menurut Farrel, ini benar-benar membantu untuk tetap memperjuangkan wanita impiannya itu.
Pada saat melihat Karina menangis sendu, Farrel menatap di layar dengan begitu sakit.
Baru kali ini ia melihat wanita yang memiliki senyuman manis tersebut benar-benar hancur.
Walaupun, Karina pernah membentaknya mengenai Farrel tidak boleh ikut campur masalah keluarga wanita itu.
Farrel tidak akan lepas kendali. Hatinya yang telah dimiliki oleh Karina sejak awal akan terus bersemayan.
“Karina, aku akan tetap berada di sisimu,” ucapnya sambil menyentuh layar komputer.
Lelaki yang memiliki kuasa tinggi ini segera menelpon orang kepercayaannya, yaitu Daniel.
“Daniel, aku ingin kau bawakan sesuatu ke kediaman Karina Mustika. Tolong bawakan buket bunga mawar putih dan kue coklat,” suruhnya.
Beberapa jam kemudian.
Karina masih tetap melamun dengan pandangan kosong. Ia tidak bergerak sama sekali sejak tadi, wanita cantik ini masih menatap foto pernikahan mereka yang kacanya telah retak.
Namun, tiba-tiba ada suara ketokan dari arah pintu utama.
Seperti mengetahui siapa yang mengetok pintu itu, Karina pun berkata, “Buka saja, Pak Bagus. Pintunya tidak saya kunci.”
Tangan kanan lelaki setengah baya itu membawa kue coklat dan tangan satunya lagi memegangi buket bunga mawar putih begitu besar.
Sampai-sampai wajah Bagus tidak bisa terlihat.
“Letakkan di sini saja, Pak,” perintah Karina agar Bagus meletakkan buket bunga besar itu di atas meja.
Karina menyempitkan matanya, ia terlihat sedikit bingung dengan apa yang di bawa Bagus.
“Hmm, ini hadiah buat siapa ya, Pak Bagus?” tanya Karina seraya tersenyum kepada lelaki setengah baya itu.
“Begini Nyonya, tadi ada seseorang yang mengenakan pakaian serba hitam membawakan hadiah ini. Katanya untuk Nyonya Karina,” jawan polos Bagus.
Karina memiringkan kepalanya dan kembali memberikan senyum kepada lelaki yang tampak kebingungan juga.
“Orangnya tidak mau masuk, Pak? Atau bagaimana?”
“Saya sudah menyuruh dia masuk, Nyonya. Tapi katanya, ia tidak bisa bertemu dengan Nyonya Karina, maka dari itu ia hanya bisa menitipkan hadiah ini kepada saya.”
“Ohh jadi begitu, terima kasih Pak Bagus sudah membawakan hadiah ini. Sekarang bisa tinggalkan saya sendiri, ya ...”
Bagus mengangguk dan segera meninggalkan Karina.
Manik mata Karina masih menuju ke arah hadiah itu. Ia berpikir tidak akan mungkin yang membawakan hadiah ini seseorang yang diperintah Dimas.
Karena Dimas sangat membenci bunga dan tidak pernah sama sekali menghadiahkannya buket.
Hah!
__ADS_1
Ia menghela napas.
Tiba-tiba ia mengingat kejadian 7 tahun yang lalu.
Karina remaja juga pernah dihadiah buket bunga mawar putih dan kue coklat dengan lelaki misterius.
Setelah ia menerima hadiah itu, Farrel yang sangat suka mengganggunya berkata, “Apakah kau tahu arti dari bunga mawar putih? Artinya adalah ketulusan.”
Namun, Karina enggan untuk bertanya siapa yang mengirimnya hadiah waktu itu.
Segala ucapan Farrel menurutnya hanya pemanis.
Semua wanita cantik yang di dekat Farrel selalu diberikan rayuan untuk kesenangan dirinya saja.
Setelah mengingat hal itu, Karina tersenyum.
“Apakah hadiah 7 tahun yang lalu dan sekarang darinya?” gumam Karina seraya mengira-ngira.
Lelah akan fisik dan psikis yang terluka parah akibat Dimas. Wanita ini ingin mencari hiburan untuk sementara.
Karina bergegas membasuh diri dan mengenakan pakaian yang tidak pernah ia kenakan sebelumnya.
Dress simple berwarna putih yang panjangnya sebawah lutut membuat tampilan Karina tampak anggun dan elegan. Dengan polesan make up yang natural menambah kesan wanita ini benar-benar cantik luar dalam.
Ia ingin ke suatu tempat.
Karina menyuruh Bagus untuk mengantarnya menuju tempat tujuan.
“Pak Bagus, tolong antarkan saya ke Royal Pramana Resort IV.”
Bagus mengangguk dan mereka menuju ke tempat super mewah itu.
Di sampainya di sana, kedua resepsionis muda itu terkagum melihat kemolekan dan kecantikan yang terpancar dari Karina.
Ia seperti melihat bidadari yang baru saja turun dari khayangan.
“Itu kan kekasih, Tuan Muda Farrel yang baru?” bisik salah satu petugas resepsionis tersebut sembari menyenggol bahu temannya.
Temannya hanya bisa terdiam dan mulutnya terbuka.
Decak kagum dilontarkan wanita itu kepada Karina kembali, “Cantik sekali.”
Karina tersenyum, dan ia bertanya, “Selamat siang, Mbak. Apakah kedatangan Mbak ke sini adalah untuk bertemu Tuan Muda?” tanya salah satu wanita muda itu, seperti mengetahui tujuan Karina kemari.
“Baik, Mbak. Kami akan meminta pelayan khusus untuk mengantar Mbak bertemu Tuan Muda,” ucap mereka.
Seperti sebelumnya, Karina dijemput oleh pelayan khusus.
Namun, kali ini Farrel tidak mengetahui kedatangan Karina. Dikarenakan sebelumnya kedua resepsionis itu tidak memberitahu kepada atasannya.
Tiba di tempat Farrel berada, Karina tersenyum sumringah.
“Kau? Kenapa kau bisa ada di sini, Karin?”
__ADS_1
Bersambung.