Rayuan Sang Penggoda

Rayuan Sang Penggoda
Tindakan Poernama


__ADS_3

Mendengar hal itu membuat Poernama hanya melihatkan ekspresi datar tanpa merasa terkejut seperti Maya.


Wanita setengah baya ini sangat bahagia mendengar Nadia mengatakan hal tersebut.


“Waah, apakah benar yang kau tuturkan Nadia? Tante sangat senang mendengarnya.”


Maya menoleh ke arah sang suami sembari tersenyum sumringah, “Bagaimana Sayang? Apakah kita segera langsungkan saja pernikahan antara Dimas dan Nadia?”


Poernama menatap tajam istrinya, sontak hal tersebut membuat Maya segera menyadari apa yang dilakukannya salah.


Hah!


Lelaki yang sangat berkarismatik ini menghela napas, lalu berkata kepada sang istri, “Maya, apakah kau tidak merasa iba sedikitpun kepada Karina? Baru saja ia resmi bercerai dengan Dimas, pantaskan kau begitu bahagia di atas penderitaan yang kau rencanakan dengan Nadia?”


Nadia mengkerutkan dahinya, ia sama sekali tidak paham dengan perkataan Poernama kepada Maya.


Ibunda Dimas terdiam, ia hanya bisa menundukkan kepala saja.


Setelahnya, Poernama kembali menoleh ke arah sekretaris baru putranya, sambil mengangkat dagu dan bertanya, “Lalu, apa yang kau mau Nadia? Kau hanya ingin memberitahu itu saja kan?”


Nadia dibuat bingung dengan Poernama. Bukankah seharusnya sebagai seorang ayah kandung ia akan syok mendengar hal ini? Bahwasanya putranya telah menghamili wanita lain?


Terlihat ekspresi Nadia canggung, ‘Dasar lelaki tua, kenapa ia tidak terkejut?’


“Begini Direktur Utama, saya mengatakan hal ini dengan sungguh-sungguh, bahwa anak dari Pak Dimas sedang saja kandung. Ini buktinya,” Nadia mengeluarkan tespack bergaris dua dan ditunjukkan kepada Poernama.


Tetap saja, lelaki yang begitu berpengaruh di kota ini tidak terkejut. Ia hanya mengangguk pelan.


Lantas ia kembali bertanya, “Jadi apa yang kau mau setelah ini? Menikah dengan Dimas?”


Nadia menatap tajam ke arah Poernama, ia mengira-ngira apakah pertanyaan dari lelaki tua itu sebuah ancaman ataupun kesempatan untuk dirinya diberi restu menikah dengan sang putra.


Wanita licik ini memilih untuk mengangguk pelan dan melontrakan perkataan, “Tentu saja Direktur Utama, semua yang Pak Dimas lakukan harus ada tanggung jawabnya!”

__ADS_1


Heh!


Poernama tersenyum tipis, ‘Tanggung jawab? Pintar juga bocah licik ini berasumsi!’


Ayah Dimas meletakkan tangan sembari ia lipat di dada dan menaikkan salah satu alisnya.


“Pertama-tama saya ingin bertanya kepadamu Nadia. Apakah sebelum kau melakukan hal itu dengan Dimas, kau tahu bahwa dia sudah memiliki seorang istri?”


Tentu saja Nadia akan menjawab dengan kebohongannya.


“Sama sekali tidak Direktur Utama, saya sangat mencintai Pak Dimas dan begitupun juga dia,” jawab Nadia melihatkan wajah sedih dengan kepura-puraan.


Padahal segala sesuatu yang di jawab oleh Nadia semua telah diketahui Poernama, tapi lelaki ini hanya ingin mencoba apakah Nadia akan berbohong atau malah jujur. Namun, rupanya ular berbisa ini sama saja, ia tetap jahat.


Hmm!


“Kalian saling mencintai yaa,” gumam Poernama seraya mengambil segelas air putih di atas meja.


Nadia menggelengkan kepalanya, “Tidak Direktur Utama, bahkan Pak Dimas mengatakan bahwa dia singel.”


‘Bohong kau, Nadia!’ Poernama bermonolog.


“Ohh jadi begitu yaa ...”


Nadia kembali mengkerutkan dahinya, wanita muda ini berpikir.


‘Kenapa Pak Poernama begitu santai?’


“Saya dengar kau adalah lulusan terbaik dengan IPK sempurna di kampusmu dulu, dan kau juga begitu ahli dalam menyelesaikan tugas di kantor. Tapi sayang, kepintaranmu tidak ada gunanya ketika kau sedang jatuh cinta dengan seseorang Nadia. Seharusnya kau cari tahu dulu, siapa yang kau cintai itu! Apakah dia benar-benar single atau mungkin telah memiliki istri.”


Glek!


Tatapan Poernama begitu menakutkan mengarah Nadia, sampai wanita muda ini tidak bisa mengatakan apa pun.

__ADS_1


“Atau mungkin kau ada motif berbeda kepada putra saya?”


Nadia kembali menggelengkan kepala, “Tidak Direktur Utama, saya benar-benar mencintai Pak Dimas.”


Poernama menyondongkan tubuh ke depan dengan menyempitkan matanya.


“Apa kau hanya mencari harta dari seorang direktur eksekutif yang akan segera menggantikan jabatan saya sebentar lagi?”


“Tidak Direktur Utama, saya tidak pernah melihat harta yang dimiliki oleh Pak Dimas!”


“Benarkah yang kau katakan itu?” tanya Poernama melihatkan ketidakpercayaannya terhadap Nadia.


Maya menarik bahu suaminya. “Sudahlah Sayang, jangan mempojoki Nadia terus-menerus. Mereka saling mencintai, apa salahnya kita mempersatukan Nadia dan Dimas dalam ikatan pernikahan? Lagipula status Dimas kan tidak beristris sekarang ...”


“Okee jika itu mau kalian, aku akan menurutinya!” Poernama menganggukkan kepala menyetujui permintaan dari Nadia dan sang istri.


Semudah itukah? Atau mungkin Poernama memiliki rencana lain?


Begitu bahagia, Nadia tersenyum licik.


‘Ternyata ayahnya lebih bodoh dibanding putranya!’ celetuk Nadia dalam hati.


“Makasi Sayang,” Maya memeluk Poernama dengan begitu manja.


Namun, ada kata yang Poernama belum bicarakan.


Melihat senyum yang terpancar dari raut wajah Nadia membuat lelaki pintar ini berceletuk.


“Tapi jangan bahagia dulu Nadia, sebelum kau bisa menikahi putra tunggal saya. Kau akan melewati beberapa pemeriksaan, salah satunya tespack yang kau bawa itu. Apakah benar kau mengandung atau hanya pura-pura saja? Jika sampai kau berbohong, kau akan mendapatkan hukuman karena telah membuat berita tak masuk akal!”


“Pak Cipto, tolong bawa wanita ini ke kantor polisi dan cek tespack yang ia bawa. Dan segala urusannya saya serahkan kepadamu!”


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2