
Yun Young mendengar kekesalan Yun, di dalam markas perempuan itu berteriak marah sehabis mabuk. Dalam pengaruh alkohol, dia membuka semua hal tentang Ho Young bersama perempuan bernama Ri Ahn.
Mendengar siapa perempuan itu membuat semua orang di markas kaget. Bagaimana tidak kaget, dia adalah putri kandung dari musuh Geng bernama Cho Min Sik.
Tidak ada yang tidak tahu bagaimana bencinya Cho Min Sik pada Ho Young karena bisnisnya di ambil alih. Pertemanan yang tadinya erat berubah menjadi lautan darah, apalagi setelah insiden penembakan yang di lakukan anggota KOM yang berkhianat kepada Cho Min Sik.
Bisa di katakan kematian pria tua itu tidak lepas dari tanggungjawab Ho Young sebagai ketua dari geng KOM. Lalu bagaimana bisa putrinya bersama dengan Ho Young, adalah apa yang mereka pikirkan tentang hubungan keduanya.
Sementara sang anak Yun Young belum menanggapi masalah percintaan ayahnya dan perempuan bernama Ri Ahn. Dia tidak mengenalnya juga tidak pernah bertemu dengan perempuan itu.
Ada yang bertanya dimana dia berdiri, di sisi Yun atau Ri Ahn. Namun, hal tersebut tidak bisa dia jawab. Yun Young tidak begitu tertarik pada siapa cinta ayahnya akan berlabu. Ibunya telah tiada, meminta ayahnya setia juga tidak benar bagi dirinya.
Yun Young tidak begitu mengingat wajah ibunya. Ketika dia di lahirkan, kebersamaan dengan wanita itu hanya bertahan 3 tahun. Setelahnya, dia tinggal bersama ayahnya. Tidak ada yang tahu kemana sang ibu pergi, bahkan ayahnya kesulitan karena itu. Masa lalu yang telah berlalu, dia juga tidak bisa mengembalikannya.
Kenakalannya adalah bagian dari masa kecil. Dia menikmati kehidupannya bersama ayah dan Geng KOM. Siapapun yang mengambil alih status sebagai Nyonya dia rasa bisa menerima siapapun yang di sukai ayahnya. Entah itu Yun atau Ri Ahn.
"Semoga setelah kau sadar, pilihanmu tidak akan menyakiti dirimu." Kata Yun Young setelahnya dia pergi meninggalkan kegaduhan yang dibuat wanita itu.
"Yun," Panggil Dori dari atas.
Yun Young menghampirinya. "Ada apa?"
"Ayahmu menelepon," Dori memberikan ponselnya dan mengikuti Yun Young di belakang ketika anak itu masuk ke ruangan.
Tidak banyak yang di katakan Yun Young, ayahnya hanya bertanya apakah dia sudah makan, bagaimana harinya, apakah ada yang mengganggunya, dia meminta anaknya bercerita. Yun Young menjawab dengan singkat lalu teringat perkataan Yun tadi.
"Kau menerima cincin Kak Yun tanpa tahu artinya?" Tanya Yun Young.
Bahkan Dori di sana tersedak.
"Ada apa? Yun mengatakan sesuatu?" Dari seberang sana Ho Young khawatir.
"Tidak ada, aku hanya teringat." Yun Young menampik.
"Berikan teleponnya pada Dori."
Yun Young tidak banyak bicara, dia menyerahkan ponsel itu tanpa membantah seperti sebelumnya.
Dori minggir sedikit, menjauh dekat dengan jendela. "Dori, apa sesuatu terjadi?" Tanya Ho Young.
__ADS_1
"Seperti yang anda perkirakan," Katanya.
"Jadi benar yah, kurir itu orang suruhan Yun. Baiklah, Dori tolong urus Yun dengan baik. Pastikan dia minum sup setelah bangun." Kata Ho Young. Dori membalas mengatakan dia akan mengurus Yun.
Dori memasukkan kembali ponselnya di saku jaket dan duduk di hadapan Yun Young. "Kau tidak bertanya pada ayahmu tentang wanita itu?" Tanya Dori penasaran.
Yun Young menggeleng. "Aku tidak begitu tertarik. Mungkin dia orang baik atau orang jahat, biarkan ayahku yang menilai. Pastikan saja kak Yun tidak bertindak sembarangan, aku takut ayahku akan menghukumnya."
"Kau mendukung kak Yun?" Tanya lagi pada Yun Young.
Menggeleng untuk kedua kalinya. " Tidak juga, sebenarnya kesalahan ini ada pada ayahku. Seharusnya dia tidak membiarkan Kak Yun berada disisinya jika pada akhirnya dia akan menemukan wanita lain. Kak Yun sudah bersama kita sejak lama, dia bertahan karena berharap suatu saat nanti ayahku akan melihatnya."
"Kau benar," Kata Dori.
"Perhatian kak Yun dengan baik, dia mungkin tidak akan bertindak tanpa berpikir. Tapi, ini bisa saja terjadi. Jangan sampai dia seperti Sean. Ah apa Sean, dia masih di ruang bawah tanah?"
Dori mengangguk. Benar saja. Sean tidak di hukum karena ini pertama kalinya dia melakukan kesalahan. Tapi setelah kejadian itu, dia kembali membantu Yun melakukan pengintaian. Pada akhirnya dia di bawa keruang bawah tanah mendapat hukuman disana lebih baik dari pada di kirim ke luar kota.
...🖤...
Pukul 09:33 PM
Semua orang tersenyum geli melihat tingkah Ri Ahn. "Adikku membuat masalah?" Tanya Ravi kepada para pengawal dan pelayan. Mereka hanya tersenyum lalu menggeleng.
"Ihs, kakak pikir aku anak kecil membuat masalah."
"Jadi apa yang adikku lakukan belakangan ini?"
"Aku? Hem, mengurus bisnis."
"Lalu?"
"Tidak ada." Bohong, dia menutup mulutnya.
"Lalu kenapa aku mendapat kabar bahwa adikku sedang berada di Namyangju beberapa hari lalu?"
Ekspresi wajah Ri Ahn berubah, dia gelagapan. Disana Yooju ikut tidak bernafas.
"Aa--ak-akuh?" Kata Ri Ahn.
__ADS_1
Ravi melihat kegugupan dari adiknya. Dia menilai sikap Ri Ahn.
"Kenapa kau gugup?" Tanya Ravi.
"Hah? Tidak hanya, kakak terlalu lama pulang aku bosan sendiri." Dia mencoba mengalihkan pembahasan Ravi.
Ravi merasa ada yang aneh dari adiknya, dia baru akan berbicara tetapi seorang tamu tak di undang datang bertamu.
"Tuan Ravi," Pengawal depan datang berbisik di telinga pria itu. Raut wajahnya terkejut. Dia tidak pernah mengharapkan tamu itu datang ke kediaman Cho Min Sik.
"Ada apa kak?" Tanya Ri Ahn.
Ravi mengalihkan wajah terkejutnya. "Hah? Ah Ri naik ke atas." Pinta kakaknya.
Ri Ahn naik ke atas tanpa bertanya, dia berterima kasih kepada tamu itu karena kakaknya tidak akan membahas masalah dia pergi ke apartemen Ho Young. Setidaknya malam ini dia selamat.
.
Ravi keluar menemui tamu tak di undang. Beberapa mobil terparkir di luar pagar mansion. Saat gerbang di buka, beberapa orang yang mengikuti Ravi siap siaga di sana. Melihat itu Ho Young yang berada di dalam mobil turun dengan santai. Dia tidak di temani siapapun.
"Saya tidak pernah mengharap ada tamu terhormat yang datang ke mansion ini." Tamu terhormat yang di bicarakan Ravi adalah sindiran untuk Ho Young.
Ho Young menanggapinya dengan tertawa kecil. "Tamu terhormat ini datang membawa informasi, jika tuan rumah berkenan mendengarnya." Ungkap Ho Young.
Ravi melihat ekspresi Ho Young, dia menganggap pria di depannya tidak berbohong. Tidak mungkin, pria ini datang mencari masalah. Ravi berpikir sebentar dan dia berbalik meminta pengawalnya mempersilahkan Ho Young masuk bersama para pengawalnya.
"Tidak boleh ada senjata kecuali milik anda." Kata Pengawal yang di perintahkan Ravi kepada Ho Young.
"Tentu, itu sudah peraturannya." Ho Young memberi sinyal kepada para pengawalnya. Dia naik ke mobil, dan satu persatu mobil itu masuk ke dalam gerbang dan berhenti di pekarangan.
Ho Young kembali turun, sebelum masuk dia melihat lantai di mana perempuan yang sudah menikah dengannya secara hukum itu tinggal.
"Aku tidak tahu bagaimana kabarmu, sepertinya dia baik-baik saja." Pelan dia bersuara.
Mansion ini selalu terlihat mewah, Cho Min Sik memang di kenal sebagai orang yang suka kemewahan. Berbeda sekali dengan kepribadiannya. Saat memasuki rumah, dia si sambut beberapa orang yang melihatnya seperti melihat mangsa. Benar, dia tidak lupa bahwa anak buahnyalah yang membunuh ketua terdahulu mereka.
.
.
__ADS_1
.