
Darren bersandar, dia ingin melihat bagaimana Ho Young membujuk wanita ini. Di lain sisi dia khawatir bahwa temannya tidak berhasil, apa yang harus dia lakukan untuk membantu.
“Bagaimana kalau kalian bicara di atas? ---- Tentu bukan di kamar.” saran Darren, beberapa saat yang lalu banyak orang yang melihat pertengkaran keduanya.
“Darren kau tidak sibuk?” Tanya Ho Young.
Darren mengangguk, dia tahu arti pertanyaan pria itu.
Pria yang di tanya berdiri dari sofa, memperbaiki jasnya dan pergi menjauh.
Ri Ahn bingung, dia belum mendapat jawaban dari Darren. Celingak celinguk dia mencari keberadaan pria yang baru saja pergi.
Sementara Ho Young tidak suka melihat ekspresi Ri Ahn tampak kehilangan sosok Darren.
“Darren sudah punya istri! Jangan berpikir untuk menyukainya!”
Mendengar itu Ri Ahn mendegus tidak percaya. Bola matanya di putar, dia heran mengapa pria ini tidak lagi dingin seperti dulu.
“Kau juga sudah punya istri, helo?” Jika Ri Ahn diperbolehkan melempar Ho Young dengan sepatu hak tingginya, dia ingin sekali mencoba.
Ho Young menatap Ri Ahn tanpa berbicara, hal tersebut membuat perempuan itu memukul paha Ho Young gemas dan keras. Semua orang yang lewat melihat mereka.
Ri Ahn mengangkat tangannya, dia memberitahu orang-orang bahwa suaminya sedang selingkuh.
Suami yang dimaksud adalah Ho Young. Dia bermaksud mengerjai pria itu. Tidak lupa ekspresi sedih yang terlalu di buat-buat, menambah kepercayaan orang sekitar.
Karena tampak realistis seorang petugas kemanan datang menemui keduanya, orang yang tadinya hanya melihat sekilas beberapa berhenti menanyakan kabar Ri Ahn.
“Anda baik-baik saja? Anda butuh polisi?” kata Wanita paruh baya yang datang memegang tangan Ri Ahn, dia ditenangkan.
Ho Young tidak percaya dengan adengan barusan, dia menatap Ri Ahn meminta penjelasan. Tapi perempuan itu berakting dengan semangat apalagi ada seorang ibu yang memeluknya.
Dia lujurkan lidahnya cepat saat Ho Young kembali menatapnya.
“Tidak perlu bu, terima kasih.” Kata Ri Ahn kepada ibu itu. “Saya bisa menyelesaikan masalah dengan suami saja, terima kasih sekali lagi bu.”
Ri Ahn melihat satu persatu orang yang berada di sana. “Tidak apa-apa pak, saya baik-baik saja. Kalau dia macam-macam saya akan melapor polisi.” Katanya sembari memegang dadanya bersabar terhadap peristiwa yang baru saja menimpanya.
Ho Young menghembuskan nafasnya singkat, bibirnya terangkat sebelah. Dia tidak percaya Ri Ahn bisa menuduhnya menjadi pria yang berselingkuh.
Setelah lama tidak bertemu, dia menyadari banyak yang berubah dari perempuan itu.
Sekarang Ri Ahn tertawa, dia merasa perlu ikut casting drama keluarga yang tanyang akhir pekan.
__ADS_1
Dia mendekati Ho Young dan menarik kerah jas pria itu hingga jarak wajah antara keduanya tinggal 5 centi. “Aku bisa membuatmu lebih malu dari ini, jadi bersiap saja.” Kata Ri Ahn lalu dia pergi meninggalkan Ho Young yang mematung.
Cukup lama baginya untuk sadar, saat itu Ri Ahn sudah menghilang.
Di dalam kediaman Cho Min Sik, Ravi menunggu kepulangan adiknya. Duduk di kursi kerja mengetuk meja hingga menimbulkan suara. Bagi mereka pengawal, suara ketukan jari Ravi itu seperti suara detik jarum jam untuk menunggu eksekusi.
Lama dia menungu, akhirnya ada kabar bahwa adiknya sudah sampai. “Minta Ri Ahn menemuiku.” Kata dia pada pengawalnya.
Sebelum pengawal itu keluar, pintu ruang kerja Ravi terdorong dari luar. Ri Ahn tersenyum menampakkan batang hidugnya. “Kakak pasti ingin menemuiku?” tebaknya.
Ravi mengangguk dan memintanya duduk. Dia meminta semua orang yang berada di ruangan itu keluar hingga menyisahkan dia dan adiknya.
Ravi memulai percakapan. “Bagaimana hari ini?” Tanya dia.
“Dia bukan tipeku kak,” langsung Ri Ahn.
Ravi mengerti. “Dia cukup baik, pekerjaanya juga tidak stabil. Tapi kalau Ri Ahn tidak suka, yah mau bagaimana lagi. Kakak bisa carikan yang lain.”
Ri Ahn menghela nafas panjang. Dia pikir Ravi akan memintanya berhenti ikut kencan buta. Ini sudah yang ke 30 kalinya sejak dia dan Ho Young memutuskan kerjasama.
“Tidak bolehkah aku pilih sendiri?” Tanya Ri Ahn.
Tapi Ravi menggeleng keras, dia tidak akan membiarkan Ri Ahn memilih pasangannya sendiri. Adiknya terbilang polos tidak pernah berpacaran, bagaimana jika dia menemukan pria tidak baik.
“Hanya satu, DIA BUKAN BERASAL DARI LINGKUNGAN SEPERTI KAKAK!” ultimatum itu telah di jatuhkan.
Dia menerawang jauh, tentang hubungannya dengan Ho Young. Walau telah berakhir sejak lama, dia masih memikirkan pria itu.
“Lalu bagaimana jika jodohku adalah ketua geng seperti kakak? Memangnya kakak bisa melawan jika kami berjodoh?”
“Tapi kakak bukan ketua geng.”
Sudahlah, kakaknya punya banyak jurus untuk menjawab setiap pertanyaan di kepalanya.
Dia merasa badannya lengket lalu pamit kepada Ravi untuk beristirahat di kamarnya. Saat Ravi memberi izin, dia berlari naik, tidak lupa melambai kepada Ravi dan mengucapkan selamat malam.
...🖤...
Ho Young mengambil rokok yang sudah dibakar di pinggir asbak. Asap mengepul di udara.
“Kau tidak bisa lepas dari adik kecil itu ya?”
Tanya pria yang baru saja keluar dari kamar.
__ADS_1
Ho Young mengerutkan keningnya. “Jangan memulai,” ujarnya.
Darren duduk di sofa, menyilangkan kakinya dan menatap batang rokok di tangan temannya.
“Aku pikir kau berhenti.”
“Hem..”
Pria bernama Darren mengambil ponselnya yang berdering karena pesan masuk.
Dia buka lalu tertawa kecil. Tawa Darren bagi Ho Young adalah hal yang baru.
“Kau tidak pernah tertawa saat membaca pesan, dari siapa?” Tanya Ho Young penasaran.
“Wanita.” Kata Darren.
Ho Young kaget. Dia tatap Darren meminta penjelasan. “Wanita siapa?”
“Wanitamu.” Santai.
Alisnya bertaut, Ho Young skeptic. Jika itu wanitanya---- Dia mengambil ponsel Darren tapi pria itu cekatan menjauhkan dari jangkauan Ho Young.
"Mau apa?" Tanya Darren.
"Aku ini temannya Valerie, aku harus menghalangimu selingkuh." Sahutnya membawa-bawa nama istri Darren.
"Maaf saja tapi tipe wanita yang kusukai hanya Valerie, tidak ada wanita lain." Kata Darren percaya diri.
"Valerie akan tertawa mendengarnya."
Ho Young kembali melihat ponsel Darren yang kini tergeletak di atas sofa. Ketika dia melihat Darren, pria itu juga sedang melihatnya dengan alis yang di naikkan sekilas.
"Kau mau tau obat ampuh rindu?" Tanya Darren.
Ho Young malas menjawab, dia sudah tahu jawabannya apa. Valerie pernah memberinya pertanyaan yang sama.
"Setelah kehilangan Valerie, kau jadi aneh" Sindiran Ho Young membuat Darren terdiam.
"Kalau tidak ingin sepertiku, jaga dia dengan baik. Jangan sampai berakhir menyedihkan. Oh tentu dengan menikahinya."
Dikira mudah.
"Kalau semudah itu, Yun sudah punya adik sekarang. Kau lupa siapa ayah dan kakaknya!?" Ujar Ho Young, dia harus mengingatkan Darren. Mungkin pria ini lupa.
__ADS_1
.