Reflection, The Black Rose

Reflection, The Black Rose
Ep 7 :Kehidupan Ri di Vietnam


__ADS_3

Halaman belakang penuh dengan bunga hias, kolam ikan kecil dan juga beberapa sayur mayur yang ditanam sendiri dari bibit kecil menjadi sayur yang dapat di santap, keluarga kecil itu menikmati pagi yang nikmat. Ri melihat ikan sembari makan keripik udang kesukaannya. Sedang asik menikmati waktu bersama keluarganya, bel berbunyi.


Ri bangun, mengecek di lubang pintu. Di luar, Van berserta teman-teman menampakkan senyum lebar. Segera di buka pintunya dan benar saja. "Hai Ri!" Salam mereka.


Ri menggeleng dan menyuruh mereka masuk ke dalam. Orang tua Ri menengok anaknya yang lama lalu melihat teman Ri berkunjung, keduanya tersenyum mempersilahkan mereka masuk. "Masuk, masuk." Kata Lien.


Dia lebih menyukai teman-teman Ri yang main ke rumahnya dari pada anaknya itu bertemu di luar. Lebih aman katanya. "Aduh, sudah berapa lama Van tidak datang ke rumah. Bagaimana perjalanan liburanmu bersama keluarga?"


"Menyenangkan tante, kapan-kapan kita bisa berlibur bareng." Sahutnya duduk di kursi mengambil makanan kesukaan Ri yang tadi dia tinggalkan di meja ruang TV. Kelakuan Van menghasilkan senggolan oleh temannya yang lain. Orang tua Ri tertawa.


"Selamat pagi!" Sahut orang di belakang. Ri kenal dengan suara itu, dia berbalik langsung.


"Kak Guan?" Ri bingung, mengapa seniornya itu ada di sini. Van menggaruk belakang lehernya. "Bukan cuma kak Guan yang ikut," Belum sempat dia lanjutkan kalimatnya, pria dari belakang Guan menampakkan diri.


Lebih terkejut dari kedatangan Guan seniornya. Xuan Manh berada disana. Ri sempat kaku lalu dia melotot pada Van yang di balas wajah memohon.


Van juga tidak tahu kenapa seniornya ini ikut setelah apa yang terjadi padanya dan Ri. Setelah pertandingan selesai, teman-teman Ri beserta senior-senior mereka nongkrong di dekat kampus. Van yang berjanji akan datang lagi sehabis mengantar Ri pulang di sodorkan ide.


Ide yang datang dari salah satu teman wanita berbeda kelas. Dia menyarankan agar pembahasan soal renuni kali ini diadakan di rumah Ri, sebab wanita itu tidak diperbolehkan keluar dalam jangka waktu yang lama. Tahun ini giliran angkatannya yang menjadi panitia.


Lien memegang bahu anaknya yang terdiam kaku di tempat. "Kenapa bengong?" Tanya Lien.


Ri tersadar. "Ayo naik." Panggil Ri.


Mereka naik ke atas, bagi mereka yang sudah sering berkunjung ke rumah Ri sewaktu masih kuliah tidak begitu heran lagi. "Kita bahas disini ya. Aku ambilkan minum dulu." Ri turun kemudian.


Van yang sudah hafal daerah rumah Ri menunjuk satu ruangan. "Itu kamar Ri." Mereka beroh ria menanggapi Van.


Di bawah kedua orang tuanya tersenyum manis. Lien mengenggol lengan Ri yang di balas gelengan kepala. "Ibu kanapa lagi?" Tanyanya.


"Ibu perhatikan, laki-laki yang datang paling belakang itu menatapmu berbeda, dia siapa? Ibu tidak pernah melihatnya." Ibunya penasaran lagi.


"Senior Ri." Ucap Ri sekenanya.


Ibunya membuat ekspresi menggoda, sang suami hanya bisa tersenyum kecil menanggapi itu. "Ri naik dulu," Wanita itu naik dengan banyak minuman kaleng dan botol dingin di tangannya.


Di pertengan jalan, Ri mendengar celotehan teman-temannya. Dia menggeleng sedikit tertawa. Di tangga terakhir, Xuan melihat Ri membawa banyak minuman, dia berdiri menghampiri wanita itu dan mengambil sebagian darinya. Ri terheran, tetapi dia biarkan saja dan berjalan di belakang pria itu.

__ADS_1


"Ciee, ciee, ciee!" Teriak mereka kompak.


Ri tidak berkomentar bergitupun Xuan Manh. Dia membuka laci meja dan mengeluarkan beragam snack dan kue kering buatan ibunya.


"Wow!" Teriak salah satu dari mereka.


"Jadi Ri tidur di lantai 2 sendiri?" Tanya Guan.


Ri menggeleng dan mengangguk. "Kadang, mereka tidur di sini, terkadang juga di bawah."


Mendengar itu mereka mengangguk bersamaan. Xuan Manh memperhatikan Ri, dia berniat bertanya tapi takut pertanyaannya menjadi tidak sopan. Dia memilih diam.


Van melihat Ri dan Xuan Manh bergantian. Si wanita tidak perduli kepada si pria lalu si pria terus memperhatikan wanita. Dia menggaruk pelipisnya. "Kenapa?" Tanya Guan.


Van gelagapan dan tertawa canggung lalu menggeleng. "Jadi kita hari mau bahas soal renuni tahun ini, Kak Guan dan Kak Xuan Manh datang sebagai pengawas dari Angkatan setelah kita. " Kata Van sebelum memulai.


Ada satu lagi senior wanita yang seharusnya datang, tapi hari ini dia sedang berhalangan. Pengawas tidak dipilih melalui musyawarah, yang artinya mereka mengajukan diri kepada panitia. Saat Guan mengajukan diri, Xuan Manh ikut lalu di susul senior lainnya.


"Pengawas lain mana? Bukannya ada 3 orang setiap tahun?" Tanya Ri.


"Iya, temannya Xuan Manh. Angkata berapa dia?" Tanya Guan, tidak begitu mengenali juniornya.


"Oh,"


"Kak puong nam itu bukannya pacar kak Xuan Manh?" Seorang wanita yang bekerja di cafe itu mulai berbicara. Beberapa kali melihat wanita itu di cafe bersama Xuan Manh.


Semua orang melihat Xuan Manh menunggu jawaban. Ri tidak terlalu penasaran dengan kehidupan orang lain, dia lebih memilih melihat lokasi-lokasi yang telah di susun oleh panitia acara. Sesekali dia melirik teman-temannya yang penuh rasa penasaran.


"Bukan pacar, dia hanya teman." Kata Xuan sempat melirik Ri.


"Teman? Ah, teman apa?" Mereka lebih penasaran.


Ri menggeleng dan mengetuk meja. "Ini mau diskusi atau mau jadi reporter kalian? Sebentar lagi siang." Sahut Ri.


Van menggoyangkan jari telunjuknya di depan wajah Ri. "Jangan khawatir sayang, kita bisa menginap disini!" Ujarnya yang di hadiahi lemparan snack rumput laut. Dia tertawa diikuti teman-temannya.


"Ayo mulai," Sahut Guan.

__ADS_1


Mereka sibuk memberi saran setelah Van menjelaskan detail tentang lokasi, konsep pesta serta baju dan banyak hal. Ri setuju dengan beberapa konsep yang dijabarkan, dia merasa ide dari Van belum pernah di realisasikan oleh angkatan sebelumnya. Reuni di alam terbuka.


Biasanya, mereka akan mengadakan reuni di hotel atau ballroom. Bukan berarti sebelumnya tidak ada yang memberi ide soal reuni di alam terbuka, ada. Akan tetapi selalu dibatalkan karena alasan cuaca tidak bersahabat dan medan yang sulit.


Penjabaran tentang lokasi yang dipilih Van juga stategis, tidak terlalu jauh dan tidak sulit. Di dalamnya juga diselipkan beberapa permainan tim yang mengasikkan untuk membangun kemistri.


"Aku rasa reuni di alam terbuka cukup baru untuk reuni kita, ini menarik. Masalahnya adalah bagaimana dengan senior-senior kita yang sudah berkeluarga? Apa disediakan tempat untuk anak serta istrinya? Itu harus dipikirkan. Apalagi, kita berencana menginap."


"Oh, itu benar! Kenapa aku tidak pikirkan masalah itu?" Kata Van menepuk jidatnya.


"Dimaklumi, kalian belum ada yang menikah kan? Wajar-wajar saja kalau sampai lupa." Ucap Guan memberi semangat pada Van.


"Biaya reuni juga tidak murah, aku rasa kita bisa mencoba ide itu." Sahut teman angkatan beda kelas itu. Mereka semua setuju.


"Lalu untuk pakaian? Apa kita harus membuat Dress code?"


"Boleh-boleh saja, asal tidak menyulitkan. Lebih baik memiliki warna yang dimiliki semua orang, warna netral misalnya."


"Bisa juga denga warna terang, seperti kuning atau Merah?"


"2 Tahun lalu apa bajunya disediakan?" Tanya Ri.


"Ya, baju kaos dengan warna soft pink kalau tidak salah ingat. Lalu tahun berikutnya panitia tidak menyediakan apapun, hanya makanan. "


"Aku juga masih ingat, sampai ada senior yang bilang tidak akan ikut lagi jika konsepnya terus monoton seperti itu. Ributkan mereka soal reuni yang mahal tapi pengaturannya cuma begitu-begitu saja."


"Apa dana mencukupi jika disediakan baju?"


"Dana reuni setiap tahun terus meningkat, karena itu banyak orang yang ingin menjadi panitia."


"Benar, jadi wajar senior-senior kita yang membayar biaya reuni mengeluh soal tempat, makanan sampai akomodasi."


"Oke, ada saran lain soal baju?"


Diskusi itu terus berlanjut hingga siang sore. Siang tadi, orang tua Ri menyiapkan makanan dari restoran untuk menjamu tamu anaknya. Walau panitia reuni sudah menyediakan dana makan siang, orang tua Ri mengatakan agar panitia menghemat uang. Keduanya merasa senang Ri kedatangan tamu setelah sekian lama hanya Van yang datang berkunjung.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2