Reflection, The Black Rose

Reflection, The Black Rose
Ep 41 : Trio bebek bertemu. Calon bestie.


__ADS_3

"Aku tebak---- kau seorang pengusaha?"


Ri Ahh tidak menggubris pernyataan Darren soal ayahnya.


Darren mengangguk kecil. Kemudian dia melihat jam di tangannya.


Aktivitas Darren di lihat oleh Ri Ahn. "Oh, jika anda ada janji silahkan." Kata Ri Ahn.


Darren menggeleng. "Tidak ada, " Sahut dia tanpa melihat Ri Ahn. Pria itu sibuk dengan ponselnya.


Tapi ekspresi Ri Ahn justru berbeda, dia tidak percaya seorang pengusaha tidak sibuk dan duduk berbicara dengannya selama itu.


Darren mengangkat wajahnya dan melihat perempuan yang juga melihatnya. "Ah, ibuku membatalkan janji. Tadinya saya akan bergantian menjaga ayahku di Rumah sakit tapi mereka tidak senang dengan ide itu, sekarang sedang sibuk berkencan."


Ri Ahn mengangguk. Dia mulai meniliti Darren, pria itu mengerti bahwa dia masih butuh penjelasan karena rasa penasarannya yang membabi buta. Dia pria pengertian. Beruntung sekali wanita yang berada disisinya, dalam hati.


"Anda salah," Ucap Darren.


Ri Ahn sampai bingung.


"Ya?" Sahut perempuan itu bingung.


Dia tidak bertanya ataupun mengajukan pernyataan lantang yang di dengarkan kepada Darren, tetapi mengapa pria itu seperti menjawab hatinya yang sedang memuji karakter.


"Apa yang anda pikirkan tidaklah benar, bukan wanita yang beruntung tapi saya."


"Oh? Ya, maaf." Kata Ri Ahn, dia seperti tertangkap basah sedang memuji pria itu. Bagaimana dia tahu.


Darren pada akhirnya berusaha tidak memperlihatkan ekspresi sedih. Membahas soal Valerie memang membahagiakan dan membanggakan tapi dia tidak bisa luput dari rasa sedih.


Dia diam karena merasa tidak enak hati. Ekspresi Darren mendadak sendu dan dia tahu itu berkat perkataannya barusan. Perempuan itu akan kembali bersuara mengucap maaf tapi lebih di dahului oleh Darren.


“Ho Young tidak pernah menyebut nama wanita yang dia dekati, saya tau berkat ekspresi terkejut anda saat di lift tadi. Saya hanya tidak ingin anda salah paham pada perkataan saya yang mengatakan bahwa Ho Young hanya bercerita tentang hal yang penting saja.” Kata Darren, dia takut terdapat kesalahpaham dan itu akan menyulitkan sahabatnya.


Ri Ahn mengangguk, dia juga tidak terlalu berharap. Namun, di sisi lain dirinya- dia merasa tidak dianggap? Yah, bagaimana bisa berharap sedangkan pria itu sudah memiliki seorang istri dan Pria di depannya ini sudah pasti tahu.


Apakah Darren melihatnya sebelah mata?


“Ya, saya juga tahu.” Jawabnya. Ri Ahn menunduk melihat telapak tangannya.


Darren telah berulang kali memeriksa jam di tangan lalu melihat ponselnya lagi.


“Biasanya, Ho Young akan berada di Gym jam segini. Anda ingin melihat?” Tanya dia.


Otomatis Ri Ahn menggeleng sembari mengoyangkan kedua tangan di depan wajah.


“OH tidak perlu tuan Darren. Anda sudah mendengar bagaimana dia tidak ingin bersama dengan saya. Jika tidak, bagaimana dia bisa menurunkan saya di halte.


“Tentu, tapi jika saya bilang padanya anda bersama dengan saya- Ho Young pasti akan berada di sini saat ini juga.”

__ADS_1


“Tidak percaya—“


Belum selesai dia berbicara, Darren sudah mengangkat teleponnya. Di speake, agar Ri Ahn dapat mendengarkan dengan jelas.


“Darren!” sahut pria yang dia kenali suranya.


“Kau melupakan sesuatu?”


“Apa itu?”


“Ri Ahn.”


Bunyi sambungan telepon yang terputus terdengar langsung setelah Darren menyebutkan nama Ri Ahn.


Darren tersenyum miring, dia tahu Ho Young akan bersikap seperti itu. Sementara Ri Ahn cemberut, dia mengira Ho Young malas mendengar namanya sampai mematikan telepon. Keduanya ada di jalur berbeda soal cara Ho Young bersikap.


Pria yang menelepon itu duduk dengan punggung yang dia sandaran di sofa dengan tangan yang di letakkan pada lengan sofa. Dia menatap lalu lalang orang yang terkadang tersenyum padanya, Darren tidak berekspresi.


Mereka berdua menunggu tanpa berbicara.


Ri Ahn ingat satu hal penting yang ingin dia tanyakan kepada Darren. Tetapi untuk memulai hal tersebut butuh keberanian besar karena bersangkutan dengan rumah tangga pria itu. Rasa penasarannya kepada urusan Ho Young sudah ada di tingkat paling tinggi.


Dia berdehem terlebih dahulu, menghilangkan kegugupannya. Lalu dia mulai membuka mulutnya. “Boleh aku bertanya?”


Darren mempersilahkan.


“Kenapa anda memanggil Ho Young kemari. Apa anda tidak takut teman baik anda berselingkuh?”


“Apa maksudmu?”


“Anda adalah temannya, mustahil tidak mengetahui bahwa dia telah menikah dan memiliki anak.”


Lalu? Kata Darren dalam hati.


“Ya, lalu?"


Apa aku salah dengar? Apa aku salah menilai dia pria baik. Jangan-jangan sama saja. Gantian Ri Ahn berbicara dalam hatinya.


"Dia sudah menikah!" Tegas Ri Ahn.


Saat itu Darren tahu apa maksudnya.


"Benar sudah menikah dan punya anak tapi------"


Sebelum dia melanjutkan kalimatnya, Ho Young sudah berdiri di depannya.


5 menit berlalu dan Ho Young sudah sampai. Matanya menatap tajam Darren seolah mengatakan ‘Bagaimana kau bisa tahu Darren’.


“Duduklah!” Darren berbicara dengan santai sambil menunjuk sofa tunggal.

__ADS_1


Ho Young menggerakkan kepalanya kesamping, dia melihat Darren bertanya apa yang akan dia lakukan. Namun, Darren tidak membalasnya. Dia sibuk melihat ponselnya.


Ri Ahn gelisah, dia harusnya lari sejak tadi tapi tubuhnya mengkhianatinya. Perempuan itu ingin melihat apa yang akan di lakukan oleh Darren.


Setelah kesibukannya dengan ponsel, Darren mengangkat kepalanya. “Cepat sekali kau sampai, mau minum? Pasti lelah berlari.”


Ho Young menghela nafas pendek.


“Kalau kau lupa aku punya mobil.” sarkas pada Darren.


Sementara pria itu tertawa kecil mendengar nada bicara Ho Young kepadanya.


"Bukannya aku memintamu pulang?" Ujar Ho Young sembari menatap Ri Ahn.


Ri Ahn tidak berani menatap pria itu, dia menunduk melihat tangannya yang bermain dengan cincin di jari tengah.


"Kan aku bilang tidak ada uang." Sahut Ri Ahn.


"Tadi itu bukan uang?" Omel Ho Young.


Darren menjadi tertarik mendengar percakapan keduanya. Dia berencana pergi setelah Ho Young datang tetapi sekarang dia melihat hal yang menyenangkan. Mari kita menonton terlebih dahulu, kata dia.


"Itukan uangmu bukan uangku."


Ho Young terdiam. Dia tidak bisa membalas Ri Ahn.


Darren tertawa kecil lalu dia melihat Ho Young. "Ri Ahn bertanya, mengapa pria yang telah memiliki seorang istri mencari wanita lain. Aku belum jawab kau sudah datang. Jawab sekalian." Kata Darren.


Ho Young tidak menatap Darren dia justru melihat Ri Ahn. Ri Ahn yang terkejut mendengar Darren berbicara.


"Kenapa?" Tanya Ho Young pada Ri Ahn.


Ri Ahn dipaksa menatap Ho Young, kepalanya di geleng-geleng.


"Kau berani bertanya pada Darren tapi tidak denganku?" Wajah Ho Young terlihat seram.


Darren saja sampai menggeleng. "Bagaimana dia akan menikahimu kalau kau galak begitu."


"Kau bicara seolah-olah Valerie menikahimu karena kau lembut saja. Asal kau ingat, kita ini sama." Ejek Ho Young. Yah, terus terang. Darren lebih baik darinya soal asmara.


Darren hanya mengangkat bahunya tidak peduli.


Ri Ahn ingin kabur.


"Jawab saja, kau bicara sampai kemana-mana." Ucap Darren lagi.


Ho Young merasa di tindas oleh dua orang yang baru saja menjadi akrab ini. Dia merubah posisinya menghadap Ri Ahn.


"Jadi kau tidak tahu?"

__ADS_1


Pria brengsek yang bodoh, bagaimana dia bisa tahu kalau kau tidak beritahu. Kata Darren dalam hati.


.


__ADS_2