
Judul:Pernikahan pangeran Yuzhi
by. :@Mitsuki776
"bagus... akan aku berikan penawar itu. Tapi dengan syarat aku dan kamu yang akan kesana bersamaan bagaimana?"ucap Yuzhi memegang dagu Vallerei lalu menatapnya remeh, "Baiklah.."ucap Valleire terpaksa. "Tidak! setelah penawar itu sampai pada Rao, aku akan berusaha melepaskan diriku darinya. Tapi, sekarsng bagaimana.. jika aku menikahinya oedang Falme ice sword juga akan otomatis berada di tanganya", Yuzhi tersenyum devil dan segera merebut pedang yang ada di tanganya.
"Hanya untuk sementara.. bertahanlah Rao, setelah ini aku akan merebut miliku kembali" batin Vallerie menggenggam tanganya dengan erat.
🍁🍁🍁🍁🍁
(di kerajaan Sihon)
"di mana Vallerie!!"ucap Rao tiba tiba memaksa keluar kerajaan Sihon dalam keadaan lemah dan dalam kendali racun, para pengawal bahkan berusaha keras untuk menghentikan Rao tanpa melukainya, dengan cepat Rin bergerak dan memukul keras tenguk Rao hingga Rao pingsan, "kali ini demi kebaikan anda, maafkan saya pangeran!"ucap Rin memandang Rao yang tak sadarkan diri di tangan para pengawal
"kalian bawa pangeran kembali ke kamarnya, mungkin saya harus menyihir sementara pangeran agar dia tidak bisa kemana mana"ucap Rin segera mengunakan sihir penguncianya, tali dengan aura biru dari tanaman mulai mengikat tubuh Rao, itu memang kekuatan sihir elemen tumbuhan yang di miliki Rin, itu juga penyebab dia bisa di rekrut menjadi anak buah Rao padahal dia hanyalah seorang gadia desa yang memiliki kelebihan di dalam darahnya
beberapa hari yang lalu
__ADS_1
utusan dari kerajaan Kamame dengan Vallerie dan Yuzhi datang ke keraajaan Sihon. Vallerie pun juga sudah memindai kalau di botol penawar racun yang ada di tanganya asli dan tidak mengandung bahaya. Vallerie tidak di ijinkan bertemu langsung dengan anggota kerajaan, Oleh srbab itu pengawal lah yang memberikan penawar itu pada Rin dan Daichi
"bersiaplah untuk menerima kabar bahwa putri Ocktavia menikah dengan baginda pangeran kami yang akan di gelar 4 hari lagi, berdoalah agar kerajaan kalian masih akan selamat"ucap utusan keeajaan kamame itu dan segera menghilang dengan sihir miliknya, "ini mengerikan.. aku yakin pangeran Rao tidak akan membiarkan hal ini terjadi, kita harus bagaimana?!!"ucap Rin frustasi
"kita juga tidak mungkin menyembunyikan hal ini dari pangeran"ucap sala satu di antara mereka, "kamu benar!.. lebih baik kita berikan dulu penawar ini, setelah penawar itu telah bereaksi baru kita akan lapor pada pangeran"ucap Rin merasa tidak enak
.....
sedangkan Vallerie kini masih meringkuk di sudut ruangan, para pelayan bergantian memasuki kamar Vallerie dengan seijin penjaga yang ada di luar pintu kamar Vallerie, pelayan bahkan membawakan nampan makanan untuk Vallerie dengan teratur, "hahh kehidupanku sekarang persis seperti dongeng putri salju yang di sekap di istana oleh ibu tirinya, bedanya.. aku di sekap oleh calon suamiku yang memang tidak akan pernah ku klaim adanya"batin Vallerie menertawakan nasibnya sendiri.
"Rao ku harap kamu baik baik saja"batin Vallerie kembali menenggelamkan wajahnya di lipatan tanganya yang ia letakan di atas lututnya "Aku harus memikirkan cara untuk bisa keluar dari sini, dan mengambil pedangku kembali. Tapi, penjagaan di sini terlalu ketat. bahkan mereka menyegel kamarku dengan sihirnya yang menyebabkan aku akan mati jika coba-coba keluar dsri kamar ini" batin Vallerie bergikir. "Satu-satunya kesempatanku adalah di hari pernikahanku"batin Valleire lagi, beberapa hari berlalu hingga tiba pada sehari sebelun pernikahan di mulai
"maaf pangeran.. mungkin ini saatnya untuk jujur, 1 hari lagi pangeran kamame akan menikah, dan pengantinya itu adalah.."ucap Rin takut takut, Rao menoleh ke arah Rin, "tuan putri Vallerie" lanjut Rin segera menundukan wajahnya, "apa kamu bilang?? apa maksudmu!! beraninya kalian membohongiku!!"ucap Rao penuh amarah mencekik leher Rin, hal itu segera di hentikan oleh Kayla dan yang lainya
"pangeran tenanglah!!, adik ke-6 ku melakukan ini semua agar bisa menyelamatkan pangeran tanpa mengorbankan nyawanya.."ucap Kayla denhan wajah ikut takut, Rao melepas cekikanya dan segera menundukan wajahnya, "apa yang kau lakukan Vallerie.. kamu benar benar bodoh!!"ucap Rao yang segera berlari ke luar istana, para bawahan Rao ingin menghentikanya, tapi dengan kemarahan Rao yang saat ini membara
sangat tidak memungkinkan untuk bisa menghentikan pangeran mereka, Rin, kayla, Daichi dan yang lainya pun memilih untuk mengikuti pangeran mereka, "kamu bodoh!! Vallerie!! aku tidak akan membiarkanmu melakukan ini!"batin Rao yang mempercepat larian kudanya
__ADS_1
.....
........
.....
hari ini adalah hari di mana Vallerie akan mengadakan pernikahanya, dia di dandani dengan gaun pengantin yang sangat elegan, gaun itu berwarna putih dengan sedikit bulu bulu berwarna ungu di bagian pingganya, panjang gaun itu hanya sepaha dari tubuh Vallerie, tapi bagian belakangnya masih sangat panjang hingga dapat menyentuh lantai, wajahnya juga tertutup oleh kain transparant yang memang sering di pakai untuk acara pernikahan, rambutnya juga di galung ala pernikahan, tapi mungkin sedikit di bagian depanya di biarkan dan sedikit di modifikasi agar terlihat indah di pandang, ia juga memakai sepatu berwarna putih yang tingginya hampir mencapai lutut Vallerie
"hari ini.. akhirnya tiba juga.. sekarang aku harus apa Vallerie?"ucap Vallerie menangis mengingat pemilik tubuhnya yang asli sekarang, para pengawal menjemput Vallerie, Vallerie hanya mengikut saja dalam diam.
kini ia telah sampai di tempat di mana ia kan mengadakan pernikahan, tempat itu adalah tempat yang tinggi, di bawahnya terdapat laut yang sangat dalam, untuk sampai ke sana juga perlu teleportasi sihir kuat, Vallerie berjalan dengan memegang bunga di tanganya, dengan di dampingi para pengawal Vallerie berjalan menaiki tangga ke tempat di mana pangeran Yuzhi dengan setelan lengkap pengantinya telah menunggu Vallerie
upacara pernikahan di mulai, semua berjalan tanpa halangan, tapi ketika upacara penikahan itu sudah hampir mencapai puncaknya yaitu berciuman, Rao dan anggota kerajaan sihon lainya datang dengan tiba tiba, membuat acara pernikahan itu terhenti, "Rao..."gumam Vallerie sedih melihat ke arah Rao. "Tidak, jangan sekarang Rao! tidak! aku harus segera lari dari sini tapi dengan keadaan Rao yang ada di sini.. apa aku sempat menyelamatkan mereka"batin Vallerie menatap nanar pada Rao, "aku tidak akan membiarkanmu melakukan ini Vallerie!!"teriak Rao di kala tubuhnya masih belum sembuh total
"apa yang kau lakukan di sini!! apa kau ingin mati hah?!!"ucap Yuzhi menggeretakan giginya, "Vallerie!!" panggil Kayla dan Rin khawatir, para pengawal di dekat mereka tiba tiba menyerang Rao tanpa aba aba, untungnya Daichi dengan sigap menangkis serangan itu dengan pedang miliknya, "mau melukai pangeran saya?, maka langkahi dulu mayat saya!"ucap Daichi penuh keyakinan
"bagaimana ini?.. aku tidak aka mungkin membiarkan Rao terluka.."batin Vallerie menggigit bibir bawahnga sendiri
__ADS_1
**Bersambung