Reincarnation A Princess

Reincarnation A Princess
[BERTEMU PRIA BERTOPENG] CH.50


__ADS_3

Judul:Bertemu Pria bertopeng


By. :@Mitsuki776._


"Tidak apa-apa, aku pasti tidak akan mati" ucap Valleire yakin, dia tidak boleh mati saat ini sebelum kerajaan Ocktavia ada di tanganya kembali, dia tidak boleh tewas.


Xixi mengerti, dan lebih memilih untuk mendoakan agar nonanya tidak kenapa-napa.


❄❄❄❄❄❄


Di tengah itu, seorang laki-laki bersurai putih dengan pakaian yang cukup bagus juga memakai topeng terus memantau Vallerie dan Xixi dalam keramaian, "Akhirnya aku menemukanmu" gumam laki-laki tersebut terus mengikuti Vallerie dan Xixi seterusnya.


11.20


Vallerie dan Xixi telah selesai memakan beberapa makanan ringan untuk mengganjal perutnya sementara, mereka akan menyelesaikan misi lagi, untuk itu dia harus sampai di jembatan itu sebelum anak kecil yang harus di selamatkan Vallerie terjatuh.


di jembatan terlihat seorang gadis kecil dengan tiga anak laki-laki sebayanya "Huaaa, kau jahat Qinqin!!" ucap gadis kecil itu menangis di depan seorang anak laki-laki berambut biru.


"Qin Xian, kau tidak boleh ikut! Ibu akan memarahiku jika kau bersikeras ikut kami kehutan!" ucap anak laki-laki itu dengan tidak enak, dia bersikeras untuk tidak mengajak gadis itu ikut bersamanya.


"Qinqin jahat!!" ucap gadis itu mendorong tubuh laki-laki berambut biru hingga dirinya mundur beberapa langkah, namun naas dia malah tersandung oleh kayu yang menyebabkan dirinya keluar pagar pembatas jembatan, melihat itu Valleire segera menangkap tangan anak laki-laki itu dengan erat.


"Jangan di lepas!" teriak Vallerie yang berusaha menaikan anak laki-laki itu kembali keatas jembatan. Namun, kayu jembatan yang di pijaki Vallerie tiba-tiba patah karena memang kayu jembatan itu sudah lama tidak di perbarui, Vallerie kehilangan keseimbangan dan hampir ikut terjatuh bersama anak laki-laki itu.

__ADS_1


Tangan seorang laki-laki berhasil menangkap tangan Vallerie, Vallerie juga segera memeluk anak laki-laki itu dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kananya berpegangan pada laki-laki bertopeng yang sempat menyelamatkanya itu.


"Nona!!" teriak Xixi menghampiri Vallerie dan berusaha menaikanya ke atas jembatan, tenaga Xixi tidak cukup kuat. Laki-laki yang menyelamatkan Vallerie menarik Vallerie keatas hingga sekarang mereka telah sepenuhnya berada di atas jembatan.


Orang-orang mulai berdatangan ketika melihat adegan yang hampir saja menewaskan nyawa itu. "Qin!" teriak seorang wanita menghampuri anak laki-laki yang hampir terjatuh tadi, "Ibu!" Anak laki-laki itu segera memeluk ibunya, sedangkan gadis perempuan yang mendorong anak laki-laki itu menunduk karena merasa bersalah, dia tidak seharusnya mendorong kakaknya hanya karena marah.


"Tidak apa Qin Xian, aku baik-baik saja kok" ucap anak laki-laki itu memeluk saudara perempuanya. Ibu dari anak laki-laki itu mendekat kearah Vallerie, "Terima kasih nona, jika bukan karena nona, saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada anak saya." ucap wanita itu merasa bersyukur.


"Iya, lain kali berhati-hatilah" ucap Vallerie yang menoleh ke arah laki-laki berambut putih yang tadi menyelamatkanya. "Terima kasih karena telah menyelamatkan nyawaku Tuan" ucap Vallerie penuh hormat pada laki-laki itu.


Laki-laki itu membuka topengnya, menampilkan mata merah juga wajah menawan yang dia miliki, dia terlihat seperti bangsawan. Melihat orang yang menyelamatkanya, Vallerie ingin membalas budi laki-laki itu.


"Kalau boleh tahu, siapakah nama tuan?" tanya Valleire penuh hormat, "Namaku Ra.. ah tidak, namaku Xioru Neji" ucap laki-laki itu tampak gugup di depan Vallerie. Valleire tidak mempermasalahkan itu, "Bisakah kita makan bersama sebagai tanda terima kasih saya?" tanya Vallerie dengan hormat.


"Tentu, " ucap Neji tidak menolak, Vallerie senang dengan itu.


"Xixi, kau tidak perlu khawatir, aku yakin jika aku tidak ada sekalipun kamh masih akan hidup" ucap Vallerie tersenyum percaya. Sedangkan laki-laki berambut putih yang mendengar pembicaraan itu berdiam sendiri seakan dia sedang menahan diri untuk tidak berbicara tentang suatu hal yang sangat ingin dia katakan.


"Tapi tetap saja! aku tidak ingin kehilangan nona!" teriak Xixi memeluk tubuh Vallerie tiba tiba, Vallerie membiarkanya dan ikut memeluk Xixi. "Jadi, tuan ingin makan apa?" tanya Vallerie menyamakan kakinya dengan kaki Neji yang tadinya berada di belakang Vallerie.


"Aku akan memakan apapun, tapi..." ucap Neji menjeda kalimatnya, "Kalian bukan orang kota Phoxyee kan" ucap Neji menatap Vallerie seakan telah mengetahui segalanya tentangnya.


"A Apa maksud tuan, saya tidak mengerti" ucap Vallerie berpura-pura, "Aku mengerti, tapi nona. Aku bukanlah orang yang bisa di bohongi dengan mudah" ucap Neji menatap Vallerie dengan tatapan yang sama.

__ADS_1


Vallerie menghela nafas berat, "Hahh, baiklah, kau menang aku bukanlah dari kota phoxyee, aku jadi semakin tertarik padamu, siapa kamu sebenarnya?" bisik Vallerie menyeringai di kala mulutnya dekat dengan telinga Neji. "Dia merencanakan ini? oh itu sebabnya dia memintaku untuk makan bersama" batin Neji tersenyum.


"Nona, tolong jaga batasanmu" ucap Neji mendorong pelan bahu Vallerie, "Bisakah saya ikut kalian?" tanya Neji tiba-tiba, Vallerie terkejut.


"Kenapa aku harus membawamu? Tidak, kami bukan sedang piknik!" ucap Vallerie seidkit kesal. "Aku hanya ingin ikut nona, aku tertarik pada nona, apa tujuan nona melakukan ini semua?" tanya Neji dengan penuh tatapan polos, Vallerie menatap Neji.


"Baiklah, aku juga ingin tahu siapa sebenarnya kau ini, lagipula... aku yakin kau akan berguna bagiku nanti" ucap Vallerie menyeringai lalu berjalan lebih dulu kedepan.


Xixi tidak tinggal diam, dia yang tadinya duduk diam di bahu Vallerie menoleh, menatap Neji yang juga menatap dirinya. Xixi menatap tajam pada Neji, dia merasa bahwa Neji bukanlah orang baik-baik.


Neji yang di tatap Xixi seperti itu segera menatap balik. "Kucing? kenapa aku merasa kalau kucing ini menatapku? dia bukan kucing biasa" batin Neji yang akhirnya mengabaikan dan lebih memilih untuk menatap Vallerie yang berjalan dengan gaya berbeda di depanya.


"Aku harus tahu apa tujuanmu melalukan ini, aku merindukanmu Vallerie... ,aku belum bisa jujur tentang identitasku dulu, kalau aku jujur sekarang, apa kau masih akan bersikap seperti ini padaku?" batin Neji tersenyum masam.


"Nona, kau mau makan terlebih dahulu kah?" tanya Neji menyamakan kakinya dengan kaki Vallerie. Vallerie menoleh, "ya, lagipula aku masih punya waktu setengah jam lebih sebelum kembali menjalankan tugasku" ucap Vallerie menatap jam bulat di tanganya danlalu di letakanya kembali ke kantung yang ada di pinggangnya.


"Apa sebenarnya yang ingin dia lakukan?" batin Neji bertanya-tanya.


"Sepertinya masih banyak yang belum ku ketahui tentangmu, aku harua segera mengetahui itu. Aku tidak ingin berpisah lagi denganmu..." batin Neji menyeringai.


**TBC


SAMPAI SINI DULU YA

__ADS_1


BTW, ADA YANG BISA NEBAK GAK SIH SIAPA IDENTITAS NEJI SEBENARNYA??


JAWAB DI KOMOM KOMENTAR YA😝**


__ADS_2