
Judul:Gadis berambut panjang
By. :@Mitsuki776
dia sadar dia terlalu boros dalam menggunakan poinya, "hahh... apa kita kembali ke kerajaan Sihon dulu?" tanya Rao du kala melirik sekitar takut kalau kalau ada pengawal kamame yang melihat mereka. "entahlah.. , tapi sepertinya ada baiknya kalau kita kembali dulu, tenaga ku sudah habis, dan lagi kondisi tubuhku saat ini kurang baik" tutur Vallerie yang langsung di angguki oleh Rao
"benar.. kita kembali dulu ke kerajaan Sihon" ucap Rao berjalan ke dalam hutan untuk mencari lubang yang biasa di gunakan Vallerie untuk menyusup keluar istana.
🍁🍁🍁🍁🍁
kini Rao mengendalikan kudanya dengan membawa Vallerie di depanya, mereka akan kembali ke kerajaan Sihon. Rao terus memandangi jalan dan sesekali melirik tubuh Vallerie yang terdapat luka yang sangat banyak bagi Rao "maaf Vallerie, aku tidak bisa melindungimu, sepertinya aku masih belum pantas untuk menjadikanmu istriku" batin Rao menatap kecewa pada surai Vallerie.
sedangkan Vallerie kini melihat nontifnya, jika ia ingin mengalahkan pangeran Yuzhi Kamame maka ia harus mengumpulkan poin terlebih dahulu, "kalau terus seperti ini aku tidak akan bisa membeli senjata dan alat persiapanku untuk bertarung dengan Yuzhi, aku harus mengumpulkan poin" batin Vallerie menatap nontivnya yang tertera tulisan
POIN: 0 s
mengecewakan memang, tapi itulah kenyataanya, Valleire menyudahi kegiatan menatap nontifnya, kini ia ikut terpokus pada jalanan "maaf Vallerie.., aku tidak bisa melindungimu.." ucap Rao pelan, Vallerie terkejut dan sontak menoleh "apa maksudmu Rao, lagipula ini semua bukan salahmu, kau tak perlu meminta maaf padaku" ucap Vallerie menenangkan Rao, dia tahu Rao saat ini sedang kacau
"sekarang kita fokus untuk kembali ke kerajaan Sihon dulu, beristirahat dan lalu kembali merencanakan rencana oke? lagipula pedang esnya ada padaku" ucap Vallerie tersenyum, Rao kembali berwajah sedih "baiklah.. "ucap Rao yang kemudian melajukan larian kudanya.
sesampainya di kerajaan Sihon hari sudah mencapai malam hari "Vallerie.., apa liontinmu itu memang selalu menyala di malam hari?" tanya Rao yang menatap liontin Vallerie "ya memang liontin ini menyala di malam hari" ucap Vallerie mengambil dan lalu memandangi liontinya yang terdspat separuh jiwa Vallerie yang asli tersebut "liontin ini, sangat berharga bagiku" ucap Vallerie menggenggam dengan erat liontinya
__ADS_1
"berharga.. kenapa?" tanya Rao heran, karena baginya aksosoris tetaplah aksosoris, biarpun aksosoris itu langka atau tidak pernah di miliki. "liontin ini... adalah sebagian kecil dari orang yang ku sayangi" ucap Vallerie memaksudkan perkataanya pada Vallerie yang asli
mendengar penuturan Vallerie membuat Rao sedikit tidak senang "jangan bilang jatuh cinta pada laki laki lain!" batin Rao tidak senang, bahkan kini ia mengepalkan tanganya hingga kuku-kuku panjangnya menancap di telapak tanganya.
Rao dan Vallerie kini berjalan menuju istana, "Pangeran Rao Sihon! Tuan Putri Vallerie Ocktavia!!?" kejut Rin yang kala itu kenunggu kedatangan Rao dan Vallerie bersama Daichi, Kayla dan para anggota pengelana lainya.
"sukurlah kalian baik baik saja.." ucap Kayla segera menghampiri Vallerie, "kakak.. maaf aku harus menyampaikan berita buruk" ucap Vallerie berwajah sedih, itu membuat Kayla heran "ada apa adik ke-6?" tanya Kayla khawatir "adik ke-7, dia.." ucap Vallerie ragu.
"adik ke-7? Kyouka ada apa denganya?!" uvap Kayla mulai merasakan firasat buruk "adik ke-7 terbunuh karena melindungiku kak" ucap Vallerie lirih, mendengar itu Kayla menutup mulutnya, jujur saja Kayla dan Kyouka adalah saudara yang akrab sejak kecil, namun setelah Kayla keluar istana dan bergabung dengan kerajaan Sihon, Kayla dan Kyouka sudah jarang berkomunikasi.
Kayla menangis. "kakak, maafkan aku tidak bisa menyelamatkan hidupnya" ucap Vallerie menunduk, ia sangat merasa bersalah "Kyouka.. adik ke-6, ini bukan salahmu, aku yakin Kyouka lah yang paling memahami apa alasan dia menyelamatkanmu, dia pasti alasan yang kuat untuk itu" ucap Kayla mengusap air matanya.
"kakak ke-7, aku benar benar menyesal karena telah tidak mampu menyelamatkan Kyouka" ucap Vallerie lagi, "tidak apa Adik ke-6, kerajaan Kamame memang sudah sangat keterlaluan..hiks" ucap Kayla di kala tangis masih menderainya. "Vallerie, sebaiknya kau dan pangeran beristirahat, dan lukamu ini biar tabib yang menyembuhkanya" ucap Kayla menyentuh sedikit kulit wajah Vallerie yang terdapat luka cambuk yang cukup dalam di sana.
Rao mendekat ke arah Vallerie dan lalu menarik tangan Vallerie dengan pelan masuk ke dalam istana "kau harus istirahat dan segera mendapat perawatan dari tabib!" ucap Rao masih menarik tangan Vallerie, Vallerie menurut.
sesampainya di kamar Rao Vallerie segera berbaring di kasur milik Rao dan mendapat perawatan dari tabib istana. "lukanya lumayan dalam, butuh waktu seminggu agar luka ini sembuh total, tapi kalau Pangeran ingin Tuan Putri sembuh dengan cepat, Anda bisa meminta bantuan Penyihir Menara" ucap Sang Tabib takut-takut.
"baiklah, kau boleh pergi" ucap Rao yang kemudian mendekati tubuh Vallerie yang tengah tertidur akibat obat tidur yang di berikan tabib padanya. "Vallerie, luka luka ini.. maafkan aku" gumam Rao merasa bersalah. perlahan Rao mendekati wajah Vallerie dan mencium kening Vallerie sekilas "tidur dan beristirahatlah yang banyak, akan ku carikan neneku untuk menyembuhkanmu" gumam Rao yang beranjak keluar dari kamar setelahnya
Mimpi Vallerie
__ADS_1
"di mana?" ucap Vallerie mengelilingi tempat seperti padang rumput yang sangat luas. "hai.." ucap suara dari belakang Vallerie, Vallerie terkejut dan sontak berbalik. kini di hadapan Vallerie muncul seorang gadis cantik berpakaian dress panjang ala kerajaan dengan warna abu abu, gadis itu memiliki surai putih keunguan yang panjangnya hingga mencapai lutut dan tidak lurus, bermata merah Ruby dan terdapat sedikit balutan balutan perban di beberapa bagian tubuhnya seperti leher, lengan sebelah kanan, jari jari sebelah kiri, mata sebelah kanan juga keningnya yang di lingkari perban.
"siapa kau?" tanya Vallerie mengerutkan keningnya, gadis itu tersenyum, sangat manis memang meskipun penuh dengan perban di mana mana. "Eva..., ini aku, orang yang membuatmu terlahir kembali juga yang menemanimu di setiap mimpi anehmu" ucap gadis itu dengan suara yang sangat lembut.
"kenapa?" ucap Vallerie menundukan kepalanya, "kenapa kau menghidupkanku kembali dan malah membuat Vallerie pergi!!" ucap Vallerie meneteskan air matanya, gadis itu kembali tersenyum "dia yang menginginkan itu.., dia sendiri jugalah yang memilihmu untuk menggantikanya" ucap gadis itu dengan menahan senyuman di bibirnya.
Vallerie terkejut, "apa maksudnya?!, Vallerie memilihku??" ucap Vallerie tidak mengerti. "ya.. dialah yang menginginkanmu untuk menggantikanya" ucap Gadis itu berjalan mendekati Vallerie, Vallerie kini benar-benar bingung dan tidak mengerti perkataan gadis di depanya. "apa maksudnya!!?"batin Vallerie mengusap air matanya
**TBC
SAMPAI SINI DULU YA
MAAF KEMARIN TIBA TIBA THOR KEHABISAN PAKET DI MALAM HARI, GAK SEMPAT POSTING, DAN SIALNYA TOKO PAKET UDAH PADA TUTUP SEMUA, DENGAN BERAT HATI AUTHOR MEMUTUSKAN UNTUK TIDAK UP KEMARIN.
MAAF YA
TERUS DUKUNG CERITA INI
AGAR TERUS BERKEMBANG
TERIMAKASIH ATAS DUKUNGAN KALIAN PARA PEMBACA SETIA
__ADS_1
SEE YOU NEXT CHAPTER**