
Judul:Identitas Neji
By. :@Mitsuki776._
"Apa sebenarnya yang ingin dia lakukan?" batin Neji bertanya-tanya.
"Sepertinya masih banyak yang belum ku ketahui tentangmu, aku harus segera mengetahui itu. Aku tidak ingin berpisah lagi denganmu..." batin Neji menyeringai.
❄❄❄❄❄❄
TEMPAT MAKAN UMUM
"Hari ini aku yang meneraktirmu, tapi nanti kamu yang harus meneraktirku, kau ikut denganku itu berarti kau juga harus menuruti keinginanku!" ucap Vallerie dingin, "Xixi, apa yang ingin kau makan?" tanya Vallerie lembut pada Xixi.
Mendengar nada Vallerie yang berubah ketika berbicara pada Xixi, membuat Neji sedikit tidak senang, "ahh apa aku cemburu hanya karena kucing kecil itu?! benar-benar seperti bukan pangeran!" batin Neji memilih untuk memandang kelain.
Melihat Neji memandang ke arah lain, membuat Vallerie terus memperhatikanya, "Neji,..." ucap Vallerie memanggil, Neji menoleh.
"Apa kau.. menyukaiku?" tanya Vallerie dengan tatapan intimidasi, mendengar itu Neji sedikit panik, "T Tidak, apa yang membuat nona berpikiran seperti itu?" tanya Neji merasa tidak nyaman.
"Baguslah, aku hanya khawatir kau akan menyukaiku. Aku tidak akan bertanggung jawab padamu jika itu terjadi. Berusahalah untuk tidak jatuh hati padaku" ucap Vallerie dingin, Neji mengerti.
"Kenapa? kenapa aku tidak boleh menyukainya? apa dia sudah memiliki kekasih lain?" tanya Neji di dalam hati, Neji memutuskan untuk menghabiskan makananya, dia sedikit tidak suka pada ucapan Vallerie yang tidak memperbolehkanya untuk mencintainya.
Tapi, di satu sisi, Neji juga senang mengetahui kalau Vallerie menjaga hatinya dengan baik.
......
"Baiklah, aku sudah selesai, kau tunggu saja kami di sini, aku ada urusan" ucap Vallerie menyerahkan beberapa keping perak pada pelayan, membawa beberapa lauk yang di bungkus dan meninggalkan Neji sendiri di meja makan. Neji tidak tinggal diam, dia segera mencegat tangan Vallerie.
__ADS_1
"Biarkan saya ikut" ucap Neji sungguh-sungguh. Vallerie menghela nafas berat, "Baiklah, tapi apapun yang aku lakukan, kau tak boleh mencegat atau menghentikan sesuatu yang aku lakukan!" ucap Vallerie mengancam, Neji mengangguk paham.
........
Vallerie dan Neji berjalan di perkotaan sampai Vallerie melihat seekor Induk kucing dengan tiga anak kucing yang terlihat tidak sehat, Vallerie mendekati keempat kucing yang berada di pinggir jalan pasar itu.
"Apa yang dia ingin lakukan?" batin Neji penasaran, Vallerie membuka bungkusan makanan yang di bawanya dan di berikanya ke kucing-kucing itu. Meskipun mereka tinggal di pasar, tidak mudah bagi kucing itu untuk mendapatkan makanan, tidak ada seorangpun juga yang mau membantu mereka.
Dengan keadaan induk mereka yang juga ikut sangat lemah, tidak mengkin baginya mencari makanan untuk anak-anaknya. Vallerie sedikit kasihan melihat para kucing itu, berbeda dengan Neji yang malah tersenyum di kala melihat apa yang di lakukan Vallerie pada kucing-kucing itu.
"Kau menyukai kucing?" tanya Neji mendekat ke arah Vallerie dan ikut sedikit berduduk untuk dapat melihat kucing itu dsri dekat. "Tidak juga, " ucap Vallerie membantah dengan tenang.
"Xixi, bantu aku memeriksa di mana ada letak rumah sakit hewan?" tanya Vallerie pada Xixi, Xixi tidak langsung menjawab. "maaf nona, pada zaman ini rumah sakit hewan tidak ada" ucap Xixi tidak enak.
"Begitu ya.." ucap Vallerie dingin lalu mendekatkan telapak tanganya pada kucing-kucing yang sedang makan itu. Perlahan Vallerie menggunakan sihirnya untuk membersihkan kucing itu dan lalu memberi sedikit tenaga miliknya agar kucing itu terlihat sedikit lebih bugar.
"Nona,.." Xixi bingung dengan sikap Vallerie saat ini, Vallerie memang terlihat sangat dingin sekarang, tapi yang membuat Xixi heran sekarang adalah tatapan Vallerie yang tampak kosong menatap kucing-kucing itu.
"Ada apa dengan sikapnya, dia terlihat berbeda..." batin Neji menatap Vallerie lekat.
......
"Nona, kita mau kemana sekarang?" tanya Xixi penasaran. "Kita istirahat saja dulu, lagipula misi kita selanjutnya masih bermula jam 2.30, kita masih punya waktu untuk istirahat" ucap Vallerie tersenyum pada Xixi.
Melihat itu, Neji sedikit tidak senang, "Bisa bisanya dia tersenyum pada kucing itu, dia bahkan tidak menoleh ke arahku sedikitpun!" batin Neji mengeluh.
Vallerie beristirahat di sebuah kursi yang berada di dekat pohon, Neji dan Xixi juga ikut mengistirahatkan diri di sana.
"Aku kira siapa yang berani mengganggu tidurku" ucap sebuah suara yang mengejutkan mereka, Vallerie menoleh ke atas dan mendapati seorang laki-laki dengan pakaian berlambang kota Phoxyee dengan memegang sebuah lonceng menatap Vallerie penuh minat.
__ADS_1
Laki-laki itu melompat turun dan mendarat tepat di samping Vallerie, Ketika dirinya mendarat, dia juga segera mendudukan diri di samping Vallerie.
"Gadis cantik sepertimu, rasanya aku tidak pernah tahu ada orang sepertimu di sini! kau bukan orang dari kota Phoxyee iya kan?" ucap laki-laki itu menyeringai sambil menyentuh dagu Vallerie dan membawanya mendekat ke wajahnya, Vallerie segera mendorong laki-laki itu.
"Tolong jaga batasanmu!" ucap Vallerie menatap tajam pria di depanya, Laki-laki itu terkekeh, "Hallo nona, namaku Nekuro Phoxyee, anak ke dua dari pemimpin kota Phoxyee" ucap laki-laki itu mengulurkan tangan.
Neji sedikit tidak suka dengan perlakuan Nekuro, Laki-laki berambut pirang dengan mata hitam itu sungguh membuat Neji harus berwaspada.
"Oh, apa dia kekasihmu? dia tampak tidak suka aku mendekatimu" ucap Nekuro sengaja menatap ke arah Neji.
"Apa maksudmu?!" ucap Neji menatap tajam Nekuro, Vallerie yang berada di antara mereka segera mendorong tubuh mereka berdua secara bersamaan. "Kekanak-kanakan kalian! Apa bisa berprilaku sedikit lebih dewasa?" tanua Vallerie melirik kedua laki-laki itu secara bergantian.
"Kalau tujuan kalian ke sini hanya untuk mendekatiku, lebih baik kalian berdua pergi dari sini, aku tidak memerlukan kalian berdua!" ucap Vallerie kesal dan segera menjauhi mereka berdua.
"Gadis itu semakin menarik" ucap Nekuro menyeringai, mendengar ucapan Nekuro, Neji jelas tidak senang.
"Dengar! dia miliku, aku tidak akan menjamin keselamatanmu jika kau mencoba mendekatinya lagi!" ucap Neji menatap tajam Nekuro.
Nekuro terkekeh, "bukankah kita berdua sama? kita berdua sama-sama ingin mendekatinya bukan? bagaimana kalau kita bertarusng secara sportif saja... Tuan Rao?" tanya Nekuro sengaja.
Neji terkejut, dia memang menyangka bahwa Nekuro adalah orang yang cukup hebat, namun dia tidak menyangka kalau Nekuro mengetahui identitasnya yang sebenarnya. Dia harua membuat Nekuro tutup mulut soal itu.
"Bagaimana Pangeran?" tanya Nekuro lagi, "Baiklah, kau tidak akan pernah bisa menang dariku, dia miliku dan dia hanya akan mencintai diriku!" ucap Neji(Rao) dengan tatapan tajamnya.
"Sepakat" ucap Nekuro tersenyum.
**TBC
SAMPAI SINI DULU YA
__ADS_1
UNTUK EPISODE SELANJUTNYA TUNGGU SAJA BESOK, SAMPAI JUMPAA...
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SETELAH MEMBACA YA, TERIMAKASIH😯😝**