
Judul: bertemu pangeran Minakawa
By. :@Mitsuki776._
"Baiklah kalau begitu, kita hanya perlu menunggu" ucap Vallerie menatap Yuna, namun kemudian kembali menatap Daichi yang sepertinya sangat khawatir pada Yuna.
"Apa dia pernah jatuh cinta pada Yuna, wajahnya sangat khawatir" batin Vallerie memperhatikan. "Pangeran Rao!" teriak orang-orang di luar sana yang mengejutkan seluruh orang di dalam kamar Vallerie.
🍁🍁🍁🍁🍁
Rao menerobos masuk kedalam kamar Kayla dan menarik Vallerei keluar menuju taman.
"Rao! itu sakit!" ucap Vallerie merasakan sakit di tanganya. Rao tidak berhenti sampai dia ada di taman, "Apa yang sebenarnya tejadi padamu!" ucap Vallerie akhirnya bisa melepaskan pergelanganya dari tangan kuat Rao.
Rao menatap Vallerie namun kemudian memegang kedua bahunya. "Tolong jelaskan, siapa yang bertemu denganku saat di pasar waktu itu?" tanya Rao dalam.
"Apa maksudmu?" tanya Vallerie yang berpura-pura tidak mengerti. "Jawab aku, yang bertemu denganku itu kau atau Vallerie?" tanya Rao mencoba lembut, Vallerie diam. "Sepertinya tidak ada gunanya lagi aku menyembunyikan identitasku, terserah padamu mau membenciku atau tidak..." ucap Vallerie melepaskan oegangan Rao dari bahunya.
"Namaku Minakawa Eva, berasal dari dunia moderen yang berbeda dengan dunia kalian ini. Dan lagi aku sudah bertukar tubuh dengan Vallerie saat pertama kali kau menemui tubuh ini. Dan mengapa aku bilang kau akan membenciku jika tahu diriku yang sebenarnya..." ucap Vallerie menjeda.
"Itu karena aku seorang penjahat! Aku tahu kau sangat benci pada penjahat apalagi penjahat yang membunuh orang tak berdosa sepertiku ini! aku tak pantas kau cintai Rao." ucap Vallerie penuh emosi, bahkam air matanya telah menetes dengan derasnya. Vallerie segera mengusap air mata itu.
"Aku seorang penjahat..hiks.." Vallerie masih menangis. Melihat itu rasanya Rao ingin sekali mengusap air mata itu, namun ketika tanganya sudah hampur menyentuh Vallerie yang masih sibuk mengusap air matanya, Niatnya itu langsing di urungkan oleh Rao.
"Maaf ..." gumam Rao yang sama sekali tidak terdengar oleh Vallerie maupun dirinya sendiri. Rao tidak bisa melihat wanitanya menangis, namun dia sudah tidak tahu lagi harua berbuat apa, di satu sisi dia membenci Vallerie yang ternyata adalah seorang pembunuh, di sisi lain Rao juga sangat mencintai Vallerie.
__ADS_1
Vallerie menunduk, "sekarang kau telah tahu semuanya, kau pasti membenciku. Aku rasa aku juga sudah tidak di terima lagi di kerajaan kalian, kalau begitu ..." Vallerie mendongkrak dan lalu tersenyum.
"Selamat tinggal," ucap Vallerie yang kemudian berbalik berjalan menjauh.
"Vallerie, tidak... Vallerie" gumam Rao menatap punggung Vallerie yang mulai menjauh, dia tidak mampu mengeraskan suaranya, rasa bimbang dihatinya menyebabkan mulutnya seperti terkunci membisu.
Rao menunduk. "Ada apa denganku, sekarang aku harus memilih kebencianku atau perasaanku" batin Rao berpikir keras, "aku tidak bisa jauh darinya, tapi aku juga tidak bisa mengabaikan sumpahku yang akan menghukum berat orang orang yang telah melakukan dosa" Rao kembali berpikir.
......
Vallerie berjalan keluar istana Rao, namun sebelumnya dia menitipkan 100 coin emas untuk prajurit yang sudah ia janjikan pertolongan. Setelah sampai di luar istana, Vallerie baru sadar tidak memakai jubah, jadi dia segera mengeluarkan jubah dari inventorynya.
Kini dia harus terkejut ketika melihat satu-satunya jubah yang ada di inventorynya adalah jubah putih pemberian Rao.
"Tidak, tidak bisa seperti ini, aku harus bisa melupakanya. Dia membenciku" gumam Vallerie terus meyakinkan dirinya, kini dia memakai jubah pemberian Rao itu dan pergi dengan cepat ke arah pepohonan agar keberadaanya tidak terlalu dominan.
Vallerie membeli beberapa senjata dengan uang yang sisa miliknya yang tinggal 62 keping emas dan 30 keping perak. Dia membeli pedang untuk menggantikan pedang esnya agar tidak ketahuan oleh musuh.
Vallerie membeli pedang, satu pisau sihir, dan dua pisau biasa beserta sabuk pahanya. Selesai membeli semua itu, Vallerie juga membeli sebuah pistol dengan amunisi 30 kotak untuk jaga-jaga dari nontif perbelanjaanya.
Selesai dengan itu Vallerie berniat untuk melihat-lihat lagi, namun sebuah tepukan di pundak Vallerie mengagetkanya. Sang pelaku memakai jubah putih dengan tudung, jadi agak sulit bagi Vallerie untuk mengetahui siapa orang di depanya. "Siapa kau?" tanya Vallerie menatap intens.
Orang itu membuka tudungnya dan memperlihatkan surai putih juga mata biru yang dimilikinya. Dia adalah Minakawa Hanji, pangeran utama dari kerajaan Minakawa, anak dari permaisuri.
"Siapa?" tanya Vallerie yang belum tahu saia orang di depanya, namun ia juga tak lupa memindai identitas orang di depanya.
__ADS_1
Nama:Minakawa Hanji
Umur :21 tahun (tersihir menjadi 18 tahun)
Mode tempur:Penyihir, kesatria pedang
Keterangan: Merupakan pangeran utaka dari kerajaan Minakawa, anak dari selir permaisuri yang juga merupakan sepupu Ayah Vallerie. Sebentar lagi dia akan menjadi pengganti Raja di kerajaanya. Masih dalam Mode mencari seorang istri untuk di jadikan sebagai Permaisuri. Punya sifat cukup baik, pandai bertarung, rajin namun sangat mudah malu.
"Minakawa Hanji, itu berarti dia yang menyelamatkanku saat di hutan waktu itu" pikir Vallerie menatap Hanji. "Namaku Hanji, apakah nona bukan rakyat dari kerajaan Minakawa?" tanya Hanji yang sudah tentu sendang berpura-pura. "Maaf, saya tidak punya waktu untuk bercanda denganmu, saya tahu Anda adalah Pangeran Minakawa" ucap Vallerie dingin, dia memang sedang dalam konsisi buruk dan tidak ingin bercanda dengan siapapun.
"hahaha saya ketahuan, darimana Anda tahu saya pangeran Minakawa? Tuan Putri Ocktavia?" ucap Hanji, "Baju dan jubahmu sudah sangat jelas mengatakan kebenaranya" ucap Vallerie datar. "Haha, benar juga, saya lupa saya memakaj baju kerajaan" ucap Hanji memoerhatikan bajunya sendiri.
"Jadi, saya dengar kerajaan Ocktavia tengah di tawan oleh kerajaan Kamame, apa itu benar?" tanya Hanji pada Vallerie. "ya, semua keluargaku di tawan di sana, dan hanya aku, Putri ke-4, dan pangeran ke-3 yang lolos dari tawananya." ucao Vallerie menjelaskan. Mendengar itu Hanji paham.
"Kalau berkenan, apa Anda ingin menginap semalam di kerajaan kami?" tawar Hanji dengan tulus. "Baiklah... terimakasih untuk itu.." ucap Vallerie tersenyum, dia juga sudah merasa lelah.
Kerajaan Minakawa
Mendengar kerajaan ini bermargakan Minakawa, Vallerie langsung tahu bahwa dalam ingkarnasi sebelumnya, dia adalah keturunan dari bangsawan Minakawa. Memang sulit di percaya.
Sesampainya di sana, Vallerie segera di sambut meriah oleh Shirayuki, entah kenapa anak itu menjadi sangat menyukai Vallerie setelah kejadian berdebat di pasar wamtu lalu. "Tuan Putri Ocktavia kah?!, wahhh tak di sangka kakak membawa calon kakak ipar ke sini!" ucap Shirayuki sembarangan, kalimat itu membuat Hanji merasa malu dengan perlakuan adiknya.
"Calon kakak ipar?"😅
TBC
__ADS_1
BERSAMBUNG...