
Judul: Kebenaran Di Balik Kematian Selir ke-4
By. :@Mitsuki776._
"Tentu.." ucap Vallerie tersenyum. Walau begitu di hatinya saat ini masih tersimpan kegelisahan atas apa yang dia alami bersama Rao beberapa waktu lampau. Hal itu tak luput dari pandangan Neji(Rao) yang tahu betul bagaimana perangai Vallerie.
❄🐦❄🐦❄🐦❄🐦❄
KOTA PHOXYEE
.
...
"Saya pulang" ucap Vallerie begitu membuka pintu penginapanya. Di sana sudah terlihat seorang wanita cantik tengah memasak sebuah hidangan dengan menggunakan sihir miliknya.
Vallerie yang melihat itu terkejut. "Chiya?! kau bisa sihir?!" kejut Vallerie segera menghampiri wanita itu. Wanita itu tampak gugup, bahkan tanganya ikut bergetar hanya karena pertanyaan yang Vallerie utarakan.
Vallerie menyadari kalau Chiya tidak mengenalinya dengan penampilan baru. "Chiya, tenanglah... aku Vallerie, Vallerie Ocktavia. Memang wujudku berbeda sekarang, bahnyak hal yang terjadi di luar" ucap Vallerie menjelaskan.
Chiya masih tampak gemetaran. "Saya tahu Tuan Putri bahwa itu Anda... " ucap Chiyo menundukan kepalanya dan masih dalam keadaan duduk.
"Selama ini, saya mengawasi Anda... Ini adalah kehendak dari sang Ibunda Selir Ke-4. Sebelum beliau meninggal, beliau meminta saya untuk menjadi penjaga Anda dari balik layar. Untuk itu makanya saya menyamar menjadi pelayan dan menjaga Anda selalu." ucap Chiyo lirih.
"Ibunda selir ke-4 adalah penyihir yang hebat, namun karena suatu alasan, beliau menyembunyikan itu semua demi melindungi Tuan Putri. Tapi siapa sangka kalau identitas Selir ke-4 di ketahui oleh musuh, musuh menyerang yang mulia... saya terlambat menyelamatkan yang mulia Selir ke-4 saat itu." ucap Chiyo bercerita. "Setelah kematian ibunda selir ke-4, saya menjadi semakin sulit untuk melindungi Anda dari dekat. Itu sebabnya saya hanya menjadi pengawal bayangan di kerajaan hingga 2 tahun lamanya. Namun setelah itu saya tertangkao basah. Elemen sihir saya di keluarkan dari tubuh saya dan Saya di jual pada saudagar kaya yang waktu itu menikahi saya" ucap Chiyo jujur.
__ADS_1
Vallerie tertegun. Ini jelas sama dengan apa yang Vallerie dengar dari Criss. "Chiyo... apa kau mengetahui dalang dari semua ini? dari kerajaan mana itu?" tanya Vallerie serius. "Kerajaan Sihon" ucap Chiyo membuat Neji(Rao) tertegun. "Tidak! itu tidak mungkin!" teriak Neji refleks.
"Kenapa kau tampak emosi seperti itu Neji?" tanya Xixi curiga. Sedangkan Vallerie hanya terdiam dengan menunduk. Tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Chiyo.
"Apa kau yakin itu bukan kerajaan Kamame?" tanya Vallerie meyakinkan. Chiyo menatao Valleire, "Tidak Tuan Putri, kali ini saya jujur" ucap Chiyo semakin membuat suasana di sekitar Vallerie menjadi suram.
"Maafkan saya Tuan Putri, seharusnya saya tidak mengatakan ini... Tapi, saya tahu kalau Tuan Putri mencintai pangeran dari kerajaan Sihon. Itu pasti berat untuk Anda menerima kenyataan ini" ucap Chiyo masih menunduk.
"Tidak, aku tidak menyalahkanmu atas ini. Apa yang kau katakan belum tentu salah dan benarnya. Tapi dengan pemikiranku tentang hal-hal yang kau ucapkan tadi. Aku juga sedikit memiliki firasat kalau kerajaan Sihon termasuk dalam pemberontakan antar kerajaan ini" ucap Vallerie yang membuat Neji semakin terkejut.
"Apa? kau percaya begitu saja Valleire?! apa kau sud-" ucap Neji ketika menyadari dirinya terlalu emosional, dirinya menghentikan kalimat itu segera.
Chiyo menatap Neji lekat. Dia bukanlah peramal, jadi dia tidak akan mengetahui apa yang terjadi di belakang Vallerie. "Kenapa Anda begitu membela kerajaan Sihon?" tanya Chiyo yang membuat Neji harus berkeringat dingin karenanya.
"Keluarganya berasal dari kerajaan Sihon, itu hal yang wajar jika dia membela kerajaan yang telah melahirkanya" ucao Vallerie dingin. 'Tidak! kerajaan Sihon tidak bersalah! ini pasti ulah Ayahanda Raja' batin Neji(Rao) menduga.
Vallerie diam memandang dingin Neji yang masih menatapnya penuh harap. Vallerie menghela nafas. "Tidak ada salahnya dengan apa yang kau katakan, tapi tetap saja orang-orang kerajaan Sihon yang menjadi tangan kanan dari sang Raja bukan? Kau tenang saja Neji, aku tidak akan menyalahkanmu atas itu. Kau adalah suatu pengecualian buatku" ucap Vallerie yang berdiri dan membaringkan dirinya pada kasur yang ada di penginapan itu.
Neji menatap Vallerie dengan jecewa, sedangkan Vallerie hanya bersikap tidak peduli dan memejamkan matanya seakan-akan dia akan tidur saat itu juga. "Baiklah aku mengerti... " ucap Neji keluar dari penginapan itu segera.
Vallerie menatap punggung Neji, entah kenapa dia merasa bersalah atas apa yang dia katakan pada Neji hari ini. "Aku akan menyusulnya" ucap Vallerie pada orang-orang yang ada di oenginapan itu seusai memantapkan hatinya untuk bertemu dan meminta maaf pada Neji.
"Saya ikut Nona" ucao Xixi menghentikan langkah Vallerie. "Tidak perlu, aku akan segera kembali. Kalian tinggalah bersama Chiyo dan.." ucap Vallerie kembali membuka inventorynya dan mengambik seember daging segar untuk di berikan kepada Kiya.
"Ini imbalanmu Kiya, maaf terlalu lama" ucap Vallerie melemparkan ember itu langsung kepada Kiya, untungnya Kiya berhasil menangkap itu dengan aman.
__ADS_1
Tarlihat wajah senang Kiya yang begitu menginginkan daging di tanganya itu. Bahkan tatapanya tidak pernah ia lepaskan dari daging itu seolah-olah jika dia menoleh sedikit saja daging itu akan langsung hilang dan lenyap dari tanganya.
"Sampai jumpa lagi Kiya" ucap Valleire yang kemudian setengah berlari untuk mencari keberadaan Neji.
Kini dirinya telah sampai pada sebuah bukit yang berada di Kota Phoxyee bagian selatan. Vallerie sudah mencari ke seluruh penjuru kota Phoxyee, namun dia sama sekali tidak menemukan apapun sampai dia menginjakan kaki di bukit ini.
'Hanya tempat ini yang bekum aku telusuri' ucap Vallerie dengan nafas yang tersengal akibat pencarianya yang sia-sia itu. "Neji!!" teriak Vallerie berharap agar Neji bisa mendengar teriakanya tersebut.
Vallerie terus mencari Neji hingga sebuah panah melesat dan hampir mengenai tubuhnya. Jika saja Vallerie saat ini masih di tubuh Vallerie yang asli, Vallerie tidak akan pernah bisa menghindari panah yang melesat begitu cepat itu. "Fuhhh hampir saja!" ucap Vallerie yang kembali melepaskan peganganya pada dahan pohon yang menyelamatkan hidupnya itu.
Kembali Vallerie di buat terkejut oleh puluhan panah dari arah yang berbeda-beda melesat kembali ke arah tubuhnya. "Sial! aku telah di kepung" gumam Vallerie berusaha menghindari panah-panah itu kembali dengan kelincahanya.
Tak menunggu lama, Vallerie mengeluarkan sebuah pedang es Falme ice sword dari inventorynya dan ia tebaskan ke segala arah untuk menghentikan pergerakan oara musuhnya yang terus menghujatnya dengan panah itu.
'Aku tidak bisa menggunakan sihir saat ini... apa yang harus ku lakukan?' batin Vallerie terus menggunakan pedangnya untuk melawan oara musuh itu. "Vallerie!" teriak sebuah suara yang mengejutkan Vallerie.
Valleire menoleh dan mendapati sebuah pedang hampir mengenai bagian dadanya. 'Gawat! tidak sempat menghindar!' batin Vallerie refleks menutup matanya.
Ctras~
**TBC
SAMPAI SINI DULU YA
TOLONG BERI KOMEN TENTANG EPISODE KALI INI, KALAU KURANG PUAS BISA KASIH SARAN AGAR NOVEL INI SEMAKIN MEMBAIK DI KEMUDIAN HARI
__ADS_1
SAMPAI JUMPA🖐**