Reincarnation A Princess

Reincarnation A Princess
[KAWAN ATAU LAWAN?] CH.55


__ADS_3

Judul:Kawan Atau Lawan?


By. :@Mitsuki776._


Tanpa sadar dirinya menggunakan mode ibis sempurna pada tubuhnya. sepasang sayap berwarna hitam yang cukup besar meuncul di punggungnya. Matanya berwarna biru terang dengan dua tanduk kebiruan berada di atas kepalanya. Tanganya mulai berubah menjadi sebuah cakaran monster dengan kuku jari yang cukup panjang.


Aura hitam kebiruan mulai mengelilingi tubuhnya, membuatnya menjadi seorang iblis yang sangat mengerikan.


🐦🐦🐦🐦🐦🐦


"T Tidak mungkin..." ucap Xixi sedikit takut pada sosok Rao saat ini.


.......


Vallerie mulai sadar di kala bau obat-obatan tradisional yang menyengat masuk ke dalam hidungnya.


Vallerie membuka matanya dan mendapati Rao yang masih menyamar dalam wujud Neji tersenyum sambil memainkan rambut Vallerie.


Vallerie tersentak dan segera merubah posisinya menjadi duduk. "Ada apa?" tanya Neji tersenyum menatap Valleire. "Bukankah aku sedang melawan seorang burung sihir es di gua?" ucap Vallerie memastikan tubuhnya.


Namun sayang, yang dia alami adalah kenyataan, bagian perutnya terdapat balutan perban yang darahnya sedikit merembas di kala banyaknya darah Valleire yang terus keluar. Bukan karena tidak di obati, hanya saja darah Vallerie terus keluar karena efek obat yang dia gunakan belum sepenuhnya bekerja.


"Ya, memang" ucap Neji menunjuk ke arah belakang Valleire. Valleire berbalik dan mendapati sebuah burung biru kecil yang berada di dalam sebuah kandang burung.


Valleire mengerutkan keningnya dan mendekatkan matanya lagi kepada sangkar burung itu agar bisa melihat lebih jelas burung yang ada di dalam sana. Dia tampak sangat berbeda dengan apa yang Vallerie lihat di gua itu.


"Dia mengecil karena kehabisan tenaga" ucap Neji menjawab seluruh pertanyaan yang ada di benak Vallerie. Neji tersenyum dan kembali mengambil lalu memainkan sedikit rambut hitam milik Vallerie.

__ADS_1


"Oh, jadi ini wujudmu yang sebenarnya" ucap Neji tersenyum. Vallerie menepis tangan Neji dengan cepat, "Aku tidak mengijinkanmu menyentuhku!" ucap Vallerie menatap tajam pada Neji.


Neji mengakat tanganya sebagai tanda dia telah menyerah. "Tapi kau tahu, burung itu bisa saja menjadi peliharaanmu, dia bisa saja akan banyak membantumu suatu saat nanti" ucap Neji menyarankan.


Vallerie awalnya meragukan, tetapi ketika mengingat kemampuan burung itu saat menyerangnya, muncul suatu ketertarikan Vallerie untuk mencoba menjinakan burung yang ada di dalam kandang itu.


"Apa kau yang mengalahkanya?" tanya Vallerie melirik ke arah Neji. Neji tampak sedikit panik namun kemudian segera memenangkan dirinya, "Ya, bersama dengan Xixi juga sebenarnya" ucap Neji berbohong, sebenarnya sisi iblis dirinya lah yang telah mengalahkan burung itu hingga burung itu takut pada Neji.


Sedangkan Xixi hanya mengurus Valleire yang terluka akibat tusukan es lancip yang menusuk pada samping perutnya. Jika bukan karena melihat keadaan Vallerie yang seperti itu, Neji(Rao) mungkin tidak akan sadar kembali seperti sedia kala.


Vallerie menatap burung itu penuh minat. "Aku ingin mencoba menjinakanya, tapi bukankah ini burung sihir? seharusnya burung ini juga pasti akan memerlukan sihir untuk menjinakanya, sedangkan tubuhku sekarang benar-benar tidak bisa menggunakan sihir. Aku harus segera menemukan kegunaan anting-anting kota Obelive itu" pikir Vallerie sedikit merasa kecewa.


Vallerie mengambil kandang burung itu dan memasukanya ke dalam Inventory miliknya. Neji tentu saja terkejut, dia tahu kalau Vallwrie tidak bisa menggunakan sihir untuk saat ini, lalu bagaimana dia melakukan itu?


"Bagaimana kau melakukanya?" tanya Neji menatap terkejut pada wajah Vallerie. Valleire menoleh, "Oh, itu bukan sihir, itu memang kemampuan yang kudapatkan sejak awal" ucap Vallerie dengan nada riang.


"Memang aku telah dewasa..-" ucap Valleire segera menutup mulutnya, dia sekarang masih berstatus Valleire Ocktavia, dia tidak boleh sembarangan mengungkap identitasnya sebagai Eva Minakawa di depan orang lain seperti Neji.


"Tidak perlu menutup mulutmu seperti itu, aku tahu kau berasal dari kerajaan Ocktavia, Vallerie Ocktavia, aku juga tahu kau bukan Vallerie sungguhan. Jadi apa yang perlu kau sembunyikan dari orang sepertiku?" ucap Neji tersenyum dengan senyuman yang menyerupai seringaian.


Vallerie terkejut, pasalnya dia sama sekali tidak pernah menyebutkan namanya pada Neji sebelumnya. "Aku tetap harus merahasiakanya darimu, aku masih belum tahu apa kau kawan atau lawan. Lagipula dengan kau yang mengetahui tentang diriku, aku menajadi lebih yakin kalau kau bukanlah orang biasa" ucap Valleire ikut tersenyum seringai.


"Sudahlah,.. aku ada urusan" ucap Vallerie mencoba bangkit dari ranjang. Neji terkejut melihat Valleire masih bisa berdiri tegak tanoa kesusahan seperti itu, dia mengira kalau Vallerie akan oleng ataupun terjatuh di saat mencoba bangkit. Itu sama sekali tidak sesuai dengan dugaanya.


"Kau bisa berdiri, apa rasa sakitnya telah hilang?" tanya Neji dengan wajah yang masih terkejut. "Heh, kukira kau sudah mengetahui segalanya tentang diriku, karena tubuhku telah berubah, kemampuanku juga akan berubah. Walau aku tidak bisa menggunakan sihir lagi, namun daya tahan dan kelincahan fisiku meningkat secara drastis, kau tak perlu heran dengan ini" ucap Vallerie terkekeh.


"Meski aku masih mampu berdiri, aku masih belum bisa bergerak dengan sesuka hati, lukaku mungkin akan kembali terbuka sewaktu-waktu. untuk itu Xixi, bisakah kau membantuku untuk menyelesaikan tugas selanjutnya?" tanya Vallerie menatap layar nontifnya yang tertera misi nomer 4 yaitu

__ADS_1


4.Menangkap seekor burung sihir yang tengah membuat bencana kepada sebuah keluarga di ujung jalan kota Phoxyee (Imbalan, Sebuah Token teleportasi)


"Di sini tidak tertera waktu misi harus di jalankan, itu berarti, misi ini bisa di lakukan kapan saja, semakin cepat akan semakin baik. Aku juga memerlukan kemampuan Xixi yang bisa terbang cepat untuk mengejar burung itu." pikir Vallerie masih menatap layar di depanya.


"Bantu apa nona?" tanya Xixi penasaran sambil sesekali melirik layar yang ada di depan Vallerie. Vallerie tersenyum.


......


Valleire, Xixi dan Neji berjalan menusuri jalan kota Phoxyee yang sudah tampak sore, jalan di sana sudah mulai sepi di kala banyaknya orang-orang yang memilih untuk berdiam di rumah mereka.


Vallerie sampai pada sebuah rumah yang ada di ujung jalan, rumah itu di diami oleh sekeluarga orang biasa. "Lagi-lagi!!" teriak sala seorang dari keluarga itu yang di duga adalah seorang kepala keluarga.


"Burung sialan itu terus saja merusak perkebunan kita! apa harus ku panggil orang hebat untuk mengusirnya ayah?" tanya seorang laki-laki yang tampak lebih muda dari laki-laki yang berteriak tadi.


Vallerie mendekat ke arah mereka. "Apa yang terjadi?" tanya Valleire seolah-oleh belum mengetahui apapun dari masalah keluarga itu.


Dua orang laki-laki itu menatao Vallerie demgan terkejut. apa yang terjadi?


**TBC


SAMPAI SINI DULU YA


TUNGGU EPISODE SELANJUTNYA, TERIMAKASIH...


TERUS DUKUNG DENGAN CARA LIKE, RATE, VOTE AND, COMENT..


SEE YOU**

__ADS_1


__ADS_2