
Judul:Menjalin Kontrak
By. :@Mitsuki776._
"Baiklah, sebaiknya aku juga istirahat sebentar, dalam keadaan seperti ini aku sangat sulit untuk bergerak" batin Vallerie mengistirshatkan tubuhnya yang lelah, walau dirinya merasakan terbakar yang kuar biasa, anehnya tidak ada luka apapun di tubuhnya, itu menyebabkan Vallerie memilih untuk hanya mengistirahatkan tubuhnya saja dengan tidur sebentar.
❄🐦❄🐦❄🐦❄
Vallerie kembali terbangun ketika mendengar sebuah suara asing yang berada dalam ruang yang sama denganya, "stt, diam di sana!" ucap suara laki-laki yang tampak samar-samar.
Vallerie menutup kalungnya dengan tanganya agar cahaya dari kalung itu tertutupi. Dengan begitu orang yang berada di dalam tempat yang sama dengan Vallerie tidak akan melihatnya.
"Ada orang di sini" batin Vallerie berdiri dan berjalan mendekat dari dalam kegelapan.
"Nona manis, walau kau bersembunyi dalam kegelapan pun, kau tidak akan bisa bersembunyi dariku" ucap orang itu menepuk pundak Vallerie dan lalu dengan cepat mengarahkan senjata ke arah leher Vallerie.
"Sial!" batin Vallerie melepas liontinya guna menerangi sedikit penglihatanya. "Oh, seorang wanita yang cantik rupanya" ucap suara itu lagi dengan mempertajam matanya yang tertutup topeng itu pada wajah Vallerie.
Vallerie memberi jeda ssbentar hingga dengan tiba-tiba, dia memukul perut orang itu dengan sikutnya dan membalikan keadaan secepat mungkin. "Tidak mudah membunuhku, kau tahu itu?" ucap Vallerie semakin mendekatkan pisau yang sempat ia ambil dari tangan pria itu dan dia dekatkan pada leher pria tersebut.
"Tunggu! tunggu!" ucap pria itu tampak sedikit takut. "Aku mengaku kalah! maafkan saya, saya hanya ingin bertemu kakak saya" ucapnya jujur. Vallerie melepaskanya dan menatap pria itu dengan tajam.
"Kakakmu?" tanya Vallerie tidak mengerti. "Ya, kau menangkap kakaku kan, burung biru yang kau kurung itu, dia adalah kakaku! ijinkan aku bertemu denganya!" ucap pria itu membuat Vallerie terkejut.
"Kau tidak sedang membohongiku kan? kakakmu burung sihir? yang benar saja!" ucap Vallerie tidak percaya. Pria itu terlihat menghela nafas berat dan perlahan tubuhnya mengeluarkan sinar dan mengubah dirinya menjadi seekor burung kecil berwarna putih.
__ADS_1
"Aku hewan sihir berlevel 10, tentu saja bisa berubah wujud menjadi manusia" ucap burung itu menjelaskan. Vallerie sempat terkejut, namun dia tidak segera percaya, dia sendiri belum mengetahui terlalu banyak hal tentang burung sihir ataupun hewan sihir lainya.
"Apa bisa aku bertemu kakaku?" tanyanya lagi memohon dan mengembalikan wujudnya menjadi manusia. "Tidak, aku belum menjalin kontrak apapun denganya, kalau aku melepaskanya akulah yang akan mati di sini dengan kalian berdua yang akan menyerangku setelahnya" ucap Vallerie mempertajam sorot matanya pada pria tersebut.
pria itu menghela nafas berat. "Kalau begitu bagaimana kalau kau juga menjalin kontrak denganku? dengan begitu antara aku dan kakaku tidak terpisahkan dan kami juga akan menjadi bawahanmu, bagaimana?" ucap sang pria mengangkat kedua tanganya sebagai tanda menyerah.
Vallerie memicingkan pandanganya, "kau pikir aku bodoh? aku tahu kalau hewan sihir seperti kalian tidak akan mudah mempercayai manusia! apalagi dengan alasan yang tidak masuk akal seperti itu!" ucap Vallerie semakin mendekatkan pisaunya ke arah leher pria itu.
"Dan ku rasa, kau juga tidak terlalu pintar! dengan caraku yang memegangimu sambil mendekatkan pisau ke arah lehermu ini. bukankah kau bisa dengan mudah melepaskanya jika kau berubah ke wujud burungmu? atau jika kau benar-benar burung sihir, kau tidak segera mengeluarkan wujud burungmu? itu apa karena kau takut kebohonganmu terungkap?" ucap Vallerie menyeringai membuat lawan bicaranya terdiam.
"kurasa kau hanya ingin mengincar burung miliku saja" ucap Vallerie lagi menyeringai. "haa baiklah-baiklah, kau memang pintar. karena itu aku tidak akan mengambil burungmu" ucap pria itu menurunkan tanganya dan perlahan tubuhnya memanas, membuat Vallerie merasa terbakar jika terus berada dalam posisi itu.
Vallerie melepas kuncianya dan sedikit menatap tanganya yang sempat terbakar akibat panas dari tubuh pria itu.
perlahan pria itu tampak bersinar dan kemudian berubah menjadi sebuah burung berukuran elang dewasa dengan corak aneh berwarna keemasan dengan warna merah di bagian buntutnya yang panjang.
"kau terlihat cantik dan menarik. Aku jadi semakin penasaran, siapa dirimu?" ucap burung itu menghinggapi kedua kakinya di kedua pundak Vallerie. Vallerie tersenyum, "Kalau begitu, bagaimana kalau kita buat kesepakatan?" ucap Vallerie dengan tatapan penuh arti.
"Kesepakatan?" tanya burung itu terbang ke depan dan merubah dirinya kembali menjadi manusia. "apa itu?" tanyanya lagi. Vallerie tersenyum.
"Bagaimana kalau kita jalin kontrak darah di antara kita, tapi setelah 1 tahun, aku akan melepaskanmu kembali? dengan begitu kamu juga akan bisa lebih mengenaljh bukan?" ucap Vallerie mendekat ke arah pria itu.
Pria itu cukup terkejut, namun dirinya segera mengubah kembali ekspreksi wajah terkejutnya. "Kamu tahu kalau kami hewan sihir tidak akan pernah mau menjadi bawahan manusia, biarpun di hadapkan pada kematian, kami tetao akan memiliki kehormatan yang harus kami lindung. Namun, kalau orang itu kau, mungkin aku tidak keberatan kalau hanya satu tahun" ucap pria itu tersenyum.
"Baiklah, apa kita mulai saja?" tanya Vallerie tersenyum. Pria itu ikut tersenyum, "oke.." jawabnya sepat dan setelah itu membuat pola sihir berupa lingkaran yang agak besar dengan simbol bintang di tengahnya.
__ADS_1
Vallerie terdiam lalu kemudian mengambil pisau yang ada di pahanya dan ia sayatkan pada tanganya untuk memperoleh sebuah luka yang dapat menimbulkan darah. Darah itu kian mengeluar dan menetes tepat pada titik lingkaran itu, menjadikan lingarkan itu yang tadinya berwarna biru menjadi berwarna merah darah.
Pria itu memegang tangan Vallerie dan menyentuhkan jari telunjuk dan tengah Vallerie secara bersamaan ke dahinya, menyebabkan sebuah tanda bintang berwarna kegelapan muncul pada dahi pria tersebut. "Dengan ini, aku sudah resmi menjalin kontrak denganmu Nona cantik" ucap pria itu memegang dagu Valleire setelahnya.
Vallerie segera menepis itu. "Baiklah, apa kamu bisa mengeluarkanku dsri sini?" tanya Vallerie dengan nada agak meremehkan membuat lawan bicaranya sedikit kesal dengan itu. "Hehh hanya hal sekecil itu, tidak menjadi masalah buatku!" ucpnya yang kembali berubah wujud menjadi burung, namun kali ini agak lebih besar dari sebelumnya.
........
"Aku tidak bisa menemukan nona!" ucap Xixi panik. Neji mengerutkan dahinya dan perlahan menutup matanya guna menenangkan hatinya yang tengah guncah dan panik akibat hilangnya Vallerie di hadapanya secara langsung. Neji kembali membuka matanya saat sadar dirinya merasakan sebuah aura yang begitu familiar mendekat ke arahnya.
"Vallerie.." gumam Neji yang kemudian berlari menuju aura yang ia baru rasakan.
"N Nona? apa itu nona?" tanya Xizi begitu melihat seorang wanita denga jubah putih juga rambut hitamnya yang berterbangan berdiri pada punggung sebuah burung berwarna kuning ke oranyean yang ukuranya cukup besar, mungkin bisa menyamai besar burung yang pernah di lawan oleh mereka di gua.
Ya, itu adalah Vallerie yang dengan tenangnya berdiri pada burung yang tengah terbang. Neji menghela nafas lega ketika melihat wanitanya baik-baik saja.
senyum kembali terukir pada wajah Neji, memandakan dirinya senang dengan melihat wanitanya yang tampak tidak terluka sama sekali, "aku senang kau baik-baik saja" ucap Neji dengan suara pelan masih memandangi Vallerie yang berada di atas sana.
**TBC
SAMPAI INI DULU YA
MAAF THOR LAMA UPDATENYA
DAN SAMPAI JUMPA DI LAIN HARI..
__ADS_1
SEMOGA KALIAN TIDAK NGEUNFAFORIT CERITAKU YA😖💖**