Reincarnation A Princess

Reincarnation A Princess
[KECURIGAAN RAO] CH.39


__ADS_3

Judul:Kecurigaan Rao


By. :@Mitsuki776


"Ambilah ini sebagai tanda terimakasih saya, saya mohon, saya ingin Tuan Putri memiliki ini" ucapnya tulus. Vallerie menerima cincin itu, karena itu juga termasuk hadiah dari misinya kali ini, Vallerie lalu memakai cincin itu "terimakasih" ucapnya.


Melihat itu Rao sedikit tidak suka, sekarang dia berniat untuk ikut memberikan sesuatu yang lebih berharga daripada cincin itu kepada Vallerie.


🍁🍁🍁🍁🍁


"Tuan, bagaimana keadaan Anda sekarang?" ucap Vallerie menocoba sopan. "Vallerie kau tak perlu berbicara begitu sopan padanya!" ucap Rao tidak suka. Mendengar itu Vallerie segera memberi tatapan mengancam pada Rao.


"Maafkan Pangeran Sihon kalian ini ya, dia sepertinya sedang sensitif hari ini" ucap Vallerie melirik sekilas Rao seolah-olah tengah menyindir. "Hamba tidak berani Tuan Putri, Maafkan saya Pangeran..." ucap pria itu tampak berwajah pucat karena ketakutan


"Aku tidak pernah mau bersikap baik pada penjahat, jadi kau jangan berharap aku berbaik hati padanya!" ucap Rao pada Vallerie, dia sangat tidak suka pada tahanan itu. Mendengar itu Vallerie sedikit kesal. kini dia menatap mengancam, bahkan dia menggunakan mata Fighternya untuk memperkuat mata tajamnya.


Melihat itu Rao sedikit tidak nyaman, dia memundurkan langkahnya, dia tahu betul maya merah itu adalah kekuatan Valleriw yang serba guna, jadi dia mencoba sebisa mungkin untuk tidak menatap matanya.


Setelah merasa cukup dengan tatapan matanya, Vallerie kembali menonaktifkan mata Fighternya dan menatap pria paruh baya itu dengan sopan. "Tuan, boleh saya bertanya?" ucap Vallerie sopan, itu mengundang dengusan kesal dari Rao.


"Tentu Tuan Putri!" ucap pria paruh baya itu meng iya kan. "Darimana Anda mendapatkan cincin ini?" ucap Vallerie menunjukan tangan kirinya yang terdapat cincin giok di jari manis. "Ohh, itu sebenarnya milik istri hamba yang tiada akibat pertempuran perang yang meruntuhkan desa kami waktu itu, jadi saya lari ke daerah kekerajaan Sihon dan melakukan beberapa kejahatan untuk bertahan hidup. Tapi itu tidak berlangsung lama hingga Pangeran Sihon sendiri berhasil menemukan jejak hamba" ucap Pria itu bercerita.


Vallerie melirik ke arah Rao lalu kembali menatap pria paruh baya. "Begitu ya, apa istrimu juga berasal dari keluarga penyihir?" tanya Vallerie menduga-duga. "Itu... , Tidak.. sebenarnya istriku adalah sala-satu dari kelompok pengguna sihir terkuat di desa kami, Desa Guga Kao, tapi sayangnya dia terbunuh saat anggota kerajaan menyerbu desa kami untuk mengambil alih tanah kami" ucap laki laki itu bercerita, Vallerie paham.

__ADS_1


"Kalau begitu istirahat lah, terimakasih atas cincinya, sampai jumpa lagi.." ucap Vallerie tersenyum lalu menarik tangan Rao keluar.


"Apa kerajaanmu yang menyerang desa mereka?" ucap Vallerie masih menarik tangan Rao. "Sepertinya iya, setahuku memang desa Gugo kao sekarang milik kami" ucap Rao mengingat ngingat. Vallerie diam.


"Apa kau akan membenciku karena itu?" tanya Rao yang melihat Vallerie diam. "Sebenarnya iya, tapi akhirnya aku mengerti setelah berpikir lebih matang, jika Desa Gugo kao tidak kalian rebut saat itu, tentu kerajaan Kamae akan mengambilnya juga, jadi itu sama saja bagi mereka kan?" ucap Vallerie dingin, Rao terdiam mengikuti langkah tanganya yang masih di tarik Vallerie.


Vallerei menarik Rao ke dalam istana lalu berhenti ketika sudah sampai pada kamar milik Rao. Vallerie masih diam. "Dia marah padaku?" batin Rao bertanya-tanya.


"Kau..-" ucap Rao terpotong. "Aku mau tidur, jangan bicara lagi," ucap Vallerie memotong. "Aku bukanya marah padamu Rao, tapi kata katamu tadi yang bilang bahwa kau membenci orang-orang yang melakukan kejahatan sepertiku itu, membuat hatiku sakit, bagaimana kalau kau tahu aku seorang pendosa? apa kau masih mau bersamaku?" batin Vallerie berpura pura tidur.


Vallerie membuka nontif misinya di kala dirinya tertutup oleh selimut, Misi ke empat:


4.Makan makanan istana pukul 21:00 (imbalan 30 poin+bumbu masak special syistem)


"Menarik, tapi aku tidak ingin bertemu Rao dulu, kalau aku makan malam masakan kerajaan, takutnya Rao juga ada di sana" batin Vallerie mencoba menghindari Rao dulu untuk saat ini, tapi dia juga tidak berniat untuk menghindari misi, terutama misi ke lima yang menurutnya sangat menarik.


Beberapa saat kemudian, Vallerie kembali membuka selimutnya, dia bersorak hore ketika sudah tidak mendapati Rao lagi di sana. Namun, saat dia membuka dengan benar dan berniat untuk bangkit, yang pertama di lihat Vallerie adalah wajah Rao yang sangat dekat dengan wajahnya.


Vallerie terkejut, dia tidak menyangka Rao berdiri di arah sebaliknya dari pandangan Vallerie tadi, bahkan dia sedikit mencondongkan wajahnya untuk lebih dekat pada wajah Vallerie. Vallerie ketahuan. "Kau menghindariku?" tanya Rao tidak suka.


Vallerie mendorong tubuh Rao dan segera bangkit, dia berniat untuk lari dari sana. Namun sayangnya, tanganya malah di tarik dan kini di sandarkan pada dinding, Rao mengukungnya.


"Kenapa kau marah padaku? bukankah kau tadi bilang tidak akan marah padaku?" tanya Rao tidak suka. "Aku memang tidak marah denganmu," ucap Vallerie mengalihkan pandanganya ke samping. "Lalu kenapa kau menghindariku?" tanya Rao lagi semakin mendekatkan wajahnya, jantung Vallerie semakin berdetak cepat, bahkan kini wajahnya terasa memabas, astaga apa yang terjadi pada Vallerie?!

__ADS_1


"T Tidak! Sudah kubilang aku tidak menghindarimu!" ucap Vallerie mencoba mendorong tubuh Rao, namun nihil itu gagal. Vallerie lupa bahwa dia memiliki mata Fighter, maka dari itu dia tetap berusaha mendorong tubuh Rao menjauh.


"Ada apa memangnya? kenapa kau tidak ingin bertemu denganku kalau begitu?" tanya Rao menatap intens pada wajah Vallerie.


"Maaf, untuk itu aku masih tidak bisa membicarakanya padamu, tapi kurasa kita tidak pantas untuk bersama Rao, kau pasti akan membenciku suatu saat nanti."


Vallerie terdiam setelahnya, Rao melepas kukunganya "Kenapa aku harus membencimu, aku menyukaimu, dan itu tidak akan pernah berubah!" ucap Rao tidak mengerti. Vallerie diam, itu membuat Rao kesal, "Vallerie!" teriaknya.


"Aku bukan Vallerie!, wanita yang seharusnya kau cintai sudah mati! apa kau puas?!" ucap Vallerie sedikit berteriak lalu kemudian lari keluar dari kamar Rao. "Mati? jelas-jelas kau ada di depanku, seenaknya berbicara" ucap Rao pelan menatap pintu kamarnya yang terbuka lebar akibat kepergian Vallerie yang tidak menutup kembali pintu kamarnya.


"Apa maksudnya aku akan mebencinya?" batin Rao yang mengingat ngingat dia juga pernah mendengar perkataan aneh Vallerie sewaktu dia mengikuti Vallerie hari ini. "Minakawa Eva, Minakawa Shirena dan.. Kawasima Rei, apa jangan-jangan Vallerie berasal dari kehidupan lain?" Rao bertanya tanya pada pikiranya sendiri.


"Vallerie juga waktu itu pernah bilang bahwa kalimat 'Kehidupanku yang dulu' itu memperkuat bukti-bukti saat ini, itulah mengaoa dia mengatakan kalau Vallerie telah mati. Tapi.. siapa yang bersamaku selama ini? itu Valleire atau yang sekarang mendiami tubuh Vallerie?" Rao bertanya tanya dalam batinya, kini kepalanya pusing.


Namun setelahnya dia melihat lengan kananya sendiri yang terdapat gelang hitam dengan buah zodiak leo, itu adalah pemberian dari Vallerie yang ia cintai.


"Siapa kamu sebenarnya?" gumam Rao yang merebahkan diri setelahnya, dia lalu menutup rapat kedua matanya.


**TBC


SAMPAI SINI DULU YA


MAAF KALAU ADA YANG GAK NYAMBUNG ATAU TYPO DI TENGAH TENGAH. MAAF BURU BURU NGETIKNYAπŸ™πŸ™

__ADS_1


TERIMAKASIH ATAS DUKUNGAN KALIAN


DAN SAMPAI JUMPA**...


__ADS_2