Reincarnation A Princess

Reincarnation A Princess
[KIYASAWA FENG DE ALGER] CH.60


__ADS_3

Judul: kiyasawa Feng De Alger


By. :@Mitsuki776._


Ya, itu adalah Vallerie yang dengan tenangnya berdiri pada burung yang tengah terbang. Neji menghela nafas lega ketika melihat wanitanya baik-baik saja.


senyum kembali terukir pada wajah Neji, memandakan dirinya senang dengan melihat wanitanya yang tampak tidak terluka sama sekali, "aku senang kau baik-baik saja" ucap Neji dengan suara pelan masih memandangi Vallerie yang berada di atas sana.


👑👑👑👑👑


"Nona! Anda benar-benar membuat saya khawatir!" ucap Xixi yang melayang tepat di depan wajah Valleire. "Aku baik-baik saja, sudah Xixi" ucap Vallerie merasa tidak enak.


Melihat itu Neji tampak tidak suka, "Kucing itu, dia laki-laki atau perempuan? bisa bisanya menyentuh Vallerie-ku" batin Neji menatap sengit pada Xixi. "Ah Neji.. bisakah kau tidak menyebarkan tatapan sengitmu itu? Xixi tampak gemetaran karenamu" ucap Vallerie tersenyum paksa.


Xixi terkejut mendengar penuturan Vallerie. "Nona! aku tidak.." Xixi sedikit tersentak ketika tingkah lakunya di sadari oleh Nonanya. Mendengar itu Neji lebih tidak suka lagi, "segitu perhatianya dia pada Xixi, lalu bagaimana denganku?" batin Neji(Rao) masih menatap sengit Xixi.


"Oh, misi kita belum selesai kan? bagaimana kalah kita selesaikan sekarang?" saran Vallerie dengan senyum khasnya.


.....


"Nona, apa yang kita cari di sini?" tanya Xixi menatap sekitarnya yang terdapat pepohonan lebat, itu adalah hutan.


"Tenang saja, Kiya!" teriak Vallerie terdengar sedang memanggil seseorang. Burung keemasan dengan ekor panjang berwarna merah seukuran burung elang dewasa mengampiri Vallerie dan hinggap tepat di lengan Vallerie yang sengaja di rentangkan olehnya.


"Burung itu..." Neji menatap burung yang ada di lengan Vallerie itu, dia yakin kalau burung itu bukanlah burung sihir biasa. Burung itu kian kembali memancarkan sinarnya dan terbang ke arah tanah, merubah wujud burungnya menjadi sosok pria bermata biru dan berambut hitam panjang dengan di ikat sebagian ke atas. Tak lupa bajunya yang tampak seperti pria pada zaman kekaisaran.


"Apa yang kau buruhkan?" tanya sosok pria yang ada di depan Vallerie itu. "Aku hanya ingin memintamu untuk memberitahuku di mana letak burung-burung yang selama ini mengacaukan perkebunan desa" jawab Vallerie segera.

__ADS_1


"Hahh, apa yang akan aku dapatkan jika aku membantumu?" tanya sosok itu menatap tajam pada Valleire. Vallerie menyeringai, dia mengambil suatu makanan burung yang ada di dalam inventorynya. "Kurasa tidak akan ada burung manapun yang berani menolak hadiahku ini" Vallerie menggoyang-goyangkan makanan itu guna membuat sosok pria di hadapanya goyah.


"Aku pemakan daging" jawab pria itu cepat membuat Vallerie menghentikan aksinya. "Seharusnya kau pantas di jukuki si elang" olok Vallerie kembali memasukan makanan burung itu dan membeli daging kualitas terbaik di dalam syistem perbelanjaanya.


"Bagaimana dengan ini?" tanya Vallerie begitu mengeluarkan dsging segar yang baru dia beli dengan menggunakan poin miliknya itu. Melihat daging itu membuat sosok pria itu sedikit goyah.


"Daging, aku... aku memakan daging manusia, tapi kalau daging segar.." ucap sosok pria itu terlihat sangat menginginkan daging di tangan Vallerie. Vallerie kembali menyeringai.


"Kau hanya perlu menunjukan tempatnya dan lalu daging ini akan menjadi milikmu sepenuhnya, bagaimana?" tanya Vallerie sedikit menggoda. "Bagaimana dia bisa berbicara pada laki-laki dengan posisi seperti itu! biarpun bukan manusia, burung itu hampir sama dengan manusia!" batin Neji menggenggam erat kepalan tanganya dan menatap tidak suka pada Vallerie yang masih menggoda pria di depanya dengan ember daging di tanganya.


"Baiklah, hanya menunjukan kan?" tanya pria itu menyerah. "Kiya! terimakasih" Vallerie tersenyum.


"Namaku Kiyasawa Feng de alger!" ucap pria itu menatap tidak suka pada Vallerie yang seenaknya memotong nama miliknya. "Hei! apakah aku harus memanggil namamu sepanjang itu?! biarkan aku memanggilmu dengan nama Kiya saja ya" ucap Vallerie dengan senyum khasnya. Kiya menghela nafas.


Kini Vallerie, Neji, Xixi dan Kiya telah sampai pada sebuah gua yang tampak tertutup oleh tanaman-tanaman menjuntai. Perlahan Vallerie menyibakan tanaman-tanaman pengganggu itu dan melihat isi dalam gua yang tampak sangat gelap itu.


Dengab memanfaatkan cahaya remang pada kalungnya, Vallerie berjalan masuk ke dalam gua. Dia kembali tersenyum ketika menemukan sebuah sarang burung dengan dua bayi burung di atasnya.


sebuah nontifikasi muncul di depan layar syistem Vallerie, menunjukan sebuah kalimat yang dapat membuat Vallerie senang.


Misi selesai


claim hadiah dengan cara menekan tombol Oke di bawah ini


OKE NO


Vallerie segera menekan tombol Yes.

__ADS_1


Terlihat di inventory Vallerie sudah tersedia sebuah token berbentuk bulat dengan lambang bulan dan matahari di sana. Vallerie memindai token itu untuk mengetahui cara kerjanya.


Dari hasil pindaian Vallerie, Token itu bekerja otomatis dengan cara menggenggamnya, menutup mata dan memikirkan secara seksama tempat yang akan di tuju. Setelah siap, barulah sang pengguna harus menyebutkan kata "Teleportasi" untuk mengaktifkan token tersebut.


Namun, pemakaian token tersebut juga di batasi perharinya. Pengguna hanya boleh memakainya 3x dalam 24 jam dan itupun hanya akan menteleport maksimal 5 orang per teleport.


"Bagus! ini sangat bagus! ini akan berguna untuk misi merebut kembali kerajaan Ocktavia. Kurasa tidak ada salahnya mencoba" gumam Vallerie memegang token itu dengan tangan kananya.


"Aku ingin mencoba benda ini, Oleh karena itu peganglah tanganku" ucap Valleire mengulurkan tanganya ke arah Neji dan Kiya secara bersamaan. "Untuk Xixi, kau hanya perlu duduk di bahuku oke" ucap Vallerie senang.


Neji tersenyum tapi dia juga tidak suka dengab Kiya yang ikut memegang tangan kiri Vallerie. Valleire memejamkan matanya dan kemudian mengucaokan kata "Teleportasi".


Neji terkejut. "Teleportasi?!" batin Neji yang kemudian semakin terkejut ketika menyadari sebuah lingkaran hitam di bawah kaki mereka membuat mereka berada di tempat lain.


"Tunggu ini.. kerajaan.. kerajaanku?" batin Neji begitu melihat dirinya telah berada di sekitar hutan dekat kerajaan Sihon. "Akhh sial! benda ini tidak bisa ku gunakan dengab mudah jika aku terus memikirkan tempat-tempat lain" ucap Valleire frustasi.


Neji tersenyum. "Memikirkan ya? apa dia memikirkanku hingga terdampar di kerajaanku begini?" tanya Neji(Rao) tersenyum puas.


Namun, senyum itu tak berlangsung lama setelah mendengar penuturan Vallerie yang membuat hatinya sedikit kecewa "Kita harus segera pergi sebelum aku bertemu dengan seseorang yang tidak ingin aku temui" ucap Vallerie menutup rambut hitamnya dengan jubah miliknya.


"Siapa itu nona?" tanya Xixi penasaran. "Hanya irang yang tidak penting, sudahlah Xixi" ucao Vallerie mencubit pipi Xixi gemas. Sedangkan Neji hanya menatap punggung Vallerie yang semakin menjauh. "Apakah semua ini salahku?" batin Neji merasa dirinya bersalah di sini.


**TBC


SAMPAI SINI DULU YA


SAMPAI JUMPA MINGGU DEPAN EH SALAH!

__ADS_1


SAMPAI JUMPA BESOK YA


JAA NEE**


__ADS_2