
Judul:Misi menyelamatkan seorang pelayan
By. :@Mitsuki776
"dia? maksudmu wanita hebat yang di bicarakan perdana mentri itu?" ucap Raja terkejut. "Ya!! dia special ayah!! dan aku berjanji tidak akan menikah dengan siapapun selain denganya, aku sudah jatuh cinta padanya ayah!!" ucap Rao dengan tatapan melawan. "Anak ini!, sejak kapan dia berani melawan padaku!" batin sang Raja tidak suka.
🍁🍁🍁🍁🍁
"Pangeran Rao Sihon! kau harus tahi satu hal, kepentingan kerajaan lebih harus kau utamakan daripada kepentingan pribadimu, kau adalah seorang keturunan Pangeran terakhir di kerajaan ini! ku harap kau bisa menjadi pemimpin yang bijaksana!" ucap sang Raja sudah sangat kesal dengan sikap anak satu satunya yang sekarang menjadi tidak penurut itu.
Mendengar itu Rao ikut kesal, dia memang sejak dulu tidak menyukai Ayahnya karena Ayahnya lah yang membuat temanya terbunuh, Ayahnya juga sama sekali tidak bertanggung jawab dengan Rao, dia hanya peduli tentang jabatanya dan bertindak seolah olah dia mendidik Rao dengan benar, padahal berbicara pun Rao sangat jarang dengan Ayahnya, kalau bicara pun paling paling itu hanya untuk memerintah Rao untuk melakukan sesuatu.
Rao diam, namun kemudian ia membuka mulutnya "Ayahanda, aku tidak bisa membiarkan Vallerie terluka, sekalipun ayah melarangku!" ucap Rao tanpa penghormatan segera bangkit dan berbalik pergi. "Rao!!" teriak Ayahnya sangat marah, "Anak itu!! ini semua pasti karena Putri Ocktavia yang penyakitan itu!" ucap Sang Raja sangat marah.
Rao kini berjalan menghampiri Vallerie yang masih ada di pondok bersama Daichi yang juga masih dalam posisi menjaga jarak aman. "Rao?" ucap Vallerie gembira melihat kedatangan Rao. melihat itu Rao tersenyum "aku pasti bisa melindungimu Vallerie, sekalipun aku harus kehilangan statusku di kerajaan ini" batin Rao mempertahankan senyumanya di depan Vallerie.
"pangeran, saya dan Rin sudah melakukan segala susunan strategi untuk mengalahkan pasukan musuh, saya pikir untuk lebih matangnya sebaiknya Pangeran dan Tuan Putri saja yang melihat dan memperbaiki strategi yang sudah kami buat" ucap Daichi penuh hormat.
Mendengar itu Vallerie dan Rao segera menuju ke ruang diskusi yang sudah ada Kayla, Rin dan yang lainya di dalamnya. "Pangeran.. Tuan putri" ucap mereka serentak ketika Valleire dan Rao memasuki ruangan itu. "apa strategi kalian, biar aku mendengarkanya terlebih dahulu" ucap Vallerie segera menghampiri meja yang sudah terdapat ilustrasi dari miniatur medan strategi.
__ADS_1
Vallerie melihat dengan seksama "ini bisa, tapi mungkin untuk strategi penyerangan kalian, kalian akan mudah di tangkap saat memasuki pinggiran kerajaan Ocktavia, ku rasa kalian sebaiknya melewati jalan belakang hutan kerajaan Ocktavia, di sana akan lebih aman daripada melewati tembok samping" ucap Valleire menyarankan.
"tapi tuan putri, di jalan hutan temboknya sedikit di buat lebih tinggi, dan lagi di sana ada kekuatan magis yang membatasi, saya tidak yakin tentang itu" ucap Rin memberi pendapat. "hehh, Rin, apa kau lupa? Aku putri dari kerajaan Ocktavia, tentu aku tahu segala hal di sana, tembok belakang Ocktavia terdapat lubang bekas tembok yang memang sudah lama tidak di urus, kita bisa kewat sana untuk menghindari dinding lapisan magis" ucap Valleire tersenyum.
"tuan putri.. anda terlihat sangat mengerikan.." ucap Daichi yang melihat sisi gelap Vallerie. "ya adik ke enam, bagaimana kau bisa mengetahui segalanya, setahuku kau selalu di kurung oleh ayah.." ucap Kayla tidak mengerti.
"ayah tidak melarangku lagi karena aku adalah pewaris tahta kerajaan Ocktavia sekarang, selain itu dulu aku sering keluar masuk istana lewat sana" ucap Vallerie tersenyum meremehkan. "untuk apa?" tanya Kayla penasaran "tentu saja untuk membeli hal hal yang ku suka di pasar" ucap Vallerie sedikit berbohong, tidak mungkin kan dia bilang kalau dia kesana untuk menyelesaikan misi.
Mengingat kata "Misi" membuat Vallerie baru ingat bahwa poinya sekarang adalah 0 s, dia harus segera mendapatkan poin. "ah maaf semuanya, aku tidak bisa ikut rapat tentang penyerangan ini dulu, ada beberapa hal yang harus ku selesaikan" ucap Vallerie berjalan keluar ruangan di ikuti Rao yang diam diam mengikuti Vallerie karena penasaran pada apa yang di lakukan Vallerie.
Vallerie segera membuka nontif syistemnya dan memeriksa beberapa misi
2.Mencari tahu kebenaran tentang Anak seorang prajurit yang telah menghilang selama 2 hari penuh pukul 14:44 (imbalan 70 poin)
3.Memberikan makanan pada seorang tahanan di bawah tanah yang sengaja tidak di beri makan oleh prajurit karena dendam lama pukul 15:40 (imbalan 120 poin+cincin giok sihir milik sang tahanan)
4.Makan makanan istana pukul 21:00 (imbalan 30 poin+bumbu masak dari Syistem)
5.Menebang pohon sihir di belakang istana yang memang membawa malam petaka bagi keluarga seorang mentri di kerajaan Sihon pukul 22:00 (imbalan 170 poin+ hadiah misteri+pedang sihir berelemen api milik anak mentri)
__ADS_1
"ku rasa imbalan yang ku dapat menjadi semakin tinggi, apa itu karena aku telah menyelesaikan misi ya?" batin Vallerie bertanya tanya. kemudian dia menyadari sebuah tulisan di atas samping kiri yang tertera foto Vallerie dengan sebuah tanda bertulisan "Lv.4", Vallerie segera mengklik tanda itu.
tertera di sana peningkatan peningkatan sihir, kecerdasan dan petarung miliknya termasuk kekuatan mata Fighternya. namun yang membuat Vallerie terheran itu adalah sebuah kolom bertulisan "Kekuatan tersembunyi" yang masih dalam posisi 0%. itu membuat Vallerie penasaran. "setahuku ini tidak ada sejak terakhir kali aku melihat informasi miliku" batin Vallerie mengingat-ngingat.
"apa mungkin kekuatan ini adalah kekuatan tersembunyi Vallerie yang ada di liontinku ini" batin Vallerie kembali berfikir sambil menggenggam liontinya. "Yoshh sebaiknya nanti dulu ku pikirkan itu, aku harus segera bergegas menyelesaikan misi pertama, ku rasa aku punya waktu sekitar 8 menit" ucap Vallerie pelan sambil melihat sebuah jam bulat kecil yang ada di inventorynya.
Vallerie bergegas ke belakang istana, dia juga di ikuti oleh Rao yang masih sembunyi sembunyi memperhatikan Vallerie. sesampainya di belakang istana, benar saja prajurit itu tengah mendekat ke arah seorang pelayan manis yang sudah tidak dapat lari lagi karena di belakangnya terdapat sebuah tembok istana "pelayan yang cantik, sebaiknya kamu menyerah saja pada saya, saya sudah lama menginginkanmu.." ucap prajurit itu mendekat.
Melihat itu dengan cepat Vallerie menendang tubuh prajurit dari belakang hingga tubuhnya menubruk dinding dengan keras, hampir saja prajurit itu menimpa sang pelayan. "Prajurit mesum sepertimu tidak pantas untuk menjadi seorang prajurit kerajaan Sihon yang berwibawa!" ucap Vallerie menatap tajam pada sang prajurit. bahkan mata ungunya kini terlihat bersinar tajam di mata sang prajurit dan pelayan itu.
"apa yang dia lakukan!?" batin Rao tidak percaya, dia baru saja sampai dan hanya melihat adegan di mana sang prajurit di tendang oleh Vallerie
**TBC
SAMPAI SINI DULU YA
TERUS DUKUNG CERITA INI DAN
SEE YOU**
__ADS_1